NovelToon NovelToon
Pernikahan Ke2

Pernikahan Ke2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratika

"Luka terdalam seorang wanita bukanlah saat dia harus melepaskan, melainkan saat dia menyadari bahwa selama ini dia telah mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk seorang pria yang bahkan tidak sudi melangkah satu senti pun untuk mempertahankannya."
Menikah dengan Arman membuat Aini Lidya paham rasanya terlantar secara mental. Nafkah pas-pasan, suami yang gemar pulang larut malam, hingga mertua dan ipar yang toxic, semuanya Aini telan bulat-bulat selama satu tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: KONFRONTASI DI BATAS SENJA

Waktu seakan berhenti berputar di bawah rindangnya pohon besar tepian bukit Pesisir Selatan, mengunci dua pasang netra manusia yang telah terpisah oleh bentangan jarak dan pekatnya keangkuhan ego selama ini sepi. Arka Mahesa Pratama berdiri kokoh dengan postur tegap 175 sentimeter dan garis hidung mancung tegasnya yang teramat karismatik. Di balik setelan kemeja premium kota yang dikenakannya, raut wajah tampan berkulit kuning langsat itu tampak sedikit kuyu—sebuah tanda nyata dari rasa cemburu akut dan kabut rindu tertahan yang selama berbulan-bulan ini telah sukses menyiksa seluruh relung jiwanya sendiri malam demi malam.

Arka mencoba menutupi kegugupan batinnya dengan tetap memasang raut wajah yang tenang, dingin, dan sedikit arogan laksana kulkas seribu pintu. Dia melangkah selangkah lebih dekat, menatap lekat-lekat sepasang mata teduh milik Aini yang masih menyisakan guratan basah akibat sisa air mata kesedihan.

"Untuk apa penulis hebat sepertimu menangis sendirian di bawah pohon di tempat sunyi seperti orang hilang ini, nona Aini?" meluncurlah kalimat ketus pertama dari bibir Arka, meskipun nada suara beratnya terdengar sedikit bergetar menahan gejolak rasa yang bergemuruh di dada.

Aini yang sempat terenyak membeku, dengan cepat menguasai kembali ketenangan jiwanya. Wanita berusia 26 tahun dengan tinggi 155 sentimeter itu segera menatap nya datar melindungi koper harga dirinya yang terluka. Dia mengulas seulas senyuman tipis bernada sindiran dingin, memamerkan kedutan lesung pipi di sebelah kiri wajahnya dengan teramat anggun.

"Bukan urusan Anda yang terhormat, Pak Arka," balas Aini dengan nada suara yang meluncur begitu datar, kaku, dan dingin.

"Jarak ibu kota sangat jauh dari pelosok kampung ini. Untuk apa Anda repot-repot mengotori sepatu mahal Anda di atas gundukan tanah bukit yang gersang ini?"

Mendengar nada penolakan yang ketus dari mulut Aini, ego tinggi Arka seketika terusik hebat. Terbakar oleh rasa cemburu akibat laporan Arga mengenai kedekatan Egi di kampung, Arka langsung melontarkan tuduhan asal bicara yang tajam.

"Saya datang murni karena urusan profesional kontrak agensi. Tapi sepertinya... kamu sengaja menangis menyendiri di tempat ini karena baru saja dicampakkan atau mengalami masalah dengan kekasih penulismu yang bernama Egi itu, bukan?"

Mendengar tuduhan asal tebak dari mulut Arka yang justru menyengat tepat pada luka baru penolakan status jandanya dari Ibu Nita siang tadi, batin Aini berguncang hebat laksana dihantam badai. Sepasang netranya menatap Arka dengan sorot mata yang teramat kecewa dan tajam. Berdiri dengan harga diri yang mahal, Aini melakukan skakmat telak yang meremukkan wibawa sang presdir.

"Jaga cara bicara Anda, Pak Arka! Saya tidak pernah mengemis cinta pada siapa pun di dunia ini, dan saya juga tidak butuh belas kasihan dari pria angkuh yang mengira seluruh hal bisa dinilai dengan takhta kekayaannya! Satu hal lagi... bukan saya yang tidak pantas dicintai, melainkan lidah kaku Anda yang tidak pernah tahu bagaimana cara menghargai seorang wanita!" ketus Aini tajam, lalu dengan gerakan cepat dia langsung menyambar tas jinjing rajutnya, berjalan tegap membelakangi Arka untuk melangkah menuju ke atas jalan raya.

Namun, dugaan Aini keliru. Pecahnya rasa rindu yang teramat dahsyat membuat Arka kehilangan akal sehatnya. Pria berusia 35 tahun itu langsung bergerak cepat mengejar langkah kaki Aini, lalu dengan lancang menarik kasar pergelangan tangan mungil wanita itu demi menahannya agar tidak pergi menjauh.

"Lepaskan, Pak Arka! Anda kasar sekali!" berontak Aini, mencoba melepaskan cengkeraman tangan kuat tersebut.

"Diam dan ikut saya sekarang! Saya tidak menerima penolakan, Aini!" gertak Arka dengan nada suara beratnya yang ketus, kasar, namun terselip perhatian yang teramat dalam.

"Saya akan mengantarmu pulang sampai ke depan pagar rumahmu. Tempat ini terlalu sunyi dan berbahaya bagi seorang wanita sendirian!" Tegas Arka dengan sikap mendikte yang bertujuan baik, memaksa Aini untuk menuruti kehendaknya.

Di dekat mobil mewah hitam, Arga yang menyaksikan adegan tarik-menarik dari kejauhan hanya bisa menyunggingkan senyuman tipis sendiri, merasa geli sekaligus puas melihat bos besarnya akhirnya runtuh total menghadapi dinding es Aini.

Namun, di sudut jalan setapak yang lain, Egi tampak berdiri memandangi mereka dari kejauhan sembari sengaja menjaga jarak aman. Sejak detik di mana Aini diusir secara kejam oleh ibunya di ruang tamu tadi, Egi tahu betul bahwa dirinya kini telah menjelma menjadi sosok orang yang paling dibenci oleh wanita idamannya tersebut. Hatinya dilingkupi rasa bersalah yang teramat pekat. Namun, melihat dari kejauhan bagaimana Arka menarik kasar tangan wanita mungil yang dicintainya hingga memicu perlawanan fisik, Egi tidak tega. Keberaniannya mendadak mencuat, dan dia langsung berlari menyusul ke arah bukit. Saat langkah kakinya hendak sampai, Egi tertegun sejenak karena tersadar bahwa pria tegap yang bertindak kasar itu adalah sang presdir agensi besar saat proses syuting film novel Aini dulu.

"Eh... maaf, Pak Arka," tegur Egi dengan nada suara yang mencoba terdengar tegas, melangkah menembus rerumputan bukit.

"Sepertinya Nona Aini merasa teramat keberatan untuk pulang bersama dengan Anda. Biar malam ini dia pulang bersama denganku saja."

Arka Mahesa Pratama seketika menolehkan kepalanya secara kasar, menatap lurus tepat ke arah wajah Egi dengan sorot mata elang yang memancarkan tatapan menindas yang sarat akan kegeraman dan ketidaksukaan yang mendalam. Sepanjang garis hidupnya, tidak ada satu pun manusia yang pernah berani menegur atau ikut campur dalam urusan pribadinya. Namun, demi menjaga harga diri dan wibawa besarnya di depan saingannya, Arka akhirnya melepas perlahan cengkeraman tangannya di pergelangan tangan Aini.

Melihat situasi yang mendadak menegang, Arga di dekat mobil hanya bisa terdiam membisu dengan ekspresi wajah yang bingung, tidak tahu harus melakukan tindakan apa untuk menolong bosnya.

Namun, di luar dugaan dan prediksi semua orang yang ada di tempat itu, Aini justru langsung memberikan jawaban refleks yang teramat tak terduga, membalikkan keadaan dalam satu kedipan mata.

"Maaf, Mas Egi... tolong jangan terlalu ikut campur dalam urusan saya!" potong Aini dengan nada suara yang teramat dingin dan tegas.

"Siapa juga yang bilang kalau saya merasa keberatan diantarkan pulang oleh Bapak Arka? Lagipula, sebenarnya saya sendiri yang menelepon Bapak Arka sejak tadi, sekalian mau menumpang pulang bersama karena kebetulan beliau sedang ada proyek bisnis baru yang jalurnya searah menuju ke rumah saya!"

Mendengar kalimat pembelaan yang teramat manis dan cerdas keluar langsung dari mulut Aini, sepasang mata elang Arka seketika membelalak haru. Sebuah rasa besar hati yang teramat dahsyat mendadak mekar memenuhi rongga dadanya, mengusir seluruh kabut cemburu yang menyiksanya selama satu bulan ini. Keangkuhan sang penguasa seolah terbayar lunas. Sementara di seberang mereka, Egi tersedat kaku dengan lidah yang mendadak kelu, merasakan hantaman pil pahit penolakan yang teramat perih di jiwanya.

"Emm... maafkan aku, Aini..." ujar Egi dengan suara yang melemah, menundukkan kepalanya dalam penyesalan yang sia-sia.

"Tidak perlu meminta maaf, Mas Egi. Anda tidak melakukan kesalahan apa pun hari ini. Kami duluan, permisi," ujar Aini dengan muka yang datar yang teramat anggun.

Tanpa menunggu jawaban lanjutan, Aini langsung melangkahkan kaki anggunnya lebih dulu menuju ke arah pintu mobil mewah milik sang presdir.

Melihat wanita pujaannya melangkah maju masuk ke dalam dunianya kembali, Arka menyusul dari belakang dengan langkah tegap yang mantap. Saat melewati posisi Arga yang masih terlongo membisu di samping pintu kemudi, Arka dan Arga saling bertatap mata sejenak. Arga menahan senyumnya saat melihat guratan berseri-seri dan binar kebahagiaan yang teramat cerah mendadak memancar di wajah tampan bos besarnya tersebut—sebuah pemandangan indah yang menandakan bahwa kulkas seribu pintu itu kini telah resmi dicairkan oleh ketegasan harga diri sang janda mandiri.

Mobil mewah hitam itu pun perlahan melaju membelah senja, meninggalkan Egi sendirian di balik kesunyian bukit takdir yang penuh rahasia.

Sebab, puncak tertinggi dari sebuah keanggunan wanita mandiri adalah ketika dia mampu menggunakan logikanya secara berkelas untuk melindungi kehormatan dirinya di depan manusia yang bersalah, sekaligus memberikan tempat terbaik bagi sang pelindung sejati yang tulus menghargainya; membuktikan bahwa cinta yang sejati tidak akan pernah membiarkan wanitanya mengemis kepastian, melainkan akan selalu datang meruntuhkan seluruh keangkuhan dunia demi sebuah ketulusan rasa.

...****************...

Terimakasih telah membaca readers tercinta♥️♥️♥️ tinggal kan jejak mu

1
falea sezi
arka arka gengsi di gedein 🤣🤣 di rebut pria lain lu merasa tersakiti😒 anehh bgt luu wahai pak ceo🤣
falea sezi
aini jangan gampang baper donk😒 jual mahal lahh
falea sezi
🤣🤣 arka arka lu sendiri ketus ehh masak. minta di baikin🤣 ngelunjak lu
Ratika duri: tau nih si arka 😅
total 1 replies
falea sezi
bner g usa ngurus orang g jelas sini 🤭 fokus krja aja biar aja ulet bulu dan si ceo g jelas itu bkin perkarw
falea sezi
lanjut
Ratika duri: oke kak😁
total 1 replies
falea sezi
wanita oon ngapain. g ngajuin cerai sendiri😒 stts gantung emank. enak bloon ya
Ratika duri: sabar kakak ku 😅😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!