Afkar Giovani Nararya si ketua kedisiplinan Sekolah SMA N TUNAS BANGSA, di nikahkan dengan Hanindya Kayesa si Ratunya terlambat, dan mereka terkenal tidak akur satu sama lain
Di tambah keseruan teman sekelas yang gila gila mewarnai
Seperti Tom and Jerry bagaimana mereka menjalani bahtera pernikahan mereka?
bagaimana mereka menyikapi situasi yang memaksa mereka menjadi orang dewasa di usia mereka yang masih remaja?
Bagaimana mereka menyembunyikan status pernikahan mereka dari pihak sekolah agar tidak di keluarkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon P TututhPern, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Afkar berdecak sambil menunggu Hanin berpakaian, kenapa perempuan butuh waktu yang lama padahal hanya memakai pakaian.
" nin kalau lo belum selesai juga, gue buka paksa pintunya baru seret lo " kesal Afkar dari luar kamar
" sabar kenapa? " kesal Hanin dari dalam kamar yang masih sibuk mencari topi.
" sudah? ayo " tanya Afkar saat Hanin membuka sedikit pintu dan hanya memunculkan kepalanya
" gue pinjam topi lo ya? "
" pake saja "
" asekk " serunya membuka pintu lebar, dia memakai topi Afkar yang memang ia pegang dengan pet dia arahkan ke belakang.
" itu celana rok lo ngak ada yang lebih panjang? " tanya Afkar menunjuk rok Hanin yang di atas lutut.
" gue bareng lo juga, buru gue lapar " Hanin dengan cepat berjalan lebih dulu, Afkar mencibir
" sebelum keluar kamar harusnya cermin diri dulu "
" woi gue dengar "
" peduli amat "
Afkar mensejajarkan jalannya dengan Hanin yang sudah hampir sampai di lift.
" Huaaa... " pekik Hanin terkejut begitu pintu lift terbuka dia mendapati Sabrina teman sekelasnya di sana berdiri dengan santai. " Bi..Bina? "
" Hanin " ucapnya dia kemudian melihat Afkar " Afkar "
" lo tau dia Afkar? " tanya Hanin tidak percaya, Afkar tidak berpenampilan seperti saat akan ke sekolah, Sabrina mengangkat keningnya
" Ciara saja yang payah tidak bisa tau itu Afkar " ucap Sabrina, Hanin hanya tersenyum canggung.
Hanin berdiri diantara Afkar dan Sabrina dia merasa berada diantara sepasang kekasih yang bertengkar karena hanya memainkan hp masing masing saja.
" lo tinggal di sini Bi? " tanya Hanin memecah keheningan.
" hm.. depan kamar lo berdua "
" HAH? lo...lo tau? " tanya Hanin berlahan, Sabrina meliriknya, Afkar menggelengkan kepala melihat ekspresi terkejut Hanin.
" ya, semua yang ada di gedung ini tau, gue juga tau lo berdua sudah menikah " jawab Sabrina.
" ja...jadi? "Hanin menoleh ke Afkar yang menatapnya dengan sebelah alis terangkat seperti bertanya ' kenapa? '
" ya, Kennan tau " jawab Afkar santai dan kembali ke ponselnya
" Anjir " umpatnya
tuk
" akh... woi Sat, sakit bego " Hanin mengusap kepalanya yang baru kena pukulan Afkar. " cita cita gue yang mau jadi pacar Kennan bagaimana? "
" bego " Sabrina dan Afkar bergumam bersamaan tanpa menoleh ke Hanin.
begitu sampai di jalan mereka berpisah karena Sabrina hanya akan ke market untuk membeli kebutuhannya sedangkan sepasang suami-istri tidak jelas itu akan mencari makan malam sesuai janji Afkar pada Hanin siang tadi.
Afkar dengan iseng memukul pelan bibir Hanin yang cemberut.
" itu mulut ngak di monyong monyongin, muka lo udah mirip itik yang mau buang air " ledek Afkar, Hanin mendelik dan dengan kesal dia mencubit lengan Afkar. " Akh.... sakit Nin "
" eh dugong lo tau kan Sabrina tinggal di sana? "
" sakit woy " Afkar menahan tangan Hanin yang masih gencar mencubitnya " dari kelas sepuluh gue tau dia tinggal di sini, kami sekelas di kelas sepuluh dan sempat satu kelompok "
" kenapa lo ngak bilang? "
" lo ngak nanya " jawab Afkar santai " ini kita mau jalan kaki? "
" eh? " Hanin menoleh ke belakang mereka berjalan cukup jauh dari apartenen " AFA.... Ih... gue ngak mau jalan, ambil mobil sana " gerutu Hanin
" manja " cibir Afkar " tunggu di sini jangan kemana mana lo,gue ambil mobil dulu. "
" ikut.. gue takut gelap "
" benta- eh Kennan " Afkar menghentikan cowok dengan sepeda putihnya " lo darimana? "
" rumah kakak gue " jawab Kennan " kenapa? "
" minta tolong temani dia bentar, gue mau ambil mobil " Kennan melirik Hanin sekilas " bisa? "
" ok " Kennan turun dari sepedanya.
" tolong ya " ucap Afkar.
sepeninggal Afkar, tempat itu makin sunyi karena tidak ada yang bicara Kennan juga duduk lumayan jauh dari Hanin yang sudah dongkol sendiri. Hampir saja Hanin berteriak karena kaget memdengar bunyi handphone Kennan.
" sorry " Hanin hanya mengangguk " halo Assalamu'alaikum "
Hanin melihat Kennan yang memasang wajah serius sangat beda saat berada di sekolah yang ceria dan terkadang bisa gila gilaan dengan teman sekelasnya, Hanin tau karena dia sering nongktrong di IPA 1.
" iya Key... kakak kesana dengan Aya " ucap Kennan yang terdengar Hanin
" Aya? apa pacarnya? " batin Hanin
tak lama Afkar datang, setelah mengucapkan terimah kasih mereka berdua langsung menuju McD rencana awal mereka.
" kenapa lo? " tanya Afkar, Hanin menoleh
" Kennan sudah punya pacar ya? "
" gue tidak tau, tidak pernah tanya. " jawab Afkar, Afkar mengangkat tangannya yang bebas mengusap kepala Hanin yang tertutupi topi. " Nin... lo sama gue sudah menikah, jadi bisa tidak jangan ngebahas cowok lain depan gue? "
" ha? " Hanin mengangkat kepalanya menatap Afkar yang fokus pada jalan, Afkar meliriknya sekilas dan kembali fokus ke jalan.
" hubungan kita bukan sekedar pacaran Nin yang kapan saja bisa putus dan balikan lagi. " ucap Afkar " gue punya pengalaman buruk mengenai sebuah hubungan Nin dan itu sedikit banyaknya berpengaruh buat gue, lo sudah tau kan, cewek gue dulu selimgkuh dengan teman gue sendiri. "
Hanin diam dia tidak tau mau bicara apa pada Afkar
" namanya Vanya dan temen gue itu... Arlan "
Hanin yang tadinya memalingkan wajahnya kembali melihat Afkar.
" gue tidak benar benar marah waktu tau Vanya sama Arlan karena gue pikir kami masih pacaran tapi lo sama gue beda Nin, hubungan kita jauh lebih sakral, jadi... gue bisakan percaya sama lo? "
tbc
dan 2024 anakku lahir ta kasih nama hanindya😍
kangen sama karya baru nya mak 😂