NovelToon NovelToon
Sang Konglomerat Berlutut di Hadapannya

Sang Konglomerat Berlutut di Hadapannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Asmara / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mutiara Putri

Enam bulan menjadi "burung kenari" konglomerat paling berkuasa di Jakarta, Keira Salim menyelesaikan misinya -- membalas dendam untuk kakaknya yang koma akibat perundungan -- lalu pergi tanpa jejak.
Rayhan Hartono terbangun di apartemen kosong. Cincin berlian merah yang dipesan khusus dari Jerman masih di sakunya. Surat perpisahan Keira hanya berisi satu kalimat: *"Terima kasih. Kita impas."*
Baru saat kehilangan, sang pewaris Hartono Group menyadari -- dia bukan yang menyelamatkan Keira malam itu. Keira-lah yang merancang segalanya sejak awal.
Dan sekarang, pria yang tidak pernah berlutut di hadapan siapa pun... bersedia merangkak ke ujung dunia demi membawanya pulang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Bab 25: Topeng Retak

Lalu ia memindahkan kursor ke dokumen jadwal pemindahan Safira dan mulai mengisi tanggal keberangkatan mereka dari Jakarta diam-diam.

Beberapa hari setelah kunjungan Lilian, serangan balik Vanessa datang seperti racun yang diteteskan ke air bersih.

Pagi itu, Keira baru tiba di HEALER ketika Tari masuk ke ruangannya dengan wajah panas.

"Ci, jangan buka media sosial dulu."

Keira melepas blazer. "Kalau kamu bilang begitu, berarti aku harus buka."

"Aku serius."

"Aku juga."

Tari menggigit bibir, lalu meletakkan tablet di meja. Tagar nama Keira sudah naik di beberapa platform. Foto blur dari rooftop restoran, potongan video drone Bali, dan tangkapan layar Story Rayhan disusun seperti bukti perkara. Di atasnya, akun anonim menulis bahwa Keira adalah pelakor yang merusak hubungan Vanessa Tanujaya dengan pewaris Hartono.

Beberapa akun lain menambahkan "kesaksian" karyawan HEALER.

Katanya dia dipelihara konglomerat.

Di kantor juga dekat banget sama Kevin Widjaja.

Naik cepat karena laki-laki, bukan karena kemampuan.

Tari hampir meledak. "Ini fitnah. Aku tahu beberapa akun itu fans Vanessa."

Keira membaca sampai selesai. Wajahnya tidak berubah.

"Kirim ke legal."

"Ci?"

"Somasi. Pakai pengacara eksternal juga. Semua akun yang menyebut namaku, HEALER, dan Kevin dengan tuduhan tanpa bukti."

Tari mengangguk cepat. "HEALER statement?"

"Siapkan."

Dalam tiga jam, surat somasi resmi dikirim ke akun besar dan portal gosip yang ikut menyebarkan tuduhan. HEALER merilis pernyataan singkat: Keira Salim adalah bagian dari tim fragrance development dengan kontribusi profesional yang terdokumentasi; perusahaan tidak menoleransi pelecehan reputasi terhadap karyawan maupun eksekutifnya.

Kevin menambahkan dari sisi manajemen.

Semua kerja sama dan promosi internal Keira tercatat melalui evaluasi resmi. Tuduhan hubungan personal sebagai dasar karier adalah fitnah.

Pernyataan itu membuat sebagian komentar mundur. Namun kubu Vanessa tidak berhenti. Mereka mengganti kata pelakor dengan perempuan misterius. Mengganti simpanan dengan dekat dengan banyak pria. Racun lama hanya diberi botol baru.

Beberapa akun kecil mulai menghapus unggahan setelah menerima somasi. Beberapa lain mengganti nama akun dan berpura-pura hanya mengutip. Tim legal HEALER mencatat semuanya. Tari membuat spreadsheet tautan, waktu unggah, jumlah share, dan akun yang pertama kali menaikkan tagar.

"Ci, ini seperti perang."

"Bukan seperti. Memang perang."

"Tapi Ci tenang sekali."

Keira menatap daftar akun yang berputar di layar. "Kalau kita panik, mereka dapat tontonan gratis."

Menjelang sore, lingkaran sosialita mulai ikut bergerak.

Satu Instagram Story dari seorang konglomerat muda muncul.

Setahu gue Vanessa yang ngejar Rayhan dari dulu. Rayhan tidak pernah bilang dia pacarnya.

Story lain menyusul.

Makan malam itu acara keluarga besar, bukan date.

Lalu satu tangkapan layar chat lama bocor dari grup sosialita: Vanessa pernah meminta seseorang memastikan Rayhan duduk di sebelahnya saat acara amal. Dalam chat itu, Vanessa menulis bahwa kamera harus menangkap mereka dari sudut yang terlihat intim.

Opini publik mulai berubah arah.

Tari membaca layar dengan mata berbinar. "Ci, mereka saling buka kartu sendiri."

"Karena mereka semua ingin terlihat paling tahu."

"Ci tidak mau balas?"

Keira menutup tablet. "Sudah."

Balasan Keira tidak pernah datang dari akun pribadinya. Ia tidak perlu berdiri di tengah pasar sambil berteriak bahwa dirinya bersih. Orang-orang seperti Vanessa hidup dari panggung. Maka panggung itu yang harus dibuat retak.

Di folder terenkripsi, Keira memilih foto-foto yang cukup membantah citra palsu tanpa menyeret orang yang tidak perlu. Wajah beberapa pria ia buramkan. Nama klub ia biarkan. Tanggal ia biarkan. Lokasi ia biarkan.

Fakta yang dingin lebih sulit disangkal daripada makian.

Malam itu, sebuah akun anonim mengunggah foto-foto lama Vanessa. Bukan foto vulgar, tetapi cukup untuk merusak citra suci yang selama ini dijaga keluarga Tanujaya: Vanessa remaja berciuman dengan pria asing di ruang privat sebuah klub luar negeri, Vanessa mabuk di sofa VIP, Vanessa bergandengan dengan pria berbeda di luar hotel saat masih memasarkan diri sebagai gadis baik-baik dari keluarga besar.

Tidak ada narasi kasar. Hanya tanggal, lokasi, dan caption pendek.

Korban atau sutradara citra?

Internet mengerjakan sisanya.

Fans Vanessa panik. Tim PR Vanessa mengeluarkan bantahan bahwa foto-foto itu diambil di luar konteks. Namun masalahnya bukan satu foto. Masalahnya jumlah. Terlalu banyak tempat, terlalu banyak tanggal, terlalu banyak wajah pria yang tidak bisa dijelaskan dengan kata teman.

Di kediaman Hartono Menteng, Lilian duduk di ruang tamu dengan tablet di pangkuan.

Sejak keluar dari rumah sakit, dokter menyuruhnya menghindari stres. Namun bagaimana mungkin ia menghindari stres ketika nama Vanessa, perempuan yang hampir ia dorong ke sisi Rayhan, kini diseret di semua akun gosip?

Lilian membuka satu foto.

Vanessa tertawa di pangkuan seorang pria asing, wajahnya setengah mabuk, rambutnya berantakan. Tidak ada kesalahan hukum besar di sana. Tetapi bagi Lilian, yang selama ini menilai Vanessa sebagai pilihan anggun dan terjaga, foto itu terasa seperti tamparan.

"Perempuan seperti ini..." bisiknya.

Engkong yang duduk tidak jauh menatapnya. "Kamu percaya semua yang di internet?"

"Tidak. Tapi terlalu banyak untuk disebut kebetulan."

Lilian teringat apartemen kecil Keira. Mug retak. Map kerja. Uang tiga miliar yang ditolak. Perempuan itu tidak terlihat seperti seseorang yang mengejar panggung. Vanessa justru hidup dari panggung, lalu menyusun cahaya agar semua orang melihatnya sebagai korban.

Untuk pertama kalinya, Lilian merasa pilihan yang ia banggakan mungkin hanya topeng mahal.

Dan topeng itu mulai pecah.

Ia membuka kontak Vanessa di ponselnya. Beberapa hari lalu, nama itu masih berada di daftar panggilan cepat karena urusan keluarga Tanujaya. Jarinya berhenti sejenak.

Lalu Lilian menghapus kontak itu.

Setelah layar kembali ke daftar kontak, ia duduk diam lama sekali. Untuk pertama kali, bayangan wajah Keira di apartemen kecil itu muncul bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai pembanding.

Di apartemen Keira, Tari hampir meloncat ketika melihat tangkapan layar itu beredar di grup kantor.

"Ci, Bu Lilian unfollow Vanessa!"

"Bagus."

"Ci cuma bilang bagus?"

"Apa harus aku menari?"

"Sedikit boleh."

Keira menutup laptop. Wajahnya tetap tenang, tetapi napasnya sedikit lebih ringan. Ini belum bom utama. Ini baru membuat tanah di bawah kaki Vanessa retak.

Di sisi lain Jakarta, seorang kurir menyerahkan amplop cokelat terakhir ke kantor kampanye Bu Farida Habibie.

Staf Bu Farida menandatangani tanda terima, lalu membawa amplop itu ke ruang kerja.

Di dalamnya ada flash drive, ringkasan kronologi, dan satu catatan singkat tanpa nama pengirim.

Untuk semua anak yang pernah dipaksa diam.

Bu Farida membaca catatan itu dua kali.

Lalu ia memasukkan flash drive ke laptopnya malam itu.

1
kitty ❤
lanjut Thor 😍🔥
kitty ❤
Semangat Thor 😍🔥
kitty ❤
lanjut Thor 🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!