NovelToon NovelToon
Budak Cinta Sang Mafia

Budak Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Contest / CEO / Tamat
Popularitas:283.9k
Nilai: 5
Nama Author: yuresia ca

Zino Lous Smith dan cessa Allexsandra yang tak sengaja bertemu di sebuah hotel tempat kerja cessa dan malam itu menjadi malam yang tak bisa di lupakan oleh keduanya.

"Dimana dia? " ucap zino saat terbangun di pagi hari.
Dia tak menemukan gadis yang tidur dengannya malam tadi. Yang zino temukan hanya bercak darah di seprainya

"apakah gadis it masih... " berjuta pertanyaan di otaknya.

sementara di tempat lain seorang wanita sedang menangis mengadu di depan nisan.

Ternyata banyak hal yang terjadi setelah Cessa berhasil di temukan oleh Zino. Kejadian kejadian yang semakin membuat hidup Cessa kadang terasa berat dan kadang terasa ringan, dan kadang membuat Cessa senang dan kadang membuat sedih dan terpuruk.

Setelah melalui banyak rintangan di depannya apakah keduanya dapat bersatu kembali.

sebenarnya apakah yang terjadi? mari simak kisahnya disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuresia ca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Cessa masih tak percaya dengan Zino memilih untuk menundukan kepala saja. Tak ingin menolak tapi juga tak ingin menerima.

"Kau tak harus menjawab sekarang, kini kau hanya harus selalu di sisiku, atau biarkan aku yang di sisimu." Zino paham akan ketakutan yang kini Cessa alami. Tapi Zino dengan senang hati menunggu Cessa dan Zino takkan patah semangat untuk mendapatkan hati Cessa.

"Aku... Aku..."

TOK TOK TOK

Pintu pun terbuka, ternyata Johan, Billy, Rico dan tambah lagi satu orang, Rindu. Suasana yang canggung pun berubah, Cessa sangat senang saat Rindu datang.

Rindu menghampiri Cessa dan langsung memeluk Cessa tanpa memperdulikan orang yang tadi ada di samping dipan. Mata Cessa berkaca kaca hendak menetes tapi Rindu langsung menghapus air yang akan melewati pipi itu.

"Sudahlah. Kau kuat Cessa, kau kuat. " Kata Rindu. Zino yang tadinya berdiri di situ pun mundur teratur menuju teman temannya yang berada tak jauh dari dipan Cessa.

"Bagaimana kata dokter? Apakah wanitamu baik baik saja?" Tanya Billy saat Zino sudah berada di sampingnya.

"Wanita apanya? Dia akan menjadi istriku. Nyonya Zino Louis Smith" Ralat ya ralat, Zino kekeh Cessa itu istrinya. Padahal nikah aja belum tentu Zi.. Zi..

"Oohhh ya kenapa kalian bawa itu cewek?"

"Zi tadi aku pikir akan lebih baik kalau aku bawa itu cewek. Karna pasti kalau sama kamu Cessa akan tertekan, tapikan kalau ada tu cewek Cessa akan merasa tenang dan lagi Cessa tu butuh temen curhat biar Cessa meluapkan apa yang kini dia rasain. Gak pendam sendiri gitu. Takutnya nanti malah Cessa banyak pikiran dan sakit lagi, emang kamu mau gitu calon istrimu sakit Zi? " Johan menjelaskan dan akhirnya bertanya hal yang membuat Zino mengeleng sangat cepat dan berkali kali.

"Tapi ngomong ngomong itu cewek, kemarin namanya siapa ya, aku lupa" Rico angkat suara juga.

"itu.. Kalau gak salah Kangen" Kata Johan menjawab asal.

"Haaahh iyakah? Masa Kangen? " Rico protes. Seburuk itukah ingatan cowo cowo Jaman sekarang.

"Hehh kamu yang di sana" Rindu dan Cessa kaget dan langsung menoleh kearah suara berasal.

"Nama kamu siapa ya? "Billy bertanya dan Rindu langsung menoleh ke arah Cessa yang hanya di sambut anggkat bahu dari Cessa.

Rindu lalu menujuk batang hidungnya sendiri, apakah yang dimaksud mereka adalah ia.

"Eemmm kamu, yang ikut kami tadi. " Tukas Billy.

Bibir Rindu menjawab dengan mengerucutkan bibirnya membentuk o.

"Nama saya Rindu tuan." Jawab Rindu dengan suara yang membuat ketiganya mangut mangut paham

"Tuuu kan namanya kangen Co.. " Johan merasa nama yang ia sebutkan benar.

"Iisss Rindulah bukan kangen, main ubah ubah aja nama orang" Rico juga protes

"Heeiii apa apalah ni orang namaku kok di ubah ubah." Batin Rindu meronta tapi tak berani di sampaikan.

Zino hanya geleng geleng kepala melihat tingkah konyol temannya.

"Aahh sudah sudah. Kami akan pulang hari ini tadi dokter mengatakan Cessa boleh pulang hari ini, kalian tunggulah di luar dulu. " Zino mengatakan kabar kepulangan Cessa pada teman temannya dan juga Rindu yang ada di sana.

Zino menoleh ke arah Cessa yang sedang tersenyum pada Rindu, rasa lega akan takut tak dapat menemukan wanita yang mengusiknya beberapa bulan ini dan rasa takut Cessa akan mengelami syok sirna ketika melihat ada senyum melengkung di bibir yang tadinya pucat kini mulai cerah meski tak secerah saat Zino mengecupnya dulu. Tapi ini pun sudah cukuo membuat Zino senang.

"Kau bersiaplah, aku akan menunggu di luar bersama yang lain. Akan ada Kangen yang menemanimu" Zino keluar dari ruangan Cessa meninggalkan Cessa bersama Rindu, Zino yakin Cessa akan merasa lebih aman jika bersama Rindu ketimbang bersiap bersamanya. Dan Zino juga takut ia tak bisa menahan dirinya, padahal ia sudah berjanji tidak akan melakukan pemaksaan terhadap Cessa tapi Zino tetaplah lelaki normal. Takut keblablasan.

"Haaahhhh Kangen lagi... " Kata Rindu saat Zino dan friend's sudah keluar dan menunggu di luar. Sementara Cessa malah tertawa ringan melihat tamannya protes akan namanya yang selalu di ubah ubah.

"Haaahh ini juga malah ketawa coba belain aku gitu. Nama aku tu Rindu, Rindu Morra" Celetuk Rindu justru membuat Cessa terus tertawa.

"Baiklah Nyonya mari bersiap, berhenti dulu ketawanya oke"

"Iiss nyonya apanya? Sudah aahh bantu aku ke toilet aku mau cuci muka dulu rasanya muka aku ada lumutnya gitu" Cessa menyudahi masalah Nyonya, Rindu dan kangen itu.

Setelah selesai di toilet kini Rindu dan Cessa sedang merapika rambut panjang Cessa yang beberapa hari ini tak terurus.

Cessa terpaksa meminta bantuaan Rindu untuk menyisisirkan rambutnya. Kini rambut Cessa sangat kusut karna saat Cessa mengamuk dan tak percaya bahwa dirinya mengelami keguguran Cessa bak orang gila yang tak ingin di kekang.

"Sa... Kenapa kamu dulu tak mencari laki laki yang telah menghamilimu itu? " Rindu bertanya di sela ia sedang menyisir rambut sahabatnya

"Siapa? Oohh laki laki yang menemani aku di sini semalam? "

"Haaaa kamu tidak tahu nama laki laki itu? Itu adalah tuan Zino, dia adalah pemilik ZL RESTO sebelumnya. Aku mengenalnya dan aku juga sangat terkejut sekali ternyata dia laki laki yang kau ceritakan" Ucap Rindu, Cessa hanya bisa memasang wajah datar.

"Rin, sekarang aku sudah tidak perlu khawatir. Dulu aku sangat takut dan khawatir karna aku tengah mengandung anaknya. Aku takut bila anakku lahir, dia akan mengambilnya dan membawanya jauh dariku. Tapi kini aku tak perlu khawatir lagi. Lahir saja belum tapi anakku sudah pergi jauh dariku dan bahkan aku belum melihatnya. " Cessa tak meneruskan kalimatnya, lidahnya kelu tidak tau harus bilang apa lagi kini anaknya sudah tenang di sana di tempat yang lebih luas dari pada dunia yang Cessa tempati.

"Sa... Anakmu pasti sangat di sayang oleh sang pencipta, makanya Ia menjemput anakmu secepat ini. Tenanglah mungkin kedepannya kau akan mendapat yang lebih baik dari saat ini" Rindu terus memberi semangat kepada Cessa.

Setelah selesai menyisir rambut Cessa Rindu mengikatnya dengan rapi. Menunjukan leher jenjang dan mulus Cessa terpampang jelas.

"Baiklah sekarang temanku Cessa sudah sangat cantik pasti Tuan Zino akan sangat terpesona" Ucap Rindu memegang bahu Cessa dan menatap temannya yang sudah rapi lagi.

"Ahhh apaan sihhh mana ada terpesona apanya? Kalau cantik aku ni masih rendah, kalau dia mau dia bisa dapat yang lebih cantik dari aku Rin. Aaahh ya sudahlah ayo kita pulang aku sudah rindu sekali dengan pekerjaanku. Yukk" Cessa mendahului Rindu dan langsung keluar dari ruangan.

"Eehhh tapi bukannya kamu.. " Ucapan Rindu terpotong saat Cessa hilang dari balik pintu.

Sedangkan di luar, keempat pria sedang duduk berjejer rapi di kursi panjang menunggu seeorang datang.

TAP TAP TAP..

Terdengar suara langkah kaki dari belakang keempatnya. Sontak keempatnya menoleh dan salah seorang pria bangkit dari duduknya dan menghampiri perempuan yang baru datang itu.

"Sudah siap? " Tanya Zino pada Cessa yang baru sampai di situ dan tak lama juga Rindu datang dari belakang Cessa.

"Eemm sudah tuan. Sebelumnya saya mengucapkan terimakasih kepada tuan karna tuan sudah menjaga saya selama saya dirawat di sini, saya tidak akan merepotkan tuan lagi. Sekali lagi saya ucpakan terimakasih." Ucapan Cessa yang di tanggapi Zino dengan mengangkat satu alis tebalnya.

"Siapa yang merepotkan? Dan siapa yang di repotkan? Aku justru senang bisa menjagamu. Sudahlah ayo kita pulang" Ajak Zino pada semuanya dan Zino langsung menggandeng tangan Cessa.

"Maaf tuan saya dan Rindu akan naik taksi saja. Tidak apa apa kok" Kata Cessa cepat cepat melepaskan gandengan Zino.

"Hei.. Aku akan mengantar kalian ayo.. " Zino kembali meraih tangan Cessa dan menariknya pelan.

"Tapi apa boleh Rindu ikut kita tuan? Aku ingin pulang bersama Rindu" Pinta Cessa lagi.

"Tentu saja my Queen. Apapun untukmu..''

off dulu kawan

maaf beberapa hari gk up. otor ada kegitan lain sekali lagi maaf ya...

jangan lupa komen, like, vote dan favoritkan

salam dari Zino dan Cessa

1
Laurensia Listianawati
Semangat trs Zino
Laurensia Listianawati
Seru kocak
KaylaKesya
hahahahaha🤣
Mayuni
alayy
Kartikayani Kirono Prapti
mafia kok lebay
Marlini Lumbangaolmarlini
semangat ya otor
Uli Uli
bagus ceritanya,,,, tapi disini apa GK ada visualnya ya thor
Yuresia Ca: otak belum nyampe kak
total 1 replies
Tita Amelia
Kecewa
Uli Uli
suka cerita yg berlaga mafia
❄️ sin rui ❄️
nih thorr aku kasih tau yah, novel kamu ini bener2 ancur, selain gaya bahasa yg gak enak di baca, typo bertebaran, tulisan yg berantakan, apa sebelum di up kamu gak baca ulang? liat dong like di awal ok ada, tapi makin tambah bab nya udah gak ada yg like satu pun, apa kamu gak tau? coba di koreksi lagi thorr , bahasa nya aja udah gak enak banget di baca, bahasa baku dan non baku nya aja campur2 gtu
❄️ sin rui ❄️: boleh deh nanti cek ke sanah
total 2 replies
Alisha
cessa na kesan na murahan,polos na gampangan sana sini di sosor mau aj
Yuresia Ca: kan Mafia lawannya ya bebas aja tuh Mafia mau ngapain.. kalau mafianya pikir pikir atau lepaskan kesempatan ya mana dapat donk.. mafia kejam say..
total 1 replies
Alisha
judul cerita na tentang mafia,tp dari awal q baca smpek sekarang gak ada mafia mafia na😌
Yuresia Ca: belum kak.. lanjut truss..banyak pertumpahan darah di atas kak.. lanjut pokoknya..
total 1 replies
less22
aku datang
sriwati: mampir dong kk di author ku
total 1 replies
Aldiza azahra
kok ceritny anh y..
Yuresia Ca: maaf ya kalau ada kekurangan di halunya.. ini cuma halu ya Guys...
total 1 replies
Diah Oyok
belum mendapat kebahagiaan sdh mnyedihkn lagi jdi mls baca ny🙏
Yuresia Ca: lagian kan bahagianya sudah duluan.. waktu waktu mereka bersma. Sekarang gantian masa sedihnya. Dari awal novelnya kan belum ada masa sedih. Kalau mereka bahagia terus dan terus kan jadinya monoton... gk seru juga kk..
total 2 replies
doode.@@
hmmmm kisah cinta apa lagi ini,makin penasaran
Yetri Mawati
kocak ha,ha,ha
Yuresia Ca: ya donk..
total 1 replies
Yetri Mawati
aku maunya zino jadi Ama ceesa thorrrr
Yuresia Ca: siap... selamat datang dan ikuti terus ya.. Harapannya bisa jadi iya bisa jadi enggak juga... hahaha..
total 1 replies
Yetri Mawati
aduh Thor jangan pisahin ceesa dengan zino. . aku ngga rela
Yetri Mawati
semangat Thorrr lanjuttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!