NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Helm Jatuh

Meski sempat ragu dan ketar-ketir setiap keluar dari kamar. Pada akhirnya Jevi berhasil membantu Puspa menyiapkan makan malam. Sesekali gadis itu melirik ke arah tangga, takut jika Keandra tiba-tiba muncul.

"Je, tolong buang sampah ke depan ya? gue mau cuci bekas masak."

Jeviza mengangguk, tidak mengatakan apa-apa selain melakukan apa yang Puspa perintah. Tenaganya sudah terkuras sejak kedatangan Kean di rumah itu. Untuk sekedar protes dengan Puspa rasanya tidak bisa Jevi lakukan.

Jeviza keluar melalui pintu sebelah yang langsung menghubungkan garasi rumah Puspa, tanpa disengaja kantong plastik sampah yang dibawanya menyenggol helm full fase milik Keandra. Helm itu terjatuh dan tergores pada bagian sampingnya, karena memang cukup keras ketika jatuh tadi.

Jeviza terdiam di tempatnya, sementara Puspa yang tadinya berada di dapur langsung menoleh, melihat helm mahal milik Kean yang sudah terjatuh di lantai garasi.

"Je, mampus lo, itu helm Kean seharga motor baru gue."

Puspa memang dibelikan motor oleh Arlo, agar jika Arlo masih di luar atau mobil sedang tidak berada di rumah. Wanita itu bisa menggunakan motor matic berwarna pink itu.

Jeviza terdiam dengan tubuh kaku di tempatnya. Keluarga mereka memang cukup berada, tetapi bukan tipikal keluarga yang sering menghamburkan uang untuk sesuatu yang tidak penting.

Bagi Jevi, atau pun Puspa sendiri, uang dengan nilai puluhan juta tergolong banyak.

"Lah, ini masih aman kok kak," ujar Jeviza menaruh kantong plastik sampah, lalu mengambil helm yang terdapat sedikit goresan pada bagian sampingnya.

"Aman apanya? Ini ada goresan gini, mana helm kesayangan Kean lagi, ya udah buru buang sampah dulu, masalah helm nanti biar gue yang ngomong sama Kean, lo juga belum pernah ketemu kan? Apa di kampus udah ketemu?"

Jeviza mendengus. Belum pernah ketemu apanya? Mereka sudah pernah selama hampir 1 tahun, bahkan pernah saling bertukar saliva juga dulu.

Aish, mengingat itu seketika membuat Jevi mual rasanya, bukan karena risih, tetapi pikirannya terlalu liar untuk disebut sebagai hubungan yang sudah berlalu.

Tanpa menjawab ucapan Puspa, Jevi membalikan tubuhnya, berjalan ke depan seperti tujuannya tadi. Jevi harus berjalan beberapa meter untuk membuang sampah tersebut, lalu melirik dengan tajam pada kantong plastik besar itu sebelum membuangnya.

"Awas aja kalau gue kena masalah gara-gara lu," ancamnya pada benda mati yang sebenarnya tidak akan takut dengan gertakan Jeviza.

Sampai di garasi. Jevi sudah tidak melihat helm itu lagi. Semakin langkahnya mendekat suara samar dari dalam rumah semakin terdengar.

Jantung Jevi berdegup dengan sangat kencang saat mendengar suara Puspa yang sedang menjelaskan kepada seseorang yang Jevi yakini ialah Keandra.

Tanpa disadari Jeviza meremas kedua jemarinya, merasa gugup dan sedikit malu. Sudah pasti Keandra akan semakin membencinya.

Menghembuskan napas dengan dalam. Jevi beranikan diri masuk ke dalam. Ia menuju ke ruang tengah, dimana sudah ada ketiga penghuni rumah selain dirinya.

Jevi dapat melihat dengan jelas jika Puspa meminta maaf dan berniat mengganti, tetapi sepertinya Keandra tidak terlalu mempermasalahkan itu, reaksi Keandra terbilang santai untuk helm yang kata Puspa kesayangannya itu.

Puspa menoleh pada Jevi yang berdiri tidak jauh dari mereka. Lalu menyuruh Jeviza untuk mendekat. "Je, sini, minta maaf dulu sama Kean."

Sebenarnya Jeviza merasa sedikit kesal dengan reaksi Puspa yang menurutnya berlebihan. Helm milik Keandra hanya tergores sedikit pada bagian samping, tidak ada retak atau pecah pada kacanya. Tetapi Puspa seakan membesarkan masalah.

Menurut Jeviza, cukup dengan mengakui dan minta maaf sudah selesai. Tetapi mau tidak mau Jevi menurut, tadi memang Puspa hanya menyuruh Jevi untuk meminta maaf saja kan? Tidak menjadi masalah menurut Jevi, dia sendiri tahu jika itu kesalahannya yang tidak disengaja.

"Tuhan, sini Jepiza, malah bengong," rasanya kesabaran Puspa menipis jika menghadapi Jevi yang selalu saja bikin naik darah.

"Je, sini dulu," lanjut Alro melihat Jevi tidak ada pergerakan.

Kalau sudah Arlo yang turun tangan, sudah pasti sangat serius, tetapi masa iya seorang Arlo mengurus helm yang hanya lecet sedikit pada bagian sampingnya? Ini menurut Jevi sangat tidak masuk akal.

Setelah Jevi sampai di depan mereka. Jevi tidak langsung meminta maaf, entah kenapa mulutnya terasa kaku untuk digerakan.

"Je, minta maaf sama Kean."

Itu bukan lagu suara Puspa, tetapi Arlo yang kembali bersuara dan menyuruh Jevi untuk segera minta maaf. Jevi dibuat kebingungan dengan sikap suami istri itu, tetapi ia berusaha membuka mulutnya yang masih terasa berat.

"Ma-maaf kak, gue nggak sengaja."

Kean tidak langsung menjawab, tetapi sorot matanya masih tertuju pada gadis di depannya, bahkan sejak Jevi masuk tadi, Kean sorot mata Kean tidak lepas dari gadis itu.

Keandra seakan menikmati wajah cemas Jevi yang terus diperintah untuk meminta maaf dengannya.

"Oke," balas Kean sangat singkat.

Arlo menghela napas dalam, ia sangat tahu story Keandra mendapatkan helm tersebut, dan jawaban singkat itu sudah membuat Arlo lega sekaligus masih sedikit merasa tidak enak, meski Jevi pelakunya.

"Lain kali, hati-hati ya Je, biar kejadian ini nggak terulang lagi."

Kesabaran dan juga rasa penasaran Jeviza sudah di ubun-ubun, gadis itu mengangguk dengan helaan napas berat.

"Iya, tapi salah dia sendiri naruh helm di pinggir gitu, lagian gue juga nggak sengaja, cuma lecet dikit juga helmnya, tapi kak Pus berlebihan banget."

Puspa memejamkan matanya. Ia tersenyum tipis ke arah Keandra, lalu menarik Jeviza untuk menjauh dari sana.

Kesal karena merasa dihakimi, Jeviza melepaskan tangannya dari Puspa. Lalu memajukan bibirnya persis seperti anak kecil yang sedang ngambek.

"Je, sumpah ya lo ngomong gitu tadi?" Puspa memijat pelipisnya.

Sementara Jeviza menatap Puspa tidak percaya. Merasa sangat berlebihan memang reaksi Puspa perihal ia yang tidak sengaja menjatuhkan helm milik Keandra.

"Coba tanya ke gue, kenapa gue sampai segininya cuma karena helm?" suruh Puspa semakin membuat Jeviza tidak mengerti.

"Kenapa memangnya?" pertanyaan itu akhirnya keluar dari mulut Jeviza.

Puspa mengangguk dengan helaan napas yang sangat dalam.

"Itu helm kesayangan Kean, Je. Helm itu Kean dapatkan setelah bisa ngasilin duit sendiri, murni dari hasil kerjanya sendiri selama buka bengkel, tampa embel-embel dari orang tuanya yang kaya raya itu, lo nggak liat gimana senangnya Kean pertama kali dapet uang dari hasilnya sendiri, dia ngumpuli uang itu selama 5 bulan Je, buat beli helm itu."

Seketika kata-kata protes di pikiran Jeviza menguap begitu saja. Jeviza terlalu syok dengan penjelasan Puspa.

Seorang Kean? buka bengkel?

Sepertinya Jeviza memang sudah banyak tidak tahu tentang cowok itu. Terlalu banyak kejutan setelah pertemuan kembali keduanya.

1
Nurs_tars
gercep kean
Herman Lim
biar pun jauh tau aja jevi lagi kena Masalah ke u mah sweet bgt sih sampe dah siapin org buat jaga jevi terus
Herman Lim
jahat bgt sih ke bgs u beli cemilan yg byk taruh di rmh biar cew u ga gamon nanti
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga tau aja dia lagi jealuos kaaa
total 1 replies
Nurs_tars
kirain bakpiax mo dimakan eh ternyata
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha ngga bakal sudi ka dia
total 1 replies
Rini Muharni
Kirain Bakpia nya mau di masukkin ke tong sampah.. 😄
Riria Raffasya Alfharizqi: tidak sejahat itu yaaaa hee
total 1 replies
Lestary Tri
ma*pus kalean. 🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga jadi mampus haha
total 1 replies
Mymy Zizan
kok kamu julid kean
Riria Raffasya Alfharizqi: julid bgt plisss
total 1 replies
dwi alfiah
parah kean ih
Riria Raffasya Alfharizqi: julid diaaa
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Nikita
ih Kean nakal ya, sini aku peluk dulu..eh
Riria Raffasya Alfharizqi: heh, kamu yaaaaa
total 1 replies
Aam Siti
selalu suka SMA ceritanya KA riri
Kya ada tariknya gitu 🤭🤭
semoga episode nya pnjng
Riria Raffasya Alfharizqi: aduuu makasssiii kakaaaa
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh jee ahh parah lu🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: posisi mereka si kaaa
total 1 replies
Lestary Tri
cie elah ke . bisa wae lo .
Lestary Tri
je kalau lo gak mau buatt aku aja .
Rini Muharni
Ayo UP llg, Thor..
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kakaaa
total 1 replies
It's me💓💓
k riria jumat berkah y😂
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nanggung bangett ihh pengin deh mereka kepergok kak pus🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: sabar kak, nanti lama2 juga kalau kebiasaan pasti kegep
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
dwi alfiah
nah lo
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha
total 1 replies
Nita Nita
hahahahhaaa ketau ga nih kira2😄😄😄
Riria Raffasya Alfharizqi: masi aman kaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!