seorang wanita yang bernama Alisa putri harus menjalani hidupnya sebagai istri dan menantu yang terhina,dia bahkan merawat anak haram suaminya.
dia melakukan semua itu karna harus bergantung pada suami dan mertuanya, di jual oleh ibu tirinya membuat Alisa tidak bisa berbuat apa-apa.
hingga suatu hari,dia di ceraikan oleh suaminya,hanya karna ingin menikahi selingkuhan nya,di dalam keputusasaan nya,dia tiba-tiba mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
balas dendam pun di mulai,dia mengumpulkan kekayaan nya dan membangun banyak usaha nya.
bagaimana kah kisah Alisa selanjutnya ?
yuk mampir disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 21 akhir hidup ibu tiri Alisa
Ethan menampar wajah adiknya dengan marah,dia menunjuk jidat nya dengan jari telunjuk nya.
" bukan dia yang mencampakkan aku, tapi aku kabur dari rumah nya, gara-gara kamu wanita jalang, aku harus hidup menderita di jalanan,aku makan makanan sisa-sisa orang lain ! Seharusnya waktu itu kamu mati di tangan si tuan tanah " Ethan memang memiliki mulut pedas dan ucapan nya selalu kasar pada orang yang tidak dia sukai.
Mata sari melotot mendengar ucapan kakaknya,dia memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan kakak nya.
" Ethan anak kurang ajar, berani nya kamu menampar adik mu,kamu memang anak durhaka dan kamu malah menyumpahi adik mu mati,aku menyesal melahirkan anak durhaka seperti mu " bentak Marni.
suara nya yang keras,menjadi pusat perhatian orang lain di restoran.
" apa kamu bilang,kamu menyesal melahirkan ku ? Aku lebih menyesal lahir dari rahim kotor mu,jika waktu itu aku tau aku memiliki ibu seperti mu,lebih baik aku tidak usah di lahirkan kedua ini " jawab Ethan dengan tersenyum dingin.
Nafas Marni tersengal-sengal,dia ingin menampar putranya,tapi Ethan menghindar yang membuat Marni terjatuh di lantai.
" pergilah dari sini,jangan mempermalukan dirimu sendiri dihadapan banyak orang,jika kamu tidak mau pergi aku akan menyeret paksa kalian berdua " ancam Ethan yang terlihat serius.
Sari yang melihat ibunya terjatuh buru-buru membantu nya,dan dia menatap kakaknya dengan tidak percaya,apalagi saat melihat hidung ibunya berdarah.
" kamu..kamu..lihat saja aku akan mengadukan mu pada ayah,agar dia menghajar mu " ancam balik sari dan dia membawa ibunya pergi dengan memapah nya, sedangkan Marni pandangan nya sudah berkunang-kunang karna itu dia hanya diam saja.
" adukan saja,aku tidak takut pada ayah mu itu,si Suparno yang hanya memikirkan janda kembang yang ada desa,tidak mungkin membela ibumu yang sudah tua ! ingat jangan pernah aku melihat kalian lagi," teriak Ethan dengan nafas memburu.
Ada rasa sesak di dalam hatinya,karna ibunya begitu tega padanya, ibunya tidak pernah menyayangi nya.
" bro sudahlah jangan marah-marah,aku tau saat ini kamu pasti sedang melampiaskan kekecewaan mu pada ibumu, tapi bagaimana pun juga dia tetap ibu yang melahirkan mu " ucap seorang pria yang baru saja datang,sejak tadi dia sudah melihat dan mendengar apa yang terjadi.
Ethan langsung memeluk nya dan terisak kecil,pria itu ternyata sahabat baru Ethan,dia juga bekerja di restoran milik Alisa.
" aku tau,dan aku juga sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, terimakasih" bisik Ethan,dia menghapus airmata nya.
Orang-orang yang ada disana,tidak ada yang berani membicarakan nya,dari ucapkan Ethan saja mereka sudah dapat menilai,jika ibunya Ethan pilih kasih pada anak-anak nya.
************
di jalan yang terlihat sepi,hanya ada beberapa rumah yang berdiri,disana sari terlihat kelelahan memapah ibunya,dia sudah menunggu taksi yang lewat,tapi anehnya semua taksi tidak mau berhenti.
Melihat hari sudah siang,dah matahari yang bersinar terang, membuat Sari merasa haus,dia melihat kedai kecil tidak jauh dari hadapan nya.
" ibu, sebaiknya ibu tunggu sebentar disini,aku akan membeli minum untuk kita " ucap Sari.
Marni mengangguk,dia duduk di kursi kayu sembari menyandarkan kepalanya.
" entah dosa apa yang ku perbuat sehingga memiliki putra durhaka seperti Ethan,dia bahkan tidak memperdulikan ku,, keputusan ku sudah tepat, memanjakan Sari adalah pilihan yang baik,," gumam Marni.
Dia membersihkan darah yang terus mengalir dari hidung nya,dengan meringis dia menahan rasa sakit nya, tapi tiba-tiba perutnya berbunyi karna ternyata mereka belum sarapan pagi.
" ini semua karna anak durhaka itu,hah.. sudahlah lebih baik aku menyusul Sari, membeli beberapa roti bisa mengganjal perut ku untuk sementara" gumam nya,dia berdiri dan berjalan kearah kedai kecil itu.
Sedangkan disisi lain.sari yang sudah membeli minum,pergi berjalan ketempat ibunya,tapi saat dia mendongak,dia geleng-geleng kepala ternyata ibunya malah menyusul nya.
" bukankah sudah aku katakan,agar menunggu disana,,ibu memang keras kepala " gumam Sari yang terus berjalan.
Tin...tin...tin...
Suara klakson mobil membuat Sari mendongak, matanya melotot saat melihat mobil itu malah mengarah pada ibunya,air minum yang dia belikan untuk Marni terjatuh di aspal,dan dia berteriak-teriak memanggil Marni yang sedang berjalan oleng.
" ibuuuuu awas ada mobil " teriak sari,dia berlari ingin menyelematkan ibunya,tapi.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk
mobil itu menabrak Marni dari belakang,sehingga Marni terpental ketengah jalan, sari yang berada tidak jauh di depan ibunya, terkejut. dia berteriak keras,dan tidak sampai disitu, Sari juga mematung saat mobil itu terus melaju hingga.
Brakkkkkkkkkkkkkkkk
sari terlempar, tubuhnya berguling-guling di aspal, seketika bau amis menyengat, sari menatap ibunya yang terlihat berlumuran darah,dan ibunya masih terlihat sadar.
" ibu..ibu.." panggil sari yang dapat di dengar oleh Marni,nafas Marni tersengal-sengal,dia menggapai putrinya dengan tangan nya,tapi karna jarak mereka terlalu jauh dia hanya bisa menatap putrinya yang terluka.
Tak..tak..tak...tak
" bagaimana dengan hadiah ku ? Apa kalian berdua menyukai nya ? " suara seorang wanita yang terdengar familiar, membuat sari dan Marni menoleh kearah samping.
Deggggggggggggggg
mereka terkejut saat melihat kehadiran Alisa yang tersenyum dingin,dan senyuman itu membuat mereka seperti tidak mengenali Alisa lagi.
" Alisa..kau..jadi kamu ingin membunuh ku,juga ibu " ucap Sari dengan terbata-bata,dia meneteskan airmata saat melihat nafas ibunya terlihat satu-satu.
" bukan hanya ingin,tapi lihatlah ibumu sedang mengembuskan nafas terakhirnya,dan kamu,,aku tidak akan membiarkan kamu mati semudah itu ! Sari kamu harus merasakan yang namanya hidup seperti orang mati,,dan kamu Marni ! selama ini sudah lama aku menyimpan dendam ini, akhirnya hari ini aku bisa membalas semua penderitaan yang kamu berikan untuk ku dulu,, Marni titip salam rinduku pada ibuku di atas sana,,selamat tinggal " kekeh Alisa,dia menyeringai dan merasa puas melihat akhir hidup Marni,ibu tiri yang menjual nya.
Deggggggggggggggg
Marni melotot,dia menggeleng kecil dan mencoba menggapai tubuh Alisa,tapi Alisa malah menendang tangan nya dan tersenyum menyeringai padanya.
" aku...aku minta..maaf " itulah yang bisa diucapkan oleh Marni,dan dia mengembuskan nafas terakhirnya.
" tidakkkk,, hikkkssssssssss,,ibu,,,jangan tinggalkan aku,, hikkkssssssssss,,ibuuuu " tangis histeris Sari,di depan matanya sendiri,ibunya tewas.
dia meraung dan merangkak mendekati tubuh ibunya yang sudah tidak bernyawa, melihat itu Alisa hanya acuh,dia berbalik badan dan meninggalkan kedua wanita itu.
" tidakkkk ibu.. hikkkssssssssss,, jangan tinggalkan aku " teriak sari,saat sari sudah dekat dengan ibunya,dia langsung memeluk nya dengan erat,air matanya menyatu dengan darah nya dan juga darah ibunya.
Dia tidak menyangka,hari ini adalah hari akhir ibunya yang selalu memanjakan nya, suara sirene polisi dan ambulance terdengar disana,dan Alisa juga sudah meninggalkan tempat itu.
dan karna shock juga terguncang, sari pingsan dan terus ketakutan saat bertemu dengan orang lain.
Begitulah akhir hidup Marni,si ibu tiri yang selalu menyiksa Alisa anak tiri nya,menjual nya,bahkan dia tidak memberinya makan.
Balas dendam Alisa terus berlanjut,dan pembukaan balas dendam nya berawal dari Marni.