Cinta Datang setelah status mereka berubah, dari mereka sama Sekali tidak saling mengenal hingga akhirnya sebuah kata "SAH" membuat status laki lakinya dan perempuan berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.
Mel meremas tangannya, ada rasa sedikit perih di pergelangan tangannya.
Padahal sebelumnya tidak ada yang dia rasa saat pelayan itu menabraknya.
Dia melirik Rey yang masih menyetir, rasanya tidak mau membuatnya kembali khawatir apalagi dia melihat bagaimana Rey marah saat di Restoran tadi.
Mobil masuk ke dalam Halaman rumah mereka, Rey langsung berjalan memutar membuka pintu mobilnya.
" Hati hati " Ucap Rey dan Mel mengangguk.
Mereka berjalan masuk, dan Rey mengantar Mel masuk ke dalam Kamarnya.
" Kak,, Aku gapapa " Ucap Mel yang merasa Rey berlebihan.
Rey tidak peduli dan terus membawa Mel masuk ke dalam Kamarnya.
" Aku ambil minum dulu " Ucap Rey
Mel mengangguk dan akan membuka jaketnya,,
" Aw,, " Runtuhnya membuat Rey menoleh.
" Astaga Mel "
Rey melihat pergelangan tangan Mel yang merah,,
" Jangan di pegang "
Rey berjalan keluar untuk mengambil salep,,
Mel menatap Rey yang kembali dan berlutut mengolesi salep di pergelangan tangannya.
Mel menarik tangannya yang terasa perih,, Rey tau dan dia meniupnya.
Mel Menatap apa yang di lakukan Rey kepadanya, Rey begitu peduli dan perhatian terhadapnya.
Entah mengapa ada rasa berbeda dalam dirinya dengan sikap Rey.
" Apa masih perih ? "
Mel menggeleng,,
Rey meletakan salepnya di atas meja dan menatap Mel,,
" Maaf Saya tidak bisa menjaga kamu " Ucapnya
Mel kembali menatap Rey,
Untuk apa Rey bicara seperti itu, ini hanya luka kecil.
" Ini luka kecil Kak, dan sebentar lagi juga sembuh "
Rey menghela napasnya,,
" Ka,, Bagaimana dengan Bilqis.. ?"
Rey menautkan alisnya,,
" Tadi Kakak begitu saja meninggalkan nya padahal kita belum sama sekali makan."
" Nanti Saya bicara dengannya, sekarang kamu istirahat "
Mel mengangguk,,
" Saya keluar dulu "
Mel menatap Rey,,
Dia tersenyum dan mencari Ponselnya yang berdering.
" Yogi ?" Ucapnya saat melihat Layar ponselnya.
" Halo "
" Mel,, Bagaimana keadaan kamu .. ?"
" Aku baik baik saja,, "
" Syukurlah,, Apa kita bisa ketemu ?"
" Maaf Aku gak bisa,, "
" Pasti karena suami kamu, dia tidak mengijinkan kamu keluar ? "
" Yogi Pliss,, Lupain aku ,, aku sudah menikah dan hubungan kita sudah selesai."
" Tidak Mel,, itu hanya kemauan kamu,, aku cinta sama kamu Mel dan aku masih sangat ingat kamu pernah bilang jika kamu juga mencintai aku."
Mel terdiam,,
dulu memang mereka bersama menjalin cinta, dan keduanya begitu saling mencintai.
Tapi nyatanya sekarang dirinya sudah menikah dan menjadi istri laki laki lain.
Dia tidak mau mengkhianati pernikahan nya.
Tanyanya menyeka butiran yang menetes di wajahnya,,
" Itu dulu Yogi, tapi tidak sekarang. aku sudah menikah dan aku mencintai suami ku,,
Lupakan aku, cerita kita sudah selesai. "
Mel menutup telponnya dan meletakan ponselnya,, air matanya mengalir di wajahnya. rasanya sesak setelah mengucapkannya. Bagaimana pun memang benar cerita nya bersama Yogi sudah selesai dan kini dia sudah memiliki kembaran baru bersama suaminya.
Rey yang berada di pintu kamar dengan segelas air pun kembali mundur, dia mendengar semua ucapan Mel.
" Tuan Anda " Ucap Rotman saat melihat Bosnya kembali membawa minum yang di bawanya.
" Bawa minum ini ke Kamar Mel,, " Ucapnya berjalan turun.
Rotman menatap bingung dengan sikap Tuannya,, dia tidak mengerti apa yang sudah terjadi hingga membuat Tuanya terlihat seperti ini.
Rey melajukan mobilnya keluar,,
Ucapan Mel terus terngiang dipikirnya,,
Apa Pernikahan ini malah membuat Mel menderita hingga harus menghapus ceritanya. Apa Saya sudah merebut kebahagiaan nya hingga dia menjadi sedih seperti tadi.
Rey memijat pelipisnya,,
Dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Rotman mengetuk pintu kamar Mel,,
" Permisi Nyonya " Ucap Rotman.
Mel mengusap air matanya dan tersenyum,,
" Ada Apa Pak Rotman "
" Saya mengantarkan minum untuk Nyonya "
" Minum ?"
" Tuan yang memintanya "
Mel mengangguk dan menerimanya,,
" Dimana Kak Rey sekarang ?"
" Tuan baru saja Pergi."
" Oh,, Terima Kasih Pak "
" Sama sama Nyonya, saya permisi"
Rotman berjalan keluar,, .Dia tau apa yang sudah terjadi sekarang.
Melihat Tuannya yang pergi begitu saja dan Melihat Istrinya menangis mungkin telah terjadi dengan mereka.
*******
Rey sampai di Kantornya Namun dia masih terus teringat ucapan Mel, Laptopnya di biarkan menyala dengan tangan yang memegang bolpoin.
" Tuan,, " Ucap Andre namun Rey masih terdiam
" Tuan,, "
Lagi lagi tidak ada jawaban,,
" Tuan,, "
" Ya ,, Kenapa ?" Ucap Rey membenarkan duduknya.
" Maaf Anda baik baik saja ?"
" Saya baik baik saja, Ada Apa ?"
" Ini berkas berkas yang perlu Anda tanda tangani."
Rey menerimanya,,
Dia membuka dan membacanya,, setelahnya menandatangani nya.
" Apa Tuan membutuhkan sesuatu ?"
" Tidak,, Kamu boleh keluar."
" Baik Tuan Saya Permisi."
Andre berjalan keluar dengan penasaran apa yang sudah terjadi, padahal sebelumnya Bosnya pergi bersama Istrinya.
Rey mengusap wajahnya,,
Dia sama sekali tidak bisa berpikir, otaknya terisi penuh dengan Ucapan Mel bahkan bayangan dimana Mel menangis pun terus terbayang.
______
Hari semakin senja,,
Namun Rey seakan masih betah berada di Kantornya,, Dia sama sekali tidak keluar ruangan nya.
Semua Staf dan Karyawan pun sudah terlihat sepi, hanya tinggal Andre yang menunggu Bosnya.
" Tuan,, Ada yang bisa saya bantu ?" Ucap Andre saat Ponselnya berdering.
" Kamu Pulang saja dulu, Saya masih ada Pekerjaan yang harus di selesaikan."
" Apa Tuan membutuhkan sesuatu ?"
" Tidak terima kasih, Kamu pulang saja."
" Baik Tuan,, "
Andre mengambil tasnya dan berjalan keluar, namun dia kembali menatap pintu Ruangan Rey yang masih tertutup.
*********
Mel berjalan turun,,
Tidak terlihat adanya Rey di sana berarti memang belum pulang bahkan tidak terdengar suara bunyi mobilnya.
" Pak Rotman " Panggil Mel.
" Ya Nyonya "
" Kak Rey belum pulang ?"
" Belum Nyonya,, "
Mel menatap jam yang sudah hampir jam 6 sore ,,
Tidak bisanya Rey pulang telat selama Pernikahan mereka.
" Makasih Pa "
" Sama sama Nyonya."
Mel berjalan turun menuju ruang tengah, dia mengambil remot dan menyalakan Televisi.
Mungkin Kak Rey ada meeting,,
Mending gue tunggu di sini dulu deh.
Mel menunggu di sana hingga jam 7 malam, lagi lagi Rey belum pulang.
" Nyonya Maaf,, Makan malam sudah siap "
" Saya menunggu Kak Rey Pa "
" Tapi Nyonya ini sudah malam, Apa Anda tidak makan lebih dulu ?"
" Tidak,, Saya makan bareng Kak Rey saja nanti."
" Baik Nyonya "
Mel mengangguk dan kembali menonton acara di Televisi.
Detik berganti menit hingga berganti Jam, Sudah semakin larut Namun Rey belum juga pulang.
Rey bahkan tidak mengirimkan pesan kepada jika pulang telat.
Mel merasa mengantuk,, beberapa kali dia terus menguap.
Akhirnya dia pun bersandar dan langsung terlelap di sana.
Rey sampai di rumahnya,,
Sekitar jam 10 malam, dia berjalan masuk dengan wajah terlihat sangat lelah.
Langkahnya terhenti saat melihat Mel tertidur di sofa,,
" Nyonya terus menunggu Anda Tuan, Bahkan belum makan "
" Kenapa tidak menyuruhnya untuk makan lebih dulu dan tidak menunggu Saya."
" Saya sudah memintanya namun Nyonya bilang menunggu Anda."
Rey berjalan menghampirinya,,
Wajah pulas Mel membuat nya tidak tega untuk membangunkannya.
Dia pun menarik pelan remote di tangan Mel dan meletakan nya di meja.
Tangannya membopong tubuh Mel dengan hati hati dan membawanya menuju Kamar.