NovelToon NovelToon
Putri Bungsu Yang Rendah Diri

Putri Bungsu Yang Rendah Diri

Status: tamat
Genre:Petualangan / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:613.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Herla

Aira Airlangga Putri Bungsu Kekaisaran Matahari menjalani hidupnya selama 16 tahun tanpa bakat, ia berbeda dari kedua kakaknya dan kebanyakan orang.

Kurangnya kecakapannya sebagai seorang putri membuat Aira harus menjalani hukuman yang diberikan oleh ayahnya. Namun siapa sangka ia menemukan jati dirinya saat menjalani hukuman.

Banyak rintangan menghadang mulai dari yang kecil hingga peperangan yang mengancam nyawa, akankah Aira bisa bertahan hidup dengan jati dirinya yang baru? Akankah Aira lebih bahagia dengan jati dirinya yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Istana Bintang

"Salam Kak Aditya, salam Kak Arya," aku memberi hormat pada kedua kakak iparku yang sedang asyik ngobrol. Ketika keadaan tidak formal, aku hanya perlu memberi hormat layaknya seorang adik pada kakaknya, lain halnya dengan acara formal, aku harus memberi hormat dengan menyilangkan satu kakiku dan sedikit membungkuk.

"Lihatlah, seseorang yang berhasil membuat dua jendral dari dua kerajaan kalang kabut mengerahkan ribuan pasukan akhirnya datang juga," Kak Arya menyambutbkedatanganku dengan tawa terbahak yang diikuti kaka Aditya.

Aku memasang wajah cemberut dan mendudukkan diri di tengah-tengah kak Nala dan Kak Prisa. Kami duduk di meja bundar, ada beberapa camilan dan teh bunga yang sudah tersaji, aromanya menggoda.

"Aku tak bisa membayangkan rupa jendral Go dan jendral Aro saat tahu Airalah yang menunggangi naga perak, hahaha..." kali ini kak Aditya bersuara. Kedua kakak iparku tak berhenti tertawa.

Aku mengambil sepotong kue kering coklat dan melahapnya, lalu menenggak teh bunga yang baru dituangkan oleh kak Nala ke dalam cangkirku. "Sudah puas menertawakan adik sendiri?" cibirku dengan sedikit kesal.

"Ini," aku mengeluarkan dua buah kotak dari cincin penyimpanan, kotak yang diberikan ayah padaku untuk diserahkan pada kak Nala dan Kak Prisa, sebagai puncak dari hukuman yang kujalani.

Kak Nala dan Kak Prisa menerima kotak mereka masing-masing, sebelum membukanya mereka berdua tersenyum ke arahku.

"Kamu cepat sekali dewasa ya!" Kak Nala mengusap rambutku. "Aah rasanya masih ingat saat menggendongmu, ya ampun dulu tuh pipi kamu gembul banget! Sekarang udah jadi tirus aja!" Kak Nala mencubit kedua pipiku dengan gemas.

"Aduh! Sakit kak," aku melepas cubitan kak Nala dan mengusap kedua pipiku yang sedikit perih.

"Hmm, kalo udah 17 tahun nanti gak boleh manja lagi ya!" Kak Prisa merangkul pundakku, "duuh adekku yang sering bikin marah, bentar lagi ulang tahun!" Kak Prisa mengacak-acak rambut panjangku hingga berantakan.

"Kakak!" teriakku pura-pura kesal. Kak Prisa menghentikan tindakannya, dan mulai mengalihkan perhatian ke arah kotak.

"Tumben gak ada yang nanya macem-macem?" pandanganku menelisik pada 4 orang yang kini diam tampak menyembunyikan sesuatu. Aneh, biasanya mereka selalu bertanya menyelidik amat sangat rinci, walau aku hanya menginjakkan kaki keluar dari istana, bahkan kadang ngomel berlebihan saat aku pergi menemui Fia tanpa pamit. "Sebagai Pemimpin kerajaan bukankah harus bersikap jujur dan bijak?" pancingku sedikit, berharap ada yang mau buka mulut.

"Mau tanya apalagi, orang setiap hari kita itu tahu detail kamu lagi ngapain!"

Aku melongo ke arah Kak Aditya, maksudnya apa?

"Jadi sebenernya ayah memerintahkan kami berempat untuk mengawasimu selama ini, makanya Prisa dan Arya ada di istana bintang. Kami menunggu kamu datang, tapi masih gak nyangka aja bakal datang sama naga perak," Kak Aditya menjelaskan kata-katanya.

Kalau mereka mengawasiku selama ini, kenapa ribuan pasukan bersiap menghadangku? Bukankah harusnya mereka tahu kalau aku akan datang bersama Ryu? aneh!

Seperti tahu apa yang kupikirkan, Kak Nala menggenggam tangan kiriku, "Kami mengawasimu lewat cermin ajaib sejak kamu meninggalkan istana matahari, tapi setelah petir suci menyambar, kami sama sekali tak bisa menggunakan cermin ajaib, bahkan sihir pun tak bisa membuat kami melihatmu dari jauh."

Cermin ajaib adalah pusaka milik ayah, hanya bisa digunakan oleh anggota inti kekaisaran matahari. Cermin ajaib dapat menunjukkan keberadaan seseorang, bahkan bisa mengikutinya dari jauh. Tapi kali ini cermin ajaib tidak berfungsi setelah petir suci menyambar, mungkinkah rusak akibat terkena petir suci?

"Perjalanan ini adalah perjalanan yang harus kamu lalui tanpa bantuan keluarga, maka saat koneksi cermin ajaib terputus, kami langsung menghubungi Ezio untuk segera menyusulmu." Kak Prisa mengelus rambutku pelan. "Tapi sepertinya ayahanda dan ibunda sedikit melanggarnya, mereka datang saat kamu tak juga terbangun dari tidurmu itu, tapi untungnya mereka berhasil pergi sebelum kamu melihat mereka, kalau tidak maka misimu akan gagal dan kamu harus mengulanginya! Ayah dan ibu mencemaskanmu setiap hari."

Aku melongo, tapi tunggu. Kak Prisa menyebut hukuman ini adalah misi, tapi misi apa?

"Bukankah ini hukuman yang diberikan ayah? kenapa kakak menyebutnya misi? misi apa?"

Kak Prisa tersenyum padaku lalu menggenggam tangan kananku, alhasil kedua tanganku digenggam oleh Kak Nala dan Kak Prisa. "Kak Nala, mungkin sebaiknya kita mulai."

"Baiklah," Kak Nala mengangguk pada Kak Prisa, sementara Kak Aditya dan Kak Arya terlihat membuat barrier pelindung lalu meninggalkan kami bertiga.

Aku memandang kak Nala dan Kak Prisa bergantian, mereka telah memejamkan mata seakan terfokus pada sesuatu. Kedua kotak yang diberikan ayah mulai membuka dengan sendirinya.

Aku kembali melongo, dari kedua kotak itu menguar aura hitam yang amat gelap. Genggaman kedua kakakku semakin erat, aku merasakan kehangatan mulai memasuki tubuhku, tapi mataku masih tak terpejam. Aura hitam itu melebur menjadi satu dan bergerak dengan sangat cepat, berulang kali berusaha menerobos barrier pelindung yang dibuat kedua kakak iparku. Seolah tak pernah menyerah, aura gelap itu terus menerus membenturkan dirinya ke barrier pelindung.

Aku merasakan transfer aura kak Nala dan kak Prisa semakin lama semakin membuncah memenuhi tubuhku. "Aah!" Aku berteriak kesakitan, aura pelangiku memancar begitu terangnya. Tapi aneh, aku melihat kedua kakakku tak memancarkan aura mereka sama sekali.

Aura hitam yang tadinya sibuk menabrakkan diri ke barrier kini berhenti seperti menemukan target lain, dan tiba-tiba dengan kecepatan tinggi melesat ke arahku. "AAAAAAHHHHHHH!"

Aku berteriak sejadi-jadinya, rasanya amat sangat menyakitkan. Sesak dan gelap! Aura gelap itu menerobos masuk ke dalam tubuhku. Sakit! Seluruh tubuhku berdenyut bagaikan disayat ribuan pisau, pandangan mataku gelap. Bau amis menyeruak di hidungku. Aku mencoba memejamkan mata dan fokus tanpa mengindahkan rasa sakit yang mendominasi.

Aura hitam masih tak mau diam, bergerak dengan cepat di dalam tubuhku. Aku tak berhasil untuk fokus. Rasa sakit yang teramat sangat, membuatku menarik semua energi cahaya pelangi dan membuatnya masuk menyerang tubuhku sendiri, entah apa yang kupikirkan tapi refleks hanya ini yang bisa kulakukan.

"Duaaar!!" Ledakan yang amat keras terdengar memekakkan telinga.

Aku merasa genggaman kedua kakakku terlepas begitu saja. Masih dengan mata terpejam, kurasakan tubuhku melayang. Bau anyir tercium sangat menyengat, dan aku masih tak bisa melihat cahaya, yang ada hanya kegelapan yang mencekam. Tubuhku tak bisa kukendalikan, aura hitam memang sudah diam, tapi aku sama sekali tak bisa menemukan aura pelangiku.

Aku masih berharap bahwa ini hanyalah ilusi yang sama seperti ketika aku bersemedi di bawah air terjun keabadian. Aku masih berusaha terus mencoba membuka mata, tapi tak bisa. Kegelapan, kesunyian serta bau anyir melahapku perlahan.

1
Sri Wahyuni
akhirnya Aira dan Bareng bisa bersatu,, 😍😍😍🌹🌹🌹🌹👍👍👍💪💪💪,,, semangat untuk Authornya.
Sri Wahyuni
koq mereka berpisah Thor..
😭😭😭
Sri Wahyuni
Aduh Aira ternyata kamu gadis polos dan lugu,,, 😍😍😍🌹🌹🌹👍👍👍💪💪🖕,, untuk Authonya
Sri Wahyuni
😭😭😭🌹🌹🌹👍👍👍
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪🌹🌹🌹
beby
makasih too novel yg beda dr yg lain.. ditunggu karya berikutnya
Lanny Mariso
karya yg luar biasa. teruslah berkarya thor. kami mendukungmu
Ester Yaru
crta dan alurnya seru
asyik untuk dibaca
juliya
💖💖😊
Saeful Anwar
peran nya terlalu bodoh dan pemalas
Win-4rt1
bagus,q syuka
Catur Kushariyani Chaethoer
kerennn.....hasil karya yg bagus....
ternyata kakak punya hobby menulis ....
smg kedepannya dapat memunculkan lagi karya2 yg lebih luar biasa....sippp.
ttp semangat ya kak...
Puji Anto
bagus
Monalisa Oktaviana Sinaga
aduh udah gimana kabar Varen 🤔
Rieny Sartika
🤩🤩🤩
Rieny Sartika
yah pisah lagi.....😑😑😑
Rieny Sartika
walau like se uprit tp tetap lanjut,keren thor semangatttt
Rieny Sartika
mantap th👍👍👍👍👍👍👍👍
Asmi Pandansari
bagus
Lia Agustina
author, pertahankan imajinasi mu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!