NovelToon NovelToon
Addicted

Addicted

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arzeerawrites

Raihan, mahasiswa yang sempurna harus berurusan dengan seorang gadis yang memiliki kasta jauh lebih rendah darinya namun berprinsip kuat.

Rena sudah terbiasa disakiti oleh Raihan yang tak lain adalah suaminya. Namun bukan berarti Ia menjadi lemah dan tenggelam dalam kesedihan terus menerus. Ia bisa bangkit dan menjalani kehidupan seperti biasanya.

Saat Rena sibuk dengan dirinya sendiri, Raihan mulai menyadari seberapa penting kehadiran Rena dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Addicted 16

Seharian kemarin Xander berada di kafe untuk memperhatikan Carra bekerja dari mulai dia datang sampai kafe tutup tengah malam.

Carra merasa aneh dengan hal itu. Karena biasanya Xander hanya berada di kafe pagi sampai menjelang siang.

Karena ada Xander, dia bekerja sebaik mungkin. Namun sebelum Carra datang saat sore sesuai shift kerjanya, Xander sudah bertanya pada banyak pegawai yang bekerja di kafe tersebut mengenai etos kerja Carra selama ini. Ia ingin tahu dari banyak mulut apakah benar yang dikatakan Nathalie bahwa Carra seenaknya dalam bekerja.

Semua jawaban yang diberikan oleh mereka sama. Oleh sebab itu Carra dipanggil hari ini. Sudah cukup Ia mengamati, sekarang saatnya Ia memberi teguran.

"Ada apa Tuan memanggil ku?"

"Perbaiki etos kerja mu, Carra. Aku sudah tahu kebiasaan mu selama ini. Kalau kamu masih seenaknya dalam bekerja, terpaksa aku harus menggantikan kepala waitress di sini. Aku tidak akan membiarkan pegawai yang bekerja tidak sungguh-sungguh menjadi pemimpin untuk teman-temannya,"

Carra mengerjap terkejut. Xander tidak seramah biasanya. Wajah Xander datar ketika bicara dengannya. Nada bicara lelaki itu juga tegas tidak ingin dibantah, artinya peringatan itu memang benar-benar harus dipatuhi.

Dan sisi buruk dalam dirinya langsung berpikiran buruk dengan semua pegawai yang bekerja di kafe tersebut. Pasti ada yang melaporkan perihal ini pada Xander. Ia akan mencari tahunya.

"Ba--ba--baik, Tuan."

"Kamu boleh pergi,"

Carra mengangguk pelan, kemudian Ia keluar dari ruangan Xander. Kalau di depan Xander, nyali nya mengkerut. Tapi dengan semua teman-teman sesama waitress dia seperti singa.

Begitu kakinya sampai di luar ruangan Xander, mata Carra menatap Rena yang kebetulan tengah mengambilkan sepotong brownies untuk salah satu pengunjung yang datang.

Mata Carra memandang tajam. Kedua tangan di sisi tubuhnya mengepal erat. Gigi gadis itu bergemelutuk marah. Karena Ia sering menegur Rena dan Ia begitu membenci Rena, Ia yakin Rena lah yang sudah melaporkan dirinya ke Xander. Rena pasti berencana untuk balas dendam padanya.

********

Baretta menyuruh seorang lelaki untuk memata-matai pergerakan Rena selama ini. Ia ingin tahu apakah Rena masih bekerja di kafe. Dan kenapa Rena tidak memenuhi panggilannya agar datang ke rumah bordil dan kembali bekerja di sana setelah sebelumnya dia mengusir Rena.

"Dia sudah menikah, Nyonya."

Kabar tersebut membuat Baretta terkejut. Matanya membulat dan menatap orang suruhannya.

"Kau serius dengan laporan mu?"

"Ya, Nyonya. Dia menikah dengan laki-laki yang masih kuliah, anak dari seorang pengusaha,"

"Wow..." hanya satu kata itu yang menggambarkan betapa terperangah nya Baretta setelah mendengar kabar dari Rena yang sudah lebih dari dua minggu tidak bertemu dengannya.

"Kau boleh pergi," usir Baretta pada lelaki tersebut.

"Pantas saja dia tidak mau lagi bekerja denganku. Rupanya dia sudah memiliki banyak uang. Tapi kenapa juga dia masih bekerja di kafe? apa suaminya tidak memberi uang dengan cukup?"

"Ah intinya dia sudah menikah dengan laki-laki kaya. Artinya dia banyak uang," lanjutnya berpendapat sendiri.

"Kamu benar-benar jalang yang beruntung, Rena. Bisa-bisanya menikah dengan laki-laki keturunan pengusaha. Apa yang kamu gunakan untuk menjerat laki-laki Itu? sialan!"

*******

"Hey Rena!"

Rena sedang menuruni tangga. Ia baru saja memberikan pelayan di kafe lantai atas. Ketika waktunya tepat, situasi sedikit sepi karena semuanya sibuk bekerja, Carra menghampiri Rena di tangga. Dan tanpa aba-aba, Carra mendorong Rena dari anak tangga hingga terjatuh beruntungnya Ia mendorong di anak tangga yang ketiga dari lantai bawah, sehingga Rena terjatuh tidak terlalu tinggi. Namun tetap saja rasa nyeri tak terelakkan.

Ia segera menghampiri Rena kemudian tersenyum miring. "Kamu yang mengadu pada Tuan Xander bagaimana aku bekerja selama ini?" desis gadis itu seraya menunduk, menatap Rena yang terduduk di lantai seraya menahan nyeri di pergelangan kakinya.

"Tidak, aku tidak pernah melaporkan siapapun pada Tuan Xander. Aku fokus bekerja untuk diriku sendiri,"

"Halah omong kosong! mengaku! kamu yang melaporkan keburukanku selama ini pada Tuan Xander 'kan?!"

"Carra, aku bersumpah. Aku tidak melakukan apapun."

Carra tidak percaya, Ia melangkah menjauhi Rena yang masih terduduk di lantai. Karena kafe di bagian atas jarang didatangi oleh pengunjung, jadi tangga pun tidak ramai, sehingga tidak ada yang tahu kalau Carra baru saja mencelakai Rena.

Sebelum benar-benar pergi dari hadapan Rena, Carra menyempatkan diri untuk menarik rambut Rena, barulah dia pergi.

"Arrghh," ringis Rena. Kepalanya sakit, kakinya pun begitu ketika Ia mencoba untuk bangkit.

Rena melangkah ke ruangannya. Dan Nathalie yang melihat langkah terseok sahabatnya pun menghampiri Rena.

"Astaga, Rena. Kenapa dengan kakimu?"

"Aku terjatuh dari tangga tadi," jelasnya yang tentu saja berbohong. Seharusnya dia tidak jatuh tapi karena ulah seseorang, Ia jadi terjatuh.

"Kamu istirahat dulu. Setelah itu pulang saja biar bisa diobati,"

"Iya, nanti aku pulang."

"Jangan nanti, Rena! kakimu bisa terkilir lebih parah kalau tidak segera diobati.

"Kamu duduk dulu, setelah itu langsung pulang. Semua biar aku yang mengurus,"

******

Raihan dan ketiga sahabatnya sedang menghabiskan waktu di kafe. Entah kenapa, Raihan mencari-cari istrinya. Ia penasaran apakah Rena masih bekerja di sini atau tidak karena kemarin dia datang ke kafe, dia tidak menemukan Rena. Ia tidak tahu jam kerja dari gadis itu.

Rena sedang istirahat di ruangan khusus waitress karena kakinya benar-benar terkilir usai terjatuh dari tangga akibat dorongan Carra.

Carra mencari waktu yang tepat untuk memberikan pelajaran pada Rena yang Ia anggap telah melaporkan bagaimana dia bekerja selama ini. Rena sudah menjelaskan bahwa bukan dia yang melaporkan tapi tetap saja Carra tidak percaya. Rena tidak mengatakan bahwa Nathalie lah yang melaporkan. Ia tidak ingin Carra membenci Nathalie.

Raihan menyeruput teh hangat dengan mata yang masih menjelajah. Ketiga sahabatnya tidak ada yang sadar karena mereka sibuk dengan cerobong nya masing-masing seraya berbincang.

Tiba-tiba Ia melihat Rena keluar dari bagian dalam kafe sepertinya Ia dari sebuah ruangan. Rena tidak mengenakan seragam kerjanya, sepertinya gadis itu sudah selesai bekerja.

Karena Nathalie terus memaksanya untuk pulang, akhirnya Rena menuruti nya. Ia keluar dari kafe, dan Ia tidak menyadari bahwa ada seorang laki-laki yang tengah memperhatikan langkahnya yang terseok dengan senyum miring.

Rena pulang dengan kendaraan roda dua nya. Ya, Rena memang memiliki itu tapi kondisi nya cukup memprihatinkan, sering mengalami mogok dan sulit dinyalakan. Ia tidak malu meskipun di area parkir khusus pegawai kafe hanya motor nya yang paling buruk rupa diantara motor teman-temannya.

"Ada apa dengan kakinya? kasihan sekali kamu," batin Raihan dengan senyum miring yang belum juga hilang. Ia senang melihat orang yang selama ini membuat emosi nya melonjak sedang merasa tidak baik-baik saja.

--------

 

Semoga ini gk lama di review nya kaya Nillaku kemaren :( ada pembaca nya 'Nillaku' di sini?

1
pia septiana
bagus 😊😊
Subiyanti Rsn
bagus,cuma kosa katanya kadang ada yg gemana?
Pe_fina
addicted buat dibaca nih😄
Seriani Yap
Up dong
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Up
Up
Seriani Yap
Up
unun muslimah
lanjutkan kk 💪😍
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Lanjut
Seriani Yap
Up lagi thor
Seriani Yap
Semangat trus ya thor
Seriani Yap
Please Up thor
nyimas aisyah
baru Tau Ada orang yg otaknya rusak sprti denrio . Crist hancurkan motor qdenrio masukkan k penjara jangan ganggu dear kasian dear dia jg susah krn denrio
Seriani Yap
Up
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
Seriani Yap
Huh.. Denrio kok ga kapok ya..
Denrio ga seperti rayhan yg sudah bisa cari uang sendiri
Seriani Yap
Semangat
Ahmad Fauzi
kenapa jadi begini seh,ortu jadi ikut campur,Reihan juga mudah emosi seh,moga z opa Christ g ngelakuin hal buruk sama denrio
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!