NovelToon NovelToon
Zahra Istri Pilihanku

Zahra Istri Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Komedi / Misteri / Tamat
Popularitas:625.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anjana

Kisah yang menceritakan perjalanan pilu seorang gadis yang rela mempertaruhkan masa depannya.

Namanya Aishwa Zahra, wanita ini kerap dipanggil Aishwa. Mau tidak mau, Aishwa terpaksa menerima kenyataan pahit untuk menjadi seorang anak yatim piatu. Meski sangat berat untuk memilih jalan hidup nya, Aishwa terpaksa melakukannya. Walau harus melewati berbagai macam ujian yang menerpanya.

Penasaran? ayo kita simak kisah Aishwa gadis sederhana, pintar dan juga cantik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan

Yunda masih memasang muka juteknya, sedangkan Afwan hanya menatapnya dengan rasa ketidaksukaannya.

"Kamu ngapain sih! Zakka, perasaan kamu ini suka banget gangguin kita. Aku peringatkan, ya. Kamu jangan gangguun Aish lagi deh, dia itu sangat dijaga ketat oleh Papanya. Jadi, plis deh! jangan gangguin kita kita ini." Ucap Yunda memberi peringatan.

"Aku hanya ingin berteman aja sama kalian, tidak lebih." Jawab Zakka dengan tatapan serius.

"Sudah deh, Yun. Kita tidak usah ladenin ini anak, ingat sama Yahya. Ayo, kita masuk ke kelas." Ucap Afwan, kemudian mengajak Yunda untuk segera masuk ke kelas.

"Hei! ngapain aja kamu, Zakka. Ayo! masuk ke kelas, cepetan." Perintah sang kakak yang sudah berdiri sedekat Zakka.

"Kak Rey, ngapain sih masih ngikutiku." Jawab Zakka dengan tatapan tidak suka.

"Zakka! apa kamu lupa, tujuan kita disini untuk sekolah. Belajar dan belajar, bukan untuk membuang waktu yang tidak ada gunanya." Ucap Rey dengan suara sedikit meninggi.

Zakka yang mendapat teguran dari sang kakak pun tidak menghiraukannya, Zakka memilih untuk pergi begitu saja meninggalkan kakaknya.

"Zakka, Zakka, kamu masih aja tidak pernah berubah." Ucap Rey menggerutu.

Karena terdengar suara bel masuk tengah berbunyi, Rey segera masuk ke dalam kelas.

Semua murid kini telah berada di dalam kelas masing masing, suasana menjadi hening tatkala seorang guru tengah memulai materi pelajarannya dan memberi tugas untuk dikerjakan.

Zakka bukannya menyelesaikan tugasnya, justru disibukkan dengan memperhatikan Aish. Tanpa Zakka sadari, bahwa sang guru tengah berada di sebelahnya.

"Zakka, apakah tugas kamu sudah selesai?" tanya sang guru mengagetkan.

"Apa!!" teriak Zakka spontan.

"Sekarang juga, kamu bersihkan toilet. Cepat!! atau ... Bapak kasih tugas tambahan."

"Pak Guru, ampun deh Pak ... jangan hukum Zakka. Janji, Zakka janji untuk tidak mengulanginya lagi." Ucapnya minta ampun.

"Tidak ada kata ampun untukmu, Zakka. Sekarang juga, cepat! keluar."

"Kak Rey, ayolah temani aku." Ajak Zakka pada sang kakak.

"Itu kan hukuman kamu, terima sendiri aja akibatnya." Jawab Rey, kemudian ia kembali mengerjakan tugasnya.

"Zakka! cepat keluar, atau Bapak panggil orang tua kamu."

'Mam*pus aku! jika sampai Papa datang, perkedel perkedel dah! sial! apes bener gua ini."

"Zakka!"

"Aaaa ia, Pak. Permisi ..." sahut Zakka, kemudian ia segera keluar dari ruang kelasnnya.

"Untuk kalian semua kalau tidak ingin seperti Zakka, jangan berani beraninya mengabaikan pelajaran Bapak, mengerti! kalian."

"Mengerti Pak Guru ..." jawab semua murid dengan serempak.

Sedangkan Rey yang sudah menyelesaikan tugasnya, ia segera menukarkan bukunya dengan milik Zakka. Entah kebetulan atau tidak, tulisan keduanya sama persis. Bahkan setiap guru sering terkecoh jika ada dua buku yang sama persis dengan satu tulisan, mungkin saja ulah Zakka yang super lihai.

Sedangkan Zakka kini tengah menyelesaikan hukuman yang diberikan oleh guru mata pelajarannya.

"Untung aja aku punya kak Rey, yang super bisa aku andalkan. Untungnya lagi, aku pandai meniru apa yang kak Rey bisa." Ucapnya lirih sambil membersihkan toilet.

"Haduh! Pa, aku ini anak yang paling tampan dan anak Sultan. Eeeeh! jadi ngenes kek gini, mimpi apa, aku ini." Ucapnya sambil menggerutu.

"Anak Sultan kamu bilang, Zakka. Mimpi kamu terlalu tinggi, jangan mimpi tinggi tinggi deh. Kalau jatuh, baru tahu rasa kamu nanti." Sahut dari salah satu murid yang tengah berdiri di ambang pintu.

"Sialan kamu, Afwan. Emang salah, jika aku menghayal anak Sultan. Cih! bukan urusanmu, mau aku anak Sultan kek, mau anak tukang bangunan kek, bukan urusan kamu. Minggir, nih! lanjutin." Jawab Zakka dan meninggalkan teman sekelasnya.

"Pak Iron, Pak. Nih Afwan, dapat hukuman dari Pak Gunawan kenapa saya yang harus mengerjakannya. Mentang mentang saya bukan orang sini, memperlakukanku dengan seenaknya. Nih Pak, jangan lupa diawasi dan jangan sampai diberi ampun Pak." Ucap Zakka mengadu mengada ngada.

"Sialan! kamu, Zakka. Pak Iron, bukan saya pelaku hukuman ini." Ucap Afwan membela diri.

"Wek .... emang enak gua kerjain, rasain lu."

"Afwan! cepat selesaikan tugas kamu itu, buruan." Perintah pak Iron yang nurut saja dengan Zakka.

Dengan terpaksa, Afwan melakukannya.

'Awas! kamu, Zakka. Tidak aku beri ampun, lihat saja. Da*sar! bocah tengil, belagu.' Batin Afwan berdecak kesal.

"Aww!! sakit, kak. Lepasin, telingaku sakit." Ucap Zakka yang tiba tiba mendapat jeweran dari Rey, kakaknya.

"Selesaikan hukuman kamu, apa perlu aku adukan sama Pak Gunawan." Ancam Rey dengan serius.

"Iya, puas!" jawab Zakka. Mau tidak mau, Zakka kembali ke toilet untuk menyelesaikan hukumannya.

Usai dipergoki sang kakak, Zakka kembali ke toilet untuk menyelesaikan hukumannya.

"Sini, aku bantuin."

"Nih! tugasmu." Ucap Afwan dan melempar sikatnya tepat jatuh didepan Zakka, kemudian segera pergi.

Rey yang merasa kasihan dengan sang adik, ia ikut membantu menyelesaikannya.

"Kak Rey tidak usah repot repot, aku bisa melakukannya sendiri." Ucap Zakka sambil menyirami.

"Diam! jangan banyak bicara, apa kamu mau jika sikat ini melayang ke arah kamu? diamlah." Jawab Rey, Zakka sendiri tidak berani berkutik.

Usai menyelesaikan hukuman, Zakka dan Rey kembali ke ruang kelas. Semua murid perempuan terkagum kagum melihat sosok Rey dan Zakka yang sama tampannya dan mempesona.

"Lihatlah Kak, kita seperti artis. Semua terpesona dengan ketampanan kita, tidak sia sia aku terlahir jadi idola para wanita."

"Tidurmu terlalu miring, bangun!"

Ctak!! "aww! sakit, tau."

"Makanya jangan kegeeran." Jawab Rey setelah menyentil kening milik Zakka.

"Jangan ngikuti langkahku, sana pergi." Perintah Rey, kemudian keduanya berpisah dan tidak satu sejajar dalam melangkahkan kakinya.

Saat hendak mendekati pintu masuk, Rey melihat murid perempuan kesusahan membawa banyak buku. Rey segera menghampirinya.

"Sini, biar aku aja yang bawa." Ucap Rey langsung mengambil beberapa banyak buku ditangan murid sekelasnya.

"Kamu!" ucapnya sedikit canggung, tanpa disengaja Zakka tengah memperhatikannya.

"Sudah, jangan protes. Sini, aku bantu bawakan sampai didalam kelas." Ucapnya, kemudian membawa bukunya ke kelas setelah mendapatkan dari tangan Aishwa.

'Kak Rey, jangan jangan kak Rey juga menyukai Aish. Awas aja, kalau sampai menyukainya.' Batin Zakka berdecak kesal.

'Dulu yang sering bantu aku bawa buku yaitu Yahya, sekarang hanya orang kebetulan aja yang membantuku untuk membawakan bukunya.' Batin Aish tanpa menyadari jika masih tertinggal satu buku ditangannya.

"Reynan Wilyam, bukankah ini buku miliknya? penasaran deh sama tulisannya." Ucapnya lirih.

Dengan seksama, Aish membuka buku milik Reynan dengan sangat teliti.

"Tulisannya sangat rapi, bahkan tulisanku kalah jauh beda dengannya." Ucapnya lirih, kemudian ia membukanya begitu teliti.

"Eh! tunggu, tulisan apa ini?" Aish masih penasaran.

"Mentari pagi, tapi tidak secerah pagiku. Ada banyak cerita, namun tidak tentangku." Ucapnya Aish sesuai yang ada pada buku milik Reynan.

"Apa maksudnya? lucu sekali dia, puitis juga. Tapi sayangnya hanya dua baris, sulit untuk diartikan." Ucapnya lirih.

1
Rafanda 2018
najis,,tnggl terus terang
Rafanda 2018
kenapa ga di bawa ke amerika kan suami istri,,anehhhhhh
Rafanda 2018
katanya ahli ibadah ko ga tau arti pernikahan ais
Heri-Wibowo
oke kak,langsung masuk faporit.
Anjana: Terimakasih banyak akak.. 😍
total 1 replies
Novalia Citra
sabar zakkah jodoh di tangan tuhan
Novalia Citra
maksud tantebya aish apa ya, sangat berharga katanya
Novalia Citra
sabar aish akan indah pada waktunya
Novalia Citra
jodoh tuhan yang menentukan
Novalia Citra
sedihnya kehilangan tp kita tidak bisa berlarut larut hidup tetap harus berjalan
Risa Istifa
🤗🤗🤗🤗🤗🤗
Ros Diana
Author cepet pertemukan Zaka dgn gadis yg sholehah, biar bucin 😀😀😀
Wachidul Qohar Al Anshori
yuhuuu pucuk dicinta ulam pun tiba.....
Ros Diana
Mantap Aish berpestasi, sukses.
Wachidul Qohar Al Anshori
oohh sdh dinikahkan rupanya,mski tnp sepengetahuan aish
Wachidul Qohar Al Anshori
gak nyangka abi....tdk prnh mengerti dg perasaan putranya,.
apa bnr yg dktkn ayah aish kl status dipermslhkn????
Susanti
yaAlloh,😭😭😭
saya cantikkj
asyek😄
saya cantikkj
jangan bilang gadis d masa kecilx sela
saya cantikkj
Rena anak siapakah
EDZARD RAFFASYA
udah tamatkah Zahra istri pilihanku...kok endingnya cuma gitu aja
EDZARD RAFFASYA: zakka sama siapa thor
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!