Darah dibalas dengan darah begitupun nyawa dibalas dengan nyawa dan rasa sakit dibalas dengan rasa sakit.
Tak ada kata kasihan pada diri Lea Meowni,dendam yang ada pada dirinya sudah menutup mata dan hatinya untuk menerima kalau musuhnya adalah papa kandungnya sendiri.
Bagi Lea Meowni atau biasa dipanggil Meow, Air mata mamanya adalah kesakitan untuknya,siapapun yang menyakiti mamanya akan habis ditangannya termasuk papanya sendiri.
Banyak nyawa yang sudah melayang ditangan seorang Lea Meowni tapi siapa sangka demi membalaskan dendam kepada sang papa dia bisa berpura-pura menjadi cewek polos nan lugu.
Lea bertemu dengan CEO kulkas 99999999 pintu yang sangat dingin dan mau menjadi pacar bohongan dari pria itu untuk memperlancar rencananya menghancurkan papanya.
Cinta yang dulu hanya sebuah bohongan kini tumbuh nyata dihati seorang CEO KULKAS.
Bagaimana kisah mereka?
MARKICA( Mari kita baca)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MENGIKUTI
Fano,Reza dan Aril masih berada dicafe sebelah Club menunggu Lea dan Jebi keluar.
"Fan kita mau sampai kapan disini?"Reza sudah mulai bosan dengan acara tunggu menunggu ini.
"Iya ni kita udah 1 jam disini,gue aja udah abis 2 gelas jus."
"Kalau kalian mau pergi gpp,gue bakal nunggu sampai Lea keluar,gue mau tau dia itu siapa sebenernya."
"Gue penasaran juga si sebenernya."
"Yaudahlah Za kita ikut nunggu aja siapa tau bentar lagi keluar."
.....
Didalam club
"Kalian jaga club jangan sampai ada yang masuk dan jangan dibuka tanpa seizin gue."
"Ok siap Meow." Sosok malaikat pencabut nyawa yang tersemat pada diri Taka seketika hilang setelah bertemu Lea.
"Kalau kalian mau ambil minumann disini ambil aja tapi jangan buka club buat orang luar.
"Beneran Meow?"
"Ngapain juga gue bohong."
"Gue gak dikasih Meow,jahat lo." Jebi merasa cemburu karna Taka mendapat minum gratis sedangkan dia tidak.
"Lo tinggal ambil aja pakai segala minta dikasih coba,toh ini semua punya gue."
Jebi hanya bisa nyengir mendengar perkataan Lea. Sedangkan Taka yang tak tau apa-apa tentang Lea yang sudah membeli club ini cuma bisa bengong.
"Gak usah bingung gitu,gue udah beli club ini dan club ini udah resmi punya gue jadi lo sekarang kerja buat gue dan hanya kalian pekerja disini yang gue pertahanin, yang lain gue pecat."
Taka melongo mendengar Lea yang sudah membeli club itu karna yang dia tau Lea bukan orang kaya,meskipun dia seorang mafia tapi Lea tak pernah merampas,merampok atau mencuri yang bukan haknya.
"2 hari lagi gue kesini, tempat ini harus bersih semua,kalau sampai ni tempat masih berbentu kaya Club gue bunuh lo." Lea menatap Taka tajam membuat badan taka kaku bahkan untuk sekedar membuka mulut saja rasanya susah sekali.
"Jebi ayo pergi,lo udah banyak minum." Lea merampas botol minuman yang sedang dipeganng Jebi.
"Dikit lagi Meow." Jebi berusaha mengambil botol itu dari tangan Leaa.
"Gue aduin abang lo tau rasa lo."
"Eh iya-iya jangan." Zoe memang sangat melarang Jebi mabok,dia boleh minum tapi jangan sampai teler,sekali ketahuan sampai mabok,Zoe gak segan-segan mencambuk Jebi sempai badannya merah semua,terakhir Jebi dicambuk 100x.
"Yaudah yok pergi,kita masih punya mainan lain." Seringai khas mafia muncul membuat Jebi terbakar semangat.
"Gas kuy,gak sabar gue mau lihat dia hancur."
"Kuy lah."
Lea,Jebi dan semua anak Beyond keluar dengan posisi Jebi yang merangkul Lea.
"Bos,kita jadi pesuruhnya Meow beneran ini?"tanya salah satu anak buah Taka.
"Yang penting nyawa kita selamat,kalian tau gimana Meow,bukan hanya kita yang bakal dia bunuh tapi juga keluarga kita,gue emang gak punya keluarga tapi kalian masih punya keluarga,jadi turutin aja kemauan dia,toh kita dapet minuman gratis juga kan." pandangan Taka nanar,bayangan kepedihan,kekejaman ayahnya dan ketidaksengajaan dia membunuh mamanya semua terlintas dipikirannya.
"Bos masih punya kita,kita keluarga bos."
"Udah yok beresin ni tempat."
*Diatas langit masih ada langit begitupun dalam dunia ini,di atas Beyond ada Tarex dan diatas Tarex masih ada Meow si kucing pencabut nyawa*
Lea keluar Club masih dengan dirangkul Jebi,Fano yang melihat itu langaung panas dan bertanya didalam hatinya.
'Apa hubungan mereka berdua sebenernya?'
"Ikutin gak Fan?"
Bukannya menjawab,Fano malah ngeloyor pergi tanpa berkata apapun.
"Astaga tu orang bener-bener ya kalau bukan sahabat udah gue pites asli."
"Udah Ril ngomelnya ntar,ayo pergi dulu."
Reza menaruh uang dimeja lalu berteriak seperti biasa.
"Lama banget si kalian,untung mereka belum jalan."
"Ya kan kita harus bayar dulu segala gak main kabur aja."
"Eh udah debatnya itu mereka udah jalan."Aril menepuk pundak Fano untuk menyuruhnya jalan.
Lea pergi kesebuah kantor yang sudah tak asing lagi buat Fano dan temannya.
"Ngapain Lea kekantornya Aiden?"
"Bentar siapa? Aiden siapa?"
"Lah Fan lo amnesia apa gimana,Gir Compani itukan punya Aiden,masa iya lo gak kenal siapa Aiden."
"Bukannya punya pak Hendri Jaelo ya?"
"Aiden itu anaknya dan kantor ini sudah pindah atas nama Aiden sekitar 6 bulan lalu."
"Kita juga dateng keacara peresmiannya waktu itu."
"Gue lupa,tapi mau ngapain Lea dateng kesini?"
"Lo nanya sama kita terus kita nannya sama siapa."
"Kita mau masuk apa nunggu disini?"
"Kalau masuk mau alasan apa?" tanya Fano
"Bilang aja ada janji sama Aiden,pasti dikasih lah,orang sini tau kita siapa juga kok."
"Tumben lo pinter Ril." Fano menoyor kepala Aril sambil tertawa.
"Pinter si pinter tapi masa ditoyor Fan." Aril memanyunkan bibirnya persis anak prawan lagi ngambek.
"Udah yok masuk ah keburu Kita kehilangan jejak Lea."
....
DIDALAM KANTOR.
Lea dan Jebi sudah berada di ruangan Aiden,duduk berhadapan dengan dihiasi senyum diwajah Aiden.
"Suatu kehormatan ibu Lea berkenan mengunjungi kantor saya."
"Saya langsung keintinya saja pak,saya gak mau bertele-tele."tatapan datar Lea membuat Aiden bertanya ada masalah apa sampai membawa Lea datang kekantornya?
"Ada masalah apa bu?"
"Saya mau bapak pecat karyawan bapak yang bernama Obi,dia manager keuangan disini?"
"Memang kenapa saya harus memecat dia bu? kerjaan dia selama ini juga bagus."
Jebi menaruh sebuah map,map yang berisi foto kecurangan Obi bahkan rekapan keuangan kantor itu.
'Bu Lea punya rekapan keuangan kantor gue dari mana?'Batin Aiden
"Gak usah tanya saya tau rekapan kantor bapak dari mana,kalau bapak tau saya siapa harusnya bapak gak heran kalau saya bisa tau rekapan keuangan kantor bapak bukan."
'Gue lupa kalau dia ini mafia yang pastinya bisa dengan mudah dia dapetin ini semua."batin Aiden lagi.
"bapak mau pecat dia atau saya tarik semua donasi dan saham saya disini?"
Sudah 1 tahun ini Lea menjadi pemegang saham terbesar dan dia juga donatur dikantor itu,tak lupa Lea juga pernah menyuntikkan dana kekantor Gir yang membuat kantor itu bangkit dari ancaman kebangkrutan.
Badan Aiden menegang,matanya melotot mendengar ucapan Lea,badannya bergetar,tak ada pilihan lain selain memecat Obi yang sudah ketahuan korupsi juga.
Tanpa menjawab,Aiden langsung menelfon Obi dan memecatnya.
"Kalau kamu mau protes silahkan datang keruangan Saya." ucap Aiden lalu mematikan telfon sepihak.
Tak berselang lama Obi datang keruangan Aiden dan kaget melihat Lea dan Jebi berada diruangan itu juga.
'Ini cewek yang kemaren mau gue tidurin gak jadi kan,gara-gara dia gue jadi babak belur dipukulin siapa itu.'
Obi tak tau siapa Lea bahkan dia tak tau kalau Lea adalah pemegang saham terbesar dikantor itu.
"Pak salah saya apa sampai bapak memecat saya?"
Aiden melempar map yang diberikan Lea kearah Obi.
"Baca itu."teriak Aiden dan Obi langsung mengambil map lalu membacanya.
'Dari mana pak Aiden tau gue korupsi.'
"kenapa kamu diam? mulai sekarang jangan pernah datang kekantor saya lagi,bereskan barangmu sekarang." Aiden berbicara dengan nada agak tinggi.
Obi yang malu dan mengakui kebenaran dari apa yang ada di map itu hanya bisa berbalik dan pergi dengan menundukkan kepala.
"Kalau gitu saya permisi,urusan saya sudah selesai."
Lea berdiri lalu berjabat tangan dengan Aiden.
"Terima kasih bu,berkat ibu saya jadi tau kalau dia korupsi.
"Lain kali lebih teliti lagi pak."
Tanpa basa-basi lagi Lea keluar dari ruangan Aiden membuat Fano dan kedua temannya gelagaban mencari tempat sembunyi.
Lea berlalu melewati Fano yang membelakangi dirinya.
"Astaga kaget gue tiba-tiba keluar aja tu orang." Aril menghela nafas lega setelah Lea pergi.
"Tadi mereka ngomongin apa ya?"
"Kitakan sampai sini bareng Fan,manalah kita tau."
Fano dan temannya sampai setelah obi masuk ruangan Aiden jadi mereka tak mendengar percakapan Lea dengan Aiden.
"Udah ayo ikutin lagi." Reza menarik kedua sahabatnya yang masih berdiri diposisinya padahal Lea sudah jauh.
Sesaat setelah mereka bertiga sampai dimobil terdengar deringan hp.
"Hp siapa yang bunyi."
"Hp gue." Fano menunjuk hp nya dan mengangkat telfon dari sang papa.
"Halo pa kenapa?"
"Kamu dimana? acara sudah mau mulai ini."
"Oh iya Fano lupa,ok Fano kesana sekarang."
"Cepetan."
"Iya pa iya."Fano langsung mematikan telfon tanpa menunggu jawaban papanya lagi.
"Kenapa Fan?"
"Gue ada acara pertemuan para pemegang saham perusahaan Crombus."
"Lah gue juga lupa,kalau itu gue juga diundang."Ucap Reza yang sekarang ikut panik.
"Gue juga diundang kesana." ucap Aril.
"Yaudah ngikutin Leanya kita tunda dulu toh dia udah kemana kita juga gak tau,kita dateng keacara itu dulu."Ucap Fano sambil.menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Untung kita masih pakai baju kerja,kalau gak ribet segala pulang ganti baju."
"Iya bener,katanya pemegang saham terbesar bakal dateng juga ya."
"Iya katanya si gitu."
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sekitar 30 menit mereka sampai dikantor CROMBUS .
Mereka masuk dan berlari keruang meeting yang terletak dilantai 5 gedung pencakar langit itu.
"Untung kalian tepat waktu,pemegang saham terbesar belum datang." Bisik Rendra pada Fano tapi masih bisa didengan Reza dan Aril yang duduk brrsebelahan dengan mereka.
"perwakilan dari perusahaan CAT GROUP sudah datang."
Saat orang yang menjadi perwakilan Cat group itu masuk ruangan,expresi muka Rendra,Fano,Reza dan Aril berubah 😱😱😱
....
BERSAMBUNG
tapi jangan pakai saya kamu kesannya kaku
saran aja sich✌️