NovelToon NovelToon
Sebening Cinta Aisyah

Sebening Cinta Aisyah

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delia Septiani

Aisyah Safitri, menerima pinangan dari Hanif, seorang dosen yang terkenal soleh dan baik hati.

Awal pernikahan mereka, memang terlihat seperti rumah tangga orang lain pada umumnya, yang bergitu romantis dan harmonis.

Tapi siapa sangka, dibalik keharmonisannya itu, tersimpan sebuah rahasia, yang membuat rumah tangga mereka berada di ujung tanduk.

Akankah perceraian terjadi di antara keduanya? Dan mampukah, Aisyah mempertahankan rumah tangganya? Apa sih rahasia penyebab itu semua?

Yang penasaran, yuk lanjut baca aja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Yang Cemburu?

Siang harinya, Hanif sedang makan di kantin kampus. Seperti biasa, Hanif memakan bekal yang di buatkan Aisyah. Ia duduk bersama salah seorang teman lelakinya, yang kebetulan mengajar juga di kampus ini.

"Sekarang Pak Hanif kalo makan suka bawa bekal terus ya," ujar Lelaki yang bernama Asep.

"Iya, lebih baik makan bekal saja, biar lebih sehat dan higienis," jawab Hanif, sambil membuka kotak makannya.

"Ibu Pak Hanif rajin sekali ya, meskipun anaknya sudah gede tapi masih perhatian, di bawakan bekal," ujar Asep.

Hanif tersenyum. "Bukan Ibu saya yang bikin, tapi istri saya."

"Istri?" tanyanya, sedikit terkejut, karena yang selama ini Asep tahu, Hanif masih melajang.

"Pak Hanif, sudah beristri?" tanya Asep.

"Iya, sudah satu bulan lebih."

"Wah, masih anget-angetnya dong pengantin baru," ledek Asep, memasang wajah gembiranya. Hanif hanya tersenyum, sambil kembali melahap makanannya.

Dari meja sebelah, yang tak begitu jauh jaraknya dengan meja Hanif. Seorang wanita tiba-tiba melontarkan suatu ucapan, yang cukup bikin terkejut.

"Pak Hanif kan pandai menyembunyikan sesuatu, pernikahannya pun sampai disembunyikan seperti itu," ujar Lidya, mendelikkan matanya.

Asep mengerutkan dahinya, ia tidak mengerti dengan perkataan Lidya. Sedangkan Hanif ia hanya berdehem, kemudian segera meneguk segelas air yang ada di dekatnya.

"Oh... saya tahu ... Bu Lidya cemburu ya...? Karena tahu Pak Hanif sudah beristri," ledek Asep, sambil menatap seakan menyelidik.

"Ih, apaan sih! Siapa juga yang cemburu!" sangkal Lidya, seakan tak suka.

"Untuk apa saya cemburu dengan lelaki pengecut seperti Dia," gumamnya pelan, tak terdengar oleh siapapun.

"Sudah deh Bu Lidya, gak usah ngarepin suami orang, Bu Lidya kan cantik, masih bisa ko dapetin yang lebih ganteng dari Pak Hanif," ujar Asep, sambil mengusap rambutnya, seakan menampakkan ketampanannya. Karena Asep pun, masih berstatus jomblo.

Lidya memutar kedua bola matanya, melirik jijik kepada Asep, kemudian ia segera berdiri, dan membawa makanannya di atas nampan, mencari meja baru yang jauh dari mereka.

"Lihatlah, Bu Lidya sepertinya memang cemburu kepada Pak Hanif," ujar Asep sambil menoleh ke arah Lidya, yang sedang mencari meja baru.

"Pak Asep ini, jangan begitu! Kasihan Dia," ujar Hanif, memiringkan senyumannya, sambil mengelap bibirnya dengan tisu.

"Semua dosen di sini kan, juga tahu kalau Pak Hanif dan Bu Lidya, sudah setahun ini kalian begitu dekat."

"Saya dekat, karena memang berteman dengan kerabatnya Bu Lidya, bukan benar-benar dekat dengannya," sangkal Hanif.

"Benarkah? ... Eh ngomong-ngomong selamat ya atas pernikahannya, semoga jadi keluarga sakinnah, mawaddah, warrohmah, dan semoga secepatnya punya anak, biar punya generasi penerus," ucap Asep, dengan tulus.

"Ya sudah saya duluan ya, mau ke toilet dulu." Asep menyengirkan bibirnya, sambil memegang perutnya yang terasa mulas. Ia pun segera berlalu meninggalkan Hanif sendirian.

Sementara Hanif, ia masih tak bergeming dari tempatnya. Ada sedikit hal yang begitu menancap di pikirannya, akan perkataan Pak Asep tadi.

"Anak?" batinnya.

***

Sementara itu di rumah, Aisyah terlihat sedang asyik melakukan video call bersama Umi dan Adiknya Yusuf.

"Teteh, Abah bilang Yusuf bakalan dipindahkan sekolahnya, ke Jakarta teh," ucap Yusuf seakan mengadu.

"Kenapa? Kenapa tidak di asrama Abah saja?" tanya Aisyah, sambil terus menatap layar ponselnya, melihat wajah Umi dan Adiknya.

.

.

.

Bersambung.

Jangan lupa bantu like, komen dan votenya ya....

1
Nani Sumarni
masih me nyimak alur ceritanya
Vivi Bidadari
Wanita siluman berwajah manusia ga terima ditinggal nikah eehhh mau merebut pula suami org... haduhhh beginian mau jadi dosen gimana mahsiswa/i yg diajar ya minus akhlak..

Mau menyamakan. Aisyah ya beda level lah Nara kamu mah ga ada apa apanya
Vivi Bidadari
Suami macam apa kamu Hanif lebih mementingkkan wanita lain dari istri Mu sendiri ...

Kamu selingkuh Hanif

Biar Aisyah sama Adam aja
Kasna Wati
lanjut jangan lama2 x
Annie Caem
lanjut dink cerita x rme bnget
Samsidar Mnk
lanjut
Muna Muna
lalnjut
Tetty Manik
lanjut
Siti Sarfiah
movelx seru bangat, lanjutkn
NuryamahFatmah
Thor...apa Hanif pacaran sama Nara?
NuryamahFatmah
thorr..kalo panggilan nya Abang lebih mesra deh
Ros Diana
kasihan aisyah dibohongi.
Nurdaidah
ga suka sama hanif. alim tp pegang tangan nara. dasar oon
Nurdaidah
kalau hanif alim ga spt itu. g pernah lht org alim ketempat paxar hehe
Alenia Askiya
katay tamat kok menggangtung....
Alenia Askiya
kok g ada lanjutannya...
Fitrah Fitrah
tlong klo nara mau Hanif
minta ke Aisah baik2
jngan pake cra yg keji , jahat
Novi Handayani
Lanjut
Andi Wati Mallaniung
sama adam aja,hanaf kan ada pacarx.
Rita Handayani
tetap Hanif aja...kasih hati Hanif untuk Aisyah Thor... kasihan Aisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!