Aisyah adalah seorang gadis yang pernah kecewa, pernah terluka, bertemu dengan seseorang pria tampan bernama Azzam kaya raya yang begitu mencintainya .
melalu proses ta'aruf mereka akhirnya menikah . Azzam selalu meletakkan kebahagiaan Aisyah di atas kebahagiaannya . cobaan silih berganti menerpa biduk rumah tangga mereka .
Mampukan mereka bertahan ?
Yuk kita ikuti alur ceritanya. !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Hasnayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16 Galau
Tidak terasa jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam .mereka menyuruh Aisyah untuk segera beristirahat agar kondisinya benar -benar pulih , Aisyah menurut saja , sedang yang lain masih lanjut ngobrol .
Keesokan harinya seperti biasa Bu Yani sudah sibuk di dapur bersama anak sulungnya Anisa menyiapkan sarapan untuk semuanya , Aisyah pun tidak ketinggalan, dia dapat tugas membuat minuman pagi itu .
Kini hidangan sudah tersedia di meja makan , nasi goreng menjadi menu istimewa pagi itu . Menu yang sangat di sukai ketiga anaknya sejak kecil . Bagi mereka tidak ada yang bisa mengalahkan kelezatan masakan ibu mereka .
Setelah sarapan Ahmad pun pamit , karena sudah di jemput rekan kerjanya , mereka akan keluar kota selama 2 hari .
Anisa dan Aisyah membereskan meja makan , mencuci piring dan gelas yang kotor , Bu Yani masih duduk di kursinya , sebab kedua anaknya memintanya untuk duduk saja .
Begitu semuanya sudah beres, ketiga perempuan itu lalu menyusul Pak Sulaiman dan Farhan yang sudah berada di ruang tengah . Tampak Pak Sulaiman sedang asik bermain dengan cucu -cucunya .
"Gimana ,my, berangkat sekarang kah ? "tanya Farhan pada istrinya
Dijawab Anisa dengan mengangguk . Mata Anisa tampak berkaca -kaca .
"Mba inah , barang anak -anak sudah di bawa semua ? " tanya Anisa
"Sudah bu " jawab mba Inah
Anisa lalu memeluk kedua orang tuanya bergantian , air matanya tidak bisa dibendung lagi, suasana sedihnya perpisahan menyelimuti semuanya pagi itu ,
Dengan suara seraknya Anisa mengingatkan kedua orang tuanya untuk selalu menjaga kesehatan , dan kalau ada apa -apa segera menghubunginya. begitu juga pada adiknya Aisyah , mereka saling berpelukan . Dan mengantar Anisa sampai masuk kemobilnya .
"Hati -hati di jalan " pesan Pas Sulaiman saat memeluk menantunya .
" Kalau sudah sampai kabari ibu " tambah Bu Yani .
"Iya , bu " jawab Farhan lalu ikut masuk ke dalam mobil
Perlahan mobil mereka bergerak , Mereka saling melambaikan tangan .
Setelah mobil Anisa sudah lenyap dari pandangan , ketiganya pun kembali masuk ke dalam rumah .
Rumah yang tadi ramai ,kini sepi kembali . Untuk menghibur hati Pak Sulaimam dan Bu Yani pergi ke kebun mereka yang berada di belakang rumah . Sedangkan Aisyah masuk ke kamarnya .
***
Azzam pergi ke kantor dengan rasa hatu tak menentu , biasanya dia selalu ceria menyapa karyawan -karyawannya , tapi pagi itu tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya , dia langsung masuk ke ruangannya , tanpa menjawab sapaan dari karyawannya .
Azzam dikenal sebagai bos yang baik , berwibawa , sikapnya pagi itu membuat para karyawannya bertanya - tanya , apa yang telah terjadi pada bos tampan mereka itu .
Sikap Aisyah yang menurutnya sangat dingin padanya cukup membuatnya tidak bisa tidur dan membuat moodnya tidak stabil .
"Fokus Azzam , apapun keputusan Aisyah kamu harus ikhlas " Azzam bicara sendiri .
Ririn yang sudah berada di depannya tertawa geli melihat tingkah bosnya .
Menyadari Ririn berada di depannya ,Azzam berusaha bersikap tenang . Ririn yang sudah tau dari awal kisah cinta bosnya cukup mengerti apa yang di rasakan bosnya saat itu . Dia pun berharap bosnya berjodoh dengan perempuan yang sudah membuat bosnya berubah seperti sekarang .
"Sabar pak , Insya Alah kalau jodoh Allah pasti mempermudahkan semuanya " hibur Ririn lalu menyerahkan beberapa berkas yang harus di tanda tangai bosnya .
"Kosongkan semua jadwal saya hari ini "
"Siap "
"Rin menurut kamu , Apa Aisyah akan menerima saya ? "
"Kalau saya jadi dia , saya gak akan menolak pak " jawab Ririn meledek bosnya
"itu kamu , tapi sikapnya dingin sekali sama saya ? "
"hhmmm, ,,biasa itu pak , mungkin itu salah satu cara dia menguji anda " lalu duduk di kursi depan meja bosnya
"Maksudnya ?"
"Bisa jadi mba Aisyah sedang ngetes anda , sebaiknya jangan pikirkan sifat dinginnya , pikirkan gimana sifat dingin itu bisa menjadi hangat " kata Ririn dengan gaya lebaynya membuat Azzam tersenyum .
"Yeee..dikasih tau malah senyum -senyum " tegur Ririn .
"Oke..trus menurut kamu saya harus gimana ? "
"Kalau menurut pengamatan saya , mba Aisyah itu orangnya simpel , gak terlalu gimana -gimana gitu , pembawaanya tenang , adem aja gitu liatnya , cocok deh sama bos " tutur Ririn
" intinya bos harus tenang , kontrol emosi ,
Jangan uring -uringan begini , saya aja enek liatnya " kat Ririn lalu bangun dari duduknya mengambil berkas di depan Azzam
"Apa kamu bilang ? "
"Bercanda bos " Ririn berjalan menuju pintu .
" Semangat " tambahnya lagi dan menghilang di balik pintu
Azzam mulai memikirkan apa yang di katakan sekretarianya . Apa yang dia katakan ada benarnya .
Kemudian dia membuka laci mejanya mengambil Al-quran kecil dan mulai melantunkan ayat demi ayat agar suasananhatinya tenang sambil menunggu waktu yang telah dia sepakati bersama Aisyah .
Ditempat lain tepatnya di kamar Aisyah. Tamoak Aisyah sedang termenung menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 10.00 sambil memeluk bantal gulingnya .
Dering ponsel menyadarkannya dari lamunannya , Aisyah segera menjawab panggilan telpon dari Ayu
"Asalamualaikum "
"Waalaikumsalam"
"Beb, Aku sma Putri otw ni , Mala katanya nyusul " kata Ayu
"Iya , hati -hati ya "
"Ada apa sich , kita tiba -tiba di suruh ngumpul "
"Masa aku kasih tau lewat telpon ? "
"Oke deh "
Sambungan telepon terputus .
Tiga puluh menit berlalu , namun mereka belum juga muncul , membuat Aisyah mulai gelisah .
Bu Yani yang melihat Aisyah mondar mandir di teras lalu mendekatinya .
"Nungguin siapa ?" tegur Bu Yani
"Ayu sama Putri bu , udah setengah jam belum dateng -dateng "
"Macet kali , coba di telpon dulu " kata Bu Yani
Aisyah lalu menelpon Ayu
"Dimana ? " tanya Aisyah ketika telpon tersambung .
"Macet , beb ,tenang, bentar lgi nyampe koq , "jawab Ayu
Lima menit kemudian sebuah mobil berwarna merah parkir didepan rumah Aisyah , tampak keluar 2 orang gadis cantik , mereka adalah Ayu dan Putri .
Lalu muncul seorang ojol yang tampak sedang membonceng seorang gadis , Dan Gadis itu adalah Mala .
"Baru nyampe juga ?" tegur Mala pada Ayu dan Putri
"Macet "
"Motormu mana ?"Tanya Ayu
"Masih di bengkel " jawab Mala
Begitulah mereka , walaupun masing -masing punya kesibukan , mereka selalu berusaha menyempatkan diri ketika salah satu sahabat mereka membutuhkan kehadiran mereka .
"Ayo masuk ! Ajak Bu Yani kepada sahabat anaknya yang baru tiba
Seperti biasa keempat gadis itu langsung menuju kamar Aisyah , sementara Bu Yani pergi ke dapur untuk mengambil minuman dan snack untuk mereka .
"Ini minumnya , kue nya di cicipi juga " kata Bu Yani
"Ya ampun , gak usah repot -repot bu , " jawab Mala
"Gak repot , ibu cuma bawakan aja , Aisyah yang sudah siapakan , Ya Udah ibu keluar dulu ya ! "
"Iya bu " jawab mereka serempak .
Mereka berempat duduk selonjuran dilantai sambil menikmati minuman dan snack yang di suguhkan Bu Yani tadi .
"Sebenarnya , ada apa sich kita di suruh ngumpul disini " tanya Mala membuka pembicaraan .
"Iya,, jadi penasaran " tambah Ayu
"Sorry , ya , merepotkan kalian " Jawab Aisyah
"Gak papa " balaa Putri
Aisyah tersenyum pada mereka , lalu mengeluarkan ponselnya , dan memberi kepada ketiga sahabatnya . Ketiganya secara bersamaan mengamati apa yang terlihat di layar ponsel Aisyah
Pada layar ponsel tampak foto seorang lelaki memakai kemeja putih sedang duduk ;di meja kerjanya
"Waaw ,, ganteng sekali" ucap Putri
"Siapa dia is ? " Tanya Ayu
Ketiga menatap Aisyah dengan penuh tanda tanya .
padahal bagus