NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggil Sayang

Ketika tubuhnya tersudut oleh Byan, tubuh tegap pria itu berhasil mengukung tubuhnya. Eva menatap matanya yan menatap dingin padanya. Air mata Eva tiba-tiba tidak tertahankan lagi. Dia menatap Byan dengan matanya yang memerah dan basah. Bahkan mata yang sembab itu sudah terlihat sejak Eva masuk ke ruangan ini, dan itu membuat Byan merasa dirinya hancur melihatnya menangis.

"Jangan menangis! Aku hanya perlu penjelasanmu!"

Eva malah semakin terisak, dia masih perlu mempersiapkan diri untuk menjelaskan semuanya. Ketika melihat tatapan Byan, membuatnya takut jika sampai salah bicara.

"A-aku benar mencintaimu, Mas. Perasaanku nyata, aku memilih berpisah karena aku tahu jika semuanya tetap akan berakhir, kebohongan itu akan terbongkar juga. Hiks... A-aku paling takut kamu membenciku"

Byan menghela napas pelan, hatinya merasa lega mendengar itu. Tangan yang tadi memegang tangan Eva di atas kepalanya, dia lepaskan. Eva menunduk diam, masih terdengar isakan pelan.

Byan tersenyum tipis, dia menarik tubuh Eva ke dalam pelukannya. Mengecup puncak kepalanya dengan lembut. "Kebohongan itu memang sudah berakhir, hubungan aku dan Laila juga sudah berakhir. Sekarang yang tersisa hanya perasaan kita yang nyata, hanya ada Byan dan Eva"

Hiks... Tangisan Eva semakin pecah mendengar itu. Tidak pernah menyangka jika Byan akan memeluknya seperti ini dan berkata seperti itu. Hatinya berdebar senang, namun air mata tidak mau berhenti. Selain rasa haru, bahagia, dan perasaan bersalah yang masih ada.

"Maaf ya Mas, sudah membohongimu"

Byan menyandarkan dagunya di puncak kepala Eva, mengecupnya kembali. "Selama perasaanmu nyata untukku, maka aku bisa memaafkanmu. Tapi jika kau berbohong tentang perasaanmu, maka aku benar-benar tidak akan bisa menerimanya!"

Eva memeluk Byan semakin erat, tangisannya masih pecah. Sudah berpikir sangat jauh, dia takut sekali Byan akan membencinya. Bahkan Eva sudah berniat untuk keluar saja dari pekerjaannya sekarang agar tidak bertemu Byan.

"Perasaanku memang nyata untukmu, Mas"

Byan tersenyum, hatinya berdebar hangat mendengar itu. Dia melerai pelukannya, menangkup wajah Eva dengan kedua tangannya. Menatap matanya dengan lembut dan penuh hangat.

"Mulai sekarang hanya kita berdua yang menjalani hubungan ini. Tidak ada lagi kebohongan yang kau sembunyikan? Jika ada, sebaiknya katakan sekarang daripada aku akan lebih kecewa dari ini jika mengetahuinya dari orang lain lagi"

Eva menggeleng yakin. "Sebelumnya aku berbohong juga karena membantu Nona Laila, tidak pernah berpikir akhirnya akan seperti ini. Padahal kita hanya berencana agar kamu membenciku dan membatalkan perjodohan ini. Aku sudah berusaha bersikap aneh dan memalukan di depanmu, tapi kamu tetap tidak membatalkan perjodohan ini"

Byan tertawa kecil, dia mengusap sisa air mata di pipi Eva. Mencubit gemas hidungnya yang memerah karena menangis. Masih ingat dalam bayangan Byan ketika beberapa kali pertemuan dirinya dan Eva, yang memang sikap gadis ini selalu bertingkah aneh.

"Jangan ketawa"

"Kau bersikap memalukan, dengan makan steak langsung dengan tanganmu, memesan makanan yang banyak, meski akhirnya di batalkan. Dan yang paling aku suka, ketika kamu mengajak aku ke Hotel tapi tangan dan kakimu gemetar saat mengatakannya. Kau pikir aku tidak melihat gerak tubuhmu yang lain dan bola matamu yang cemas dan gelisah. Haha... Sayang, kamu salah mencari lawan. Aku malah merasa gemas dengan setiap tingkah lakumu itu"

Eva menghela napas panjang, bahunya melemas. Sepertinya memang semua yang dia lakukan dulu sangat tidak berguna, karena nyatanya Byan malah sudah menyadari rasa gugup dan cemas yang Eva rasakan. Meski Eva sudah berusaha bersikap senormal mungkin.

"Sebenarnya Nona Laila memang tidak suka di atur, apalagi dengan jodohnya sendiri. Dia ingin mencarinya sendiri, tapi Tuan Hartanto dan Ibu Lisma selalu menginginkan Nona cepat menikah. Jadilah mereka menjodohkannya, dan Nona bukan anak yang mudah menurut ucapan orang tua, dia akan melakukan segala cara agar bisa menolak apa yang dia tidak suka. Dan ya ... aku hanya membantunya saja"

"Sebaiknya kita bicara di Apartemen, ada banyak hal yang harus aku bicarakan denganmu"

Byan sudah menarik tangannya untuk keluar dari ruangan ini. Namun Eva menghentikannya. "Tapi Mas, aku sedang bekerja"

"Biar saja, aku yang minta izin pada Bara"

Akhirnya mereka pergi, Byan menelepon Bara dan mengatakan dirinya pergi bersama Eva. Sementara Bara yang sedang berada di ruangan Byan karena tadi ruangannya dijadikan pertemuan dua orang yang putus cinta, hanya menggeleng pelan.

"Syukurlah kalau semua masalahnya sudah di selesaikan. Semoga mereka bisa hidup bahagia. Tapi ... Om Danuel dan Tante Sonya..."

*

Di dalam Apartemen yang menjadi saksi pernyataan cinta mereka, dan juga perpisahan yang sempat terjadi. Namun sekarang akan menjadi saksi juga tentang cinta mereka yang bertahan karena perasaan yang nyata dan tidak ada kebohongan lagi.

Di sofa bed, Byan memeluk tubuh Eva yang bersandar di dadanya. Di depan mereka televisi besar menyala menayangkan sebuah drama yang Eva suka.

"Jadi, kau awalnya pelayan di rumah Om Hartanto?"

Eva mengangguk tanpa merasa malu dengan pekerjaan sebelumnya. "Ibuku dulu bekerja disana sebagai pelayan, menghabiskan hidupnya untuk bekerja pada mereka. Sampai sejak aku kecil selalu disana, bermain dengan Nona Laila dan orang tua Nona juga begitu baik padaku. Seperti menganggap aku anaknya sendiri. Sampai saat Ibu meninggal, aku tetap di izinkan tinggal disana selama masih berduka dan Nona Laila juga tidak ingin aku jauh. Karena merasa tidak enak jika hanya tinggal dan makan saja, jadi aku bekerja saja disana menjadi pelayan juga"

Eva mendongak, menatap ekspresi Byan saat tahu jika dirinya sebenarnya mantan seorang pelayan dan anak dari pelayan juga. Ketiak dia mendongak, Byan langsung mengecup bibir Eva tanpa permisi.

"Ish, Mas" Eva memukul lengan pria itu, lalu kembali fokus menonton drama di televisi. "Mas, kamu tidak papa kalau aku anak mantan pelayan dan aku juga pernah menjadi pelayan? Aku bukan dari keluarga yang setara dengan keluargamu"

Byan semakin erat memeluknya, menyandarkan dagunya di bahu Eva dan mencium pipinya. "Memangnya kenapa? Pelayan bukan hal yang memalukan, yang penting aku mencintaimu dan kau juga sama"

Eva mengangguk pelan, dia memegang tangan Byan yang melingkar di perutnya. "Terima kasih ya Mas Byan sudah mau memaafkan aku"

"Aku memaafkanmu tidak gratis ya, harus ada bayarannya"

Eva sedikit menoleh ke belakang, menatap pria yang memeluknya itu. "Apa? Aku tidak punya banyak uang"

"Memangnya siapa yang mau uangmu yang hanya sedikit itu" Sebuah penghinaan yang Eva terima dengan lapang, karena memang itu kenyataan. Byan melanjutkan bicaranya. "Panggil aku Sayang"

Hah? Eva menoleh dan menatap Byan dengan lekat, hampir tidak percaya jika pria itu akan meminta hal seperti itu.

"Kau harus melakukannya jika ingin membalas maaf yang telah aku berikan padamu"

Eva tersenyum masam, ternyata itu bukan sebuah permintaan tapi adalah perintah jika Eva memang harus memanggil Byan dengan panggilan 'sayang' mulai sekarang.

"Baiklah"

"Apa? Coba panggil, aku ingin dengar"

"Sa-sayang"

"Sekali lagi"

"Sayang"

"Lanjutkan!"

"Sayang, sayang, sayang..."

Dan panggilan sayang itu terus berulang terdengar di ruangan ini, sampai perlahan suara itu terdengar melemah dan hilang. Eva terlelap dalam pelukan Byan.

Bersambung

Sebenarnya ini alur masih panjang banget, sudah tertata rapi dalam rencana author.. Tapi retensi anjlok.. Huhu... Plis jangan pada nabung bab ya.

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!