Seorang wanita malang yang terusir dari rumahnya sendiri tiba-tiba saja terikat dengan sistem sang pengubah takdir setelah ditabrak mobil oleh saudari tirinya sendiri.
Mendapati dirinya tak mati dan malah terhubung dengan sistem sang pengubah takdir, akhirnya dia pun memilih untuk membuat kesepakatan dengan sistem tersebut. "Jika kau tak setuju dengan syaratku maka pergilah aku juga sudah tidak ingin hidup lagi" mendengar itu sistem yang baru pertama kali aktif pun langsung menyetujui semua syaratnya karena dia tak mau lenyap sebelum sempat menyelesaikan tugas apapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae Linge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Hari
"Karena kalian berdua telah melakukan hal yang sangat memalukan seperti ini seharusnya aku menghukum kalian dengan cara mengasingkan ataupun menghukum mati kalian berdua, namun karena mengingat jasa yang telah diberikan perdana menteri kiri kepada kekaisaran ini maka aku tidak akan memberikan hukuman mati maupun pengasingan untuk mu, namun sebagai gantinya kalian berdua akan dijatuhi hukuman pukulan sebanyak tiga puluh kali lalu setelah dua bulan nona muda ini pun akan menikah dengan pangeran ketiga dan hanya bisa diangkat sebagai selir. Sedangkan untuk pangeran ketiga sendiri selain hukuman yang telah disebutkan tadi dia juga akan dijatuhi hukuman kurungan hingga pernikahan kalian selesai, selain itu uang saku pangeran ketiga juga akan dipotong selama satu tahun" ucap kaisar dengan tatapan dinginnya sembari menatap ke arah kedua orang itu secara bergantian, setelah itu kaisar pun segera pergi dari tempat itu diikuti dengan yang lainnya dan jamuan hari itu pun diakhir dengan kejadian yang sangat memalukan itu.
"Ck ck ck, sudah kuduga pasti hukumannya hanya akan berakhir seperti ini saja, sayang sekali" ucap Elisa Su di dalam hatinya lalu dia pun segera meninggalkan tempat tersebut dan segera kembali ke kediamannya, setelah acara jamuan tersebut selesai kaisar pun kembali ke ruang kerjanya bersama dengan putra mahkota juga perdana menteri kiri Hu "Perdana menteri Hu, bagaimana tanggapan mu tentang kejadian hari ini" tanya kaisar yang berhasil membuat perdana menteri kiri Hu pun ketakutan hingga membuatnya langsung bersujud memohon ampun "Ampuni saya kaisar saya tau ini semua terjadi karena kelalaian saya dalam mendidik generasi muda, saya janji saya akan segera menyelesaikan masalah yang terjadi dikediaman saya dengan segera" ucap perdana menteri kiri Hu, mendengar itu kaisar pun menghela napasnya berat "Baiklah aku percaya padamu, tapi ingat jangan sampai penyelesaian masalah yang kau ambil akan semakin merusak reputasi kediamanmu utu" ucap kaisar yang kemudian menyuruh perdana menteri kiri Hu pun untuk segera kembali pergi dari tempat itu.
"Ayahanda bagaimana dengan adik ketiga" ucap pangeran mahkota sembari menatap lekat ke arah ayahandanya itu, mendengar itu kaisar pun mengepalkan tangannya "Selidiki dulu kebenarannya jangan sampai kita membuat kesalahan dan malah memberikan keuntungan untuknya" ucap kaisar, mendengar itu pangeran mahkota pun merasa tak puas di dalam hatinya dan segera mengundurkan diri untuk kembali ke paviliunnya sendiri "Baiklah jika ayahanda memilih untuk bersikap hati-hati seperti itu, tapi aku tentu saja tak akan melepaskannya semudah itu setelah apa yang baru saja dia lakukan padaku" ucap pangeran mahkota tersebut di dalam hatinya sembari memerintahkan orang kepercayaannya untuk melakukan sesuatu kepada adik ketiganya itu "Anggap saja aku sedang menagih bunganya" ucap pangeran mahkota di dalam hatinya sembari tersenyum smirk, setelah selesai dia pun memutuskan untuk pergi ke kediamannya yang terletak disamping kediaman Elisa Su.
"Coco ternyata intrik diistana tak semenarik yang kubayangkan" ucap Elisa Su sembari membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di ruang ajaibnya setelah sampai dikediamannya, mendengar ucapan dari hostnya Coco yang sedang berbaring di samping Elisa Su pun menatap lekat ke arah hostnya itu "Host jika kejadian seperti itu tidak menarik lalu kejadian seperti apa juga yang host anggap menarik" ucap Coco dengan penuh penasaran, mendengar itu Elisa su pun tersenyum kecil "Kejadian yang menarik menurutku itu adalah kejadian yang dulu pernah aku saksikan sendiri waktu aku masih smp, dimana saat itu ada seorang laki-laki yang sedang berselingkuh dilihat langsung oleh pacarnya yang kebetulan saat itu sedang berada di tempat yang sama, melihat perbuatan dua orang yang tak tau malu itu wanita itu pun dengan penuh amarah memukuli pacar dan juga selingkuhannya hingga babak belur dan hanya dapat terbaring selama sebulan penuh dirumah sakit, bagaimana bukankah itu lebih menarik dari pada hanya dihukum dengan sekedar dipukul atau dikurung seperti tadi" ucap Elisa Su yang berhasil membuat Coco pun menganggukkan kepalanya "Benar juga apa yang host katakan, itu jauh lebih menarik dan juga membuat kita merasa puas melihat akhirnya" ucap Coco, mendengar itu jenderal Su, pangeran mahkota dan Harun Li pun terkejut hingga tanpa sadar ada yang tersedak dengan minumannya bahkan ada juga yang tak sadar telah menjatuhkan gelasnya "Jika keduanya dibandingkan memang tidak ada apa-apanya" ucap ketiganya di dalam hati masing-masing sembari terus menerus mendengar percakapan antara Elisa Su dan Coco yang membahas tentang perbandingan kehidupan yang ada di dua dimensi itu.
Beberapa hari berlalu setelah acara jamuan itu berlangsung dan kini jenderal Su pun tengah berada di ruang kerja kaisar "Salam hormat yang mulia" ucapnya sembari menundukkan kepala setelah itu dia pun kembali berdiri tegak sembari menatap ke arah kaisar "Jenderal Su seperti yang pernah kita bicarakan sebelumnya, aku telah menghadiahkan sebuah pernikahan untuk putri dari kediaman jenderal dengan pangeran ketiga, lalu bagaimana menurutmu setelah apa yang telah terjadi beberapa hari yang lalu dengan pangeran ketiga, apakah kita tetap melanjutkan perjodohan ataukah kita batalkan saja karena bagaimana pun ini juga merupakan kesalahan kami" ucap kaisar sembari menatap lekat jenderal kepercayaannya itu, mendengar itu jenderal Su pun terdiam sesaat lalu dia pun kembali menatap kaisar "Yang mulia sejujurnya saya tidak ingin lagi melanjutkan perjodohan ini, namun izinkan saya untuk menanyakan kepada putri kedua saya terlebih dahulu apakah dia mau menikah dan menjadi putri dari pangeran ketiga atau tidak, karena saya tak ingin mengambil keputusan yang nantinya akan membuat kediaman saya semakin sulit" ucap jenderal Su yang berhasil membuat kaisar pun terdiam sejenak karena tau bagaimana kondisi di kediaman jenderal kepercayaannya itu "Baiklah aku akan memberi waktu tiga hari untuk kamu memikirkan perjodohan ini, setelah kau mendapatkan jawabannya segera temui aku kembali" ucap kaisar mendengar itu jenderal Su pun menundukkan kepalanya "Baik yang mulia, kalau begitu saya undur diri lebih dulu" ucap jenderal Su yang kemudian langsung pergi daru tempat itu setelah disetujui oleh kaisar.
Awalnya jenderal Su ingin langsung membatalkan perjodohan itu, namun dia pun berubah pikiran ketika mengingat jika putrinya ingin menghabisi keduanya sekaligus jadi jenderal Su pun memutuskan untuk berpura-pura meminta pendapat anak tirinya itu, disatu sisi jika anak tirinya itu tidak setuju maka dia hanya tinggal mengusir langsung ibu dan anak itu, namun jika anak tirinya itu setuju bukankah itu akan memudahkan anak kandungnya untuk menjalankan rencananya, selain itu apapun pilihan anak tirinya itu hanya akan membawa keuntungan baginya dan jika pun anak tirinya itu setuju untuk menikahi pangeran ketiga dia juga akan tetap memutuskan hubungan keluarga dengan ibu dan anak itu setelah beberapa bulan kedepannya.
"Sialan, gara-gara wanita sialan itu aku akan kehilangan penyokong terkuat bagiku, segera perintahkan seorang pelayan untuk segera menemui nona kedua kediaman jenderal Su itu lalu katakan padanya jika apa yang terjadi pada saat jamuan itu semua hanyalah karena aku dijebak oleh nona kelima kediaman perdana menteri kiri Hu, setelah itu katakan juga padanya jika didunia ini hanya dialah satu-satunya wanita yang aku cinta dan berikan juga dua kotak perhiasan untuknya sebagai tanda permintaan maaf dariku juga sebagai bukti cintaku padanya" ucap pangeran mahkota dengan wajah memerah karena menahan amarah setelah mendapatkan kabar dari orang kepercayaannya jika pernikahan yang sudah lama dia inginkan akan segera dibatalkan.