Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.
Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.
pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.
tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.
tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....
karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 23 : Rumah Berkat
Ep 23: Rumah Kita
_Senin malam. Jam 9:42 malam. Grup WA
“Keluarga AndreBetari” tenang. Terlalu tenang._
Indry nggak langsung ngetik “AKU BELI RUMAH”. Dia kirim foto dulu. Foto spanduk kecil: “SOLD OUT – Karawaci, Cendana Permai Blok 26”.
Di bawahnya tulisan kecil: “Atas nama Indry Andre.”
Lima menit nggak ada yang bales.
Terus Meta kirim stiker kaget.
Carel kirim: “...kak?”
Paul: “Kak, ini beneran?”
Mauba: “Kak Indry, kamu nggak mimpi kan?”
Ogah: “KAK!!! RUMAH ADA KOLAM RENANG NGGAK?!”
Indry: “Beneran. Tipe 54. DP udah lunas. Cicil 15 tahun. Nggak ada kolam, Ogah. Ada AC 3.”
Zaki yang udah sebulan masuk grup itu, nggak langsung heboh. Dia kirim voice note pendek. Suara pelan, tapi tegas.
Zaki: “Semua tenang dulu ya. Indry nggak sendiri.
Aku tahu prosesnya. Kakak bisa nabung sejak Carel dan Paul kerja, Mauba juga, dari gaji Carel, Paul, Mauba yang dikumpulin. Aku juga bantu. Ini rumah kita semua. Jadi jangan kaget, tapi syukuri.”
Meta, "ZAKI!!!!! PEBINOR LOOO YA TAU DULUAN DARI GUE!!!!! " "INDRY LU DUAIN GUE YA!!!!! MASA GUE TAU SETELAH SEMUA ORANG TAU!!!!!! "
Drama queen ni anak, Indry paling tau kalo kabar gini Meta orang paling bahagia duluan.
Indry, "Met, sekarang Lu emang selingkuhan gue, bukan satu satu nya belahan hati gue lagu lu!! Lu juga sama Mr Bule!!! "
abis itu bom emot dari kedua nya. Gitulah Absurd Besty berdua itu. Group jadi ngilang, biarin dua sahabat itu yang keasikan cemburu kabar siapa yang tau duluan.
Zaki nimbrung lagi, "Ampun, Meta... kamu tetap Ratu dihati Indry, aku Raja nya, udah ya.... kita imbang..... "
Indry, "kalo Meta Ratu, aku selir donk.....GAK MAU!!!!! JADI KAMU YANG NIKAH SAMA META, ISTRI SAH.... GAK JADI NIKAH KITA YA ZAKI III!!! "
Ye salah Gua, lalu Zaki kabur dari Group... yang lain pada kirim Emot ketawa. 🤣🤣
Sangat di luar konteks.
"..... "
"..... "
Grup hening lagi.
Terus Carel bales: “Kak… Kakak hebat.”
Paul: “Kak, aku bangga. Kakak nggak pernah cerita beratnya.”
Mauba: “Kak Indry, Ogah bisa punya kamar sendiri ya?”
Ogah: “KAK!!! KAMAR MANDI ADA WATER HEATER NGGAK?!”
Meta yang biasanya teriak duluan, malah pelan:
Meta: “DRY… kamu kuat banget ya. Aku baru sadar. Aku kira kamu santai. Ternyata kamu nabung diam-diam.” 😭😭😭😭😭🫂
Indry: “Bukan diam-diam, Met. Kalian juga bantu. Donasi kalian masuk semua. Zaki juga.”
Zaki: “Aku cuma bantu sedikit, sayang. Rumah ini usaha kamu.”
Meta: “EH TAPI KALAU ADA KEBUTUHAN PERABOT, KARTU MR BULE SIAP YA. DIA BILANG ‘WHATEVER MAKES YOU HAPPY BABE’. AKU BILANG ‘BUAT KAK GUE BELI KULKAS’.”
"KITA PLONCO SI BULE NGETES KESERIUSAN SAMA GUA, KALO GUA KURAS TU KARTU BUAT TUMAH KITA FIA BAKAL SENENG KAGAK!!!"
Indry,"Istigfar Meta...." Zaki senyum....ah Indry satu kata aja bisa buat hati Zaki hangat.
Semua ketawa pelan. Nggak heboh. Tapi hangat.
_Minggu itu Karawaci nggak berisik. Tapi rame._
Nggak ada yang teriak “PINDAHAN RUMAH!!!” dari jam 6 pagi.
Carel izin kerja 3 hari, tapi datangnya jam 8. Bawa kopi buat semua.
Paul nggak ambil cuti. Dia pulang kerja jam 5, langsung bantu pasang rak buku dan rak lainnya.
Mauba dan Dara datang bawa cat dan kuas.
Ngecat yang kurang kurang aja cek satu per satu. Pelan.
Ogah sibuk milih wallpaper kamar mandi. Nggak maksa. Tanya Indry dulu.
Meta datang bawa kardus. Nggak banyak. Cuma piring, gelas, satu set sofa L.
“Ini dari Mr Bule,” katanya. “Dia bilang buat rumah keluarga. Aku nggak malu bilang itu buat keluarga ku”
Zaki? Zaki jadi yang paling kalem.
Dia nginep beberapa hari buat bantu apapun sebisanya. lebih banyak waktu berinteraksi sama keluarga masa depannya.
Dia nggak ngomong banyak. Cuma cek listrik, cek keran, cek AC.cek air, semuanya.
Carel: “Kak Zaki, istirahat dong.”
Zaki: “Nanti, Rel. Rumah ini harus siap buat Kakak kamu tidur nyenyak.”
Indry nggak heboh ngatur. Dia duduk di teras, catat apa yang kurang.
Indri: “Zaki, AC kamar atas dinginnya kebangetan.”
Zaki: “Nanti aku cek lagi. Biar kamu nggak masuk angin kalau doa Rosario malam.”
Indry diem. Ngangguk.
Mereka kerja pelan. Nggak kejar target.
Hari pertama: bersihin lantai.Flavon.Mulai ngide nyusun barang.
Hari kedua: pasang kitchen set atas bawah.Rak rak dapur. Gantungan gantungan.Ambalan untuk Altar Mini di atas Kulkas.
Hari ketiga: beli kasur. Gorden. Taplak. Jemuran. dan segala macam yang perlu lainnya.
Hari keempat: pasang gorden. Pasang TV. kemas isi Rak. dan kawan kawannya.
Hari kelima: tanam satu pohon mangga kecil di teras. Pohon Jeruk kecil di pot. susun Lemari pakaian.
Hari keenam :nambah yang perlu,.
Hari Ketujuh :cek cek lagi, tambah lagi dan semua baik
Lalu mereka istirahat... udah kek Kisah penciptaan ya kan... Anjaiii
Zaki paling exited bukan karena perabot. Tapi karena lihat Ogah pilih warna kamar.
Zaki: “Ogah, mau kamar warna biru atau hijau?”
Ogah: “Biru, Kak Zaki! Biar kayak laut!”
Zaki: “Oke. Besok Kak Zaki beliin stiker kapal.”
Meta dan Carel bagian atur perabot. Nggak rebutan.
Meta: “Sofa ini taruh sini ya Rel. Biar pas nonton.”
Carel: “Iya Met. Lemari ini pas kek nya taruh dekat jendela. Biar terang.”
Ogah bagian wallpaper kamar mandi atas dan bawah.
Ogah: “Kak, kamar atas astronaut. Kamar bawah
laut. Biar kalau mandi kayak liburan.”
Indry: “Ogah, kamu mandi apa liburan?”
Ogah: “Dua-duanya, Kak!” 🤣
Rumah itu kecil. Tapi pas.
3 kamar, semua ada AC.
2 kamar mandi atas, 1 langsung di kamar atas.
Di bawah 1 kamar + 1 kamar mandi luar.
Dapur gabung ruang tamu, kitchen set atas bawah rapi.
Ruang cuci dan jemur di sebelah ruang tamu. Luas.
Teras depan cukup buat kursi goyang dan jemuran.
Beres semua, saat nya duduk santai menikmati Rumah Baru yang sangat terasa Rumah.
Suasana Tenang yang sedikit Asing, karna dari beberapa hari lalu agak rame.
Masing masing mengucap syukur dalam hati.
Rumah Berkat ini akan jadi Tempat pulang ternyaman.
Semua orang kompak memandangi Altar kecil di atas Kulkas.
Hening.****
terlalu hening untuk kehadiran salah satu mahluk bernama Meta.
tiba tiba Zaki berdiri, "Kita Doa yuk.... aku yang pimpin, kalian Tanda Salib dulu...."
serentak duduk Tegak pejam Mata. Tanda Salib. Kecuali Zaki.
" Bismillahirrahmanirrahim.............. " 😇😇😇😇😇
ucapan syukur yang cukup panjang.... dan di akhir serentak jawab, "AMIN.AMIN.AMIN."
Meta yang paling kenceng sendiri. 😜
Carel: “Kak, nanti kalau rame kita nggak usah bisik-bisik lagi ya.”
Paul: “Kak, aku mau bawa buku tebal ke sini. Raknya cukup.”
Mauba: “Kak, aku mau ngajar Dara masak di dapur ini.”
Ogah: “Kak, aku mau undang teman kost tidur sini. Boleh kan?”
Indry: “Boleh, Ogah. Rumah ini rumah kalian.”
Zaki duduk di pojok. Nggak banyak omong.
Zaki: “Sayang… capek ya?”
Indry: “Capek. Tapi tenang.”
Zaki: “Aku senang lihat adik-adikmu dekat sama aku.”
Indry: “Mereka percaya kamu, Zaki. Karena kamu nggak maksa.”
Zaki: “Aku janji jaga mereka juga. Ogah mau main PS, aku beliin. Carel mau lembur, aku anterin.”
Indry: “Zaki… kamu bukan cuma pacarku. Kamu abang mereka juga.”
Zaki: “Karena kamu keluargaku, Indry.”
_Minggu siang sepulang Misa di St. Helena.
Jam 11:00 siang. Syukuran kecil._
Nggak ada terompet. Nggak ada sound system.
Cuma sop ikan buatan Indry. Martabak buatan Zaki. Kue dari Mauba.
Pastor dari paroki Curug Karawaci datang. Santai. Nggak pakai baju lengkap. Cuma bawa Stola buat berkat Rumah Berkat itu.
Pastor: “Rumah ini kecil, tapi penuh kasih. Jaga kasih itu ya.”
Semua mengangguk. , "AMIN" bersama.
Zaki berdiri. Tegang.
Zaki: “Pastor… saya nggak pinter ngomong. Tapi saya janji. Saya jaga Indry. Saya jaga adik-adiknya. Saya jaga rumah ini. Kalau Tuhan izinkan, saya jadikan Indry istri saya.”
Indry nutup mulut. Air mata jatuh.
Pastor: “Amin.”
Semua: “Amin.”
Meta: “DRY!!! ITU LAMARAN KAN?! ITU LAMARAN KAN?!”
Indry: “Meta diam!!! Itu doa!!!”
Carel: “Kak Zaki, kalau kamu kurang ajar, aku yang sapu ya.”
Zaki: “Siap, Rel. Kalau aku kurang ajar, Rel boleh pukul aku.”
Semua ketawa pelan. Nggak heboh. Tapi lega.
_Malam. Jam 11:00 malam. Rumah sepi._
Indry dan Zaki duduk di teras. Lampu kuning remang.
Zaki: “Sayang… capek ya?”
Indry: “Capek. Tapi bahagia.”
Zaki: “Aku senang kita nggak heboh pas ngasih kabar. Semua jawabnya pelan. Tapi tulus.”
Indry: “Iya, Zaki. Carel, Paul, Mauba, Ogah, Meta… mereka semua jawab dengan hati.”
Zaki: “Karena mereka sayang kamu, Indry.”
Indry sandarkan kepala di bahu Zaki.
Indry: “Zaki… aku nggak pernah kebayang punya rumah sendiri.”
Zaki: “Sekarang kebayang kan? Dan nanti kebayang rumah kita yang kedua.”
Indry: “Cieee… nggak sabar nikah ya?”
Zaki: “Nggak sabar halal, sayang.”
Di dalam rumah, AC kamar Ogah nyala. Paul baca buku di kamar. Carel tidur kecapekan di sofa. Mauba dan Dara tidur di kamar tamu. Meta VC bule dari kamar atas.
Di luar, hujan Karawaci turun pelan.
Di teras, dua hati yang 15 tahun menunggu, akhirnya punya rumah untuk ditunggu bersama.
Indry: “Zaki… aku bahagia.”
Zaki: “Aku juga, Indry. Sangat bahagia.”
Zaki usap rambut Indry. Hobby yang nggak akan hilang.
Zaki: “Tidur ya, sayang. Besok kita beli keperluan harian.”
Indry: “Tidur, Zaki. Besok kita beli ranjang.”
Zaki: “Ranjang buat siapa?”
Indry: “Buat kita… nanti. Kalau sudah halal.”
Zaki ketawa pelan. “Tahan ya, sayang.”
Indry: “Tahan, Zaki. Demi yang halal.”
Aku bahagia. Tuhan Tau.