NovelToon NovelToon
Revenge Abandoned Princess

Revenge Abandoned Princess

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:221.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reyarui

Arinsa, sorang dokter residen tahun ke-4 meninggal karena kelelahan. Tapi dia tiba-tiba membuka matanya dan melihat suasana yang jauh berbeda dengan kehidupan sebelumnya.

" Weeeh dimana ini, bukannya aku sudah mati? Beeeuh diiiingiiin."

Awalnya Arinsa tidak bisa mengetahui situasi nya hingga dia mendapatkan semua ingatan dari tubuh ini.

" Putri terbuang, dasar bajingan. Mereka yang tidak bisa mengendalikan kelaminnya tapi anak yang jadi korban. Tenang saja Arinsa, nama kita sama-sama Arinsa. Aku akan membalas semua rasa sakit hatimu. Dan kamu bisa istirahat dengan tenang. Kerajaan ini, akan aku hancurkan dengan tanganku."

Bagaimana cara Arinsa bertahan hidup dengan status barunya sebagai Putri Arinsa De Rouglas?

Dan bagaimana cara dia membalas dendam pemilik tubuh asli yang sudah diabaikan oleh keluarganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RAP 16

" Saya adalah orang yang berasal dari dunia yang berbeda. Sebenarnya Arinsa di sini dan di dunia saya, sudah sama-sama mati. Saya mati karena kelelahan bekerja dan Arinsa yang di sini kati karena ulah dari keluarga Kerajaan. Kebetulan saya merasuk ke tubuh Putri Arinsa, dan saya ingin membalas semua penderitaan nya. Saya ingin membuat semua orang yang membuatnya mati sendirian, mengalami kehancuran."

Degh!

Theodore dan Rubia saling pandang. Cerita itu seolah sebuah karangan, namun sorot mata dari gadis itu benar adanya. Terdapat sebuah tekad membara di sana.

" Mengapa kamu begitu ingin melakukannya?"

" Karena kami sama-sama hidup sendiri. Saya di dunia sebelum saya mati adalah putri korban pemerkosaan. Ayah saya seorang yang punya kedudukan. Ketika saya ingin kembali, dia sudah bahagia dengn keluarganya. Saya merasakan betapa sakitnya hidup sendirian. Ya, kami sama-sama tidak memiliki siapapun untuk bersandar. Kami sama-sama hanya bisa mengandalkan diri sendiri. Jadi saya ingin mempersembahkan kehancuran yang sebenarnya bagi Arinsa yang telah mati."

Rubia mengusap wajahnya kasar. Dia sangat sedih mendengar cerita dari Arinsa. Sampai Rubia tidak mampu bicara apapun.

Ia bangkit dari tempat duduknya dan kini berada di sisi Arinsa. Dengan lembut, Rubia membawa Arinsa ke dalam pelukannya.

" Nak, kamu luar biasa sudah bisa bertahan hingga sejauh ini. Kamu hebat Nak. Kamu luar biasa."

" Terimakasih Paduka."

" Menangislah jika ingin menangis. Tidak ada yang mengharuskan sellau kuat berdiri sendiri."

Dengan percaya diri Arinsa menggelengkan kepalanya, namun ternyata air matanya keluar begitu saja tanpa bisa ia bendung.

Isakan pilu pun terdengar menyayat hati. Gadis yang baru berusia 18 tahun itu tampaknya benar-benar merasakan sakit hati yang luar biasa.

Akhirnya pembicaraan mereka pun berhenti. Arinsa tertidur setelah menangis. Oleh Rubia, Theodore diminta memindahkan tubuh Arinsa ke kamar tamu. Rubia lalu membantu menyelimuti Arinsa yang sudah pulas tertidur.

" Kasihan ya."

" Iya, benar sayang. Mari kita tinggalkan dia agar bisa beristirahat."

Rubia mengangguk. Keduanya keluar dari kamar itu, dan di depan kamar sudah ada Gilman menunggu.

" Paduka, Yang Mulia Putri~"

" Oh Sir, kamu kesatrianya bukan? Berjaga lah di sini. Sekarang ini Arinsa sedang sangat lelah, biar dia tidur. Aku yakin dia tidak beristirahat dengan benar beberapa hari ini."

" Baik Paduka, saya akan di sini."

Gilman yang sedari tadi menunggu di luar terkejut saat mendapati Arinsa yang digendong oleh Grand Duke. Ia ingin meminta Arinsa, tapi oleh Grand Duchess di larang. Awalnya Gilman berpikir kalau Arinsa pingsan. Tapi setelah dijelaskan, ia mengerti bahwa Arinsa hanya kelelahan.

" Oh tidak perlu, Sir. Istirahatlah saja di kamar yang sudah disediakan. Aku jamin keamanan Putri di sini terjaga, sebaiknya kau juga istirahat."

Gilman awalnya ragu, tapi ia kemudian mengangguk patuh. Dirinya memang butuh istirahat. Akan banyak tenaga yang dibutuhkan ketika nanti dia melakukan perjalanan kembali ke Kerajaan Rou.

Sedangkan di tempat lain, saat ini di malam yang sama, Ariga mengeluarkan bola sihir. Bola sihir itu adalah sejenis alat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi jarak jauh. Meskipun malam sudah akan larut namun Ariga tetap ingin menghubungi ibunya.

" Ada apa, Pangeran ku? Bagaimana pestanya, apa kau berhasil berbicara dnegan putri Grand Duke Adentine? Bagaimana dia? Dia pasti terpesona juga kan kepada putraku yang tampan ini."

" Ibu, berhenti bicara yang tidak-tidak."

" Apa maksudnya tidak-tidak?"

Ariga membuang nafasnya kasar. Melihat ibunya yang masih bisa bicara santai, maka pasti belum tahu apa yang dilakukan Arinsa.

" Bu, gadis rendahan itu ada di sini. Dia ada di Sein. Bahkan dia sekarang bersama keluarga Grand Duke!"

" Apa, bagaiman bisa!"

Kini wajah Ratu Beatrix begitu buruk, dia yang tadi masih bertanya dengan wajah senyumnya, kini tidak lagi.

Ratu Beatrix nampak terkejut sekaligus marah. " Hei kau periksa kastel sekarang juga!"

" Baim Baginda."

Dari tempatnya, Ariga bisa melihat dan mendengar kemarahan Beatrix yang menyuruh orang untuk memeriksa kastel dimana Arinsa tinggal. Helaan fasa kasar dilakukan oleh Ariga. Ia menilai ibunya tidak berhati-hati sehingga bisa kecolongan seperti ini.

Bagaimana bisa gadis bodoh itu keluar dari Rou, yang mana perjalanan tanpa gate merupakan perjalanan yang tidak mudah.

" Lalu bagaimana dengan mu?"

" Bagaimana apanya, semuanya kacau. Jangankan dekat, untuk berbicara dengan Putri Glencia saja aku tidak bisa. Semua itu gara-gara gadis bodoh itu. Arghhhh kesempatan itu hilang begitu saja. Dasar Arinsa sialan! Kenapa Ibu dulu tidak membunuhnya! Kenapa Ibu membiarkannya dia hidup hingga sekarang. Aku punya perasaan tidak enak, dia akan mejadi penghalang bagiku untuk naik tahta."

Ratu Beatrix terdiam, dulu memang dia memiliki niat untuk membunuh Arinsa. Namun saat itu agaknya dia masih memiliki hati nurani sehingga dia urung melakukannya. Ratu Beatrix juga beranggapan bahwa anak yang ia asingkan dan sama sekali tidak mendapatkan pendidikan apapun akan tumbuh menjadi gadis bodoh sehingga tidak menjadikan sebuah ancaman.

Akan tetapi agaknya anggapan itu kini salah. Arinsa muncul dengan berani dan bahkan terang-terangan mengganggu Ariga. Ucapan Ariga yang baru saja perihal Arinsa yang bisa jadi penghalang naik tahta seketika merasuk ke dalam hati dan pikiran Beatrix.

" Tidak Ariga, itu tidak akan terjadi. Dia gadis rendahan dari darah yang hina itu tidak akan bisa mengganggu mu. Dia tidak akan bisa menghambat jalanmu untuk menjadi Raja Rou selanjutnya. Kau adalah putra yang sah dan satu-satunya Pangeran Mahkota, kau akan naik ke tahtamu apapun itu caranya. Ibu berjanji akan membuat mu jadi Raja."

" Baiklah Ibu, dan memang seperti itu seharusnya. Aku akan pulang besok."

" Tidak boleh! Kau tidak boleh pulang tanpa hasil. Kau harus berkunjung ke kediaman Grand Duke, bawalah hadiah untuk Putri Glencia, perlihatkan lah niat baikmu."

Huuft

Ariga menghembuskan nafasnya kasar. Suasana hatinya sudah sangat buruk gara-gara Arinsa. Dan rasanya ia sudah enggan untuk bertemu dengan keluarga Grand Duke. Apalagi semalam kelihatan sekali Duke Muda Glen mengerjainya.

" Apa harus?"

" Harus, kau harus bisa mengambil hati Glencia. Jangan sampai kalah dengan putra Carrington, rumor yang ada Glencia menyukai putra kedua Grand Duke Carrington dari Aterna. Tapi sikap Killian yang dingin tampaknya tidak terlalu menggubris Glencia. Pergunakan kesempatan itu, jadilah pria yang hangat agar Glencia bisa berpaling."

" Ya, baik Ibu."

TBC

1
Ellina Seraphine
gw udah serius baca malah ke baca unyuk buyar dah🤣🤣🤣🤣
Handa Yani
suka ma semangat nya arinsa 😍
Ryu Jin
/Proud/
THAILAND GAERI
udah
THAILAND GAERI
IYU😄😄😄IYU,,...Thor ada masalah kali di keyboard hp mu..mau ketawa bacanya..cerita posisi setengah tegah malah JD lucu..🤣🤣
THAILAND GAERI
UNYUK ......makk....UNYUK🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mimik Pribadi
Menghina anak pelayan bodoh,mlh anaknya Ratu sendiri yng bodoh
Mimik Pribadi
Seru nich klo udh msk jiwa dri orng yng cerdas,cerdik,dan tidak mudah ditindas,,,,
Dev..
kurang panjang ceritanya thor😭😁
Choirun Nisa
Bagus2
bakpao
/Good//Good/
Nuraishah❤💚
👍🏻
cheng phong
mungkin saja arin jadi orang sombong dan angkuh seandainya di satu atap dgn raja dan ratu krn tdk mendapat didikan yg bagus dia jadi baik krn dia jauh dari kata kaya
cheng phong
calon istri😃
cheng phong
lanjut
Lee 0893
akhirnya happy ending ,,
suka banget sama semua cerita yg kak author buat ,,
meski semua alur ny sama yaitu kesempatan ke Dua ,,
entah untuk memperbaiki diri , membalas ketidak adilan atau pun merubah takdir ,,
semua itu ttaap Satu tujuan yaitu kebaikan ,,
waah suka banget pokokny ,,
tinggal mampir di cerita yg 1 lgi ,,
semangat kak author ,,
sehat2 selalu ,,
Lee 0893
puas banget si Carlo ,,
selamat Glen anda skrang mengikuti jejak Carlo skrang ,,
Lee 0893
senjata makan tuan yx baginda ratu ,,
selamat menikmati kerajaan rou ,,
👍😄
Lee 0893
sekarang siapa yg bodoh ,,
arinsa atau ariga ,,
🤭🤣🤣
lihat laaa anak kebanggaan mu tu baginda ratu ,,
Lee 0893
nah kn bnr tu naga es ,,
waah wah rou ,,
apa lagi yg mau kau banggakn ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!