NovelToon NovelToon
Raya Gadis Desa Terhina, Dinikahi CEO Tampan

Raya Gadis Desa Terhina, Dinikahi CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Dalam setiap alur cerita novel ini, mengandung harapan dan doa baik untuk kehidupan author yang lebih bahagia ke depannya.

Di usia dua puluh lima tahun, Raya Nareswari masih berjuang mencari pekerjaan yang layak. Nasib membawanya bertemu Bram dan Sinta Mahendra setelah ia pingsan saat hendak melamar kerja di kota. Karena terpesona oleh ketulusan dan kepribadian Raya, Sinta mengangkat gadis berhijab itu sebagai karyawan di butik miliknya.

Seiring waktu, Bram dan Sinta berniat menjodohkan Raya dengan putra tunggal mereka, Juan Arsen Mahendra, seorang CEO tampan yang tak pernah sekalipun memperkenalkan wanita kepada keluarganya. Kedekatan Juan dengan asisten pribadinya bahkan membuat kedua orang tuanya curiga bahwa sang putra tidak tertarik pada perempuan.

Awalnya Juan menolak kehadiran Raya. Namun perlahan, ketulusan gadis desa yang sering diremehkan itu berhasil meluluhkan hati pria yang dikenal dingin dan sulit didekat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taktik Cerdik

Selang beberapa menit kemudian.

"Eh aduh Ray, kenapa kepala ibu pening dan serasa berputar sekali. Adu Ray, tolong ambilkan ponsel ibu dan tolong telpon Juan." Raya sontak kaget menyaksikan Bu Sinta yang menunduk sambil meringis dan memegangi kepalanya.

"Aduh Ray sepertinya tensi ibu naik deh, ibu gakuat liat ruangan ini seperti berputar sekali."

Raya semakin panik, dengan tangan bergetar Raya meraih ponsel milik Bu Sinta dan menyerahkannya pada Bu Sinta, dengan kepala yang terkantuk kantuk Bu Sinta mengetik nama Juan dan menekan tanda panggilan.

Brukk.

"Aduh ibu...."

"tolong....." Raya berusaha menolong tubuh Bu Sinta yang terkulai lemas tak sadarkan diri.

Para karyawan mulai berdatangan ke arah ruang kerja Bu Sinta.

Bersamaan dengan itu Juan mengangkat panggilan dari Bu Sinta.

Juan : Halo, haloo ma!

Sadar akan panggilan ponsel diterima, akhirnya Raya memberanikan diri untuk berbicara dengan seseorang yang nanti akan menjadi suaminya.

Raya : Halo, halo bang saya Raya. Bang Juan ini ibu tidak sadarkan diri di butik, saya minta tolong buat jemput ibu dan segera membawa ibu kerumah sakit. Tolong cepat bang karena dari tadi ibu mengeluh katanya kepalanya serasa berputar.

Raya berbicara sendiri, karena sedari tadi begitu tau ibunya pingsan Juan langsung menutup ponselnya dan berlari menuju mobil kemudian tancap gas menuju butik yang ibu miliki.

Selang dua menit mobil Juan sudah terparkir sempurna, dengan langkah tergesa dan rahang tegas Juan langsung menaiki tangga menuju ruangan tempat ibunya bekerja.

Bu Sinta yang sedang bersandar di tubuh mungil Raya, tatapan Juan dan Raya bertemu lalu kemudian Juan mengangkat tubuh ibunya yang tak sadarkan diri itu.

"Raya ikut bang" ucap Raya. Sambil berjalan menyusul Juan yang sedang cepat menuruni tangga.

Juan dengan sigap memasukan tubuh ibunya ke jok belakang mobil, ia kebingungan siapa yang akan menahan tubuh ibunya ini. Kemudian dibalik tubuh Juan yang tinggi Raya memiringkan tubuhnya menatap wajah Juan dingin, dengan tangan sedikit bergetar dan tenggorokan yang terasa seret. Ia melambaikan tangannya pada Juan.

"Aku ikut ya bang, aku yang nahan ibu biar gak jatuh." ucap Raya, matanya yang bulat menatap takut pada wajah bringas Juan.

Ternyata wajah Juan tidak sekalem seperti pada foto yang Bu Sinta berikan, di foto masih ada senyumnya sedikit. Sedangkan wujud aslinya sangat menakutkan dan dingin mencekam dengan guratan wajah sempurna serta rahang tegas membuat nyali Raya ciut kala melihat wujud asli Juan.

Dalam mobil Raya sesekali mencuri pandang pada kaca spion mobil, di sana ia bisa melihat guratan alis Juan yang menaut matanya menatap awas jalanan, rahangnya menegas kala mobilnya gagal menyalip.

Ganteng, tapi sayang belok. Benar kata orang, jaman sekarang yang tampan suka sama yang tampan.

Batin Raya setelah melirik Juan pada kaca spion depan.

"Tekanan darah Bu Sinta sangat tinggi sekali den Juan," ucap dokter Edi yang telah memeriksa keadaan Bu Sinta.

"Penyebabnya apa dok?" karena selama ini mama selalu jaga asupan makanan." tanya Juan bingung, mengapa akhir-akhir ini tekanan darah Sinta sering naik.

"Bisa jadi karena setres dan terlalu banyak fikiran, jangan sampai Bu Sinta ini mengalami tekanan mental yang sangat dalam den Juan, jika itu terjadi akan sangat fatal nantinya. Untuk sekarang coba tanya pada ibu den Juan apa yang sedang membuatnya setres akhir-akhir ini." saran dari dokter Edi yang diberi respon oleh anggukan oleh Juan.

Pemeriksaan selesai dan dokter Edi pamit untuk pulang, dokter Edi juga pamit dengan cara menganggukkan kepalanya saat melewati Raya yang sedang duduk di sofa dengan wajah khawatir.

"Juan...." rintih Bu Sinta, dengan suara yang dibuat sedramatis mungkin.

"Mama...."Juan dengan sigap membantu Bu Sinta untuk duduk dan menyandarkan tubuhnya.

"Pasti tekanan darah mama tinggi lagi ya Ju, kepala mama terasa sangat berputar sekali."

"Apa yang menyebabkan mama banyak fikiran seperti itu ma, dokter Edy selalu berpesan pada mama jangan sampai setres atau banyak fikiran." ucap Juan, wajah nya memang terlihat sangat kesal. Tapi hatinya dirundung dengan ke khawatiran yang sangat mendalam pada ibunya.

Namun, tiba-tiba Bu Sinta menangis tersedu.

"Loh mama ko nangis?"

"Mama mikirin kamu Juan, ada perkataan yang nyeletuk ke hati mama. Hati mama begitu sakit, kala mendengar perkataan itu Juan."

Mata Juan melotot.

"Siapa yang sudah membuat mama sakit hati?"

"Tidak perlu membalasnya Juan, hanya buktikan saja pada mereka kalau kamu ini pria normal, menikahlah Juan,"

Kepala Juan yang sedang menunduk sontak terangkat, kedua bola matanya terbelalak sempurna. Menatap tajam ke arah Bu Sinta.

"Mama mohon Juan, mama tidak tahan lagi dengan gosip miring tentang kamu dan Rangga, menikahlah Juan. Mama mohon, mungkin ini adalah permintaan ter...."

"Mama!" suara Juan menegas, ia tidak ingin mendengar omongan ibunya yang suka ngelantur jika sedang kambuh seperti ini.

Rahang Juan semakin menegas, otaknya sedang berfikir keras, fikirannya sedang berperang antara egonya dan keinginan dari mama yang sangat ia sayangi. setelah beberapa bulan melihat ibunya sering terbaring lemah membuat hati Juan takut, takut akan kehilangan sosok yang telah menjadi cinta pertamanya sejak dulu.

"Ma, Juan lagi sibuk-sibuknya, Juan belum sempat mencari seorang wanita."

"Tenang saja, mama sudah siapkan wanita cantik. Kecantikan yang alami, dan mama sangat yakin wanita itu mampu menyembuhkan kamu dari sakitmu itu, yang menyukai sesama gender."

"Aduh ma..." Juan menunduk dan memijat pelipisnya yang sangat pegal.

"Mana Raya?, tolong panggilkan Raya kesini Juan."

"Raya?"

"Iya yang tadi nahan mama di dalam mobil,"

"kok mama bisa tau kalau ada seseorang yang jaga mama di dalam mobil"

Hampir saja, taktik Cerdik Bu Sinta terbongkar. Sebenarnya ini hanyalah ekting yang ia buat dan sudah ia rencanakan dengan bekerja sama dengan dokter Edy.

Bu Sinta gelagapan untuk mencari alasan, "Mama emang gak benar-benar ga sadarkan diri Juan. Kepala mama terasa muter, dan badan mama sangat lemas. Jangan banyak tanya cepat panggilkan Raya kesini,"

Akhirnya Juan percaya, ia berjalan ke arah ruang tamu dan mendapati Raya yang sedang menunduk sambil menautkan jemarinya.

Apa dia wanita yang mama pilih untukku, gadis polos dan kecil. Mama yakin pilih dia untukku?

Batin Juan sebelum suara bas dan tegas itu keluar dari bibirnya.

"Hei elo"

Raya terperanjat, kepala Raya yang menunduk sontak terangkat. Bola matanya yang bulat bercahaya itu langsung bertubrukan dengan sorot mata tajam dan bengis milik Juan.

"Eh i iya bang?" Raya gugup, ia sangat takut dengan wajah Juan, yang seperti ada brengsek brengseknya gitu.

"Dipanggil mama,"

Bersambung

Jangan lupa like ya readers.

1
Lisa
Wah Bu Shinta mengira udh terjadi sesuatu dgn mereka berdua 😊
Lisa
Bagus banget Raya kejarlah impianmu di kota..puji Tuhan Raya bertemu dgn Pak Bram & Bu Shinta.
Lisa
Tinggalin aj Ibu kamu Raya..toh di g menghargai kamu..udh pindah aj dr desa itu dan kerja di kota.
Lisa
Aku mampir Kak
falea sezi
bloon pergi dr situ ngapain mau maunya hasil. krja diambil semua
roses: kak makasih ya, kamu rajin banget baca semua karya author
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!