NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Soloist in the Stage IV

"Jelas ketahuan lah, dasar!" Ucap Latifa.

"Yaa, aku masih kepikiran tadi, kamu keliatan gelisah sebelum kita tampil tadi. Jadi aku merasa ada yang salah aja gitu" Sophia sedikit perhatian dengan Latifa yang bertingkah aneh.

"sudah kubilang, tak usah dipikirkan! ini masalahku, kamu gausah ikut campur, Sophia" Ucap Latifa.

"Kita kan sudah kenal dari lama, masa kamu gak mau cerita apa-apa sih denganku, apa kamu gak begitu percaya denganku?" Sophia sedih karna menganggap dirinya masih belum dipercaya Latifa.

"Bukan begitu, ih.. Kamu nanti kalau aku cerita malah ngegoda aku lagi, aku malas jadinya tau!" Latifa menjawab mengapa ia tak ingin menceritakan soal Daniel kepada Sophia.

"Yah, kan aku orangnya punya dua tipe, kadang serius dan kadang juga seadanya" Jawab Sophia.

"Intinya ini bukan masalah besar, ini hanya masalah tentang pertemanan dan bukan masalah cinta!" Latifa membereskan peralatan makananya dan pergi meninggalkan Sophia.

Sophia yang melihat kelakuan Latifa malah tertawa. "Ini lucu! akan aku gali informasinya dari kamu" Gumam Sophia yang kemudian menyusul Latifa.

"Tunggu aku, Latifa!"...

...

Hari sudah gelap, Mereka semua harus membereskan semua alat mereka, Karna sebentar lagi Stasiun akan tutup dan akan menurunkan penumpang terakhir di hari itu.

Latifa, Sophia dan Sang Pianis membersihkan tempat mereka masing-masing. Hari yang panjang, hari yang melelahkan. Latifa pamit duluan karena ia sudah dijemput ayahnya untuk pulang. Latifa berpamitan dengan Sophie dan Sang Pianis dan pergi.

Latifa meminta ayahnya untuk pergi berkunjung ke rumah Minami, karena hari ini Minami sudah ada di rumah, dia ingin menjumpainya sebentar untuk berbicara bersama.

Sesampainya di rumah Minami, Latifa dikejutkan oleh Minami yang tiba-tiba saja memeluknya saat berada tepat di depan pintu masuk rumah Minami.

"Minami, apa yang kau lakukan, sih" Latifa mendorong Minami agar Minami melepas pelukannya.

"Latifa... Aku kangen!!" Minami berteriak sambil memeluk Latifa yang baru saja sampai.

"Ihh, apasih. Lepasin ahh.." Latifa masih mencoba untuk melepas pelukan Minami yang begitu kuat.

"Engga, nanti kamu ninggalin aku lagi kayak kemaren" Jawab Minami yang tidak mau melepas pelukannya.

"Iya-iya engga aku tinggal lagi, kenapa sih kamu kok jadi manja gini" Latifa perlahan melepas tangan Minami yang masih menempel di badannya.

"Kamu kenapa sih? Minami, kemaren baru aja ketemu, ini malah bertingkah layaknya anak kecil aja, deh" Ucap Latifa.

"Aku cuman rindu sama kamu" Jawab Minami dengan muka memelasnya.

"Rindu? Baru satu hari kita gak ketemu, kok kamu rindu, aneh!" Jawab Latifa.

"Gak tau ah, entah kenapa aku bermimpi buruk, aku melihat kamu nanti pergi jauh tanpa mengabariku" Ucap Minami yang ingin menangis.

"Ih,... Apasih, Minami. Aku akan tetap bersama kalian, memainkan musik yang indah untuk kalian dengar dan mendukung mimpi kamu menjadi seorang astronot" Latifa mengusap air mata Minami yang hendak turun dari wajahnya. Latifa menenangkan Minami dengan lembut agar dia bisa tenang.

"Jadi jangan putus asa, ya! Aku akan selalu mendukung kalian, kita akan terus melihat bintang bersama, bermimpi membangun roket bersama seperti janji kita yang dahulu" Ucap Latifa.

"Kamu masih ingat dengan mimpi kita dahulu?" Minami tersenyum ketika mengetahui Latifa masih memegang janji mereka dahulu untuk membangun sebuah roket bersama.

"Tentu aku ingat, Dulu kita berjanji untuk mebangun roket bersama, membawa manusia selangkah lebih maju!" Latifa menunjukkan jarinya ke arah bulan yag sedang bersinar terang.

"Kamu masih ingat, ternyata. Aku senang, Latifa!" Minami dan Latifa berpelukan, meski mereka sering bertemu, entah mengapa Minami merasa mereka akan terpisah dengan waktu dan jarak yang tak Minami ketahui.

"Semoga ini hanya perasaanku" Bisik Minami.

Latifa pun menanyakan apa yang barusaja Minami katakan, Namun Minami mengelak dan tak menjawabnya lagi. Latifa hanya diam dan tidak mempedulikan hal tersebut.

Mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah Minami untuk sekedar berbincang-bincang. Besok akan menjadi hari yang menegangkan antara Daniel dan Chiru.

"Aku harap Chiru bisa diajak bicara"

...

Di dalam Minami memberikan Latifa secangkir Jus Alpukat, itu adalah Jus favorite-nya Latifa. Latifa senang karena ia bisa meminum Jus ini, pasalnya ia tidak diperbolehkan untuk meminum ini selama ia masih ada jadwal tampil, untungnya jadwal tampilnya masih ada 1 mingguan lagi. Ia akan tampil orchestra bersama banyak pemain instrumen lain, Kali ini ia tak bermain dengan Sophia saja, melainkan dengan banyak orang lainnya. Dan ini akan menjadi penampilan terakhirnya bulan ini. Penampilan terakhir yang harus ia ikuti untuk menambah nilai di jalur non akademik sekolahnya. Ia harus berlatih sungguh-sungguh selama satu minggu ini.

"Latifa, Kamu kan suka banget dengan Jus ini. kenapa sih alasan kamu suka dengan jus ini?" Tiba-tiba saja Minami menanyakan hal random yang entah datang darimana pertanyaan itu.

"Kok jadi tiba-tiba nanya hal aneh gini, sih?" Latifa ikut bingung kenapa Minami tiba-tiba saja menanyakan hal unik seperti ini.

"Aku hanya ingin tau, mumpung lagi bedua aja kita, aku pengen tahu kamu lebih dalam lagi sebagai teman" Jawab Minami.

"Buat apa coba, Aneh kamu Minami" Latifa mengucapkan hal itu begitu saja.

"Kan sudah kubilang, aku ingin kita lebih dekat, selama kita berteman bertahun-tahun ini aku belum bisa kenal lebih dekat denganmu" Jawab Minami.

"Apanya yang belum dekat? Kamu saja bahkan tau apa minuman kesukaanku" Ucap Latifa.

"Kalau cuman minuman kan Daniel juga tau, Ini tentang hal yang Daniel bahkan gak tau tentang dirimu" Ucap Minami yang membuat Latifa memerah.

"Ih, apasih... Gaada rahasia-rahasiaan. semua yang kamu tau, aku juga tau, udah gitu aja!" Jawab Latifa yang masih memerah. Ia tak menyangka kalau Minami akan bertanya hal yang benar-benar tak jelas.

"Haha... Oh ya, btw kamu itu suka sama Daniel, Ya?" Minami tiba-tiba saja menanyakan hal random yang bahkan tidak dipikiran dahulu sebelum bertanya.

"Hah, apasih, kamu makin gajelas nanyanya, aneh deh aneh!!!" Latifa semakin dibuat salah tingkah dengan pertanyaan Minami yang aneh.

Latifa menghabiskan Jus nya dan tidak mengatakan apapun kepada Minami, ia masih ngambek karena Minami bisa-bisanya menggoda dirinya yang tak bersalah itu.

"Pokoknya kamu sembuh dulu, habis itu masuk sekolah bareng kayak biasa!" Latifa hanya mengatakan itu kemudian ia kembali membalikan wajahnya .

Minami tertawa kecil, seakan Candaan dia sudah berhasil membuat Latifa terpojok, kini Minami yakin, Latifa menyukai Daniel, dan dirinya juga menyukai Daniel. Mereka sama-sama menyukai orang yang sama.

"Kuharap kita tak bertengkar soal hal ini"

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!