Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 16
Rifki masih membahas tentang perusahaan nya dengan asisten nya Kiki. Sedangkan Diana hanya duduk manis di sofa.
Tiba-tiba bunyi perut Diana minta di isi. Mata dua orang itu langsung tertuju pada Diana.
"Apa kau belum makan? " tanya Rifki.
"Apa kau tidak dengar cacing di dalam perutku lagi dj? ya tentu saja aku belum makan. " Ucap Diana sewot.
"Ya sudah ayo kita pergi makan. " Rifki beranjak dari duduknya.
Rifki, Diana, dan Kiki pergi ke sebuah restoran. Mereka memesan menu makanan dan tak berapa lama kemudian pesanan mereka pun datang.
Rifki dan Kiki melahap makanan mereka dengan perlahan. Namun tidak dengan Diana, perempuan cantik itu melahap dengan cepat dan lebih dulu selesai, sampai-sampai ia tidak menyisakan nasi di piringnya.
"Apa aku boleh nambah lagi? " tanya Diana.
Rifki dan Kiki saling pandang.
"Kami saja belum habis makan, dan sekarang kau ingin nambah? " gerutu Rifki.
" Sudahlah aku sangat lapar! " desak Diana.
"Ya sudah sana pesan! " perintah Rifki.
Diana langsung memesan makanan yang ia suka. Tidak lama pesanannya sudah datang. Diana langsung melahap makanan yang sudah tersaji di meja. Saking cepatnya Diana melahap makanan, Rifki dan Kiki tertinggal jauh.
"Cepat sekali perempuan ini makan? " batin Kiki heran.
"Ini si monyet atau hantu yang makan seperti kilat? " gerutu Rifki dalam hati sambil melihat tingkah Diana.
"Kenapa kalian berdua melihat ku seperti itu? " Rifki dan Kiki tertangkap basah karena telah melihat Diana.
"Untuk apa aku melihat mu, dasar ke GR an kamu! " elak Rifki melihat ke arah lain begitu juga dengan Kiki.
"Sudah jangan mengelak lagi, aku tahu aku ini cantik jadi jangan di lihat kayak gitu aku jadi malu tau. " Ucap Diana dengan percaya dirinya mengatakan nya.
"Iya kau cantik, tapi kalau di lihat dari sedotan. hahaha" ucap Rifki tertawa puas bisa membuat sekretaris nya malu. Kiki hanya tersenyum kecil.
Perut mereka telah terisi, sekarang waktunya untuk mereka kembali ke kantor. Di perjalanan, Diana melihat -lihat pemandangan nan indah dari kaca mobil.
"Stop! " perintah Diana pada Kiki yang sedang menyetir. Kiki pun langsung menghentikan mobil.
"Ada apa? " tanya Kiki bingung.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin itu. " Ucap Diana menunjuk pada pedagang gulali.
"Untuk apa makan itu? kayak anak kecil saja. " Ketus Rifki yang menolak.
"Kalau kau merasa tua, ya tua aja sendirian jangan bawa-bawa aku. Karena aku ini masih muda! " Ucap Diana menatap sekilas bosnya itu.
Diana langsung turun dari mobil untuk membeli gulali.
"Pak beli gulali. " Ucap Diana.
"Tuan seperti nya saya juga ingin makan gulali. " Ucap Kiki langsung turun dari mobil dan menghampiri Diana. Rifki hanya menunggu di dalam mobil .
"Apakah sudah? " teriak Rifki membuka kaca mobil.
"Dasar tidak sabaran! " ucap Diana pelan dan menuju ke ke dalam mobil di ikuti oleh Kiki.
"Nih " Diana menyodorkan gulali untuk bosnya.
"Apa ini? " tanya Rifki.
"Kartu tanda penduduk! " jawab Diana asal.
"Ya tentu saja gulali! " sambung Diana merasa geram melihat tingkah Rifki yang mendadak bloon.
Siang telah di lewati, waktu terus berjalan dan datang lah malam dengan gemerlap bintang-bintang saling berkelap-kelip. Diana dan Rifki telah kembali.
Sesampainya di kamarnya, Diana langsung mandi untuk membersihkan badannya. Setelah mandi, Diana langsung berbaring di tempat tidur nya.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅