NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Jerat Cinta Lama Sang Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pembantu / Mantan
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Puspa Arum

Cerita ini adalah fiktif belaka, semua yang terjadi adalah khayalan Author semata, nama pemeran dan lokasi hanyalah sebuah karangan Author.

Utari Candra Kirana bertemu kembali dengan orang yang selama ini dia benci. Selama mereka berpisah tidak pernah lagi mendengar bahkan bertemu dengan laki-laki yang sudah menyakiti hati nya begitu dalam. Disaat hidupnya mulai damai dan bahagia bersama sang putri, tiba-tiba harus berhadapan dengan laki-laki yang sudah menorehkan luka di hati Tari. Sialnya dia harus bertemu sepanjang hari dan berusaha berinteraksi dengan nya walaupun masih ada kebencian yang terpancar dari sorot mata nya.

Reksa Arya Nugraha laki-laki yang sudah menggores luka di hati seorang wanita yang dulu mencintai nya dengan tulus. Karena sebuah ide konyol para sahabatnya, dia melakukan sebuah tindakan yang fatal dan bahkan membuat perempuan itu membencinya.

" Kamu tahu, orang paling aku benci? jawabannya adalah KAMU, REKSA ARYA NUGRAHA !!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reksa Cari tahu ( R)

Reksa terdiam saat sebuah tangan mendarat di pipinya membuat dirinya terkejut.

Tari pun tak kalah terkejutnya dengan apa yang dia lakukan pada Reksa. Dia menatap telapak tangan nya kanannya yang memerah dan gemetar. Pandangannya beralih ke arah wajah Reksa yang sempat mendapat tamp*ran keras darinya.

"Tu_tuan, saya____

"Kamu boleh keluar dari kamar ini, keluar !!" suara keras Reksa memotong ucapan Tari dan meminta Tari keluar dari kamarnya.

Tari bisa melihat Reksa sempat mundur beberapa langkah dan beberapa kali menggerakkan rahangnya juga tangannya terlihat sesekali mengusap pipi sebelah kirinya.

Walaupun ragu, Tari tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk keluar dari kamar Reksa dan terbebas dari tatapan tajam laki-laki itu.

Tari melangkah cepat keluar dari kamar Reksa dan menuruni tangga dengan langkah tergesa. Tangannya memeluk nampan yang sudah tak ada lagi beban.

Otaknya kembali mengingat bagaimana dia reflek menamp*r Reksa.

"Tari, heiii...!" sampai di dapur Tari masih diam dan bahkan terlihat linglung. Bu Marni pun menegur Tari namun masih belum merespon. Dengan cepat Marni mendekati Tari dan menepuk bahu nya. "Tari, kenapa kamu?!" tepukan Bu Marni membuat Tari tersadar dan tergagap.

"E..ehh, bi..kenapa ?" dengan wajah masih terlihat linglung Marni menarik tangan Tari dan memintanya untuk duduk.

"Kamu yang kenapa? Apa terjadi sesuatu? Bilang sama bibi, tuan muda marah sama kamu?" biMarni kembali memberikan banyak pertanyaan.

"Nggak ada apa-apa bi, Tari cuma lagi nggak enak badan saja." jawaban Tari yang terlihat tak meyakinkan membuat bi Marni menaikkan sebelah alisnya. Tapi, bi Marni tidak ada niat untuk mengorek informasi lebih lagi dari Tari.

Bi Marni tahu kalau ada yang sedang Tari sembunyikan darinya.

"Ya sudah, kalau kamu lagi nggak enak badan kamu bisa istirahat dulu di belakang. Biar pekerjaan di sini bibi dan mba-mba yang lain yang bereskan."

Tari mengangguk samar dan beranjak dari tempat duduknya segera melangkah ke arah paviliun dan masuk ke dalam kamar nya.

Langkah Tari langsung ke arah kamar mandi dan segera dia buka kran dan diam membiarkan setiap tetes air yang jatuh dari lubang shower membasah dari i ujung rambutnya sampai ujung kaki nya. Tak terasa di derasnya air yang membasahi tubuh Tari. Air matanya pun tak kalah deras keluar dari mata indahnya.

Sesak, sakit, lelah dan bingung bercampur jadi satu.

Sedangkan di kamar Reksa, dia saat ini ada di balkon kamarnya dengan secangkir kopi yang di buatkan Tari sambil menatap ke arah paviliun dari balkon kamarnya.

Reksa sempat melihat Tari berjalan cepat menuju kamarnya dan sampai sekarang tak ada tanda-tanda Tari keluar dari sana.

Reksa merogoh kantong celananya dan mengambil benda pipih yang ada di sana.

Dia mencari nomer telpon yang sudah lama dia simpan.

"Halo bos!" dari seberang sana terdengar suara seseorang yang menyambut panggilan dari Reksa.

"Gue punya kerjaan buat lo. Cari informasi selengkapnya tentang Utari Candra Kirana. Fotonya nanti gue kirim ke lo. Gue pengen lo secepatnya kasih infonya ke gue."

"Siap bos.." setelah mendengar jawaban orang yang ada di seberang sana, Reksa mengakhiri sambungan telepon nya dan segera mengirim beberapa info dasar soal Utari ke pada orang yang dia tunjuk untuk mencari informasi tentang Utari selama ini.

Reksa akan mulai mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi selama ini hingga Utari sampai dia bisa bekerja di rumah besarnya.

"Aku nggak akan pernah melepaskan kamu lagi Tari. Cukup sekali kamu menghilang , lain kali tidak ada lagi kesempatan buat kamu menghilang lagi" .Reksa mengepalkan kedua tangannya dengan erat mengingat bagaimana dia begitu khawatir dengan menghilangnya Utari saat itu.

...----------------...

Reksa melempar map yang ada di tangannya ke atas mejanya dengan keras. Wajahnya terlihat menahan emosi yang siap meledak.

"Bod*h ! apa kalian sudah bosan kerja di sini, hah!!"

Dengan kasar Reksa memukul meja kerjanya membuat beberapa orang karyawan yang ada di depan meja kerjanya terkejut dan langsung menunduk takut.

Mata Reksa menatap dengan nyalang orang-orang yang ada di hadapannya.

Kali ini sebenarnya kesalahan mereka tidak terlalu fatal dan bahkan sedikit. Tapi sialnya saat ini suasana hati Reksa yang tidak baik-baik saja setelah beberapa hari ini Tari menghindari berinteraksi dengan dirinya.

"Bawa laporan sampah kalian ini keluar dari ruangan ini. Saya kasih kesempatan sekali lagi buat kalian merevisi semuanya. Gunakan otak dan pikiran kalian serta mata kalian buat tidak melakukan kesalahan kedepannya. Kalau sampai kalian melakukan kesalahan lagi, jangan harap perusahaan akan mempertahankan karyawan macam kalian!"

Bentakan keras menggema di ruangan kerja itu , setelah nya Reksa mengibaskan tangannya memberikan isyarat untuk mereka keluar dari ruangan nya.

Reksa menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran nya. Dia menarik nafas dalam-dalam dan memejamkan mata sejenak untuk mengontrol emosinya yang belakangan naik turun.

"Bos, minum dulu.." Reno menyodorkan segelas air putih ke arah Reksa.

"Hemm.." Reksa pun menenggak habis air yang ada di gelas itu dan kembali menghela nafas panjang.

"Sebenarnya kesalahan mereka tidak fatal bos, bahkan untuk sekedar memperbaiki butuh waktu paling lama 30 menit. Tapi kenapa bos berlebihan begitu?"

Reksa menatap ke arah Reno dan berdecih. "Sebaiknya kamu keluar dari ruangan ini, kerjakan pekerjaan kamu sana!" Reno hanya bisa merotasi dua matanya mendengar ucapan bos nya itu.

Dalam hatinya mungkin bosnya sedang ada masalah dan akhirnya semua kena.Tanpa mengatakan apapun, Reno keluar dari ruangan Reksa.

Melihat asistennya itu keluar dari ruangan nya, Reksa kemudian menghubungi seseorang untuk memastikan tentang informasi seminggu yang lalu dia minta.

Reksa melangkah keluar dati ruangannya. Saat baru saja sampai di depan pintu ruangannya Reno terlihat menghampiri dirinya.

"Tuan mau kemana, saya mau minta tangan tuan soal Mega proyek yang akan kita bahas.."

Reksa menggulung lengan bajunya sampai siku dan dia menatap ke arah Reno.

"Simpan di ruangan kamu dulu, saya ada pertemuan mendadak di luar."

"Bukannya____

"Kamu nggak perlu ikut, handle kantor selama saya keluar." tanpa menunggu jawaban dari Reno, Reksa melangkah cepat menuju lift yang sudah terbuka dan meninggalkan Reno dan sekertaris Reksa yang saling melempar pandangan satu sama lain.

"Rin, schedule tuan Reksa nggak ada yang di reschedule kan?"

Rini sekertaris Reksa menggelengkan kepalanya.

"Setahu saya nggak ada pak." Reno hanya mengangguk dan kemudian dia membalikkan tubuhnya melangkah kembali ke ruangan nya.

Sementara Reksa mengendari mobilnya menuju sebuah restoran yang menjadi tempat dirinya dan seseorang janji bertemu.

Bersambung

1
Nar Sih
wahh nih seperti nya sofia pasti sgra punya adik ☺️
Herlina Rahman
bagusss
Wulan
lanjut Thor
Nazwa Azzahra
lanjut
Alia Chans
lanjut kk😣

like + 🌹✍️😉
Nar Sih
sdh siap buat mlm pertama yg tertunda ,ya tari lanjutt kak 👍
Nia nurhayati
ayo tari reksa gaspoll ajaa biar ade nya sofia cepet launcing🤣🤣
Puspa Arum: Gas polll...jangan kasih kendor😄
total 1 replies
Nar Sih
semagatt ya mas reksa dan tari buat nyicil bikin adik buat sofia ☺️
Nazwa Azzahra
lanjut
Nia nurhayati
alhamdulilah setelah semua badai dan cobaan menguji cinta kalian akhirnya kebahagiaan lah juga yang datang menghampiri kalean hapy weding tari reksa semoga samawa yaa
Nia nurhayati
😂😂😂🤣 koacian kamuu reksaa
Nazwa Azzahra
lanjut
Nar Sih
alhamdulilah sdh sah ,semawa buat tari dan reksa,🙏ya kak puspa udah lanjut lgi cerita ini
Nar Sih: amiin kak ,semoga kak puspa sekeluarga tetap sehat biar lacar nulis cerita juga rezeki nya
total 2 replies
Nar Sih
hahaha 😂😂gagak deh mau cium ibu nya ketahuan ank nya☺️lanjutt kak up yg sering yaa🙏🥰
Meri Meri
bagus
Elly Maryani
sabar sa,,langsung nyosor aja,,halalin dulu,,,😅
Nar Sih
amiin ,semoga kak puspa slalu di berikan keshatan dan lanjutt up nya kak ,walau ngk tiap hri yg moga bisa up hingga end🙏
Nar Sih
kok manggil nya maih om ,harus ny kmu jujur aja reksa dgn sofia
❥␠⃝ ͭ🍁ᴍɪᴍɪ💋🅹🆄🅽👻ᴸᴷ : pelan2 anak seusia Sofia butuh penjelasan masuk akal bukan asal bilang aja klo Reksa Ayah kandungnya dengan bertambahnya usia Sofia bisa ngerti apalagi dulu pernah trauma dengan mantan Ayah sambungnya yang mengabaikan nya dan menyakiti Bundanya
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya tari tau juga kan klau reksa cinta sama dia,semoga tari trrima pinangan reksa demi sofia
Nar Sih
cerita nya bagus kak puspa cuma up nya jarang,,☺️
Puspa Arum: Iya maaf, sekarang Hp nya kadang di bawa anak sekolah buat ulangan. Kalau udah begitu sering lupa nya🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!