Obsesi, satu kata yang tidak bisa dilepaskan dari seorang Marcus Torricelli, termasuk memiliki sang keponakan, Shannon.
walau dijuluki King Of World, namun dibalik itu Marcus menyimpan 1000 Rahasia.
Saat dia berkunjung ke Mansion salah satu kerabatnya, dia bertemu dengan anak perempuan kerabatnya itu, dia menyimpan rasa kagum terhadap Perempuan itu.
Dan dia ingin memiliki perempuan itu, walau perempuan itu masih berusia 20 Tahun.
Dia akan melakukan segala cara untuk mendapatkan yang dia inginkan, termasuk memiliki perempuan itu dengan cara apapun...
Dia juga sangat menghormati dan menyayangi Perempuan itu, karena jika dia sudah jatuh cinta, maka dunia bisa saja Kiamat. Rasanya dia akan menjadi manja dan sangat Posesif.
Bahkan Pria berusia 35 Tahun itu memiliki perusahaan yang sangat sukses dan mendunia. Sehingga Ia memiliki banyak musuh.
YOU ARE A WRITER SEASON 6 (Update Senin, Rabu, Jumat, Minggu 9.00 Malam)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Qisyfi Azhra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 (Will You Marry Me?...)
.....Happy Reading.....🙏🏻📖
H-15
Pagi Hari Kemudian.........
MANSION TORRICELLI.
Pagi ini Shannon sudah bangun Pukul 6.30, dia sedang berias dimeja riasnya, sedangkan Marcus sedang berganti pakaian.
Setelah 30 menit-an make dan segala macam, Shannon pun duduk disofa sebari bermain ponsel sebari menunggu Marcus selesai berganti pakaian.
Marcus keluar menggunakan pakaian formal seperti biasa, Shannon mengangkat bibirnya dia tersenyum melihat Marcus yang begitu tampan, dia berdiri menghampiri Marcus dia sedikit merapikan jas Marcus dan tersenyum manis...
"You are so handsome Uncle..."Puji Shannon, tersenyum manis.
"Thank you girl..."Jawab Marcus, mencium bibir Shannon sekilas.
Mereka pun berjalan bergandengan tangan keluar dari kamar hingga menuju lantai utama...
Ruang Makan.
Saat mereka memasuki ruang makan, sudah ada Jenifer dan Lucas yang sedang menatap ponsel masing-masing, mereka berdua pun langsung duduk...
"Good Morning...."Ucap Shannon, duduk.
"Morning too..."Jawab Jenifer, tersenyum.
"Dimana Shanni?"Tanya Shannon.
"Disini kakak!..."Pekik Shanni, menuruni tangga.
Semua mata tertuju pada Shanni, wanita cantik itu berjalan menuruni tangga dengan anggun, Shannon cukup kebingungan melihat wajah bahagia Shanni.
"Kamu kenapa Shan, kok kayak bahagia sekali?"Tanya Jenifer, menatap penuh tanda tanya?.
"Of course I'm happy, I'm going on a date with Uncle L..."Ucap Shanni, tersenyum lebar.
Semua mata menatap Lucas dengan tatapan bingung, Bahkan Marcus menatap tajam dan sangar pada Lucas, Shannon tidak kalah dengan Marcus tatapannya seperti buaya kelaparan.
"Kenapa kalian semua menatap Uncle L begitu, harusnya kalian senang dong..."Ucap Shanni, menatap bingung ketiga orang itu.
"Shanni nanti kalau kamu di apa-apain sama Uncle-Uncle mesum ini kamu langsung telphone aku saja ya..."Ucap Jenifer, melirik sengit Lucas.
"Beraninya kau!..."Ucap Lucas, geram.
"Apa?! apalagi kalau bukan mesum, memperkosa anak orang..."Ucap Jenifer, menatap tajam Lucas.
"Uncle L, tolong jangan memberikan harapan palsu untuk Shanni, aku tidak ingin dia tersakiti..."Ucap Shannon, tatapan sedih.
"Kalian ini kenapa sih?aku hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan kejadian pada malam itu..."Ucap Lucas, datar.
"Baiklah, tapi tolong jaga adikku..."Jawab Shannon, tatapan sendu.
"Sudah, sekarang kita mulai saja sarapannya..."Ucap Marcus, tegas.
Semua terdiam, tidak ada yang berani mengeluarkan kata-kata karena melihat wajah kesal Marcus, mereka mulai sarapan pagi itu tanpa perbincangan lagi.
Setelah 30 Menit mereka sarapan, sarapan telah selesai...
"Kamu hari ini kuliah?"Tanya Marcus, datar.
"Tidak, inikan tanggal merah Uncle, kenapa harus kuliah?"Jawab Shannon, santai.
"Ini tanggal merah?..."Ulang Marcus, dia mengambil ponselnya dan melihat tanggal kemudian dia mengangguk dan meletakkan ponselnya kembali.
"Benar kan..."Ucap Shannon.
"Hmmm..."Dehem Marcus, datar.
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan, aku ingin melihat kota Jakarta dari atas..."Ucap Shannon, tersenyum.
"Mau naik Helikopter?"Tanya Marcus, melirik Shannon.
"Iya..."Ucap Shannon, tersenyum manis.
"Okay, bersiaplah..."Ucap Marcus, berdiri dan berjalan keluar Mansion.
"Okay..."Jawab Shannon, sedikit berteriak.
"Kakak, Kak Jen, Shanni pergi dulu ya..."Ucap Shanni, berjalan menyusul Lucas yang sudah berjalan lebih jauh darinya.
"Iya hati-hati..."Ucap Shannon dan Jenifer, bersamaan.
DI ATAP MANSION.
Setelah selesai berganti pakaian dan bersiap, Shannon keluar dari kamar, Tadi Marcus mengirim pesan dan menyuruhnya pergi ke atap Mansion.
Saat sampai di tangga, betapa terkejutnya Shannon karena tangga itu ada 100 anak tangga, bagaimana mungkin dia sanggup.
Setelah menaiki 100 anak tangga, Shannon sampai di atap Mansion, disana ada Helikopter mewah dan mahal seharga selangit.
"Hahh....hahhh..."Suara nafas Shannon kelelahan.
Tiba-tiba keluarlah Marcus dari satu ruangan di atap itu, Marcus berjalan menghampiri Shannon yang kelelahandia memberikan Juice untuk Shannon.
"Minumlah..."Ucap Marcus, datar.
Shannon tersenyum dan menerimanya dia meminum habis Juice itu tanpa sisa...
"Thank you Uncle..."Ucap Shannon, memeluk Marcus.
"Sudahlah, ayo kita naik..."Ucap Marcus, memegang tangan Shannon.
Mereka pun menaiki Helikopter, Setelah mereka siap, Helikopter pun terbang, Shannon begitu senang, dia selalu melihat dari jendela kota Jakarta dari atas.
PULAU PRIVATE.
Setelah 1 Jam 30 menit mengudara Helikopter mewah itu mendarat disebuah Pulau yang sangat cantik di Jakarta, tapi Pulau itu sepi...
Shannon duduk dipinggir Helikopter sedangkan Marcus dia sudah keluar dia masuk kedalam sebuah Vila mewah...
**Potret kesayangan Uncle Mafia nih\, cantik banget ya...**
"Indah sekali pemandangannya..."Puji Shannon.
Jiwa wanitanya pun meronta-ronta, dia segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan mulai berselfie ria, ada hampir setengah jam dia berselfie...
Kemudian ada rintik-rintik hujan sehingga dia memutuskan masuk kedalam Vila...
VILLA.
Saat memasuki Villa, Shannon terkagum-kagum karena Villa didesain dengan desain mewah modern, memang ya keluarga Torricelli semua serba mewah...
Melihat itu sejenak Shannon melupakan kesedihannya mengenai hilangnya orang tuanya....
Tiba-tiba ada yang menutup matanya, Shannon tersenyum jelas dia mengenal siapa orang yang menutup matanya dia berkata...
"Oh Uncle..."Ucap Shannon, dia berbalik.
Marcus sedang berlutut sebari membuka kotak isi sebuah cincin mewah dan mahal, Shannon terpaku bahkan untuk berbicara pun sulit, dia hanya menatap bingung Marcus.
"Dear, sudah banyak waktu yang kita habiskan bersama, dan aku pun semakin mencintaimu aku mau kau menjadi Istri dan Mommy dari anak-anakku..."Ucap Marcus.
"Will You Marry Me?..."Tanya Marcus, tersenyum.
Shannon benar-benar terkejut dan shock saat tiba-tiba Marcus melamarnya, dia benar-benar bingung harus menjawab apa...
Marcus melamar Shannon menggunakan cincin mewah dan mahal yaitu The Pink Star, cincin termahal didunia dengan harga mencapai 1 Triliun, namun itu adalah hal mudah dan murah bagi Marcus...
'Woww cincinnya bagus banget, cuman aku kan belum siap...'Batin Shannon, bingung.
"A-aku, I-i'm Y-yes..."Ucap Shannon, gugup.
Marcus tersenyum lebar mengetahui lamarannya diterima Shannon, dia memakaikan cincin The Pink Star itu ditangan cantik Shannon...
Setelah selesai dia berdiri, dia mencium bibir Shannon dan wanita itu pun membalasnya dan terjadilah ciuman panas hingga yang lainnya...
JAZAKILLA'A RESTAURANT.
Saat sampai di restaurant Lucas menggandeng tangan Shanni, awalnya Shanni menolaknya karena kurang nyaman namun Lucas memintanya dan pada akhirnya dia setuju...
Mereka langsung menuju keruang VIP Yang sudah disiapkan khusus untuk dirinya...
Ruang VIP 11.
Disana hanya ada dua kursi saling berhadapan, dan ada meja besar isi semua jenis makan, Shanni tersenyum Manis, dia duduk dikursi.
"Makanlah..."Ucap Lucas, datar.
"Tadi aku sudah makan Uncle, aku masih kenyang, bagaimana jika kita bungkus saja makanan ini dan kita berikan ke panti asuhan..."Ucap Shanni, tersenyum.
"Baiklah..."Jawab Lucas, datar.
"Dengar aku akan menikahimu, tapi kau jangan percaya diri, aku tidak pernah mencintaimu dan tidak akan pernah mencintaimu, aku hanya ingin bertanggung jawab atas kehamilanmu..."Ucap Lucas, dingin.
*Deg*
Jantung Shanni seakan berhenti, dia terkejut bukan main, Hamil?sejak kapan dia hamil, kenapa Lucas tahu harusnya dia yang tahu, rasanya dia ingin menangis mengetahui Lucas tidak akan pernah mencintainya dan dia menikahinya hanya atas rasa tanggung jawab...
'Tuhan, apakah aku sanggup?tolong berikan aku kesabaran lebih menghadapinya...'Batin Shanni, meneteskan air mata.
"S-sejak kapan aku hamil?"Tanya Shanni, terdengar begitu lirih dan ada nada kecewa.
"Kemarin..."Jawab Lucas, santai.
"Kandunganmu masih lemah, jaga dia baik-baik, mau bagaimana pun dia adalah anakku dan aku sangat menyayanginya..."Ucap Lucas, tegas dan datar.
Shanni mengelus perutnya, dia tersenyum membayangkan ada baby diperutnya, hingga dia lupa bahayanya dia hamil dengan penyakit kankernya...
Siang Hari Kemudian....
VILLA PRIVATE.
Saat ini di Villa milik Marcus, Shannon baru saja selesai mandi setelah olahraga ranjang dengan Marcus, dia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk sepaha...
Sedangkan Marcus sedang duduk di single seat sebari bermain ponsel, dengan santai Shannon berjalan melewati Marcus menuju walk in closet, dia memakai dress sexy...
Dia keluar dari Walk in closet dan duduk dipangkuan Marcus dengan santai...
"Uncle, aku lapar..."Rengek Shannon.
"Kamu lapar?"Tanya Marcus, menatap mata biru Shannon.
"Yes..."Jawab Shannon, mengangguk.
"Baiklah ayo kita makan..."Ucap Marcus.
Dia menggendong Shannon ala Bridal Style membawanya ke ruang makan.
Ruang Makan.
Di ruang makan sudah ada banyak menu makanan lezat dan mewah, Marcus mendudukkan Shannon disalah satu Kursi dan mengecup bibir Shannon sekilas lalu diapun duduk dikursi utama...
"Hmmm makann..."Ucap Shannon, tersenyum senang.
Shannon mulai makan dengan lahap, Marcus yang melihat Shannon bahagia pun tersenyum sebari menatap wajah Shannon...
GRAND HOSPITEL.
Setelah membicarakan hal itu dengan Shanni, Lucas mendapatkan telphone dari seseorang dan langsung pergi, sedangkan Shanni dia mengantarkan makanan dan berbagi dipanti asuhan kemudian dia pergi ke rumah sakit...
Shanni berjalan memasuki lobby hospitel, dia menuju meja resepsionis...
"Permisi, apakah Dr. Shanaz berada diruangannya?"Tanya Shanni, tersenyum ramah.
"Atas nama siapa ya..."Tanya Resepsionis, datar.
"Shanni..."Jawab Shanni, tersenyum.
"Apakah sudah membuat janji dengan dr. Shanaz?"Tanya Resepsionis, membuka sebuah buku.
"Belum, tapi katakan saja ada Shanni.."Ucap Shanni, tersenyum.
"Baik, Dr. Shanaz berada diruangannya sekarang.."Jawab Resepsionis, tersenyum.
"Terimakasih..."Ucap Shanni, tersenyum ramah.
Ruangan Dr. Shanaz.
Saat sampai di pintu ruangan Dr. Shanaz Shanni langsung membuka pintu, dan melihat Dr. Shanaz sedang duduk dikursi kerjanya sebari bermain ponsel...
"Hello Dokter..."Sapa Shanni, tersenyum manis.
"Hello Shanni, how are you?"Tanya Dr. Shanaz, dia berdiri dan tersenyum cerah.
Dr. Shanaz memeluk Shanni, Shanni pun membalas pelukan Dr. Shanaz.
"I'm Okay, Dokter apa kabarnya?"Tanya Shanni, melepaskan pelukan.
"Aku baik, ada apa Shan?"Tanya Dr. Shanaz.
"Jadi gini, aku hamil aku mau periksa apakah aku beneran hamil atau tidak?"Ucap Shanni.
Seketika raut wajah Dr. Shanaz berubah datar, bagaimana mungkin pasien kesayangannya ini hamil sedangkan dia sedang melawan penyakit leukimianya...
"Really?baiklah kamu tiduran disana dulu..."Ucap Dr. Shanaz.
Dr. Shanaz berjalan ke mejanya dan mengambil beberapa alat, setelah selesai mengambil alat dia berjalan santai menuju ranjang pasien.
Dia memeriksa Shanni dengan begitu detail, setelah selesai dia meminta Shanni untuk duduk dan dia pun menjelaskannya.
"Shanni Congratulations, Kamu hamil, tapi kandunganmu begitu lemah dan masih rawan keguguran, jadi jaga dia baik-baik, dan juga jaga kesehatanmu, ingat aku sudah mengingatkanmu jika kehamilan berbahaya untuk penyakitmu karena bisa menyebabkan kematian lebih cepat..."Ucap Dr. Shanaz.
Shanni terdiam, dia baru ingat jika kehamilan bisa menyebabkan kematian pada dirinya, namun Shanni tidak setega itu sampai menggugurkan kandungannya hanya demi nyawanya, dia lebih menyayangi nyawa anaknya...
"Aku tahu Dokter, Terimakasih sudah mengingatkanku, sekarang aku harus pulang..."Ucap Shanni, berdiri.
Shanni memutuskan untuk keluar dari ruangan Dr. Shanaz.
Saat dia berjalan dilorong dia melihat disalah satu ruangan pasien ada Lucas sedang duduk disebuah kursi sebari memegang tangan seorang wanita...
Shanni tidak melihat jelas siapa wanita itu, namun yang jelas hatinya sakit seketika, baru dia dilamar oleh Lucas dan ternyata Lucas sudah bersama Wanita lain...
Air mata Shanni mengalir deras, dia memegang perut dan mengusapnya dia menangis sebari mengusap perutnya, dia benar-benar merasa sedih melihat itu...
Shanni langsung berlari meninggalkan lorong itu, dia tidak sanggup melihat Lucas mencium kening wanita itu...
MANSION TORRICELLI.
Setelah sampai di Mansionnya, Shanni berjalan dengan tubuh lemas, matanya sembab hidungnya merah, dia memasuki Mansion...
Disana ada Jenifer yang sedang duduk diruang tamu sebari membaca Novel, saat melihat adik sahabatnya dalam kondisi yang tidak baik, Jenifer berdiri dan berjalan menghampiri Shanni...
"Shanni!, kamu kenapa?kamu diapain sama dia hah, dimana dia?"Tanya Jenifer, kesal.
Shanni langsung memeluk Jenifer dan menangis didalam pelukan Jenifer, Jenifer pun membalas pelukan Shanni...
"Kenapa hmm, ingat kakak tidak suka kamu menangis seperti ini..."Ucap Jenifer, mengusap rambut Shanni.
"Hiks....hiks....hiks, kak Jen a-aku hamil..."Ucap Shanni, sebari tubuhnya bergetar.
"What?! Hamil, kamu hamil sama siapa?siapa daddynya?"Tanya Jenifer, melepaskan pelukannya.
"Tentu saja dengan Uncle Lucas, dia baru saja memberi tahu aku hiks..."Ucap Shanni, meneteskan air mata.
"Apa dia mau tanggung jawab..."Tanya Jenifer, wajahnya terlihat begitu marah.
"I-iya dia mau..."Jawab Shanni, gugup.
"Sudah jangan keluarkan lagi air matamu, jika pria itu pulang akan kakak hajar dia sampai babak belur..."Ucap Jenifer.
"Memangnya kak Jeni gak takut?diakan Lucas Torricelli..."Ucap Shanni, menghapus air matanya dengan tisu.
"Ngapain takut dengan pria brengsek seperti dia..."Ucap Jenifer, sinis.
"Hahahahahah, Yaudah aku kekamar dulu ya, mau istirahat..."Ucap Shanni, berjalan pergi.
Malam Hari Kemudian........
Saat ini Helikopter milik Marcus baru saja mendarat di tempatnya dibagian Atap Mansion, Marcus keluar terlebih dahulu dan kemudian membantu calon istrinya itu.
Marcus memegang tangan Shannon dan membantunya turun, Shannon menerima uluran tangan Marcus dan tersenyum manis.
"Thank you Honey..."Ucap Shannon, nada menggoda.
"Kau mau menggodaku dear..."Ucap Marcus, tatapan penuh cinta.
Marcus mencium bibir Shannon, dan semakin lama ciuman itu berubah menjadi sebuah *******, dan dari ciuman turun ke leher, Marcus menciptakan banyak tanda kepemilikan di leher, hingga leher itu merah semua seperti habis dipukuli...
"Uncle stop...ssshh..."Ucap Shannon, menahan geli.
"Why?bukankah kau yang menggodaku..."Ucap Marcus, masih tetap melakukan aksinya.
"Tapi ini diatap Uncle, dikamar saja ya..."Bujuk Shannon, tegas.
Marcus pun berhenti dia menggendong tubuh Shannon dan membawanya kekamar dan yang terjadilah pertempuran panas kembali🔥...
Jam 12 Malam.....
Saat ini Jenifer masih belum tidur, dia sedang mengerjakkan tugas Kuliahnya di laptop di ruang tengah, tiba-tiba masuklah seseorang dari luar pintu Mansion....
Dan orang itu adalah Lucas, seketika Jenifer berdiri dan berjalan menghampiri Pria itu...
"Hei Uncle-uncle Mesum, kau apakan adikku hah?pulang-pulang dia menangis, kau juga kan yang menghamilinya..."Ucap Jenifer, kasar dan tatapan maut.
"Kau bicara dengan siapa?"Tanya Lucas, dingin.
"Tentu saja denganmu lah Uncle mesum..."Ucap Jenifer, kesal.
"I'm L no Uncle mesum..."Ucap Lucas, menatap tajam Jenifer.
"Apapun itu, yang jelas kau kan yang menghamili adikku lalu kau membuatnya menangis, sebenarnya dimana hati nuranimu hah?setelah merusak anak orang kau juga membuatnya menangis..."Bentak Jenifer, suara cukup keras.
"Kau berani membentakku..."Ucap Lucas, matanya menatap tajam Jenifer, tangannya sudah terkepal dia begitu marah.
"Berani! kenapa aku harus takut dengan pria brengsek sepertimu..."Ucap Jenifer, menatap tajam Lucas.
"Dasar ******..."Bentak Lucas, menampar Jenifer.
Plakkk......
"Kurang ajar...!"Teriak Jenifer, wanita itu mengambil laptopnya dan melemparnya kewajah Lucas.
"Dasar wanita tidak tahu diri, kau sudah menumpang di Mansionku, dan kau berprilaku kurang ajar denganku..."Ucap Lucas, menatap jijik dengan Jenifer.
"Hei, aku tidak akan mau numpang di Mansionmu, aku berasal dari keluarga kaya, untuk apa menumpang di Mansionmu, sebentar lagi juga aku akan pergi..."Jawab Jenifer, menatap sengit Lucas.
Jenifer berjalan pergi meninggalkan Lucas dengan amarah, antara karena Perlakuan Lucas kepada Shanni dan karena dia dipermalukan...
To be continue.
Jangan lupa Like, comment, hadiah, dukungan and vote ya readers🙏🏻😊
Terimakasih🙏🏻
kok gitu sih
pemeran lakix gampangan anget celup² sana sini is menjijikan😡😤
Kurang suka sih Thor sama sifatnya Marcus, mulai dari hobby sex bebas terus kasar, obsessi,dan pemaksa...
Semangat kerjanya author sayang😊💞
And Menurutku Ya Thor Makin hari masalah semakin banyak bermunculan dan itu sebenarnya membuat kesan misteri cuman Banyak Konfik juga gak baik Ya...
Cuman ya terserah kakak author saja, Semangat Thor kerjanya!💪🏻🤭
Kakak Author buat dong Shanni jangan sampai meninggal, buat Lucas dan Shanni bersatu dong....
Semangat kerjanya Thor💪🏻😊...