NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Keyra

Takdir Cinta Keyra

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:345.4k
Nilai: 5
Nama Author: ZiOzil

Karena sebuah kesalahan, Keyra terpaksa harus menikah dengan teman sekolahnya yang sombong.

Bagaimana perjalanan hidup Keyra?
Yuk baca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ZiOzil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Pagi ini, Very sedang sarapan bersama keluarganya termasuk juga Keyra. Tiba-tiba Widya bersuara dan bertanya dengan wajah sumringah.

"Ken, bagaiamana? Kau jadi mendaftar kuliah ke Stanford University?" Tanya Widya.

"Jadi, Ma." Jawab Ken sembari melirik Keyra yang terlihat fokus pada sarapannya, gadis itu tak merespon walau sebenarnya dia terkejut mendengar ucapan Widya.

"Kenapa harus kesana? Disini juga banyak universitas bagus." Very membalas ucapan istrinya.

"Pa, apa salahnya sih kalau anak kita mendapatkan pendidikan yang lebih baik dan bergengsi? Anak-anak teman Mama juga pada kuliah ke luar negeri, masa anak kita tidak." Widya berbicara dengan angkuh.

"Baiklah! Kalau memang Ken mau melanjutkan pendidikannya di Amerika, Keyra harus ikut. Dia juga akan kuliah di universitas yang sama dengan Ken." Very memutuskan dengan tegas.

"Tidak bisa begitu dong, Pa! Ken kesana itu ingin belajar dan mengejar cita-citanya, kalau dia membawa gadis ini, yang ada dia malah menyusahkan Ken." Widya protes.

"Terserah. Ken pergi bersama Keyra atau tidak pergi sama sekali! Papa berangkat dulu." Ucap Very santai sambil melangkah meninggalkan meja makan dan Widya yang sedang dipenuhi emosi.

Sementara Ken dan Keyra hanya diam memandangi kedua orang tua itu.

"Ini semua gara-gara kau! Dasar gadis kampung pembawa sial!" Widya menghampiri Keyra dan menarik rambutnya lalu menyeret gadis itu.

"Aaw ... Nyonya lepaskan! Sakit!" Keyra memekik sambil memegangi rambutnya yang dijambak oleh Widya.

Ken yang melihat adegan itu segera beranjak dan mengejar mereka.

"Ma, jangan! Lepaskan dia!" Pinta Ken.

"Kenapa kau membelanya?" Widya menatap tajam putranya itu.

Ken terdiam, dia tak tau harus memberikan alasan apa. Ken takut sang Mama tahu jika dia mulai bersimpati kepada gadis itu.

Widya pun kembali menyeret Keyra menuju pintu utama.

"Ma ...!!!" Ken mengejar mereka.

Setelah diambang pintu, Widya mendorong Keyra keluar rumah sehingga gadis itu tersungkur dan lututnya terluka karena membentur sudut lantai teras.

"Kau tidak pantas ada di rumah ini! Pergi kau dari sini! Kau hanya penghancur masa depan putraku, dasar gadis murahan! Tidak tahu malu!" Widya menghujat Keyra sesuka hatinya.

"Cukup Ma!!!" Ken berusaha menghentikan Widya.

"Kau apa-apaan sih?" Widya memelototi Ken.

"Mama tidak malu jika ada tetangga yang melihat perbuatan Mama ini? Mama akan menjadi bahan pergunjingan."

Widya celingukan mencari apakah ada tetangga yang melihat perbuatannya, "Kau benar juga! Mama tidak ingin dicap jelek karena gadis sialan ini!"

Widya pun melenggang pergi dengan angkuh meninggalkan Ken dan Keyra di teras.

Keyra hanya terdiam dan menangis, dia tak sanggup lagi untuk mengatakan apapun. Sakit hati dan rasa sedihnya terlalu besar hingga membuat kakinya lemas dan sulit untuk berdiri.

Untuk pertama kalinya Ken merasa begitu iba melihat Keyra diperlakukan kasar oleh Mamanya. Bocah itu melangkah mendekati Keyra yang masih terduduk di lantai teras.

"Berdirilah!" Pinta Ken sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Keyra.

Sikap Ken itu sontak membuat Keyra mengangkat kepalanya dan memandang heran, Ken yang biasanya dingin dan tak perduli kepada gadis itu, hari ini mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Sungguh Fenomen yang sangat langka.

"Ayo!" Ken kembali bersuara.

Keyra menyambut uluran tangan Ken dan berdiri dengan susah payah karena lututnya terluka akibat membentur sudut lantai teras.

"Terimakasih." Ucap Keyra canggung.

"Mari masuk!" Pinta Ken yang sudah melepas tangannya dari tangan Keyra.

"Tapi Mamamu sudah mengusirku. Aku akan pergi." Bantah Keyra.

"Kau tidak akan kemana-mana. Kau akan tetap disini."

"Tapi ..."

"Jangan membantah suamimu! Cepat masuk!" Ucap Ken tegas dan benar-benar membuat Keyra terkejut dengan ucapannya itu.

Dia mengaku sebagai suamiku. Tumben sekali! Dia kesambet setan mana?"

Keyra akhirnya melangkah masuk mengikuti Ken, gadis itu hanya tertunduk takut di belakang Ken.

Widya yang melihat Ken membawa Keyra kembali, seketika marah. Wanita itu berjalan mendekati keduanya.

"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa gadis sialan ini masuk?" Widya menatap tajam putranya itu.

"Ma, jangan bertindak gegabah. Kalau Papa tahu apa yang Mama lakukan ini, Mama pasti akan mendapat masalah." Ken memperingati Mamanya itu.

"Tapi Mama benar-benar sudah tidak tahan melihatnya di rumah ini." Widya memandang Keyra yang tertunduk di belakang Ken dengan penuh kebencian.

"Sudahlah, Ma. Jangan perduli kan dia, kalau Mama marah-marah terus, perawatan wajah Mama akan sia-sia."

"Kau benar juga. Daripada Mama mual karena melihatnya, lebih baik Mama pergi ke salon." Ucap Widya sambil melangkah pergi dengan gaya angkuhnya.

"Nah ... itu lebih baik, Ma." Balas Ken sambil memandang pundak Widya yang menjauh.

"Kau duduk disini!" Ken beralih ke Keyra dan memerintah nya untuk duduk di sofa.

"Mau apa?" Tanya Keyra bingung. Tapi Ken tak menjawab, bocah itu hanya berjalan ke dapur lalu kembali lagi dengan membawa kotak P3K.

Ken kemudian berjongkok di hadapan Keyra lalu mulai membersihkan luka di lututnya dengan alkohol, gadis itu meringis kesakitan dan Ken meniup luka itu agar perihnya berkurang lalu mengoleskan obat.

Keyra benar-benar heran melihat sikap Ken hari ini, dia seperti berubah menjadi orang lain.

"Sudah! Sebaiknya kau jangan banyak berjalan agar lukanya cepat membaik." Ken menasihati Keyra sambil merapikan kotak P3K.

"Tapi aku tidak mungkin berdiam diri, Mamamu pasti marah."

"Kau ternyata suka sekali membantahku." Ken yang sudah berdiri dihadapan Keyra menatap tajam gadis itu.

"Tidak ... bukan begitu." Keyra takut sekaligus gugup.

"Ayo, aku antar ke kamar!"

"Tidak usah! Aku bisa sendiri kok!" Lagi-lagi Keyra membantah, membuat Ken kesal jadinya.

"Jangan membantahku!" Ken meninggikan suaranya, Keyra yang takut segera berdiri sambil meringis sakit.

Namun tanpa basa-basi, Ken mengangkat gadis itu dan menggendongnya sambil menaiki anak tangga menuju kamar.

"Hey ... turunkan aku!" Keyra memberontak.

"Diamlah!! Dan jangan bergerak! Kau berat, nanti kita bisa terjatuh."

Keyra akhirnya pasrah, dia benar-benar tak habis pikir dengan sikap suaminya yang mendadak berubah hari ini.

***

Ken mendudukkan Keyra di atas ranjangnya dengan hati-hati, jarak wajah mereka sangat dekat saat Ken membungkuk, bahkan mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing. Keyra sangat gugup, dia bingung dengan semua terjadi.

"Ke ... kenapa disini?" Keyra berbicara dengan gugup.

"Jadi dimana? Kau mau aku letakkan di kandang macan?" Tanya Ken ketus sambil duduk di tepi ranjang.

"Bukan begitu! Maksudnya kenapa tidak di sofa saja? Bukankah kau melarang aku tidur di atas ranjang mu?"

"Kau lupa ya? Kemarin kau sudah tidur semalaman di atas ranjang ku, berarti larangannya sudah tidak berlaku lagi." Jawab Ken asal.

"Tapi aku lebih suka di sofa saja." Keyra berusaha turun dari ranjang dan Ken menahannya.

"Mulai sekarang, kau tidur di ranjang ini." Ken berbicara dengan tegas.

"Kenapa begitu?" Keyra menautkan alisnya.

"Karena kau istriku!" Jawab Ken cepat sambil merapatkan giginya. Bahkan Keyra tak begitu jelas mendengarnya.

"Haaa ... kau bilang apa?" Tanya Keyra bingung.

"Sudah lupakan! Turuti saja kata-kataku!" Ucap Ken.

"Aku tidak mau menuruti sesuatu yang tidak jelas tujuannya! Sebelumnya kau melarangku tidur disini tapi sekarang mendadak kau memintaku untuk tidur di ranjang ini. Aku jadi curiga, kau merencanakan sesuatu." Keyra menuduh Ken dan memandangnya penuh curiga. Membuat bocah itu kesal.

"Kau cerewet sekali sih? Kalau kau tidak berhenti bicara dan terus membantahku, aku akan membungkam mulutmu itu." Ancam Ken.

"Kau pikir aku takut dengan ancaman mu itu? Kau tidak bisa melarangku berhenti berbicara, aku ... emmpp ..." Keyra tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi karena Ken sudah lebih dulu membungkam mulut gadis itu dengan mulutnya. Keyra terkejut bukan main, dia berusaha mendorong Ken, tapi bocah itu semakin menekan leher belakangnya sehingga dia tak bisa melepaskan tautan bibir mereka.

***

1
hersita maharani
makasih author ❤️❤️❤️❤️🙏🙏😘😘😘
Hafijah Ramadani
bukan mantan suami x ya.. tp status msh suami
Mimin Tarmini
Luar biasa
Tut Eny
lanjut
Naylatul Maufiroh
😢😢😭😭😭😭
Shaqila Dwi
mampir Thor
Meldis dirma
mertua😠😠😠
lio one
nyesek banget.. 😢😢 good thor 👍👍
Dhizi
rara pasti anaknya ken...
Riska Wulandari
lah d bab sebelumnya katanya udah cerai thor??
Riska Wulandari
Keyra sakit apa??
knp Keyra g sama Rendy aja thor kan udah cerai dari Ken..
Riska Wulandari
jangan sampai rencanamu jadi bumerang Key..
Riska Wulandari
beneran udah cerai??kalo gini sih aku seneng..🤭
sama Rendi aja Key..
Riska Wulandari
habis itu amnesia..🥴
Riska Wulandari
Keyra bego,,mumpung lagi berdua ajak duel napa,,pasti nyonya tua itu g bakal menang juga terus cemplungin ke jurang..
Riska Wulandari
200 juta??ya kurang lah..enak aja kalo 200 M baru pikir2,,katanya horrrang kaya...
Riska Wulandari
ah cieeee..Ken udah g perjaka lagi ni yeee..🤭🤭🤣🤣🤣
Riska Wulandari
d jadiin pembantu jangan lupa minta gaji Key jangan cuma nangisss doang...
Riska Wulandari
orang g ngapa2 in d paksa kawin..tanggung jawab juga belum ngerti akhirnya saling nyakitin..
Riska Wulandari
duduk permasalahannya g d lurusin dulu main kawin aja si bapak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!