"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pekerjaan baru
Setelah melihat Siska pergi, Devan langsung menghakhiri aktivitas nya dan menurunkan Ladya lalu melanjutkan sarapannya.
ada rasa sedih di hati Devan setelah melihat ekspresi wajah Siska tadi, tapi ia menyakinkan dirinya bahwa semua yang dia lakukan sudah benar.
Ladya yang melihat tingkah laku Devan merasa sedih,kecewa dan marah.
"Dev kenapa menghentikannya?"
"ayo lakukan lagi"
"aku mohon" kata Ladya manja pada Devan sambil mengelus tangan Devan lembut.
"aku sudah terlambat" kata Devan dingin kepada Ladya ,karena bagaimanapun sejujurnya dia tidak pernah ingin melakukan hal tersebut.
Kalau bukan karena Siska mungkin itu tak akan pernah ia lakukan yang sejujurnya dia sendiri merasa jijik dengan tingkah lakunya.
"jadi,apakah aku harus pergi sekarang?" mendengar kata itu Devan sontak menatap Ladya, "bagaimana jika Ladya pergi?"
"semuanya akan berantakan" kata Devan dalam hatinya.
"Ladya tetaplah tinggal disini"
"bawa kemari barang-barang mu, tinggallah di sebelah kamar ku"
"apa kau tidak dengar sayang........"
"kamu nona dirumah ini" Devan meyakinkan Ladya dengan lembut agar Ladya mau tetap tinggal disini, membantu semua rencananya.
"benarkah?" tanya Ladya gembira
"tentu, apa aku terlihat bercanda?"
"tunggu aku pulang" setelah mengatakan itu Devan langsung pergi meninggalkan rumah untuk berangkat ke kantor.
Ladya sangat senang mendengar perkataan Devan ,bagaikan terbang tanpa sayap Ladya menjadi begitu girang ia segera pergi kerumahnya untuk berkemas dan kembali ke rumah Devan.
...----------------...
Siska,berlari keluar rumah, dia menangis melihatnya.
Selama ini Devan bahkan tak pernah menyentuhnya apalagi sampai menciumnya seperti itu.
tingkah laku Devan selalu terbayang di benak Siska ,******* yang diberikan Devan untuk Ladya membuat hati Siska benar-benar sakit.
"aku masih mencintaimu Devan"
"aku tidak pernah menginginkan semua ini"
"aku tak ingin kau dengan wanita lain"
"ak...u tidak peduli bagaimana kau memperlakukan diri ku, aku masih bisa menahannya tapi aku mohon jangan pergi dengan wanita itu, jangan pernah kau mencintai nya ,jangan lagi menyentuh nya Van"
"hiks.……………"
"hilangkan semua kesalah pahaman ini"
kata Siska berteriak mengungkapkan semua isi hatinya.
Semua perasaan yang ingin ia katakan pada Devan tapi sungguh tak mungkin, kini Devan hanya menganggapnya sebagai seorang pembantu tidak lebih.
Setelah beberapa saat terdiam, Siska kemudian memutuskan untuk lanjut mencari pekerjaan.
Dengan pendidikan uang cukup tinggi akhirnya Siska memutuskan melamar ke sebuah perusahaan besar di kotanya.
...----------------...
di perusahaan.........……………
Siska segera menemui resepsionis, karena kebetulan di perusahaan itu ada sebuah lowongan kerja untuk menjadi seorang asisten.
Setelah menemui resepsionis,Siska langsung di antar ke ruang CEO, karena CEO itu sendiri yang ingin memilih sekertaris sendiri.
Sampainya di ruang CEO Siska mengetuk pintu dan setelah dipersilahkan Siska langsung masuk kedalam.
"Selamat pagi pak, saya Siska "
"saya ingin melamar pekerjaan sebagai sekertaris di sini" kata Siska memperkenalkan dirinya.
CEO yang tadinya duduk membelakangi Siska kini membalikkan badannya.
Betapa terkejutnya dia saat melihat Siska ada di hadapannya.
"tak ku sangka orang yang aku incar datang kesini sendiri" batin CEO itu yang ternyata bernama Alex.
"apa kau punya pengalaman?" tanya Alex sekedar basa-basi karena sejujurnya dia sudah mengetahui semua hal tentang Siska dan apapun yang terjadi sudah dapat di pastikan Alex akan menerima Siska.
"sudah saya pernah menjadi sekertaris di perusahaan xxx"
"wow itu bagus sekali"
"kau diterima" kata Alex.
"apa itu saja?" tanya Siska heran
"lalu apa lagi?, pengalaman jauh lebih penting apalagi kau sudah pernah jadi sekertaris di perusahaan besar"
"mulailah bekerja sekarang"
"itu mejamu,dan panggil aku Alex" kata Alex sambil menunjuk meja di sampingnya.
"baik pak"
"panggil Alex jangan pakai pak!"
"em......baiklah Alex"
"bagus" lalu mereka melanjutkan pekerjaannya.
...****************...
hallo semuanya mohon dukungan dan sarannya 🙌
kalian bebas memberi saran di kolom komentar
makasi semuanya 😘