NovelToon NovelToon
Love Quest

Love Quest

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Frendaa

Freya, seorang wanita karir yang terbilang cukup sukses di usia nya 27 tahun, koma dalam kecelakaan.

Dalam situasi komanya, sosok yang tidak dikenal mengirim jiwa Freya ke dunia game otome yang selalu ia mainkan, untuk selamat dari koma, Freya diharuskan menaklukan semua tokoh utama pria disana agar bisa kembali sehat di dunia nyata.

Game selalu mudah dimainkan, tapi bagaimana jika sekali mati langsung game over?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frendaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Manusia Modern bagian 2

Mereka pun tiba di depan pintu kantor David, pintu itu langsung dibuka oleh Freya mendapati ayahnya yang masih buntu terhadap solusi dari masalah yang ia peroleh. David menyadari kedatangan Freya dan George yang membawa makanan diatas piring. Kedua piring itu diletakkan di meja ditengah ruang kantor, David hanya memandang dengan penasaran, ketika George meletakkan piringnya, ia langsung membungkuk kepada Freya dan David lalu pergi.

"Terima kasih ya, George." ucap Freya sebelum George membalikkan badannya dan pergi.

"Nah ayah, kemari... Mari kita makan terlebih dahulu." ucap Freya sambil duduk di sofa.

"Tapi... ayah sudah makan malam loh." ucap tolak David.

"Sesekali cemilan tidak apa-apa 'kan?" ucap Freya sambil menepuk-nepuk sofa mengajak David untuk duduk disebelahnya.

David berpikir sebentar, mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya, lalu bangkit dari kursi dan duduk di sofa bersebelahan dengan Freya. David merasa tidak enak jika menolak anaknya, apalagi sampai membawa makanan untuknya.

David melirik ke makanan yang di depannya, ia familiar dengan roti, tapi tidak familiar dengan roti yang ditumpuk seperti itu.

"Kenapa dengan roti ini?" ucap David keheranan sambil melihat tajam ke arah roti.

Freya menyeringai, "Ini adalah.... roti isi! Buatanku!" ucap Freya bersemangat sambil membusungkan dadanya. "Ayah pasti bertanya-tanya karena tidak ada garpu dan pisau 'kan?" tanya Freya masih dengan senyum menyeringai tapi berhenti membusungkan dadanya.

"Setelah kamu sebutkan ternyata memang tidak ada, jangan-jangan... "

Wajah David langsung membuat rasa curiga dengan melihat Freya, Freya yang masih menyeringai lalu mengambil roti yang diatas piring dengan kedua tangannya.

"Begini cara makannya."

Freya mengangkat rotinya, membuka mulutnya dan mengigit roti isi yang ia pegang lalu mulai mengunyah, disusul David yang mengikuti setelah melihat anaknya yang memakan langsung menggunakan tangan.

Setelah selesai mengunyah, Freya lalu menyimpan kembali rotinya ke piring di meja. "Bagaimana? Apa ayah suka?" tanya Freya dengan bersemangat.

"Biasa saja." jawab David sambil mengunyah dengan nada datar.

"Bukan! Aku tidak bertanya tentang rasanya! tapi kesannya." ucap kesal Freya dan membuat wajah cemberut dengan pipinya yang membesar.

David tertawa sedikit, sebenarnya David tau apa yang dimaksud Freya mengenai makanannya, hanya saja ia sedikit mengerjai putrinya untuk melihat reaksinya.

"Untuk kesannya ini sangat menarik, ini bisa dijual, murah, dan terlebih lagi semua kalangan pasti suka." tegas David yang masih tertawa. "Karena namanya 'roti isi' apakah bisa diisi yang lain?" tanya David penasaran.

Freya tertawa sedikit, "Pertanyaan ayah sama dengan George." ucap Freya lalu mengambil rotinya lagi. "Yang ini aku beri keju dan daging karena memang hanya ada itu, tapi mungkin bisa memasukkan semua jenis bahan tergantung selera orang masing-masing." lanjut Freya menjelaskan memakan roti isinya.

"Hm.. begitu ya... "

David menatap roti isinya dengan fokus, mungkin ia berpikir akan mengisi roti dengan bahan yang ia inginkan.

"Jika ayah yang membuatnya ingin diisi dengan bahan apa?" tanya Freya karena melihat David sangat fokus dengan rotinya.

"Hmmm... " David berpikir cukup lama. "Mungkin ayah akan mengisinya dengan daging rusa? atau ikan?" jawab David.

"Ikan?! Ya... bukan ide yang buruk."

Freya cukup kaget dengan bahan isian yang dipikirkan oleh David. Secara modern sendiri, Freya belum pernah melihat orang mengisinya dengan daging rusa dan ikan, tapi karena perbedaan jaman ia sedikit mengerti, karena dunia Love Quest sendiri belum memiliki mayonaise atau saos tomat.

"Benar kan? Ini akan menjadi penemuan baru yang menarik."

David sendiri berbicara sangat yakin, tapi Freya sendiri tidak yakin, ia bertanya-tanya apakah ikan bisa diterima semua orang.

Setelah semua perbincangan antara ayah dan anak itu, mereka kembali memakan sisa rotinya sampai habis. David cukup senang memakan rotinya, tergambar dari wajahnya yang sering tersenyum di sela-sela mengunyah, Freya melihatnya pun cukup senang dan lega, ia tidak tau David senang karena makanan nya yang unik atau memang sekedar berbincang dengannya, tapi yang pasti Freya sangat lega.

Setelah makanan habis David bersandar di sofa, lalu Freya mulai memperhatikan David.

"Ngomong-ngomong, apa ayah tau? kalau orang sedang letih, pusing dan stress, obatnya adalah beristirahat dan memakan sesuatu?" ucap Freya dengan nada mengejek.

Nada sarkasme Freya tak lain karena menyinggung seseorang yang disebut pintar, sangat pintar sampai membawa keluarganya dari rakyat jelata menjadi bangsawan, tapi tidak bisa menjaga tubuhnya sendiri. David mengerti sarkasme dibalik pertanyaan itu adalah untuknya.

"Oh...? Penasaran ayah saja, atau kamu memang menyindir ayah?" tanya David sambil senyum menyeringai.

"Oh..? Mungkin hanya perasaan ayah saja~"

Meskipun Freya menjawab itu hanya perasaan David saja, tapi nada ia berbicara terkesan menggoda membuat David ingin membalas ejekan Freya.

"Tentu saja ayah tau~... tapi pekerjaan ini mungkin akan lebih mudah jika dibantu oleh seseorang." jawab David menggoda balik sambil melihat Freya.

David sangat tau tentang pekerjaannya yang berat, tidak mungkin seorang remaja akhir bisa membantunya.

"Apakah ayah baru saja menantangku?" tanya Freya. "Baiklah, mari aku bantu ayah." tegas Freya sambil berjalan ke meja kerja David.

"Jangan memaksakan diri loh~."

David sangat yakin Freya tidak akan pernah memecahkan masalah yang dihadapinya, kalimat yang ia baru saja sebutkan memiliki arti 'kamu masih terlalu dini untuk mengerti, jadi menyerahlah'.

Freya mengambil surat perjanjian dengan guild pedagang yang ia baca saat baru masuk ke kantor David. "Pertama-tama, beri tau aku dulu, apa itu 'Guild Pedagang' ayah?" tanya Freya dengan nada percaya diri.

"Guild pedagang adalah sebuah organisasi untuk para pedagang, mereka mengawasi perdagangan dan menarik biaya dari anggotanya, seperti distribusi, pajak, dan lain-lain. " jelas David.

Oh.. oke oke...

Mungkin mirip-mirip sama kementerian dagang kali ya...?

"Lalu, peran ayah apa?" tanya balik Freya.

David kemudian berdiri dan membusungkan dadanya. "Dengar baik-baik anakku, peran ayah adalah yang paling penting karena tidak ada seorang pun yang memiliknya. Peran ayah yang membuat kita menjadi bangsawan, spesial dari para bangsawan, disebut sebagai broker!" ucap David dengan nada bangga dan masih membusungkan dadanya.

Freya hanya bisa mematung, melihat dengan pasrah kepada ayahnya yang menjadi bangga seperti anak kecil.

Owalah.. broker ternyata, yaa kalau ini mah gue juga tau kali.

"Oh... gitu ya, aku mengerti." ucap Freya lalu melihat lagi kertasnya.

"Eh? tapi ayah belum menjelaskan tugas-tugasnya loh?" tanya David keheranan.

"Tidak usah, sebagian besar aku sudah tau. Intinya, ayah mempunyai banyak pedagang kecil yang berkualitas lalu didaftarkan ke guild pedagang dalam 1 nama, yaitu Trenchard 'kan?" jelas Freya.

"..... benar."

Aneh... darimana dia tau? seingatku Freya bukan anak yang tertarik dengan pekerjaanku.

David mulai berpikiran curiga, anaknya tiba-tiba saja tau pekerjaan ayahnya, dan tiba-tiba ingin membantunya.

Freya lalu sekejap diam membaca tentang surat kontraknya, ia membacanya dengan sangat serius.

"Aku sudah baca surat perjanjian kontrak dengan guild ini." Freya lalu menaruh kertasnya kembali ke meja. "Jadi apa yang membuat ayah sangat pusing?" tanya Freya.

David berjalan dalam diam ke meja duduknya, tidak berbicara apa-apa. Kemudian ia duduk dan mengambil secarik kertas lalu diberikan kepada Freya.

Freya mengambil kertasnya kemudian memulai membaca, "Surat... Pengajuan kontrak baru?" ucap Freya heran lalu melihat ke arah David.

"Siang tadi awalnya kami hanya rapat biasa, semuanya berjalan lancar, tapi tiba-tiba... " David lalu mendesah. "Tiba-tiba saja dewan guild meminta kenaikan komisi, yang awalnya 5% setiap produksi dikontrak lama, menjadi 12% dikontrak baru, padahal produksi saja susah sekali untuk terjual semua, ini tiba-tiba ingin menaikkan komisi. " ucap David kesal.

"12%?! Banyak banget, pantas saja ayah menjadi zombie seperti ini.... " ucap Freya mengasihani ayahnya.

"Zombie?" tanya David yang menjadi lemas.

"Bukan apa-apa.." ucap Freya mengalihkan pembicaraan. Tentu saja orang dari kerajaan tidak tau apa itu zombie.

12% iyalah kebanyakan kalau setiap produksi, kalau gue sih pasti negoisasi dulu. Hadeh, jadi kangen jaman-jaman kantor nih.

"Ayah sudah mencoba bernegosiasi?" lanjut tanya Freya.

"Tidak.. belum." jawab David.

"Kalau begitu aku ada saran." Freya tersenyum menyeringai. "Naikkan saja menjadi 15%." David kaget lalu berdiri dan ingin berkata sesuatu, "Tapi!" tapi dihentikan oleh Freya. "Kita buat komisi setiap volume dengan minimum, bukan setiap produksi." David yang awalnya kaget menjadi heran.

"Jelaskan." ucap David kembali duduk mendengar secara serius.

"Menurut ayah kenapa guild meminta penaikkan komisi? Ya karena tidak stabil jika mengambil komisi setiap akhir penjualan." Jelas Freya sambil duduk kembali di sofa.

"Produksi terus berjalan, tapi sering tertahan di gudang. Jika bulan ini hanya sedikit yang terjual karena... distribusi, atau bandit, tidak heran komisi guild ikut turun 'kan?" David mengangguk setuju.

"Maka dari itu solusinya komisi setiap volume, bayangkan komisi 15% setiap bulan dengan pembayaran minimal 100.000 koin emas, pasti stabil, guild juga pasti susah menolak hal ini." lanjut jelas Freya.

"Tapi, kita juga terhimpit, jika penjualan hasil sedikit, tapi harus tetap membayar 100.000 koin emas kepada guild, rasanya terlalu-ah!" Tiba-tiba David tersadarkan sesuatu.

"Oh... sepertinya ayah sudah mengerti." ucap Freya yang sedari awal mengerti rencananya tapi tidak memberitahukan semuanya pada David.

"Komisi besar dan stabil, saat dewan tergiur, kita meminta pajak diturunkan 'kan?" tanya David yang akhirnya mengerti tujuan Freya dari awal.

"Ayah sendiri yang bilang kan? Mereka mengatur iuan, pajak, dan biaya distribusi, kita tinggal meminta menurunkannya, 15% itu banyak loh." ucap Freya yang mulai menguap.

"Aku mengerti... " ucap David bersemangat. "Benar-benar hebat anak ayah." Ketika David akhirnya bersemangat, ia melihat Freya yang mulai berjalan ke arah pintu keluar. "Loh, kamu mau kemana?" tanya David.

"Aku ngantuk, intinya ya seperti itu, sisanya terserah ayah, dah." ucap Freya melambai ke arah David lalu pergi menutup pintu.

Yah... gini mungkin okelah, kalau gue kasih tau semuanya bisa-bisa dicurigain, biarin David yang mikir. Ngantuk.

1
Nia Achelashvili
keren banget thor, aku suka karakter tokohnya!
Frenda: makasih :3
total 1 replies
Ff Gilgamesh
semangat💪💪
Trunks
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!