Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aroma Kebun Persik Keabadian dan Tamu dari Sekte Tujuh Harta Karun
Keberhasilan Zhu Ling'er dalam ujian pertamanya tidak hanya meninggalkan sebuah liontin giok bumi yang hangat di dadanya, tetapi juga membawa perubahan lanskap baru di dalam Lembah Mirakel.
Pagi ini, udara di sekitar lereng timur lembah tidak lagi didominasi oleh aroma dingin dari niat pedang Zhu Xuan, melainkan aroma manis yang pekat dan menyegarkan yang mampu menjernihkan pikiran siapa pun yang menghirupnya.
Di sana, di samping Pohon Teh Asal Mula, sebuah kebun kecil dengan puluhan pohon persik muda telah berdiri dengan anggun.
Daun-daunnya berwarna hijau giok dengan gumpalan bunga merah muda yang mekar serempak, memancarkan aura kehidupan yang sangat murni.
Itu adalah Kebun Persik Keabadian, yang tumbuh hanya dalam waktu semalam setelah Zhu Xuan dan Ling'er menanam Benih Pohon Persik Keabadian bantuan sistem.
"Kakek Rumput, lompat lebih tinggi lagi! Persik yang di sebelah atas itu sepertinya lebih merah dan manis!"
Zhu Ling'er, yang kini telah terbiasa dengan statusnya sebagai Spirit Grandmaster Level 22, berdiri di bawah pohon dengan keranjang bambu kecil di tangan kanannya. Rambut hitam panjangnya yang dikuncir kuda bergoyang lincah ke kiri dan ke kanan seiring dengan gerakannya yang bersemangat.
Di atas dahan pohon yang cukup tinggi, Dugu Bo—seorang Hyper Douluo Level 94 yang ditakuti seluruh benua karena racun hijaunya—kini sedang berjinjit di atas ranting tipis dengan sangat hati-hati. Tangannya yang biasa digunakan untuk mencabut nyawa orang kini dengan lembut memetik buah persik sebesar kepalan tangan anak kecil, memastikan tidak ada sebutir pun debu atau getah yang mengotori kulit buah tersebut.
"Siap, Tuan Kecil! Kakek akan ambilkan yang paling besar dan paling manis untukmu!" Dugu Bo tertawa renyah, melompat turun dengan seringan bulu burung dan meletakkan tiga buah persik merah segar ke dalam keranjang Ling'er.
Zhu Xuan duduk tidak jauh dari sana, bersandar pada kursi malas yang terbuat dari bambu roh hitam. Tangan kanannya memegang sebuah buku catatan kecil tentang resep kue buah, sementara mata spiritualnya yang diperkuat oleh Mata Air Pikiran terus mengamati fluktuasi energi di sekitar wilayah luar lembah.
Sejak tiga hari lalu, ia merasakan ada sekelompok master jiwa dengan fluktuasi energi yang sangat stabil dan kaya sedang mendekati batas wilayah luar sejauh lima puluh kilometer. Energi itu sangat khas: penuh dengan aura permata dan ketajaman pedang yang murni.
Klan Tujuh Harta Karun (Seven Treasure Glazed Tile Clan)... Ning Fengzhi dan Chen Xin akhirnya tidak bisa menahan rasa ingin tahu mereka, batin Zhu Xuan dengan senyum tipis yang penuh teka-teki.
[Ding! Deteksi Sistem: Pemimpin Sekte Tujuh Harta Karun, Ning Fengzhi, bersama Pedang Douluo, Chen Xin, telah tiba di perbatasan luar lembah membawa niat diplomatik damai.]
[Misi Utama: Temui tamu dari Sekte Tujuh Harta Karun. Berikan demonstrasi otoritas yang mutlak untuk mengunci kesetiaan atau ketakutan damai mereka, serta pastikan kenyamanan putri Anda saat menikmati buah persik tidak terganggu.]
[Hadiah Misi: Poin Daddy +7.000, Item 'Inti Formasi Pelindung Kosmik Surgawi' (Meningkatkan sistem pertahanan lembah hingga tingkat penghancuran dewa otomatis), Pembukaan Segel Akhir 'Pedang Langit Abadi' Anda sebesar 0,2% (Kini berada di angka 99,7%).]
Zhu Xuan menutup panel sistemnya. 99,7%. Tinggal selangkah kecil lagi sebelum seluruh eksistensinya terbebas dari rantai hukum dimensi fana Douluo secara total.
Di batas luar gerbang bambu Lembah Mirakel, kabut putih yang biasanya membekukan meridian master jiwa biasa perlahan membelah, membentuk jalan setapak kecil yang dikelilingi oleh bunga-bunga liar.
Dua sosok pria berjalan dengan langkah yang sangat hati-hati menyusuri jalan setapak tersebut. Di depan, seorang pria paruh baya mengenakan jubah sutra hijau zamrud berhias permata berkilau, wajahnya tampan dengan aura keanggunan seorang pemimpin sejati—dia adalah Ning Fengzhi. Di sampingnya, seorang pria tua berambut putih keperakan dengan pakaian linen abu-abu polos, tubuhnya tegak lurus bagai sebilah pedang yang siap menembus langit—dia adalah Sword Douluo, Chen Xin (Level 96).
Meskipun mereka adalah penguasa dari salah satu sekte terkuat di benua, saat ini, kening Ning Fengzhi dipenuhi oleh butiran keringat dingin. Setiap kali kakinya melangkah maju, ia bisa merasakan bahwa fluktuasi energi di dalam tanah lembah ini bergetar dalam frekuensi yang jauh di atas kapasitas Wuhun Tujuh Harta Karun miliknya.
"Paman Chen... bagaimana menurutmu?" bisik Ning Fengzhi, suaranya sangat rendah. "Sejak memasuki area ini, persepsi spiritual dari pagoda jiwaku terus berteriak bahwa tempat ini adalah pusat dari seluruh energi kosmik benua."
Chen Xin memegang gagang pedang di pinggangnya dengan tangan yang sedikit bergetar. "Fengzhi... jangan memanggil pedangmu atau melepaskan kekuatan jiwa sedikit pun. Niat pedang yang mengalir di udara lembah ini... jika pemiliknya menghendaki, sehelai daun yang jatuh di sini bisa memotong kepala seorang Titled Douluo dalam hitungan mikrodetik. Ini bukan lagi wilayah manusia."
Ketika mereka berdua mencapai ujung jalan setapak, pemandangan kebun persik yang merah muda langsung menyambut pandangan mereka. Di tengah kebun itu, seorang pemuda berjubah putih polos sedang menuangkan teh ke dalam cangkir giok, sementara seorang gadis kecil berambut kuncir kuda sedang asyik memakan buah persik besar dengan pipi yang penuh dengan sari buah manis.
Di samping mereka, Dugu Bo berdiri dengan kapak pemotong kayu di tangannya, menatap kedatangan Ning Fengzhi dengan seringai mengejek yang sangat akrab.
"Ning Fengzhi, Chen Xin... kalian berdua benar-benar memiliki keberanian yang cukup besar untuk datang ke sini tanpa undangan," Dugu Bo membuka suara, suaranya yang kini didukung oleh kekuatan Level 94 Hyper Douluo mengguncang udara sekitar hingga membuat dedaunan pohon persik bergetar halus.
Ning Fengzhi menarik napas dalam-dalam, segera merapatkan kedua tangannya di depan dada dan membungkuk hormat sembilan puluh derajat ke arah Zhu Xuan, sebuah tingkat penghormatan tertinggi yang bahkan tidak ia berikan kepada Kaisar Heaven Dou sekalipun.
"Ning Fengzhi, pemimpin Sekte Tujuh Harta Karun, bersama Penatua Chen Xin, datang memberi salam kepada Tuan Agung Zhu Xuan dan Nona Kecil Ling'er. Kami datang dengan niat murni untuk memberikan penghormatan dan tidak membawa niat buruk sekecil apa pun," ucap Ning Fengzhi dengan suara yang sangat tulus dan penuh kerendahan hati.
Zhu Xuan tidak menoleh, ia hanya menyesap teh dari cangkirnya sebelum akhirnya meletakkannya kembali dengan ketukan pelan. "Duduklah. Di lembahku, tidak perlu terlalu banyak protokoler fana yang merepotkan."
Ning Fengzhi dan Chen Xin duduk di bangku bambu yang disediakan Dugu Bo dengan posisi tubuh yang kaku. Mata Chen Xin secara insting beralih ke arah Zhu Ling'er yang sedang duduk di sebelah Zhu Xuan.
Saat melihat liontin giok bumi yang tergantung di leher Ling'er, jantung Chen Xin berdetak kencang. Sebagai seorang ahli kuat, ia bisa merasakan bahwa energi di dalam liontin itu setara dengan berat seluruh pegunungan di Benua Douluo. Namun, kejutan terbesar adalah ketika Ling'er mendongak dan menatapnya dengan mata bulat yang jernih.
WUSH—!
Kemampuan pasif Mata Air Pikiran milik Zhu Xuan yang mengalir dalam garis keturunan Ling'er membuat Chen Xin merasa seolah-olah seluruh rahasia batinnya, seluruh teknik jalan pedang tingkat sembilan miliknya, dibaca hingga tuntas hanya dalam satu kedipan mata anak berusia delapan tahun itu.
"Ayah, kakek berbaju abu-abu ini di dalam hatinya ada gambar pedang besar yang patah," ucap Ling'er polos sambil menunjuk Chen Xin dengan jari kecilnya yang masih basah oleh sisa buah persik. "Tapi pedang patah itu sangat bersih, tidak seperti paman baju abu-abu yang kemarin busuk."
DEG!
Chen Xin hampir melompat dari kursinya, wajah tuanya memucat sempurna. Gambar "pedang patah yang bersih" adalah visualisasi dari batas pemahaman rahasia terdalam dari teknik Seven Kills Sword miliknya yang sedang berada dalam fase kemacetan kultivasi! Bagaimana bisa seorang anak kecil mengetahuinya hanya dengan sekali lihat?!
Zhu Xuan mengeluarkan sapu tangan putihnya, membersihkan jemari mungil putrinya dengan kelembutan yang tiada banding. "Ling'er, jangan tidak sopan pada tamu. Kakek Chen Xin adalah seorang master pedang yang menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencari ketajaman yang murni. Wajar jika jiwanya memancarkan bentuk pedang."
Zhu Xuan kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ning Fengzhi. Pandangan matanya yang semula penuh kehangatan ayah seketika mendatar menjadi sedingin ruang hampa udara, membuat Ning Fengzhi merasa seolah-olah seluruh pasokan oksigen di sekitarnya menghilang secara instan.
"Ning Fengzhi, katakan tujuan kedatanganmu yang sejati. Waktu bersenang-senang putriku sangat berharga, dan aku tidak suka mendengarkan basa-basi politik luar," ucap Zhu Xuan, suaranya pelan namun membawa tekanan absolut yang membuat Pagoda Tujuh Harta Karun di dalam tubuh Ning Fengzhi bergetar ketakutan.
Ning Fengzhi menyeka keringat di pelipisnya, segera mengeluarkan sebuah kotak beludru emas dari dalam alat penyimpanan jiwanya dan meletakkannya di atas meja dengan kedua tangan yang gemetar.
"Tuan Agung Zhu Xuan... Sekte Tujuh Harta Karun kami telah menyaksikan keagungan Nona Kecil Ling'er di perjamuan istana. Kami tahu bahwa Aula Roh dan kekuatan lain sedang mengintai dengan kecemasan. Kedatangan kami hari ini adalah untuk menawarkan aliansi mutlak. Kotak ini berisi Medali Kehormatan Tertinggi Tujuh Harta Karun. Dengan medali ini, seluruh aset finansial, jaringan informasi, dan perlindungan militer sekte kami berada sepenuhnya di bawah perintah Anda dan Nona Kecil seumur hidup, tanpa syarat apa pun."
Ning Fengzhi menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ini adalah taruhan terbesar dalam sejarah sektenya—menyerahkan seluruh kendali sekte kepada seorang pria misterius demi mendapatkan perlindungan dari amukan dewa berjalan.
Zhu Xuan melirik kotak beludru tersebut, lalu mengeluarkan tawa kecil yang terdengar sangat santai namun dipenuhi ejekan terhadap nilai-nilai materi dunia fana.
"Aliansi? Perlindungan militer?" Zhu Xuan perlahan menarik tangan kanannya dari saku jubah putihnya.
WUSH—!!!
Ketika telapak tangan Zhu Xuan terbuka, seluruh langit di atas Lembah Mirakel yang semula cerah seketika berubah menjadi kegelapan total langit malam kosmik yang dipenuhi oleh miliaran bintang berputar. Sebuah proyeksi samar dari Pedang Langit Abadi sejati melayang di atas kepala mereka, melepaskan seperseribu persen aura penjinak dimensi yang membuat seluruh Benua Douluo di luar sana mengalami getaran gempa kecil yang konstan.
Chen Xin langsung jatuh berlutut dari bangkunya, seluruh zirah energinya hancur berkeping-keping tanpa sempat menahan tekanan tersebut. Pedang Seven Kills miliknya keluar secara otomatis namun langsung menancap ke tanah dan bergetar hebat, mengeluarkan suara tangisan ketakutan di hadapan sang raja pedang sejati.
"N-Niat Pedang Kosmik tingkat penghancuran dimensi..." Chen Xin berteriak dalam hatinya dengan keputusasaan yang mutlak. Di hadapan Zhu Xuan, ia menyadari bahwa statusnya sebagai salah satu master pedang terkuat di benua hanyalah sebuah lelucon anak-anak yang menggelikan.
Zhu Xuan menatap Ning Fengzhi yang kini duduk membeku dengan tubuh yang tidak bisa digerakkan seolah terkunci dalam semen beku.
"Ning Fengzhi... menurutmu, apakah seorang pria yang mampu membelah seluruh daratan ini dalam satu pikiran membutuhkan perlindungan militer dari sekte kecilmu?" ucap Zhu Xuan, suaranya bergema ganda seperti perintah dari penguasa takdir. "Aset finansial? Informasi? Di mataku, seluruh benua ini tidak lebih dari sebuah halaman bermain kecil yang kuizinkan ada demi kenyamanan tumbuh kembang putriku."
Zhu Xuan melambaikan tangannya secara horizontal, dan seluruh pemandangan langit malam kosmik seketika menghilang, mengembalikan kecerahan pagi musim embi yang hangat di kebun persik seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
Ning Fengzhi dan Chen Xin terengah-engah, menghirup udara dengan rakus seolah-olah mereka baru saja ditarik kembali dari dasar jurang kematian terdalam.
"N-Namun..." Ning Fengzhi terbata-bata, sisa-sisa keberaniannya hampir habis. "Tuan Agung... kami benar-benar tulus ingin menjadi pelayan bagi kenyamanan Nona Kecil Ling'er..."
Melihat ketulusan yang bercampur dengan ketakutan mutlak di dalam hati Ning Fengzhi melalui kemampuan Mata Air Pikiran, Zhu Xuan perlahan meredakan pandangan dinginnya. Ia mengambil sebuah buah persik merah segar dari keranjang Ling'er, lalu melemparkannya dengan santai ke atas pangkuan Ning Fengzhi.
"Aku menerima ketulusanmu, Ning Fengzhi. Bawa pulang buah persik ini dan berikan pada putri kecilmu, Ning Rongrong," ucap Zhu Xuan kembali ke nada suaranya yang santai sebagai seorang ayah. "Buah persik keabadian ini akan membersihkan kotoran di dalam meridian jiwanya dan membuka potensi evolusi pagodamu dari tujuh lapis menjadi Sembilan Lapis Pagoda Glazed Tile tanpa membutuhkan tanaman obat luar lainnya."
DEG!!!
Mendengar kata "Sembilan Lapis Pagoda", mata Ning Fengzhi membelalak sempurna hingga hampir keluar dari rongganya. Evolusi sembilan lapis adalah impian dan legenda tertinggi yang dikejar oleh seluruh generasi sektenya selama ribuan tahun seumur hidup mereka! Pria di hadapannya ini... memberikan solusi mukjizat itu semudah melempar sebuah buah camilan sore!
"M-Maturnuwun... Terima kasih yang tak terhingga, Yang Mulia Tuan Agung! Sekte Tujuh Harta Karun kami bersumpah demi nama leluhur... mulai hari ini, kami adalah bayangan pelindung luar yang akan mematuhi setiap patah kata dari Lembah Mirakel!" Ning Fengzhi berlutut dengan air mata haru yang menetes, memegangi buah persik itu seolah-olah itu adalah jantung kehidupannya sendiri.
Zhu Xuan tidak menjawab lagi. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke arah Ling'er, mengangkat putrinya ke atas pangkuan dengan kelembutan yang tak terbatas. "Ling'er sayang, persiknya sudah habis dicuci semua. Ayo kita kembali ke pondok untuk membuat pai persik manis seperti yang kau minta tadi."
"Hore! Pai persik! Ayah adalah yang paling hebat di seluruh dunia!" Ling'er tertawa lebar, memeluk leher Zhu Xuan dengan tangan kecilnya yang hangat.
Mereka berdua berjalan kembali menuju pondok kayu, meninggalkan Ning Fengzhi dan Chen Xin yang masih bersujud di atas tanah kebun dengan rasa hormat dan syukur yang telah tertanam mati di dalam pusat kesadaran mereka.
[Ding! Misi Utama selesai dengan evaluasi: Sempurna yang Legendaris!]
[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +7.000.]
[Item 'Inti Formasi Pelindung Kosmik Surgawi' telah diaktifkan secara otomatis di seluruh perbatasan Lembah Mirakel.]
[Segel 'Pedang Langit Abadi' Anda kini telah mencapai angka 99,7%! Sisa 0,3% lagi sebelum kebebasan transendental mutlak Anda terbuka sempurna!]
Di teras pondok kayu, saat aroma pai persik mulai menyeruak dari dalam panggangan dapur, Zhu Xuan menatap putrinya yang sedang asyik bermain bersama kelinci gendutnya di bawah sinar matahari sore.
Bagi Zhu Xuan, tidak peduli seberapa besar getaran ketakutan dan penghormatan yang ia tanamkan pada hati para penguasa tertinggi di luar sana, tujuan akhirnya tidak akan pernah berubah.
Seluruh kekuatan kosmik tingkat dewa miliknya, seluruh formasi pertahanan yang mampu menghancurkan dimensi, semuanya hanyalah pagar-pagar kokoh yang ia bangun demi memastikan bahwa tawa riang dan kepolosan Zhu Ling'er tetap terlindungi dengan sempurna dari noda dan badai dunia fana hingga waktu yang tak terbatas.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???