NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Terlahir Kembali: Membuang Pengkhianat

Status: tamat
Genre:Hari Kiamat / Ruang Ajaib / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:859.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Naomi Allora mati membeku di tengah bencana cuaca ekstrem setelah dikeluarkan dari bunker oleh orang tua kandung dan tunangannya sendiri, dikorbankan demi anak angkat keluarga Elios, Viviane. Padahal Naomi adalah anak kandung yang pernah tertukar sejak kecil dan rela meninggalkan keluarga angkatnya demi kembali ke darah dagingnya, namun justru ditolak dan dibuang.

Diberi kesempatan kedua sebelum kiamat memusnahkan umat manusia, Naomi bangkit dengan ingatan penuh dan bantuan sistem. Kali ini, ia memilih keluarga angkat yang benar-benar mencintainya, mempersiapkan diri menghadapi bencana, mengumpulkan pengikut, dan membalas pengkhianatan. Dari kehancuran dunia lama, Naomi membangun peradaban baru sebagai sosok yang tak lagi bisa dikorbankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketegasan Naomi

Suasana kantin mendadak riuh. Beberapa murid berdiri dan menjauh, membentuk lingkaran, mereka seolah melihat pertunjukan menarik.

Salah satu teman Viola kehilangan kesabaran. Ia menerjang dan menarik rambut Naomi dengan kasar.

“Berani-beraninya kau. Dasar perempuan sialan—”

Namun Naomi bergerak cepat memegang dengan keras pergelangan tangan gadis itu. Ia lalu memutar pergelangan tangan gadis itu, memelintirnya hingga gadis tersebut menjerit kesakitan, lalu mendorongnya ke depan.

Aarrgghh!

Brugh!

Tubuh gadis itu terjerembab ke lantai.

“Hei!” teriak yang lain.

Dua teman Viola langsung menyerang bersamaan. Namun Naomi menghindar dengan sigap. Satu pukulan mendarat tepat di perut lawannya, sementara satu lagi ia balas dengan hantaman cepat yang membuat gadis itu terhempas ke belakang.

Dalam hitungan detik, dua tubuh sudah terkapar.

Kantin semakin heboh. Murid-murid menepi, sebagian menutup mulut tak percaya.

Viola membeku. Wajahnya pucat, matanya membelalak melihat ketiga temannya tumbang begitu saja. Ia tidak pernah menyangka Naomi bisa bertarung.

Naluri untuk kabur muncul, tetapi harga dirinya menahannya.

Dengan tangan gemetar, Viola mengangkat lengannya dan mencoba memukul Naomi.

Naomi menangkap tangan itu dengan mudah. Gerakannya tenang, nyaris dingin. Ia memutar lengan Viola, lalu menggunakan tangan gadis itu sendiri untuk menampar wajahnya.

Plak!

Plak!

Plak!

Naomi memberikan tiga tamparan keras di pipi gadis itu.

Viola terhuyung dan jatuh ke lantai. Ia meringis kesakitan, menahan pipinya yang memanas dan pecah bibirnya.

Naomi berdiri tegak di hadapannya, menatapnya tanpa ekspresi.

“Lain kali, pikirkan dulu sebelum merendahkan orang lain,” ucap Naomi tegas sambil menunjuk tepat di wajah Viola.

Suasana kantin mendadak berubah hening. Mata para murid yang menyaksikan kejadian itu terbelalak, tidak menyangka Naomi gadis yang selama ini dikenal pendiam dan mudah ditekan oleh Viola, ternyata memiliki kemampuan bela diri.

Naomi berdiri tegak, menatap keempat gadis di hadapannya dengan sorot mata dingin.

“Pergi dari hadapanku, ebelum kuberikan pelajaran lagi,” ucapnya tegas.

Suara Naomi terdengar tenang, tapi membuat mereka ciut ketakuta.

Ketiga teman Viola saling berpandangan. Tubuh mereka gemetar, rasa sakit bercampur malu membuat wajah mereka pucat. Tanpa berkata apa pun lagi, mereka bangkit dengan tergesa-gesa dan meninggalkan kantin, bahkan tanpa menoleh ke arah Viola.

Viola yang ditinggal begitu saja menggertakkan giginya. Tangannya mengepal kuat menahan amarah dan rasa malu. Ia perlahan bangkit, pipinya tampak lebam akibat tamparan Naomi.

Dengan mata menyala penuh kebencian, Viola menunjuk Naomi. “Masalah ini belum selesai,” ancamnya. “Aku tidak akan melepaskanmu begitu saja.”

Naomi tidak menjawab. Tatapannya tetap datar, seolah ancaman itu tidak berarti apa pun.

Viola mendengus kesal, lalu berbalik dan meninggalkan kantin dengan langkah cepat, menahan sakit sekaligus harga diri yang hancur.

Begitu Viola pergi, suasana kantin kembali ramai. Ketiga teman Naomi justru bertepuk tangan riang.

“Gila, Nao!” seru Timmy sambil berdiri. “Kau keren sekali! Kenapa tidak dari dulu saja kau menghajar mereka? Biar mereka tahu diri dan bersikap sopan.”

Ia tertawa kecil, lalu menambahkan, “Eh, ternyata kemampuan bela dirimu akhirinya keluar juga sekarang.”

Yura ikut menimpali sambil tersenyum lega. “Benar. Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Yang penting sekarang Naomi sudah kembali waras.”

Naomi menatap mereka satu per satu, lalu berdecak pelan dengan lidahnya. “Jangan membesar-besarkan,” katanya kesal. “Aku malas membahas merrka.”

Sonya memperhatikan rambut Naomi yang masih berantakan dan ternodai mayones. Ia mendekat sambil mengernyit.

“Rambutmu masih kotor. Ayo ke toilet. Kamu harus bersih-b3rsih duli sebelum masuk kelas.”

Naomi menunduk sebentar, lalu mengangguk. “Iya.”

Sonya menggandeng lengan Naomi, dan keduanya pun berjalan menuju toilet kampus, meninggalkan kantin yang masih dipenuhi bisik-bisik.

*

*

Berbeda dengan suasana di kampus, kediaman Elios justru diliputi amarah yang menyesakkan. Udara di ruang keluarga terasa berat, seolah tidak ada seorang pun yang berani bernapas terlalu keras.

Tuan Jack berdiri dengan wajah memerah, tangannya menghantam meja marmer di hadapannya.

“Kurang ajar!” bentaknya. “Selama ini cucuky diperlakukan seperti itu, dan tidak satu pun dari kalian mengasihani Naomi?!”

Di sampingnya, Nyonya Merlin tampak tidak kalah murka. Sorot matanya tajam, dipenuhi kekecewaan mendalam.

“Bahkan uang bulanan Naomi,” ucapnya dengan suara bergetar menahan emosi, “tidak pernah ia terima selama setahun penuh. Setahun! Apa kalian masih ingin menyangkal?”

Nyonya Ruby menunduk, bibirnya mengatup rapat. Tuan Leon duduk kaku, sementara Carlos dan Viviane hanya saling pandang tanpa berani bersuara.

Di hadapan mereka, sepuluh orang pelayan berjejer rapi dengan kepala tertunduk. Tubuh mereka gemetar, ketakutan jelas terpancar. Bukan hanya karena kemarahan tuan besar dan nyonya besar, tetapi juga karena kebusukan mereka telah terbongkar.

“Belum cukup sampai di situ,” lanjut Tuan Jack dengan suara dingin. “Kalian berani menukar barang-barang mahal milik keluarga ini dengan barang tiruan. Barang KW!”

Ia melemparkan pandangan tajam ke arah para pelayan. “Dan semua itu berdasarkan pengakuan Naomi sendiri. Jika Naomi tidak mengatakannya, mungkin di kediaman ini kalian sudah menukarnya dengan barang-barang palsu!”

Nyonya Ruby mendadak berdiri. “Apa?” suaranya meninggi. “Kalian berani melakukan itu di rumahku?!”

Tuan Leon ikut bangkit, wajahnya gelap oleh amarah. “Tidak tahu diri!” hardiknya. “Kami mempercayai kalian, tapi kalian justru mencuri!”

Carlos mengepalkan tangan. “Beraninya kalian mempermainkan keluarga Elios.”

Para pelayan semakin menunduk, beberapa di antaranya hampir berlutut.

Namun sebelum kemarahan itu berlanjut, suara Nyonya Merlin memotong dengan dingin.

“Percuma.”

Satu kata itu membuat semua orang terdiam.

Nyonya Merlin melangkah maju, menatap Ruby, Leon, dan Carlos satu per satu.

“Percuma kalian marah sekarang,” lanjutnya dengan nada tajam. “Karena sejak awal, kalian lebih mempercayai perkataan seorang pelayan daripada anak kandung kalian sendiri.”

Ucapan itu bagaikan tamparan keras. Ruangan mendadak sunyi. Tidak ada satu pun yang mampu membantah.

Nyonya Ruby menelan ludah, wajahnya pucat. “Aku … aku tidak tahu sejauh itu,” katanya lirih.

“Tidak tahu?” Nyonya Merlin tersenyum pahit menatap menantunya jtu. “Atau kau tidak mau tahu? Selama ini kau hanya peduli dan memperhatikan aanak angkatmu itu.”

Tuan Leon menghela napas berat, bahunya merosot. Carlos menunduk, sementara Viviane menggigit bibirnya, wajahnya menampilkan rasa bersalah. Padahal tangannya mengepal kuat di balik dreesnya.

Tuan Jack kembali bersuara, suaranya semakin tajam dan penuh tekanan.

“Mulai sekarang, aku ingin semua ini dibereskan. Tidak ada lagi yang menyentuh hak Naomi.”

Ya, tuan Jack berencana memberikan bagian saham Naomi sebagai bentuk minta maaf dan juga sudah hak Naomi menerima itu karena dia adalah keturunan kandung keluarga Elios.

Ia menatap para pelayan dengan dingin. “Dan kalian akan mempertanggungjawabkan perbuatan kalian.”

Para pelayan itu kini pasrah, wajah mereka pucat pasi.

1
Dewi Kasinji
ijin baca kak
RusNa ANtox DEwi
bagus bingittt.. sukaa
gempi
g
Widia Aja
Naomi cerdas.....
Dyta Kusnani
good job
Tisya
sistem nya error,,
Rahmawati Hulukiba
Iri..bilang bos😄
Viviane&Carlos...preeeeeet🤣
kurnia rahayu
♥️♥️♥️👍👍👍🙏🙏🙏
Rahmawati Hulukiba
👍👍👍
dome🌬️🌀🌀🌀
gilaaa,,, Uda kayak lari aja maraton bacanya. 🤣🤣🤣🤣
dr pagi sampe sore gasssssss ga pake rem. untung ga blong 🤣🤣. tengkiyu Thor sudah kasih karya yg begitu luar biasa keren. semangat dalam berkarya ya Thor. aku mau tengok tengok karya mu yg lain.🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Viviane kau gatal kan. nah berhubung max baik hati dermawan dan kaya raya 9turunan 9tanjakan dikasih deh cwo2 kesepian yg pengen garuk garuk kamu🤣🤣🤣

selamat menikmati malam panjang semoga gatalmu lekas hilang😄😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
Zane ternyata sumbu pendek yaa. langsung esmosi tanpa konfirmasi 🤣🤣
kalau sudah kebongkar kebusukan tunanganmu malu sendiri kan. konfirmasi dl cari tau kalau mau marah nanti silahkan.
ckckck...
dome🌬️🌀🌀🌀
sudahlah dibohongi sekarang ditipu dan dikhianati sama seorang yg dr bayi kalian asuh. kalian sayangi. kalian cintai dengan segenap hati. tapi balasannya pengkhianatan. kasihaaaaaa🤣🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dah lah ga usah dimaafkan. biarkan menjadi penyesalan mendalam bagi kluarga naonao. seperti kehidupan pertama naonao yg berakhir mati sia sia. seperti tidak dipandang lagi sebagai manusia saja apa lagi dianggap keluarga. biarkan mereka menderita dengan penyesalan dihati.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
waahhhh... ada something nih si Sonya dan clay... 😁😁😁
agaknya ada yg bakalan jadian nih... traktir dong son.. kan pacarmu clay tajir😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
wkwkwkwkwkk🤣🤣🤣
cie...cieee.. nao nao berharap juga rupanya😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
prok..prok..prok...👏👏👏
sudah.. sudah... jaga pada penyesalan karna itu sudah sangat terlambat. jangan pula minta maaf karna kalian tidak pantas dimaafkan. kalian sebagai keluarga sangat... sangat... sangat... tidak bijaksana dalam mengambil sebuah keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan orng lain terlebih anak dan darah daging sendiri. JD jngan pernah mengucapkannya kata maaf. kalian tidak layak diberikan maaf.
sory kejam karna kalian pun lebih kejam😈
dome🌬️🌀🌀🌀
naaahhhh kan JD pindah alam 🤣🤣🤣
sudah pindah alam apa cuma pindah rumah sakit. kalau cuma rumah sakit harusnya dibuat cacat permanen max si baron cabul itu😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
bahagia lah kau nao, masih banyak orng yg melindungi dan menjaga dirimu dengan sangat baik. mereka menyayangi mu dengan tulus ♥️♥️
dome🌬️🌀🌀🌀
eaaaaa.... ketangkep juga kan🤣🤣🤣
makanya jangan main main dengan MAX😁
bom aja max biar cepet kelar biar meledak JD bubur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!