NovelToon NovelToon
Ai To Shiawase

Ai To Shiawase

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Romansa-Teen angst / Tamat
Popularitas:58k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mayy

Judul : Ai to Shiawase (Cinta dan Kebahagiaan)
Genre : Romance, Teen, School
Original story by : Miku
Latar : Jepang
Cover pict : Pinterest
Edit : Me

----

"Aku tak tau apakah aku bisa tetap bertahan sampai akhir, tapi yang pasti adalah, aku tahu ... kebahagiaan pasti ada di akhir kisah hidupku. Aku yakin itu ...." -Ai Mizhunashi

Mengisahkan hidup Mizhunashi Ai, seorang gadis SMA yang memiliki kehidupan kelam. Ayahnya meninggal, ibunya bertindak tidak adil kepadanya, lalu dia juga dihadapkan kepada dua pilihan sulit. Antara cinta dan hidupnya, dia harus memilih salah satu atau ia akan kehilangan keduanya.

Bingung, sedih, dan tak tahu harus melakukan apa, itu adalah rasa yang dialami oleh Ai saat ini.

Lalu, mampukah Ai mendapat kebahagiaan yang dia inginkan? Mari simak bersama!

IG : @miku_nakano41

©Miku, 2021

Rules :

- Boleh kritik, Miku terima dengan dada datar!
- Follow, Like, dan Fav kalau suka, kalau nggak mau ya udah www.
- Slow Up

Arigathanks!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 16 : Kejadian Memalukan

Kejadian hari ini benar-benar memalukan. Aku tak akan pernah bisa melupakannya.

...\=•\=•\=...

Suasana hening sangat terasa di antara kami berdua. Namun, hali itu tidak berselang lama. Akhirnya, Rey membuka topik pembicaraan baru untuk memecah kesunyian. "Ai ... ee ... apa es krimnya enak?" tanyanya. Aku tahu, bahwa Rey ingin membuatku berhenti marah, makanya dia bertanya. Namun, dia melontarkan pertanyaan yang tidak berbobot. Itu semakin membuatku kekeh akan tekadku yang tidak ingin berbicara dengannya sampai pulang nanti.

"Hm ...," jawabku singkat seraya memakan es krim vanilla yang masih kupegang di tangan. Aku kemudian memalingkan wajahku ke sisi lainnya lagi. Pokoknya aku tidak akan berbicara dengannya ... tidak, bukan hanya itu, aku juga tidak mau menatap wajahnya.

"Hahh ... ternyata kau masih marah, ya? Hmm ... baiklah kalau begitu. Kembalikan es krimnya padaku!" Saat hendak menghabiskan es krimnya, tiba-tiba saja Rey merebut es krim vanillaku dan lalu memakannya.

Aku terdiam dengan posisi tangan yang masih belum berubah, seolah aku masih memegang es krimnya. "Heee ... kembalikan es krimku, Rey!" perintahku sambil menjulurkan tangan untuk mengambil es krimku yang diambil olehnya. Namun, sayangnya hal itu sangat sulit. Posisi badan Rey memunggungiku hingga membuat aku kesulitan dalam merebut es krimnya kembali.

"Hmphhh ... Rey, kembalikan!" Aku masih belum menyerah begitu saja.

Namun bukannya mengalah, Rey malah mengubah posisinya menjadi berdiri dan mengangkat es krimku tinggi-tinggi. "Tidak. Aku tidak akan memberikan es krim ini jika kau masih marah, tapi kalau kau menginginkannya, maka ambil saja sendiri," ucap Rey dengan senyuman puas. Dia memang sengaja melakukan ini karena melihat postur tubuhku yang mungil dan pendek. Hmphhh ....

"Jika memang harus begitu. Maka, aku akan mengambilnya!" Aku bersiap-siap untuk melompat. Saat merasa bahwa waktunya telah tepat, aku pun langsung mendorong kedua kaki hingga membuat tubuhku melayang-layang di udara untuk beberapa saat. Ya ... bisa disebut, kau tahu ...? Benar, Melompat.

Namun, saat sedang melompat, bukannya malah mendapatkan es krimnya, aku malah menabrak Rey. "Hee ...."

BRUK ...

Alhasil, aku dan Rey pun terjatuh secara bersamaan.

"Aduh ... kepalaku sakit ...." Aku terbangun seraya memegangi kepalaku yang terasa sedikit sakit. Aku membuka mataku perlahan. "HAAAA?!" teriakku hingga membuat perhatian orang-orang di sekitar berpusat kepadaku. Aku berteriak karena terkejut. Bagaimana tidak? Pose jatuhku terlihat sangat mengerikan.

Kini, posisiku sedang terduduk di atas area terlarang milik Rey. Jelas saja, mukaku langsung memerah, lebih merah dari biasanya. Entah bagaimana lagi aku harus mengungkapkan rasa malu yang sangat ... sangat ... sangat ... mendalam ini. Coba bayangkan saat kalian di posisiku! Dilihat oleh banyak orang saat sedang seperti ini, pasti akan banyak yang salah sangka. Aarghhh ....

Aku bergegas menyingkir dari posisi semula. Meski tidak bisa merubah pikiran negatif orang-orang, akan tetapi setidaknya rasa maluku sedikit berkurang, hanya sedikit.

"Rey, kau baik-baik saja?" tanyaku yang khawatir dengan keadaan Rey. Namun, dia sama sekali tidak merespon. Tubuhnya seakan tak berkutik, akan tetapi, matanya terbuka. "Re-Rey?" panggilku sekali lagi.

"Aduhh ...." Rey mengungkapkan rasa sakitnya.

"A-aku minta maaf, Rey. Aku benar-benar tidak sengaja tadi," ucapku merasa bersalah kepada Rey.

Rey mengubah posisinya kembali duduk seraya memegangi kepala ... tidak, bukan, lebih tepatnya kening. "Tidak apa-apa, aku hanya pusing sedikit saja. Tak perlu dipikirkan," ujarnya yang bermaksud menyuruhku agar tidak merasa bersalah lagi.

Namun, tentu saja aku tidak lepas dari rasa bersalah. Sudah membuat dia jatuh, mempermalukan pula. "*Go-gomen*" ...," lirihku.

Rey menganggukkan kepalanya dua kali. Namun, tiba-tiba, Rey langsung mengalihkan perhatiannya dan melihat sekitar. Dia seperti sedang mencari sesuatu.

"Kau sedang mencari apa, Rey?" tanyaku.

Pandangan Rey menyisir ke sekitar. "Aku sedang mencari es ... krim ...." Atensi Rey langsung tertuju kepada es krim vanilla yang sudah mencair karena suhu lantai. "Es krimnya ... sudah mencair?" tanya Rey seraya menunjuk es krim mencair itu dengan jari telunjuknya.

Aku menengok ke arah yang ditunjuk oleh Rey. Dia malah berbalik menatapku. "Ai, aku minta maaf. Tadi aku tidak bermaksud untuk menjatuhkan es krimmu. Hanya saja ... kau tahu ... aku hanya ingin menjahilimu saja." Kini, giliran Rey yang meminta maaf. Dia merasa bersalah karena telah menjatuhkan es krimku.

"Eemm ... tidak perlu minta maaf, Rey. Lagipula, hal itu terjadi karena kesalahanku," kataku menjeleskan semuanya.

Setelah mendengar pernyataanku, Rey kembali terdiam.

"Ngomong-ngomong, ini sudah jam 6 sore. Ayo pulang, Rey! Aku takut ibuku akan marah nanti." Aku mengajak Rey untuk pulang, karena takut ibu akan marah nanti.

"Iya, ayo!" Rey menyanggupi ajakanku. Dia bangkit dari duduknya. Aku dan Rey berjalan bersama menuju ke arah luar *mall.* Saat baru beberapa langkah kami berjalan, tiba-tiba saja Rey berhenti. Aku pun ikut menghentikan langkahku juga.

"Kenapa, Rey?" tanyaku penasaran, kenapa Rey berhenti berjalan.

"Tunggu ... sepertinya aku melupakan sesuatu. Hmm ... AHH, AKU LUPA!" Rey terlihat terkejut di akhir. "A-Ai ... ka-kau tunggu di sini sebentar, aku akan kembali lagi. Aku lupa membeli sesuatu," ucapnya seraya berbalik dan kemudian berlari.

"Baiklah. Aku akan menunggumu di sini." Jelas hal itu membuatku bingung. Eeeh ... saat baru tiba di sini, Rey mengatakan bahwa dia ingin membeli sesuatu. Kurasa, Rey merupakan hal itu.

Sekitar lima belas menit waktu berlalu, akan tetapi Rey tak kunjung kembali. "Rey ... kau dimana?" tanyaku dengan nada agak sedikit ketakutan. Karena aku jarang berbaur dengan orang ramai. Jangankan orang ramai, orang di sekitar pun aku tak jarang.

Sesaat setelah aku mengucapkan hal itu, seseorang dengan seragam sekolah SMA TOKYO datang menghampiriku. Dia tak lain dan tak bukan adalah Rey. "Hai, Ai! Maaf telah membuatmu menunggu. Sangat sulit memilih warna yang cocok denganmu ... eh maksudku yang cocok denganku. Eh itu ... bagaimana menjelaskannya, ya? Aargghh ...," terang Rey dengan kalimat yang sukar dipahami.

Entah kenapa tiba-tiba aku ingin tertawa lepas. Apa mungkin karena melihatnya yang sedang gelagapan ini? Entahlah, pokoknya aku serasa ingin tertawa saat melihatnya seperti ini.

"Ahh ... i-ini sudah semakin sore. Ayo pulang!" dalih Rey mengajakku pulang. Dia menggandeng tanganku dan menariknya keluar mall.

"Ba-baik." Tak ada pilihan lain, aku menuruti ajakannya tanpa melawan.

Saat sampai di luar, Rey pun langsung menuju tempat parkir, tempat dimana motornya terparkir tadi. Pandangannya menyisir ke segala arah, mencari-cari motor sport hijau kesayangannya. "Nah, itu dia!" Pandangan Rey berhenti kepada sebuah motor yang ada di dekat pohon. Tak salah lagi, itu adalah motor Rey.

"Ayo, Ai!" Rey dan aku berjalan ke arah motor tersebut.

1
shineelaa
keren thor
shineelaa
semangat thor
shineelaa
laniut thor
Vania M.
semangat ka
Riou
wibunya kerasa banget /Smile//Smile/
F_Zaida_C
aaa.... foto yang pertama tadi bukannya Yathogami Tenka dari anime Date A Live ya?
F_Zaida_C
yeyy... aku nemu kanca wong jawa saiki😆
F_Zaida_C
lahh... lagunya donat api
@Kristin
Sudah Favoritnya Thor 🤗
☬Wil-kun
Oke oke, cukup sudah dengan nama Ray Riy Ruy Rey Roy. Kenapa pada suka kali dah sama nama yang kayak gini?🗿
☬Wil-kun
yang sabar toh Ai-chan
Yoru
keren kak
Sun🌻
bagus
Ntah
waduh mnyedihkan syekalii nasibmu ai🤧
Azzkayy
Hmm, Kak Miku, pada dasarnya aku gak terlalu suka cerita berlatar Jepang. Tapi... kok yang ini nagih, ya😅😅🤭
Azzkayy
Eh, Kak Miku, udah diperkosa kah?🥺
Azzkayy: Haha, sama-sama lah, Kak. Toh, penulis pemula harus banyak belajar 🤭
total 8 replies
Azzkayy
Salam manis Kak Miku
Nadinta: aaaaa maaacii
total 1 replies
Azzkayy
Semangat kaak🥰
Ngeri deh, punya emak gitu🙃
Ahmad Chris Sevin
kerrn
bagus kak. voleh tau cara edit covernya gimana?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!