NovelToon NovelToon
Perjodohan Licik

Perjodohan Licik

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Contest / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.6
Nama Author: San san 💕

Seharusnya Sofia bahagia di hari pernikahan ini, tetapi ternyata dihari yang sama suami yang baru di nikahinya sore tadi melemparkan surat cerai ke wajahnya. " Bukankah kamu memang berambisi menikah denganku? Tanda tangani kita impas." Akankah Sofia menandatangani surat cerai itu? Pria yang di cintainya sejak kecil ternyata memendam kemarahan. Wiliiam menikahinya hanya untuk merampas hartanya. Bagaimana cerita selanjutnya. Jangan lupa Like and Vote ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon San san 💕, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16 Tato temporer

Pantai Seminyak menyuguhkan panorama yang indah, matahari terbit menghipnotis wisatawan.

Negri dengan julukan pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, The Island Of God dan Pulau Cinta. Pemberian julukan ini bukanlah tanpa alasan, menyimpan makna yang berasal dari masyarakat maupun dari budaya dan kehidupan di Bali.

Kehidupan Seminyak begitu mempesona, tetapi suasana itu sudah di rusak oleh hilangnya salah satu penerus kerajaan bisnis Mega Corp.

Megasari yang anggun dengan memakai kebaya bali. Selendang yang di ikat seperti sabuk. Dengan rambut di ikat ke atas, begitu cantik. Megasari bukan penduduk asli Bali, tetapi dia menyukai budaya Bali. Wajahnya yang menawan, dengan mata bak mutiara dari surga. Megawati menangis di sofa losmen megah itu. Mengusap air mata yang menetes dengan saputangan.

Teringat berapa kali percobaan pembunuhan yang di lalukan oleh saingan bisnis bahkan saudara dari pihak ayah ibunya. Mereka memperebutkan kekuasaan. Padahal mereka sama sekali tidak berhak atas Perusahaan yang di rintis ayah Megasari.

William remaja pergi tanpa menimbulkan suara, bahkan tak seijin orang tuanya. Semua kehilangan apalagi Sofia kecil.

Sofia kecil terus merengek, keterikatannya sudah muncul saat mereka selalu bermain bersama.

Pagi yang benar benar heboh, keluarga Nick di buat kerepotan oleh anak lelakinya. Matahari belum menampakkan semua kuasanya, tetapi William remaja sudah membuat ulah.

"Papa harus cari sekarang, ini Bali pa, bukan jakarta."

Nick tak menjawab perkataan istrinya, Nick sibuk menghubungi koneksinya yang ada di Bali. Anak buah sudah di kerahkan, kekhawatiran yang sangat beralasan, saingan bisnis perusahaan Mega Corp begitu banyak, dari teman ataupun rival.

Roni tak kalah paniknya, berkeliling pantai mencari keberadaan William. Sofia hanya terbengong melihat kepanikan orang orang dewasa.

Di depan sebuah kios Art tato, William menatap bangunan ruko itu.

'Masih tutup'

William remaja menunggu di depan pintu. Suasana sudah lumayan ramai, banyak turis asing ataupun lokal lalu lalang di jalanan itu. william mengamati mereka satu persatu, nampaknya kebanyakan dari turis mancanegara banyak yang menggambarkan tato di tubuhnya, baik tato permanent atau temporer.

Tetapi William tak mau menggambar seperti mereka. William remaja menginginkan sesuatu yang berbeda.

Jam sembilan tepat, pintu rolling door di buka, pintu alumunium itu di tarik ke atas mengeluarkan suara yang berderik, tetapi suara itulah yang di tunggu oleh William.

Terlihat lelaki berdiri di depan tokonya, masih ada kaca penghalang sebagai pembatas, lelaki itu membalik tulisan yang ada di pintu kaca itu OPEN. William tersenyum senang.

William berdiri dan segera memasuki ruko itu. Mengikuti lelaki itu dari belakang.

Art tatto lelaki dengan tubuh di penuhi gambar tato di sekujur tubuhnya, dia memakai ikat kepala khas Bali udeng namanya, kaos oblong hitam dan bawahannya memakai kamen. Dia adalah pemilik galeri tato ini.

Sebelum mempersilahkan William remaja duduk, lelaki itu memandang ke pada William remaja dari atas sampai bawah.

"Berapa usiamu?"

"Delapan belas tahun."

"Belum, kamu jangan membohongi aku."

William remaja menundukkan kepalanya, kebohongannya tidak berhasil.

"Kamu tidak bisa membuat tato di sini sebelum usia kamu tujuh belas, ini galeri resmi. Aku bisa membuatkan tato untukmu tetapi ada syaratnya."

Bibir William terlihat garis tipis mengembang.

"Ajak orang tuamu kemari."

Senyum di wajah William remaja seketika menghilang.

"Saya akan bayar berapapun."

"Kamu menghina saya?"

"Tidak, mana saya berani. Tetapi aku hanya ingin, anda membuatkan inisial nama seseorang, di sini."

William tampak menunjukkan salah satu titik di badannya dengan jari telunjuk.

Lelaki itu menerangkan, tidak ada undang undang yang melarang membuat tato di bawah umur. Tetapi menurut etika itu tidak boleh.

"Untuk mengobati kekecewaanmu akan ku buatkan tato non permanent, ok?"

William seketika tersenyum kembali, lelaki itu menggambar seperti yang di inginkan William remaja.

"Kamu datang lagi ke tempatku dua tahun lagi, akan ku gambar yang lebih bagus dari ini."

William remaja hanya menganggukkan kepala, dan mengeluarkan dua lembar uang kertas.

"Simpan saja, aku membuatkan untukmu gratis, tetapi kamu janji berikutnya akan menggambar tato di sini Ok."

William mengucapkan trimakasih, dan segera meninggalkan galeri.

William rwmaja pulang ke losmen semua menyambutnya dengan senang, tidak demikian dengan Nick pria tangguh perawakan jerman itu sangat disiplin.

Bagi Nick kepergian William tanpa ijin adalah sebuah pelanggaran. Apalagi kekuwatiran mamanya sangat berlebihan.

William di hukum tidak boleh keluar kamar, sampai kembalinya nanti ke Jakarta.

Megasari tampak sedih melihat suaminya yang begitu disiplin dalam mendidik William. Tetapi semua yang di lakukan Nick adalah demi masa depan William.

William remaja merasa senang, keinginannya sudah tercapai walaupun belum sepenuhnya.

Sofia memasuki kamar William, Sofia bebas keluar masuk karena anggapan mereka hanyalah Gadis kecil.

"Kemarilah akan kutunjukkan sesuatu padamu." Ucap William dengan sedikit berbisik.

"Apa, dari mana saja kamu, mama menangis di kiranya kamu hilang?"

Sofia kecil mendekati William remaja yang tengah berdiri di dekat jendela. William mengangkat kaosnya, untuk melepaskannya.

"William!"

Jerit Sofia kecil, sambil matanya di tutup dengan ke dua telapak tangannya.

Tangan William remaja menutup bibir Sofia kecil dengan jarinya.

"Stttt diam, lihat ini."

Sofia membuka tangannya pelan pelan, matanya melebar.

Dia melihat huruf S sangat besar dan indah di dada sebelah kiri William.

"Itu apa, kenapa kamu menggambar tubuhmu, bagaimana kalau papa dan mama mengetahui dan marah?"

"Jangan sampai tau, ini huruf S, huruf depan nama kamu. Dua tahun lagi aku janji akan membuat yang permanent. Yang ini akan hilang tersiram air."

Sofia melompat senang, menunjuk nunjuk huruf itu dengan jarinya.

"William aku juga ingin menggambar tanganku dengan huru W."

"Tidak boleh! Kamu perempuan." Sofia terlihat kecewa.

"Oh kenapa? Memangnya ada peraturan seperti itu?"

Mereka berhenti setelah sebuah suara mengagetkan mereka.

"Kalian mentertawakan apa?"

Tanya Mega penuh selidik. Dengan cepat William membalikkan badannya, demi menyembunyikan tato tersebut.

"Nicht mam, William hanya menggoda Sofia."

"Ayo waktunya makan malam, besok kita kembali ke Jakarta."

Mereka keluar kamar bersama sama, sebelumnya William remaja menarik tangan Sofia.

Jari tangannya menunjuk bibir Sofia kecil

"Sttt kamu tidak boleh menunjukkan gambar ini pada papa, kalau kamu melakukannya, selamanya aku tak akan pernah mengajakmu berlibur ke Bali ."

Sofia kecil mengangkat ibu jarinya menandakan setuju.

Makan malam yang sangat indah, Roni juga ada di sana. Makanan sea food mendominasi meja makan. Sofia yang cerewet dengan William hanya sebagai pendengar.

"Dengarkan mama, apapun yang terjadi kamu harus melindungi Sofia." Tiba tiba Mega mengucapkan hal itu pada William. Tentu saja William hanya menganggukkan kepalanya. Mereka tak akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya. Perjanjian antara Mega dan sahabatnya, ibu dari Sofia, mereka akan menjodohkan putra dan putrinya.

Semoga novel ke duaku bisa menghibur anda semua.

Trimakasih Like and komennya. Mohon maaf tidak bisa membalas satu persatu. Semoga kita tetap sehat selalu, dan semoga Covid 19 cepat enyah dari bumi Indonesia. Amiiin

1
Anim
akhirnya ketemu
lama banget aku cari mau baca ulang
Khanza Safira
seru seru seru
Yus Nita
apa Sofia otak ny berul2 tak berfungsi y...
Yus Nita
manis x lambesi Evantio...
padahal dia sendiri tak betah pada satu wanita.
dasar bandit srlamgkamgan
Yus Nita
malang betul nasib bayi Davian.
Yus Nita
apakah sang Eseckutor adlah William yg sdh berganti wajah, karena kebakaran itu...
Yus Nita
Sultan mah bebas...
kapal pesiar dan apartemen mah kecil... 😁😁😁
Yus Nita
nyarik mati di pra
si pram juga korban cinta buta, yg merasa UAS dengan layanan panas ny Elsa
n
Yus Nita
emang g kau pantas dapat kan
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
itu balasan bagi orang yg cerewet dan tak ada titik komany klu bicara
Yus Nita
msmpus lo jalang akhir ny kedok mu kebongkar juga asal ny sampah, kembali lagi jadi slah
syukurin...
Yus Nita
ternyata yg di bilang darah lbh kental dari pada air adalah fakta ada ny 😁😁😁
Yus Nita
sembunyi kan alamat I mu Joe
srblomonster William menemu kan mu 😁😁😁
Joe terlalu teledor, hingga alamat IP ny dpt di ketahui oleh willian
Yus Nita
lah.. kenapa si Jim hrs skt hati.
bkn kah tuan ny yg telah menggores luka yg terdalam pada Sofia.
ngaca lu Jim 😁😁😁
Yus Nita
kurang seru klu balasan yg lbh menyakit kj an tdk menimpa William.
Yus Nita
dasar biadabnya si William..
kapan lah saat hsnjaran ny dia.
Yus Nita
sampai sekarang msh bisa di percaya sama Elsa. dasar suami bodoh dan pecundang. msh saja bodoh .
Yus Nita
erlahan tapi pasti sakit akan menerpa mu
dan kebakaran perlahan 2 juga akan terungka
Yus Nita
dasar William bodoh, mata hati ny tlh tetutup cinta bita.
sehingga percaya saja dengan omongan 2 orang pecundang itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!