Queen Fredella Huang adalah anak tunggal dari Mike dan Rara,dia di besarkan dengan sejuta kasih sayang,pembawa kedamaian antara papa dan kakeknya.
Gadis cantik dan pintar,darah Mike yang mengalir di tubuhnya membuatnya sangat cantik di tambah lagi darah kesederhanaan dari Rara membuat gadis ini sangat sempurna.
Cantik,pintar dan sederhana,kebanggaan dari keluarga Huang,dia mempunyai cita-cita menjadi dokter,berbanding terbalik dengan keinginan kakeknya yang menginginkan dia menjadi penerus kerjaan bisnis keluarganya.
Bagaimana kisah tentang Queen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ceo Air fly
VISUAL QUEEN FREDELLA HUANG
VISUAL FAHRIZAL JULIO DAVIDSON
VISUAL ELRICO ADIPRAMA
VISUAL RAISA ANINDYA
♡♡♡
Disanalah mereka sekarang berada,duduk bertiga di kantin,Queen menatap lekat Rico begitupun Raisa,tak ada yang memulai percakapan lebih dulu,mereka hanya diam dan saling tatap sampai akhirnya Rico memulai membuka suara.
"Jadi apa yang kalian mau tanyakan?" ucap Rico memulai percakapan.
"Apa kau seorang mafia?"pertanyaan yang lolos begitu saja dari mulut Raisa yang polos.
"Hhhhppppmmm"Rico menahan tawanya.
Queen hanya menepuk jidatnya kembali mendengar pertanyaan konyol dari mulut Raisa.
"Apa kau sekarang terbawa halu drama,look apa aku terlihat seperti mafia?".
"Ngga sih,hanya saja adegannya sama,bener kan Queen?".
Sekarang Queen yang tak bisa menahan tawanya,bagaimana bisa Raisa menelan mentah-mentah apa yang dia ucapkan.
"Diamlah kalian,sekarang aku yang bertanya"ucap Queen.
"Silahkan tuan putri"balas Rico.
"Jadi siapa kamu dan apa yang kau lakukan tadi di dalam mobil?"tanya Queen tanpa basa-basi.
"Oke karena sudah terlanjur basah aku akan bawa kalian ke suatu tempat,disana kalian akan tau semuanya"ucap Rico.
"Ehh,jangan Queen,gimana nanti kalau kita di bawa ke markas mafia,gak bisa pulang kita nanti"cegah Raisa.
Queen dan Rico saling tatap,sejurus kemudian mereka tertawa bersama.
"Kok kalian malah tertawa?"heran Raisa.
"Kau sudah meracuni otak polosnya Queen,sepertinya kau harus bertanggung jawab"ucap Rico tak bisa menahan tawanya.
"Raisaaaa,sudah jangan bahas mafia,yang jelas Rico bukan mafia"jelas Queen.
"Syukurlah Queen,aku takut kalau yang kamu bilang tadi beneran,bayangkan saja masa kita temenan sama mafia"jawab Raisa tanpa dosa.
Rico mengalah dan memlilih meninggalkan mereka dan kembali ke kelas,tak lama kemudian Queen dan Raisa juga menyusul Rico karena masih ada mata kuliah terakhir hari ini.
Dua jam berlalu akhirnya pelajaran mereka telah selesai,Queen mengambil ponselnya kemudian mencari dan menulis pesan buat Fahri agar tidak usah menjempunya hari ini.
Tapi tanpa di ketahui Queen,Fahri sudah berada dekat dengan kampusnya saat menerima pesan Queen,Fahri memutuskan tetap ke kampus Queen tapi memberhentikan mobilnya di kejauhan.
"Jadi kita akan naik apa?"tanya Queen pada Rico.
"Cengtri ogah ya"sela Raisa.
"Sopir akan menjemput kita"jawab Rico.
Mereka akhirnya keluar bersama,seperti bisa Rico selalu saja minta di tengah seperti raja yang diapit dua permaisuri,mereka berjalan sambil berceloteh dan sesekali tertawa bersama karena banyolan konyol Rico,tanpa mereka sadari ada seseorang di dalam mobil yang tak berkedip memperhatikan mereka,sampai mereka masuk ke dalam mobil jemputan Rico.
Fahri mencengkeram setir,wajahnya sudah merah menahan amarah,dalam fikirannya terus bertanya siapa pria yang sebegitu dekatnya dengan Queen,dan jangan lupakan senyum Queen yang terus mengembang saat mereka berjalan.
Entah apa yang di rasakan sang tuan muda itu tapi yang jelas dia sangat tidak suka Queen terlalu dekat dengan pria lain,Fahri melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh kembali ke kantornya.
Sampai di kantor Fahri langsung masuk keruangannya dan membanting pintu,Roy terkejut kenapa Fahri balik lagi ke kantor padahal tadi sudah pulang,Roy masuk ke ruangan Fahri dan mendapati berkas-berkas yang berserakan di lantai.
"Heii,ada apa ini?"tanya Roy.
"Diam dan jangan tanya apapun"bentak Fahri.
"Ayolah brow,kau tak pernah seperti ini,kalau ada masalah coba cerita siapa tau aku bisa membantu?"
"Entah,aku sendiri bingung apa yang terjadi padaku"jawab Fahri.
Dari jawaban Fahri akhirnya Roy mengerti kalau bukan masalah kantor yang membuat Fahri kesetanan,tapi masalah dengan kucing kecilnya.
"Hei,apakah kau bertengkar dengan Queen?tanya Roy.
Fahri hanya menggeleng.
"Kalau bukan bertengkar dengannya apa yang membuatmu seperti ini?"heran Roy.
"Aku juga gak tau,pergilah sebelum aku memecatmu"usir Fahri.
"Mari bicara,setidaknya aku bisa membantumu mencari jawaban kemarahanmu"bujuk Roy.
Akhirnya Fahri menceritakan tentang kejadian yang dia lihat yang membuatnya emosi,Roy tersenyum mendengar cerita Fahri.
"Kau sedang cemburu kawan"ucap Roy.
"Siapa yang cemburu,aku hanya marah".
"Ya marah karena cemburu,itu wajar kalau kau sedang jatuh cinta"jelas Roy.
"Siapa yang jatuh cinta,aku tidak"elak Fahri.
Roy mendengus,sahabatnya itu memang belum pernah jatuh cinta,seluruh hidupnya hanya di penuhi dengan pekerjaan dan berbagai proyek,saat kuliah pun Fahri sama sekali tidak pernah memikirkan tentang wanita,sempat Roy berfikir dia tidak normal karena banyak wanita cantik bahkan artis dan model papan atas yang terang-terangan mengejarnya tapi tak satupun yang mampu menggerakkan hatinya.
"Brow kau itu sedang jatuh cinta,makanya cemburu melihat Queen dekat dengan pria lain,aku tahu selama ini kau tak pernah membuka hatimu pada wanita,sekarang aku tanya apa kau merasa nyaman dekat dengan Queen?".
"Iyaa walaupun kita tiap hari berdebat tapi aku menikmatinya"jawab Fahri.
"Nah itu,kau marah karena cemburu brow,sadarlah dan kejar cintamu"ucap Roy setelah itu pergi meninggalkan Fahri sendirian.
Fahri duduk sendiri dan berfikir,memejamkan matanya mencoba mengingat kepingan-kepingan memori saat dia berdebat dengan Queen,saat melihat tingkah absurb gadis kecil itu yang membuatnya hampir tiap hari sakit kepala,tapi dia sadar dan tak pernah keberatan dengan tingkah Queen.
"Apa benar aku menyukai wanita bar-bar itu,tapi kenapa harus dia?"batin Fahri.
Fahri memutuskan untuk pulang ke Apartment menunggu Queen,dia masih ragu dengan perasaannya sendiri,di lobby dia bertemu dengan Roy.
"Apa kau mau pulang?,bagaimana sudah menemukan jawabannya?"tanya Roy.
Fahri hanya mengangkat kedua bahunya dan berjalan mendahului Roy.
"Dasar bule gila,dengan perasaan sendiri aja bingung"umpat Roy.
Ditempat lain Queen dan Raisa telah sampai di sebuah gedung besar dan tinggi yang tak lain adalah kantor Rico.
"Wahh,ternyata kau orang kaya juga" ucap Queen saat mereka sudah berada di dalam ruang kantor Rico.
"ELRICO ADIPRAMA,CEO AIR FLY"ucap Raisa saat melihat tulisan yang ada di meja Rico.
"Kenapa kau merahasiakan semua ini dari kita?"tanya Queen.
"Aku masih belajar Queen,dan belum 100 persen memimpin perusahaan ini,ada orang kepercayaan papaku yang membimbingku,bagaimanapun aku masih muda belum ada pengalaman apapun"jawab Rico.
Ternyata Rico adalah anak pertama dari keluarga ADIPRAMA,keluarga terkaya di negara ini yang mempunyai perusahaan penerbangan bernama Air Fly,dia mempunyai satu orang adik perempuan bernama Elmira Adiprama yang sekarang masih duduk di bangku Sma.
"Syukurlah Co,ternyata kamu memang bukan Mafia"ucap Raisa.
"Kamu kira kita sedang main film?"jawab Rico kesal.
♡♡♡
To be continue...