Seorang wanita Muslim bernama Hannah tak sengaja bertemu dengan idol korea bernama Wobin di bandara, pertemuan itu langsung mencuri hati Wobin, ia terpikat oleh Hannah dan tergerak untuk membantunya keluar dari masalahnya. Wobin, yang ingin menghormati keyakinan Hannah sebagai seorang Muslim, berusaha untuk melindungi dan menjaganya, akankah usaha Wobin untuk melindung Hannah dan membantunya menyelesaikan masalah, mampu meluluhkan hati Hannah?
Informasi Buku:
Setiap halaman berisi 500 kata
Terdiri dari 120 halaman, terbagi dalam 2 bagian cerita
Waktu baca per halaman 3 menit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Wulan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Page Number 15 - Kemarahan Wobin
Piring kotornya
"Gimana mba uda bangun tuan Wobinnya" kata susi
"Udah nasi goreng sama ayamnya habis" kataku
"Sepertinya tuan Wobin suka" kata susi
"Iya, aku mau ngasih makan nana dulu ya kamu kalo mau makan, makan aja" kataku
"Iya mba" kata susi
Aku mencari nana yang aku liat tadi masih di dapur ternyata sudah ada di dekat kamar mandi, aku tidak tau kenapa tiba tiba dia di sini padahal kucing takut air, aku membawa nana ke taman untuk memberinya makan, aku berbicara dengan nana tentang aku yang rindu ibuku aku lupa kalau Wobin ada di rumah ini jadi aku kembali ke depan, ketika aku membalikkan badanku ternyata wobin sudah di belakangku
Aku melihat wobin yang terus melihatku aku tidak tau apa yang dipikirkan wobin tentangku, seperti nya merasa aneh aku berbicara dengan nana seekor kucing, aku memberikan jalan untuk wobin yang mau ke taman
Wobin langsung melihat lihat tamannya dan bunga bunganya, aku membawa nana ke ruang depan, di ruang depan ternyata aku melihat taylor dan suho mereka sedang membicarakan sesuatu yang sepertinya sangat serius
Aku ingin mengerti apa yang mereka bicarakan aku mencoba membuka handphoneku dan merekam pembicaraan mereka dan ingin menerjemahkan nya aku melakukan nya karna aku takut mereka membicarakan aku yang selama ini tinggal di rumahnya wobin dan hanya merepotkan mereka terus
"Mba ngapain?" tanya susi yang tiba tiba mengagetkan aku dari belakang
"Aku cuma pengen tau apa yang mereka bicarakan sus" sahutku dengan susi
"Mau saya terjemahkan?" tanya susi
Aku lupa kalau di rumah ini ada susi dan bisa berbicara bahasa Korea
"Coba sus terjemahin" kataku, aku dan susi mendengarkan pembicaraan Suho dan Taylor di belakang tembok pemisah antara ruang depan dan dapur
Nana tiba tiba mengeong ketika aku gendong dia melihat ke belakang ku, aku terkejut karna melihat wobin melihatku dengan susi yang sedang menguping pembicaraan suho dan taylor
"Sus" kataku sembari mencolek susi dan memberi tanda untuknya agar segera pergi
"Jadi tuan Wobin waktu di interview bilang uda punya pacar" kata susi dia mulai berbicara sendiri seperti nya tidak suka wobin memiliki pacar
Aku melihat wajah wobin yang sepertinya tidak suka aku dan susi menguping pembicaraan suho dan taylor di ruang depan
"Sus" kataku sambil membalikkan badannya ke wobin
Wobin tiba tiba memarahi susi dengan menggunakan bahasa korea, lagi lagi aku tidak mengerti apa yang wobin bicarakan tapi dari wajah nya wobin sangat marah sampai akhirnya taylor dan suho tau kalau aku dan susi menguping pembicaraan mereka dari tadi
"Sedang apa kalian berdua" kata suho, sambil melihat ke arahku dan susi
"Maaf aku nguping pembicaraan kamu sama taylor tapi aku belum tau pembicaraan serius kalian cuma susi aja yang tau" sahutku aku mengorbankan nama susi padahal aku sendiri yang mau susi menerjemahkan pembicaraan mereka
Aku melihat susi yang mulai dimarahi suho juga dan aku melihat ke arah taylor yang berusaha tenang dan meminum teh hangatnya aku berusaha ingin tau apa yang mereka bicarakan sampai susi dimarahi wobin dan suho karna tau pembicaraan mereka, aku merasa sangat yakin mereka sedang menutupi sesuatu aku mulai mencurigai mereka apakah mereka benar orang orang baik atau bukan
"Pergilah, urusi apa yang seharusnya menjadi pekerjaan mu" perintah suho kepada susi
"Baik tuan" jawab susi sambil pergi meninggalkan aku wobin dan suho di dapur
Aku merasa kalau wobin dan suho akan memarahiku, sekarang giliran aku yang belum di marahi mereka mungkin saja diusir dari rumah wobin, aku mulai menyiapkan mentalku kalau wobin dan suho akan mengusirku karna aku sudah berani menyuruh susi menguping, menurutku menguping sepertinya biasa tapi tidak untuk wobin dan suho yang mulai menatap tajam ke arahku
Aku mulai salah tingkah ketika wobin terus melihat ke arahku sepertinya dia ingin marah tapi tidak bisa karna aku tidak mengerti ucapannya
Wobin mulai pergi meninggalkanku dengan suho, dan masuk ke salah satu kamar di lantai satu seperti nya kamarnya, anehnya wobin tidak melihat taylor sama sekali sebenarnya apa yang sedang terjadi antara mereka apakah karna ada aku disini aku mulai merasa tidak enak karna semenjak aku disini ada saja permasalahan
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Korban Perasaan