NovelToon NovelToon
Montir Hati Tuan Muda Arogan

Montir Hati Tuan Muda Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Cintamanis / Fantasi Wanita / Konflik etika / CEO
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Arjuna Adhitama terbiasa mendapatkan segalanya dengan mudah. Uang, kekuasaan, wanita, semuanya tunduk pada kemauannya. Sampai satu malam yang hujan deras, mobil sport mahalnya mogok di jalan sepi yang jauh dari kota. Di tengah kegelapan dan badai itu, harapannya untuk diselamatkan hampir hilang... sampai ada sepeda motor tua melintas dan berhenti.

Pengendaranya adalah seorang gadis muda dengan baju kotor penuh oli, wajah cantik yang setengah tertutup rambut basah, dan senyum jahil yang bikin Arjuna kesal setengah mati. Dia Kirana.

Sejak malam itu, hidup Arjuna tidak pernah sama lagi. Di mana pun dia berada, takdir seolah mempertemukannya terus dengan Kirana. Gadis itu terusik ketenangannya, membuat emosinya naik turun, bikin dia marah tapi sekaligus ingin tahu lebih dalam.

Apa yang terjadi ketika Tuan Muda paling dingin jatuh hati pada satu-satunya wanita yang tidak peduli sama sekali padanya?



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"TAPI ... ada syaratnya!"

Arjuna mengangkat alisnya, tertarik. "Syarat apa? Asal bukan minta aku berhenti mencintaimu, akan aku penuhi."

Kirana mendengus, tapi pipinya merona. Dia menunjuk kalimat di kontrak itu.

"Di sini tertulis aku Direktur Teknik. Oke, aku terima. TAPI ... aku tetap boleh ke bengkel ini kapan saja aku mau. Aku tetap boleh memakai baju kotor, tetap boleh bau oli, dan kau tidak boleh melarangku mengotori tangan. Dan satu lagi ... di kantormu yang penuh orang beretika itu ... kau dilarang keras mempermalukanku atau memerintahku seperti budak. Kalau kau berani sombong sedikit saja ... aku bongkar semua mesin mobil mewahmu sampai jadi rongsokan!"

Arjuna tertawa lebar, tawanya menggema di halaman bengkel. Dia mengulurkan tangan kanannya ke arah Kirana.

"Sepakat. Syaratmu diterima. Dan percayalah ... Tuan Mudamu ini sudah diajarkan pelajaran berharga olehmu. Aku tidak akan pernah berani meremehkanmu lagi, Nona Direktur."

Kirana menepukkan tangannya ke tangan Arjuna, menjabat erat dan tegas, persis seperti perjanjian antar dua pemimpin.

"Sepakat."

Siang itu juga, berita mengejutkan mulai menyebar di lingkaran elit kota. Grup Adhitama, perusahaan terbesar dan paling bergengsi, mengumumkan pengangkatan direktur baru. Satu-satunya wanita muda, misterius, dan bernama asing bagi banyak orang: Kirana Wijaya.

Berita itu langsung menjadi perbincangan hangat. Ada yang bertanya-tanya siapa dia, ada yang berbisik-bisik soal latar belakangnya, ada yang meragukan kemampuannya, dan ada yang langsung mencium bau hubungan khusus antara direktur baru itu dan Tuan Muda Adhitama.

__________________________________

Sore harinya, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam mengkilap berhenti di depan gerbang bengkel Pasir. Arjuna sudah berpakaian rapi lengkap dengan jas dan dasi, berdiri menunggu dengan gagah. Dan dari dalam bengkel, keluar Kirana.

Dia tidak berubah penampilan secara berlebihan. Dia memakai kemeja kancing berwarna biru dongker yang agak longgar, celana kain panjang sederhana, dan sepatu kulit yang sederhana pula. Rambut panjangnya dikepang satu ke belakang dengan rapi. Tidak ada riasan wajah, tidak ada perhiasan. Dia tetaplah Kirana yang apa adanya, namun pesonanya begitu kuat sampai-sampai Arjuna terpaku memandanginya.

"Siap?" tanya Arjuna lembut, mengulurkan tangan membukakan pintu mobil untuknya.

Kirana menarik napas panjang, menatap sekeliling bengkel yang sudah menjadi rumahnya selama empat tahun ini. Tempat di mana dia sembunyi, tempat di mana dia bernapas lega, tempat di mana dia bertemu Arjuna. Dia menoleh menatap Arjuna, senyum percaya diri dan menantang terukir di bibirnya.

"Siap. Kalau mereka pikir aku cuma gadis kampung yang hobi bengkel ... mereka salah besar. Kita tunjukkan, Tuan Muda. Bahwa di balik kemewahan dan aturan kaku itu ... ada wanita yang jauh lebih hebat mengendalikan segalanya."

Mereka masuk ke dalam mobil. Mobil mewah itu melaju menjauh, membawa Kirana masuk kembali ke dunia yang dulu berusaha dia lupakan. Dunia yang penuh bahaya, intrik, dan rahasia. Tapi kali ini, dia tidak sendirian. Di sampingnya ada Arjuna, pria yang rela mempertaruhkan segalanya demi dia.

Dan di balik kaca jendela mobil yang tertutup itu, mata Kirana berkilat tajam. Dia tahu ... petualangan sebenarnya baru saja dimulai. Musuh-musuhnya, rahasia masa lalu, dan kebenaran yang lama terpendam ... semuanya akan segera dia hadapi.

Dan dia bersumpah: Dia bukan lagi mangsa yang bersembunyi. Dia kembali sebagai pemburu. Sebagai Elang yang siap terbang tinggi kembali ke angkasa.

____________________________________________

Gedung pencakar langit milik Grup Adhitama berdiri megah di tengah kota, kaca-kacanya berkilauan diterpa sinar matahari, seolah menantang langit. Di lantai teratas, ruangan kantor seluas istana dengan perabotan mewah dan desain modern itu biasanya dipenuhi suara rapat serius, diskusi bisnis bernilai miliaran, dan wajah-wajah orang penting yang penuh percaya diri.

Namun pagi itu, suasana berbeda. Ada bisik-bisik samar yang terdengar di sepanjang lorong, dari para staf, sekretaris, hingga manajer. Semua mata tertuju pada satu sosok wanita yang berjalan di samping Arjuna Adhitama.

Kirana.

Penampilannya sederhana sekali. Kemeja biru dongker polos, celana kain hitam rapi, dan sepatu kulit yang terlihat kokoh tapi jauh dari kata mewah. Tidak ada kalung berlian, tidak ada anting berkilau, tidak ada riasan wajah. Rambut hitam panjangnya dikepang rapi menjuntai di punggung. Dia berjalan tegak, pandangannya lurus ke depan, tidak gugup, tidak malu, sama persis seperti saat dia berjalan masuk ke bengkel atau gudang rahasia dulu.

Tapi bagi para pegawai Grup Adhitama yang terbiasa dengan wanita-wanita elegan, wangi parfum mahal, dan penampilan sempurna ... Kirana terlihat aneh. Terlihat sederhana. Dan sebagian besar dari mereka langsung menyimpulkan sesuatu: Ah, jadi ini dia gadis kampung yang sedang jadi kesayangan Tuan Muda. Pasti tidak ngerti apa-apa. Cuma modal wajah cantik dan perhatian bos besar saja.

Arjuna yang berjalan di samping Kirana bisa menangkap pandangan-pandangan itu. Dia mendengar bisikan-bisikan samar itu. Rahangnya mengeras seketika. Dia ingin sekali berhenti dan menegur mereka semua, tapi dia menahan diri. Dia tahu Kirana. Dia tahu gadis ini tidak butuh pembelaan darinya. Kirana punya caranya sendiri untuk membungkam mulut orang-orang yang meremehkannya.

Dan saatnya itu datang lebih cepat dari dugaan.

Mereka tiba di ruang rapat utama. Di dalamnya sudah berkumpul para direktur senior, kepala divisi, dan para insinyur kepala yang dihormati. Wajah-wajah tua, berpengalaman, berpendidikan tinggi, dan punya ego yang besar. Begitu Arjuna masuk diikuti Kirana, ruangan yang tadinya riuh mendadak hening. Semua mata tertuju pada gadis muda itu.

Arjuna berjalan ke kursi utama, lalu menunjuk kursi di sebelah kanannya, kursi yang biasanya kosong atau ditempati oleh orang paling berkuasa kedua di perusahaan.

"Silakan duduk, Direktur Kirana," ucap Arjuna lantang dan jelas, sengaja menguatkan kata 'Direktur' itu agar terdengar ke seluruh penjuru ruangan.

Kirana mengangguk santai, lalu duduk dengan tenang, menempati kursi besar berbalut kulit mahal itu seolah itu adalah tempat duduk biasa di pinggir kali dulu. Dia menaruh tas kulit kecil miliknya di meja, lalu melipat kedua tangannya di atas meja, menatap para hadirin dengan tatapan tenang dan tajam.

Rapat dimulai. Agendanya adalah membahas proyek besar dan paling rahasia: pengembangan mesin kendaraan listrik canggih yang dikembangkan bekerja sama dengan militer. Proyek bernilai triliunan rupiah, yang menjadi masa depan perusahaan.

Para insinyur dan direktur teknis mulai memaparkan laporan mereka. Mereka berbicara dengan istilah-istilah teknis yang rumit, angka-angka yang membingungkan, dan grafik-grafik yang penuh garis rumit. Mereka berbicara dengan nada sangat percaya diri, bahkan sedikit angkuh, sesekali melirik ke arah Kirana dengan sudut mata, seolah menantang: Pasti kau tidak paham apa pun dari semua ini, kan?

Arjuna diam saja, mendengarkan, sesekali bertanya hal mendasar. Dia tidak ikut campur terlalu banyak, dia menunggu. Menunggu momen itu.

Sampai akhirnya, kepala divisi teknik, Pak Bimo, seorang pria paruh baya yang sangat dihormati dan dikenal sangat keras kepala, berdiri memaparkan masalah utama yang sedang menghambat proyek itu.

"Intinya, Tuan Arjuna ... masalah ada pada sistem pendingin inti. Sesuai hitungan kami, bahan yang kami gunakan sekarang tidak mampu menahan panas berlebih saat mesin bekerja di kapasitas maksimal. Ini masalah rumit. Kami sudah coba ratusan variasi bahan, ratusan desain modifikasi, tapi selalu gagal. Para ahli dari luar pun sudah kami panggil, tapi belum ada solusi. Proyek ini terancam tertunda berbulan-bulan, bahkan mungkin batal kalau kami tidak menemukan jalan keluarnya."

Pak Bimo menghela napas berat, lalu melirik sekilas ke arah Kirana dengan senyum miring yang hampir tak terlihat, senyum meremehkan.

"Kecuali ... ada pendapat baru dari rekan direktur muda kita. Mungkin punya ide dari pengalaman lapangan ya, Nona?"

Bersambung ....

1
sunshine wings
Mantap.. gak rugi bacanya.. alur ceritanya hebat..
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
👍👍👍👍👍
❤️❤️❤️❤️❤️
Teh Fufah
seruuuu nihhhh ceritanya...
riniandara: terima kasih kak atas review nya ya
total 1 replies
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga sehat selalu ya. oh ya kalau kalian suka jangan lupa tinggalkan Jejak serta like ya teman-teman. happy reading/Kiss//Heart/
azela
wah makin penasaran apakah mereka akan berhasil. lanjut up Thor kalau bisa doubel ya he he/Applaud//Applaud//Applaud/
riniandara: siap kakak
total 1 replies
riniandara
pasti lanjut baca ya kak happy reading
azela
lanjut author semangat semakin seru aj/Applaud//Applaud//Applaud/
azela
jangan menyerah Kirana ada tuan dingin yang akan mendukungmu
Muft Smoker
ad rahasia apa niih di antara mereka ,, 🤭🤭🤭🤭
azela
akhirnya terbongkar juga, ternyata Kirana itu bukan gadis biasa keluarga mereka juga sangat dekat dulu.
azela
lanjut Thor semakin penasaran aja
Ita Xiaomi
Semangat Kirana.
Ita Xiaomi
Tenang Kirana, Arjuna akan menyayangi dan mencintaimu dgn setulus hati.
Lisa
Ceritanya menarik jg nih 👍
Lisa: Sama² Kak..oke Kak nanti aq review ya
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
azela
siapa Kirana? dari percakapan mereka yang penuh teka bisa di pastikan jika Kirana ini bukan gadis biasa/Right Bah!/
azela
lanjut kak semakin penasaran deh
azela
jangan-jangan Kirana ketua mafia/CoolGuy/
azela
/CoolGuy//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
azela
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ita Xiaomi
Menguasai martial arts.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!