kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.
SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!
jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16
Key terjatuh dari sofa, aji yang memegang tangan juna untuk melepaskan gengagaman tangan key
langsung terkejut. Matanya melebar saat melihat key tergeletak di karpet, begitu juga dengan juna.
“ kampret !! key pingsan !!” teriak aji yang langsung loncat dari atas sofa. juna langsung mengahpiri key yang tergeletak di karpet itu dengan wajah cemasnya.
“ sumpah lu keterlaluan banget jun!!” sentak aji yang menggerakan bahu key berkali-kali.
Tapi masih belum ada respon sedikitpun dari key. Juna mulai panik segera mencari minyak angin di laci obat, tak lama bunda pun masuk ke ruang tv dan terkejut saat melihat key yang tergeletak di karpet bawah.
“ KEYYYYYY..” aji langsung terkejut dengan keadaan bundanya.
“ kamu apaain key aji???” sentak bunda yang langsung menggerakan bahu key berkali-kali.
“ keyyy sayang...” bunda semakin panik saat tidak ada respon dari key. Key mengerjapkan matanya
pelan, ia melihat ada dua sosok yang ia sangat kenal, ia sungguh hampir
kehabisan nafas dengan aksi gila kakaknya. Key mencoba mengatur nafasnya lalu
membuka matanya lebar.” Hustt jangan bilang gue udah sadar, biarin key bales
dendam sama si juna sialan kampret bau itu !!” bisik key yang membuat aji dan
bundanya bingung. “ huasyem lu key, gue panik dodoll !!” sentak aji.
“ Bundaaaaaa, minyak angin mana ????” teriak juna dari kamar bundanya, ia belum berhasil
menemukan minyak angin.
Key memberikan kode kepada dua manusia di depannya agar bisa bekerja sama dengannya. “ di dapurrr,
tadi bunda pakek..”
“ JUNAAAAA kamu apain adik kamu ???” teriak bunda yang membuat juna semakin kelimpungan. Tidak
lama juna berlari-lari membawa minyak angin di tangannya, di lihatnya aji dan bundanya yang masih menggerakan tubuh key agar terbangun.
PLAKKKK
Bunda memukul bahu juna keras, juna sontak meringis kesakitan namun tangganya langsung memberikan
minyak angin kepada bundanya. “ juna !! kamu tuh keterlaluan banget sih bercandanya !!” cerca bunda.
“ bun buruan di kasih minyaknya..” aji melancarkan rencanya dengan cepat. Bunda key segera
membuka botol minyak anginya dan mencoba menumpahkan isinya dengan ujung jari
tengahnya, lalu langsung menempelkan ibu jarinya pada hidnung key. Ia sengaja
tidak memberika minyak angin itu pada hidung key. Juna semakin panik saat tidak
ada respon dari key.
“ duhh key bangun dong, gue minta maaf key..” ujar juna yang menggerakan kaki key.
“ asli jun lu keterlaluan banget bercandanya !!” cerca aji yang hanya juan abaikan.
Bunda mencoba memainkan aktingnya dengan baik, air mata buayanya mulai keluar dari sudut
matanya. “ key sayang bangun dong, jangan bikin bunda panik ..” bunda mulai
mengelap air matanya yang sudah meluncur si pipinya mencoba tegar. Ajipun tak
mau kalah, ia membelai pipi key pelan. “ key buruan bangun key, kita kroyok
bang juna sampe mampus dah !! buruan key !!”
Juna langsung menengok ke arah aji. “ semprull lu !!”. tiba-tiba ayah masuk ke dalam tanpa
salam sama sekali, dan langsung terkejut dengan melihat anak gadisnya
tergeletak di lantainya.
“ wihh semakin seru nih dram sore ini..” battin key mencoba menahan gelak tawanya.
“ ADA APA INI ??” teriak ayah histeris. Aji mulai gelagapan, pasalnya ayahnya ini akan sangat
marah jika terjadi apa-apa dengan kakak perempuannya. Ia takut ayah akan marah
besar dengan juna. Mata aji melirik bundanya, begitu juga bundanya. Bundanya
juga bingung, harus melanjutkan rencannya atau berhenti.
“ ada apa ini?? Kenapa pada diem aja ???” tanya ayah panik. Juna menunduk takut, ia bingung apa
ia harus mengakui kesalahannya atau diam. Tapi jika ia mengakui keslahannya di
jamin dan di pastikan akan terjadi sesuatu terhadap dirinya.
“ tanya tuh bang juna ...” ujar aji tiba-tiba, ia bingung harus bersikap seperti apa.
Badan juna tersentak. “ anu yah.. tadi..tadi juna bercanda ke key..” jawabnya gelapan. Ayahnya yang
kini menyentuh kepala putrinya pelan, mata key terbuka sedikit karena ia tau
bahwa juna pasti menundukan kepalanya saat terkena marah oleh ayahnya. Key
mengedipkan matanya ke arah ayahnya mencoba memberi kode. Begitu juga dengan
aji dan bunda yang mencoba memberi penjelasan lewat kode. “ tadi juna apit
kepala key ke ketiak juna yang abis olahraga..” jawab juna yang masih menunduk.
Ayahnya sontak langsung terkejut, namun ia juga paham bahwa key sedang
membalaskan dendamnya pada kakak terlaknatnya itu. “JUNAAAAA!!! Kamu in
keterlaluan banget !!” teriak ayah yang langsung membuat juna sedikit menjauh.
“ ketek kamu itu bau !!” tambahnya lagi. “mmaf yah juna nggak sengaja dan nggak nyangka bakalan
kaya gini..” ujar juna pasrah.
“ tapi kok key lama banget sih sadarnya, coba bun tambahin lagi minyak anginnya..” ujar juna mencoba memberi saran.
“ dia itu keracunan ketek kamu juna!!” titah bunda yang meliriknya sadis.
“ aji, angkat kakak kamu ke kamarnya. Biar bunda buatin teh..” suruh bunda pada aji. Sedangkan kini
ayahnya menatap juna dengan tajam, diliriknya anak pertamanya dari atas sampai
bawah. “ kamu umur berapa sih jun?” tanya ayah dengan nada tidak nyaman di dengar.
“ baru masuk 24 yah..” jawab juna masih menganggukan kepalanya.
“ masih pantes engga bercanda kaya begitu??” tanya ayahnya yang terlihat kesal. Juna hanya
menggelengkan kepalanya.
Sedangkan aji sudah membawa key ke kamarnya dan langsung membanting key di atas kasurnya. “ berat
woy !!!” ujarnya yang membuat key langsung meringis.
“ huasyemm sakit woy..” key mengelus-ngeluskan kepalanya.
“ ck ya ampun sumpah demi apapun, gue udah nggak tahan untuk nggak ngakak !!” key langsung
terduduk di atas ranjangnya. Begitu juga dengan aji yang langsung tertawa , ia
sudah menahannya cukup lama hingga di bagian perutnya terasa sangat geli. “
sumpeh kalo lu liat tampang bang juna, ngekek parah. Gue sama bunda sampe gigit
bibir karena nggak tahan..” gelak tawa mereka pecah seketika pintu mulai
terbuka menghadirkan bundanya yang mambawa minum untuk key, bunda juga langsung terkekeh saat melihat key. “ ya ampun key, kamu jahilnya keterlaluan. abang kamu pasti lagi kena ceramah tuh ..”
“ suruh siapa dia mulai duluan? Gila sumpah bau banget kelek bang juna!!” key langsung
mengelapkan hidungnya yang terkontaminasi air keringat beracun dari juna. Saat
mereka asik dengan gelak tawanya, juna masuk dengan wajah yang menunduk. namun
langsung mendongak saat mendengar key bersuara.
“ key lu udah bangun??” juna langsung berlari ke arah key.
“emang nggak pingsan kali ...” sahut aji yang langsung tertawa begitu juga dengan key dan bunda. Juna
masih diam, bola matanya memutar mencoba menelaah kalimat aji. “ jadi dia nggak
pingsan?” tanya juna.
“ key cuman mau keadilan untuk dirinya..” jawab bunda di sela-sela tawanya.
Juna langsung melebarkan matanya. “ Huasyemmm jadi kalian ngerjain gue??adik keluarga
terlaknat !!” teriaknya frsutasi.
*
Suara bising dari handphone itu mengusik tidur key yang kini merenguk kesal melempar bantalnya ke
arah lain. Key mencoba mengabaikan bunyi bising alarm yang memang ia setel tadi
malam untuk membangunkannya sholat subuh. Ia membalikan badannya dan menutup
kedua telinganya kesal, matanya masih sangat berat. Key mulai terduduk mencari
di mana kebisingan itu berada untuk meredamkannya. Namun tak lama bunyi pesan
masuk bersuara, membuatnya turun mengambil handphone yang berada di meja belajarnya.
Pesan masuk
Bapak bulan bintang : jangan lupa jam 9 pagi !
Read
Key baru ingat bahwa ia sudah mempunyai janji dengan pemilik rumah makan ayam bakar yang
terkanal di jogaja, yang kebetulan adalah teman dari bundanya. Oleh sebab itu ia dengan mudah menemukan objek untuk ia teliti.
Pesan terkirim
Key : maaf pak saya akan datang agak siangan karean saya akan mewawancarai pemilik rumah amkan yang
akan saya jadikan objek di tuga bapak. Nanti begitu selesai saya akan langsung
menuju ke rumah bapak.
Key langsung meletakan handponneya di atas meja belajarnya, lalu ia membuka bindernya. Ia
menuliskan pertanyaan yang sekiranya akan ia tanyakan kepeada pemilik usaha ayam bakar itu. Tak lama handponenya berbunyi lagi.
Pesan masuk
Bapak bulan bintang : kira-kira selesai jam berapa?
Pesan terkirim
Key: jam 12 pak . Boleh ya pak?
Pesan masuk
Bapak bulan bintang : Y
Key langsung berdecak saat membaca balasan arka, lalu menghempaskan handponenya ke ranjangnya.
“ bilang ati-ati kek atau mau di jemput?” rutuknya.
“ nggak ada manis-manisnya sih jadi laki..” rutuknya lagi namun tak lama ia tersadar dan
memukul pelan mulutnya. Key mulai menyiapkan diri pukul sembilan pagi, entah kenapa pagi ia terlihat sangat rempong untuk mecari pakaian yang pas yang akan ia gunakan. Lagi-lagi ia membuang pakaian yang sudah ia coba berkali-kali ke ranjangnya. Key sudah mengganti tiga pakaian yang sudah ia gunakan, biasanya
key tidak pernah seperti ini. Karena ia adalah tipikal cewek yang tidak ribet untuk urusan pakian.
Duh kenapa nggak ada cocok sih
Ihh kok gue jadi ganjen gini sih??
Biasa pake apa aja juga okey, kok sekarang kayaknya nggak cocok gitu.
Key berkali-kali memutarkan badannya menatap cermin besar di kamarnya, ia akhirnya menggunakan
celana jeans berwarna putih dengan kaos hitam yang di balut dengan outer
berwarna mustard. Rambutnya ia gerai begitu saja dan untuk sepatu ia menggunakan sneakers berwarna putih , ia memutarkan tubuhnya sekali lagi setelah yakin ia langsung melakngkahkan kakinya keluar kamar.
“ bunnnn aku pamit ya, aku mau ke tempat bu Rumi...” sapa key pada bundanya yang sedang menonton
televisi. Bundanya melirik key dengan tersenyum. “ iya sayang, hati-hati.
Jangan lama –lama ya.” Titahnya. Key menganguk lalu ia teringat bahwa ia belum
pamit untuk izin ke rumah arka. “ oh iya bun setelah dari rumah makan bu rumi,
aku mau ke rumah pak arka bantuin dia ngoreksi hasil UTS bun.” Ujar key sembari
terduduk di samping bundanya. Bundanya yang tadi sudah fokus pada channel gosip
tanah air langsung melirik lagi. “ pak arka yang ganteng itu?” tanya bunda. Key
menganggukan kepala sebagi jawaban. “ pak arka tinggal sendirian? Hati-hati ya.
Kalo emang tinggal sendirian kamu minta aja ngoreksi di luar rumah, jangan di
dalam rumah berduaan, bahaya..” titah bunda.
Key hampir tertawa di buatnya. “ ya ampun bun tenang aja, pak arka bukan tipikal mata keranjang
kok. Walaupun banyak mahasiswi yang genit ke dia, dia itu nggak tertarik sama sekali. Makannya aku sanati aja sama dia.” Ujar key meyakinkan.
“ ihh namanya manusia itu tempatnya khilaf, barangkali arka liat kamu sebagai wanita dewasa
terus kamu di apa-apain gimana? Kan yang paling berat di dunia itu hawa nafsu key, jangan lupa itu..” bundanya mulai mewanti-wanti. Key menganggukan kepalanya sembari tersenyum. “ tenang bun, anak bunda ini preman kampus. Bunda nggak lupakan kalo key pernah masukin tiga berandalan anak sekolah ke rumah
sakit? Jadi insyaallah aman.. udah ah bun udah telat nih..” sahut key sembari bangkit dari sofa dan mencium punggu tangan bundanya.
Key menuju tempat bu rumi menggunakan ojek online, karena aji pergi kuliah alhasil hari ini dia
full bersama abang-abang gojek. Setelah samapai di temapt tujuan key langsung di sambut oleh bu rumi menuju kantornya.
“ wah udah lama ya key nggak ketemu, nambah cantik aja...” sapa bu rumi saat key baru saja
terlihat di pandangannya. Key menundukan kepalanya sedikit lalu mencium punggung tangannya. “ hehe iya bu udah lama nggak ketemu...” sahut key sembari tersenyum.
“ mari masuk...” ujarnya. Di dalam ruangan itu key mulai berkutat dengan berbagai pertanyaan
tentang bisnis yang bu rumi jalankan, mulai dari strategi pemasaran, promosi yang di lakukan, perilaku konsumen hingga persaingan bisnis yang hampir semua pembisnis rasakan. “ nah ini mulai mengacu pada pertanyaan akhir yang saling bertautan bu. Pemasar: Siapa peserta utama pusat pembelian? Dalam keputusan apa mereka
mempunyai pengaruh dan seberapa besar pengaruh mereka? Kriteria evaluasi apa yang digunakan masing-masing peserta keputusan?.”
Bu rumi menengguk segelas tehnya lalu tersenyum. “ tentunya bisa kamu liat sendiri siapa peserta
pembelian di rumah makan ini, yaitu masyarakat kelas menengah sampai atas, lalu untuk keputusan mereka dalam memilih rumah makan kami sebagai pilihannya itu biasanya karena rasa dan brand name yang sudah tertanam. Lalu dari hasil pengamatan kami untuk evaluasi kita selalu memperbaiki pelayanan kami, mulai
dari kesigapan kita dalam memasak, mengantar makanan hingga kebersihan tempat.
Karena kita bukan hanya memberikan rasa yang berkesan tapi kenyamanan yang
terlihat dan yang di raskana. Kurang lebih seperti itu key..” ujar bu rumi mengakhirinya. Waktu menunjukan pukul sebelas tiga puluh tiga menit, key segera mengakhiri sesi wawancaranya. “ baik bu terimakasih atas waktunya, mohon maaf mengganggu ya bu..” sahut key. Bu rumi tersenyum sangat manis. “ makan dulu key ayok...”
“ nggak usah bu, saya buru-buru ada urusan lain..” sanggah key yang langsung berdiri. “ aduh
bentar aja, masa nggak amakn dulu. Bentar aja key ..” desak bu rumi. Key jadi
kebingungan ia takut arka sudah menunggunya lama, tiba-tiba terbesit rasa tudak
enakan terhadap arka.
“ nggak usah bu, saya sudah di tunggu oleh dosen saya bu..” ujar key yang langsung di iyakan
oleh bu rumi pada akhirnya. Key mulai berjalan keluar rumah makan , ia kini
menunggu jemputan dari ojek yang sudah di pesannya.
“ ahh elahh kenapa gue tadi nggak makan aja sih, laper juga gue...” rutuknya sembari mengikat
rambutnya asal. “ peduli amet mau arka nungguin sampai malam juga bodo amat,
lah ini...” cerca key pada dirinya sendiri. Key berdiri di bawah pohon untuk
menunggu jemputannya, tak lam ponselnya berbunyi.
Ting..
11.36
Pesan masuk
Bapak bulan bintang: kapan ke sini? Jangan pura-pura lupa dan coba menghindar !!