NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Dua Pembunuh di Perbatasan

Fajar menyingsing dengan langit berwarna jingga pucat.

Xiao Fan membuka mata. Di sebelahnya, Liu Ruyan sudah bangun lebih dulu, duduk bersila dengan mata terpejam. Qi Kematian tipis berputar di sekujur tubuhnya—latihan pagi yang kini menjadi rutinitas.

"Kau sudah bangun," kata Xiao Fan.

Gadis itu membuka mata. "Guru tidur nyenyak?"

"Cukup." Xiao Fan berdiri dan meregangkan tubuh. "Kita lanjutkan perjalanan. Hari ini kita akan mencapai perbatasan Kota Giok."

Mereka meninggalkan gua saat embun masih menempel di dedaunan. Udara pagi segar, menyisakan aroma tanah basah sisa hujan semalam. Jalur setapak menurun, membawa mereka semakin dekat ke dataran rendah.

Liu Ruyan berjalan di samping Xiao Fan, bukan di belakang seperti sebelumnya. Perubahan kecil yang menunjukkan kepercayaan dirinya mulai tumbuh.

"Guru," katanya setelah berjalan sekitar satu jam. "Semalam... aku mendengar sesuatu."

Xiao Fan tidak bereaksi. "Apa yang kau dengar?"

"Suara pedang. Dan suara orang bicara." Liu Ruyan menatapnya. "Aku pura-pura tidur. Aku tahu Guru tidak ingin aku ikut campur."

Xiao Fan diam sejenak. "Kau semakin tajam."

"Siapa orang itu?"

"Pembunuh bayaran. Disewa oleh Liu Chen."

Nama itu membuat Liu Ruyan mengepalkan tangan. "Dia... dia ingin membunuh Guru?"

"Ya. Dan membawamu pulang ke klan." Xiao Fan meliriknya. "Katanya, kau 'milik' Klan Liu."

Wajah Liu Ruyan memerah—bukan karena malu, tapi karena marah. "Aku bukan milik siapa pun."

"Bagus. Pertahankan sikap itu."

Mereka melanjutkan perjalanan dalam diam. Sekitar tengah hari, mereka tiba di sebuah jembatan batu tua yang melintasi sungai kecil. Di seberang jembatan, berdiri sebuah gapura kayu bertuliskan: "Perbatasan Kota Giok - Wilayah Klan Liu."

Dan di bawah gapura itu, dua sosok berdiri.

Seorang pria bertubuh gempal dengan kapak besar di punggung. Seorang wanita ramping dengan sepasang kipas baja di tangan. Keduanya mengenakan penutup wajah, hanya menyisakan mata yang menatap tajam ke arah Xiao Fan dan Liu Ruyan.

Xiao Fan berhenti di tengah jembatan. "Kalian yang dikirim Liu Chen?"

Pria gempal itu menyeringai. "Benar. Aku mendengar kau mengalahkan Nomor Satu dengan mudah. Tapi kami berbeda. Kami bekerja berdua."

Wanita itu menambahkan, suaranya dingin, "Kau boleh lewat jika menyerahkan gadis itu. Jika tidak..." ia membuka kipas bajanya dengan bunyi klik yang mengancam, "...jembatan ini akan menjadi kuburanmu."

Liu Ruyan melangkah maju. "Aku tidak akan kembali ke klan itu."

Wanita itu mendengus. "Bukan urusanku apa maumu. Aku hanya dibayar untuk membawamu."

Xiao Fan mengangkat tangan, menghentikan Liu Ruyan yang hendak bicara lagi. "Kau ingin melawan mereka?"

Gadis itu menatapnya, lalu menatap dua pembunuh itu. "Aku... aku belum sekuat itu."

"Kau tidak perlu sekuat itu." Xiao Fan menurunkan tangannya. "Tapi kau perlu belajar. Perhatikan baik-baik."

Ia melangkah maju, melewati Liu Ruyan, berdiri di ujung jembatan menghadap dua pembunuh. Pedang Bintang Jatuh tetap di pinggang, tidak ditarik.

"Kalian berdua. Fondasi Inti Awal dan Menengah." Xiao Fan menyebut tingkat kultivasi mereka dengan santai, seolah membaca menu makanan. "Formasi kalian cukup rapi. Pria dengan kapak sebagai penyerang utama, wanita dengan kipas sebagai pengganggu. Itu strategi yang bagus untuk menghadapi satu lawan."

Kedua pembunuh itu saling berpandangan. Mereka tidak menyangka identitas mereka terbaca semudah itu.

"Tapi," lanjut Xiao Fan, "kalian membuat satu kesalahan."

"Apa?" tanya pria gempal itu, keningnya berkerut.

"Kalian berdiri terlalu dekat satu sama lain."

Dalam sekejap, Xiao Fan menghilang.

Teknik Langkah Bayangan Senyap.

Pria gempal itu mengayunkan kapaknya ke depan, tapi mengenai udara kosong. Wanita itu melemparkan kipas bajanya ke arah bayangan, tapi hanya mengenai tiang gapura.

Xiao Fan muncul di antara mereka berdua. Bukan untuk menyerang. Tapi untuk menjentikkan jarinya.

Qi Kematian: Ledakan Diam.

Bukan ledakan sungguhan. Hanya gelombang Qi Kematian yang menyebar dari tubuhnya ke segala arah. Tidak mematikan, tapi cukup untuk membuat dua pembunuh itu terhuyung, kehilangan keseimbangan.

Pria gempal itu terjatuh ke sungai dengan cipratan besar. Wanita itu terpeleset ke belakang, kepalanya membentur tiang gapura, dan pingsan seketika.

Pertarungan selesai dalam tiga detik.

Xiao Fan merapikan jubahnya yang hampir tidak bergerak. Ia menoleh ke Liu Ruyan yang berdiri terpaku di jembatan.

"Itu yang disebut efisiensi," katanya. "Tidak perlu gerakan berlebihan. Tidak perlu jurus mewah. Cukup kenali kelemahan lawan dan gunakan lingkungan."

Liu Ruyan mengangguk pelan, matanya berbinar kagum sekaligus tekad untuk belajar.

Mereka melanjutkan langkah melewati gapura. Di belakang mereka, pria gempal itu merangkak naik ke tepi sungai, terbatuk-batuk, sementara wanitanya masih tergeletak tak sadarkan diri.

Xiao Fan tidak membunuh mereka. Bukan karena ia baik hati. Tapi karena ia ingin Liu Chen tahu. Bahwa mengirim pembunuh tidak akan menghentikannya.

Bahwa ia akan datang. Dan ia akan menagih hutang penghinaan itu.

Kota Giok sudah terlihat di kejauhan. Atap-atap genting hijau berkilau diterpa sinar matahari sore. Di sana, Klan Liu menanti. Rahasia tentang Putri Kegelapan menanti. Dan pertempuran yang sesungguhnya, baru akan dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!