NovelToon NovelToon
Perjuangan Calista

Perjuangan Calista

Status: tamat
Genre:CEO / Selingkuh / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Liburan

Rencana liburan ke Thailand sudah Tama siapkan jauh - jauh hari. Ini adalah hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang ke sebelas tahun. Seumuran dengan umur Liam anak mereka. Dan juga hadiah ulang tahun buat istri tercinta Calista Gunawan.

Penginapan yang di pilih, depannya berhadapan dengan pantai. Rencana Tama akan menyelam bersama kedua jagoannya. Ini sudah direncanakan oleh mereka semalam dirumah. Jadi semua fasilitas dari penginapan sudah dibayar termasuk kesempatan menyelam.

Setelah beres semua barang - barang, Calista menyiapkan makan buat keluarga tercintanya. Daniel sedang menghubungi papanya memberitahukan bahwa mereka sudah tiba di Thailand. Dia juga memperlihatkan suasana dipenginapan dan tidak sengaja, maminya juga ada dalam vidio itu dan di lihat oleh Christian. Air matanya tumpah. Menyesali keselahannya meninggalkan istrinya saat itu. Daniel sedang berada di kantor.

"Have fun ya disana kakak dan adik."

"Oke papa."

"Salam buat papi dan mami kalian."

Semenjak masalah kesehatan terakhir dari Daniel bisa di lewati. Christian sudah berkomitmen bahwa dia akan menghubungi anak - anaknya jika mereka sedang bersama mami mereka adalah melewati Tama suaminya Calista.

Satu minggu digunakan Tama bersama keluarga tercintanya mengeksplor wisata di bangkok dan menikmati kuliner. Menyelam dan berenang pun ada dalam jadwal yang sudah dibuat. Karena Elina masih kecil. Akhirnya Calista mengalah tidak ikut menyelam. Dia memilih berenang bersama Elina anak gadis mereka.

Selesai sarapan, mereka akan beristirahat sebentar dan sore hari menikmati kuliner malam di kota Bangkok. Banyak jajan disana. Namun sebelumnya mereka ke Siam Paragon, pusat perbelanjaan moderen disana ada aquarium besar. Mereka disana mencari hadiah buat mami mereka yang berulang tahun. Tama membelikan baju dan seputu, sedangkan Daniel dan Liam membelikan tas mewah dan juga baju. Mereka keluar dari pusat perbelanjaan itu dan menuju sebuah restoran China menikmati kuliner disana. Selain itu juga ada acara ulang tahun yang disiapkan oleh Tama bersama anak - anak.

"Selamat ulang tahun, wanita hebatku. Aku sangat mencintaimu" Tama mengucapkan selamat ulang tahun dan mencium istrinya. Terlihat raut wajah Calista memerah dan ada cairan air mata yang berlinang di matanya.

"Mas.... Terima kasih. Aku bahagia sekali."

"Selamat ulang tahun, bidadariku." Daniel memeluk dan mencium mami yang dia cintai.

"Kalau kakak punya pacar, emang mami masih menjadi bidadari??"

"Mami tetap bidadari. Mami cinta pertama Daniel dan selalu begitu. I love you mami." Calista berada dalam pelukan anak bujang pertamanya yang sudah berumur tujuh belas tahun ini.

"Mami, sayang kaka. Terima kasih sudah jadi anak hebat buat mami." Kembali Daniel mencium maminya.

"Tetap sehat cintaku. Kakak sayang mami."

Selain itu juga, Liam dan si kecil Elina juga memberikan ucapan kepada mami mereka.

Besok harinya mereka ke pusat kota mereka akan naik perahu melihat kota bangkok dengan bangunan ikoniknya. Mengitari sungai Chao Phraya. Setelah itu mereka sempatkan melihat kuil Wat Arun yang memiliki menara yang cantik yang pebuh dengan keramik - keramik. Dan mereka juga pergi ke kebun binatang Safari World Bangkok. Tempat ini waktu mereka kunjungi sangat disukai oleh Elina Pratama gadis kecil mereka. Daniel dan Liam juga suka. Tama dan Calista sangat bahagia melihat respon dari ketiga anaknya.

"Anak - anaknya bahagia sekali."

"Iya."

"Senang melihat keluarga kalian. Tiga anak yang hebat."

"Terima kasih."

Ternyata tukang foto yang tadi mengikuti mereka adalah orang Indonesia dia bekerja di sebuah perusahaan sebagai satpam yang menjaga malam hari. Dan pagi hari dia menjadi tukang foto.

"Orang Indonesia??"

"Iya. Saya senang melihat keluarga bapak."

"Mereka berempat itu kebahagian saya. Melihat mereka tertawa saya bahagia sekali."

"Sehat selalu bapak dan terima kasih atas berkatnya buat saya." Tukang foto orang Indonesia itu pun pergi berpisah dengan mereka.

Malam hari mereka menikmati kuliner di Chinatown. Mereka berburu durian. Keluarga pencinta buah ini tidak mau melewatkan kesempatan, karena lagi musim maka harganya sangat murah. Selain makan ditempat. Mereka juga membeli tiga buah yang sudah dibelah dan akan mereka simpan di freezer di penginapan selain buah - buah yang lain mereka beli. Selama berkeliling pusat kuliner ini Tama dan Daniel bergantian mengendong Elina, jika dia tidak mau berada di kereta dorongnya.

Di hari terakhir mereka di Bangkok jadwalnya anak mengunjungi dua kuil. The Grand Palace sebuah istana kerajaan yang megah yang didalamnya ada patung Budha Zamrud. Juga ke kuil Wat Pho, di sana ada patung raksasa sepanjang empat puluh enam meter. Setelah berkeliling di dua kuil, mereka kembali ke penginapan menikmati kuliner di restorannya sambil menunggu waktu matahari terbenam sambil berenang di pantai. Mereka akan snorkling.

Besok harinya mereka berangkat ke Singapore, setelah cek out. Rencananya mereka akan sehari di Singapore, lusa kembali ke Indonesia pas hari sabtu. Hari minggu beribadah dan istirahat. Hari senin mereka beraktivitas seperti biasa. Sekarang posisi mamanya Calista sedang berada di Belanda. Tahun lalu dia bertemu dengan duda seumuran dan mereka menikah. Sekarang di sudah menetap di Belanda.

Penerbangan dari Bangkok ke Singapore di tempuh dua jam lebih. Disana Tama sudah menyiapkan apartemen dekat bandara Changi. Di Singapore mereka hanya belanja, menimati kuliner dan ke studio universal.

Ketika tiba membawa barang mereka ke apartemen, Langsung mereka ke studio universal. Ternyata Daniel dan Liam juga senang, disana mereka membeli mainan tokoh - tokoh kartun yang Daniel dan Liam suka. Mereka juga membeli buat adik mereka. Meskipun papi melarang mereka tetap mau membeli. Katanya uang papi sudah keluar banyak.

"Papi mengajak, kalian berarti papi sudah siap." Namun Daniel merayu papinya dan akhirnya Tama runtuh pertahanannya. Calista hanya bisa tertawa. Yang membuat dia bangga sama Ezra Pratama laki - laki ini tidak gengsi. Dia langsung menghubungi Tian memohon maaf karena uang anaknya keluar dalam liburan ini.

Waktu pemberitahuan uang yang keluar dari rekening Daniel, Christian hanya tertawa. Dia senang bisa membahagiakan anak - anaknya. Jumlah yang tidak kecil, namun ini barang kesukaan mereka berdua. Malam harinya Daniel melapor kepada papanya.

"Pa, kaka tadi beli ini buat kaka dan adek - adek."

"Kaka suka."

"Iya pa. Maaf ya pa. Sepertinya Daniel dan Liam pakai uang papa banyak."

"Elina juga papa, mohon maaf."

"It oke honey. Kalian berhak menggunakan uang itu. Papa bahagia jika kalian senang sayang."

"Terima kasih papa." Elina dan Liam langsung mengucapkan kata itu sambil menimati mainan baru mereka."

Sore hari mereka menikmati es krim viral dan berbelanja sedikit serta makan malam bersama.

"Hai cinta - cintaku. Apa kalian bahagia??"

"Aku bahagia suamiku. Terima kasih atas liburan indah ini." Calista memeluk suaminya dan mencium pipi suaminya. Di ikuti oleh ucapan bahagia yang sama dari Daniel, Liam dan terakhir si bontot Eliana.

Besoknya mereka kembali ke Jakarta. Christian yang menjemput mereka. Dia datang dengan dua mobil. Satu mobil Tama dan Calista akan di antar oleh supir sedangkan yang satu lagi dia bersama kedua anak jagoannya.

"Terima kasih papa." Elina berlari memeluk Tian. Tidak tahu makna ucapan terima kasih Elina itu apa. Atas mengijinkan kedua kakaknya berlibur atau atas uang papa Tian yang di pakai beli mainan. Tian langsung mengendong dan mencium pipinya.

"Sama - sama anak cantik."

Calista berpisah dengan dua bujangnya, karena mereka lusa sudah sekolah jadi harus kembali pulang ke keluarga Wijaya.

"Kamu sedih sayang."

"Sedikit." Calista tersenyum dan memeluk suaminya serta menciumnya. Christian yang masih menyimpan cinta hanya bisa senyum dalam hati yang hancur.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!