NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KARANTINA BANGSAL VVIP

​Bau antiseptik yang khas menyengat indra penciuman manusia milik Arkan saat kelopak matanya perlahan terbuka pada pagi Hari ke-13. Cahaya matahari pagi menembus tirai jendela besar, menyinari ruangan luas yang dilapisi dinding kedap suara berbasis energi spiritual. Ini bukan kamar asrama akademi biasa, melainkan Kompleks Bangsal VVIP Rumah Sakit Pusat Militer Akademi Nusantara—sebuah fasilitas karantina medis tingkat tinggi yang dijaga ketat oleh dua peleton pasukan elit bersenjata lengkap di luar pintunya.

​Di samping tempat tidur Arkan, Sky tampak sedang duduk di atas kursi malas sambil mengupas buah apel. Pakaian berburunya telah diganti dengan kemeja kasual tipis, dan rona merah di wajah indahnya menunjukkan bahwa saku jiwanya telah pulih sekitar 80% setelah mendapatkan suntikan serum nutrisi spiritual militer tingkat tinggi.

​"Kamu tertidur selama empat belas jam penuh, Arkan," Sky berucap pelan, meletakkan pisau kecilnya dan menyerahkan segelas air hangat ke tangan Arkan. "Tim medis militer sempat panik karena fluktuasi bio-elektrik di saku jiwa keduamu terus memancarkan frekuensi air purba yang tidak ada di dalam database pusat."

​Arkan meminum airnya hingga tandas, merasakan tenggorokan manusianya yang kering kini jauh lebih nyaman. Dia menggerakkan indra internalnya untuk memeriksa saku jiwa gandanya.

​Lencana digital taktis yang diletakkan di atas meja samping tempat tidur berkedip tenang, memunculkan data status yang sangat bersih:

​[ STATUS ASTRA: VOLT ]

​Level: [ LEVEL 21 ]

​Atribut: Petir Murni

​[ STATUS ASTRA: KROAK ]

​Level: [ LEVEL 13 ]

​Atribut: Air Purba

​"Volt dan Kroak sedang tertidur lelap untuk memadatkan energi mereka," Arkan bergumam santai, menyandarkan punggung manusianya pada bantal empuk rumah sakit. "Lalu... di mana Zephyr?"

​"Zephyr juga baik-baik saja di Level 17," Sky menyahut, seulas senyuman manis terukir di bibirnya. "Tapi ada masalah yang lebih besar sekarang, Arkan. Data rekaman taktis dari helikopter evakuasi kemarin telah sampai ke tangan petinggi tertinggi. Dan kurasa... mereka tidak menganggap pencapaian kita sebagai berita biasa."

​BEEP.

​Bel pintu baja bangsal VVIP berbunyi sekali, disusul oleh pergeseran pintu mekanis yang terbuka dengan cepat. Dua sosok pria paruh baya dengan seragam militer resmi melangkah masuk dengan langkah kaki yang teramat tegar dan berbobot. Mereka adalah Marsekal Wirya—sang pemegang otoritas tertinggi militer akademi—dan Pak Guntur, wali kelas sekaligus mentor taktis Kelas 1-A.

​Wajah Marsekal Wirya tampak sangat tegang, guratan kelelahan dan rasa syok yang mendalam masih membekas jelas di sepasang mata tuanya. Pak Guntur sendiri berjalan di belakangnya sambil memegang sebuah sabak digital taktis yang terus menampilkan grafik data energi internal Arkan.

​"Kalian berdua benar-benar tidak tahu cara berjalan di jalur yang normal, bukan?" Marsekal Wirya membuka suara, nadanya terdengar berat namun sarat akan tekanan psikologis yang sangat masif. Pria nomor satu di akademi itu langsung menarik kursi besar di depan ranjang Arkan dan duduk dengan helaan napas yang teramat panjang.

​"Marsekal," Arkan dan Sky memberikan penghormatan kepala kecil dengan sisa tenaga mereka.

​"Guntur, kunci seluruh jaringan satelit lokal di sekitar bangsal ini sekarang. Jangan biarkan ada satu pun sinyal gelombang mikro keluar," Wirya memberi perintah tegas tanpa menoleh.

​Pak Guntur mengangguk patuh, menekan beberapa tombol pada sabak digitalnya hingga sebuah kubah pelindung elektromagnetik berwarna biru transparan bermanifestasi membungkus seluruh ruangan bangsal, memutus total komunikasi dengan dunia luar.

​Setelah memastikan ruangan 100% aman, Marsekal Wirya menatap lurus ke arah sepasang mata petir putih milik Arkan. "Mengalahkan monster elite di perbatasan luar masih bisa kutoleransi sebagai bakat jenius. Tapi menyusup ke Zona Ekstrem pada Hari ke-12, mengaktifkan saku jiwa kedua secara paksa, memanggil spesies purba amfibi elemen air murni, lalu membantai Ratu Arachne Es Level 40? Arkan... apakah kamu sadar tindakan gila apa yang baru saja kamu lakukan bersama cucu Sora Skyborn ini?"

​Arkan menanggapi tatapan tegang itu dengan ekspresi wajah yang sangat santai. "Kami terdesak di ambang batas hidup dan mati, Marsekal. Peluang menang kami hanya satu persen, dan satu-satunya opsi logis untuk tetap bernapas adalah meremukkan cangkang level Volt menembus angka dua puluh."

​"Dan memanggil Kroak," Sky ikut menambahkan dengan nada tegas, membela taktik Arkan. "Sinergitas air purba milik Kroak bertindak sebagai konduktor makro yang mutlak. Tanpa Kroak, petir putih Volt tidak akan bisa menembus organ dalam Ratu Arachne."

​Mendengar penjelasan komprehensif tersebut, Marsekal Wirya memijat pelipis manusianya yang mulai berdenyut. "Itulah yang membuat seisi departemen intelijen militer pusat gempar sejak subuh tadi, Sky. Sinergi tiga elemen kalian di siang Hari ke-12 terpantau oleh radar seismik spiritual berdaya ledak tinggi. Daya rusaknya setara dengan serangan Kontraktor profesional Level 35 ke atas."

​Marsekal Wirya berdiri, melangkah mendekati jendela besar sambil menatap hamparan kompleks akademi di bawah sana. "Dengar baik-baik, Arkan. Di dunia Astra saat ini, faksi-faksi elit kaku seperti Flamewing, Tora, atau bahkan klan-klan internasional sedang mempertahankan hegemoni kekuasaan mereka dengan ketat.

Jika kabar bahwa ada anak Kelas 1 yang belum genap dua bulan bersekolah sudah memiliki saku jiwa ganda dan mampu melumpuhkan Bos Level 40 bocor ke publik... mereka tidak akan menganggapmu sebagai aset peradaban. Mereka akan menganggapmu sebagai ancaman mutlak yang harus dilenyapkan sebelum taringmu tumbuh terlalu tajam."

​Suasana di dalam bangsal VVIP mendadak berubah menjadi sangat dingin dan serius. Penegasan dari Marsekal Wirya membuka fakta politik yang keras bahwa kekuatan ekstrem di usia muda adalah sebilah belati bermata dua yang mematikan.

​"Oleh karena itu," Marsekal Wirya membalikkan tubuh manusianya, menatap Arkan dan Sky bergantian dengan penuh komitmen tinggi. "Mulai Hari ke-13 ini, seluruh data medis rahasia mengenai saku jiwa kedua milik Arkan dan keberadaan Astra bernama Kroak resmi dihapus dari server kurikulum akademi utama. Status kalian di mata publik akan tetap tercatat sebagai pemenang turnamen biasa yang sedang menjalani masa pemulihan akibat radang dingin di Sektor Liar Utara."

​Pak Guntur melangkah maju, menyerahkan sebuah gelang taktis berwarna hitam pekat kepada Arkan. "Ini adalah alat peredam frekuensi spiritual tingkat militer, Arkan. Selama kamu berada di area publik akademi atau di luar pengawasan Grandmaster Joshua, gelang ini akan menyembunyikan saku jiwa keduamu secara mutlak. Orang lain hanya akan melihat Volt Level 21 sebagai satu-satunya mitramu."

​Arkan menerima gelang tersebut, langsung memasangkannya di pergelangan tangan kirinya. Seketika itu juga, desikan uap air purba dari Kroak di dalam saku jiwanya mengendap senyap, terisolasi sempurna di balik dinding pelindung teknologi militer. "Terima kasih atas perlindungannya, Pak Guntur, Marsekal."

​"Kami melakukan ini bukan hanya untuk melindungimu, Arkan, tapi untuk memastikan badai baru yang sedang kalian bangun tidak meledak di waktu yang salah," Marsekal Wirya berjalan menuju pintu keluar, memberikan sebuah senyuman tipis yang sarat akan makna mendalam. "Grandmaster Joshua sudah menunggumu di bukit belakang begitu tim medis menyatakan tubuh manusiamu pulih seratus persen besok pagi. Bersiaplah, karena setelah dia melihat laporan gila dari Sektor Liar, dia pasti akan memeras seluruh energimu tanpa ampun dalam latihan Petir Putih Ilahi yang sesungguhnya."

​"Aku selalu siap untuk latihan apa pun, Marsekal," Arkan menjawab dengan nada suara santai namun penuh akan keyakinan mutlak.

​Setelah Marsekal Wirya dan Pak Guntur melangkah keluar meninggalkan bangsal, kubah pelindung elektromagnetik di dalam ruangan perlahan menguap lenyap. Keheningan kembali melanda ruangan VVIP Hari ke-13 yang mewah tersebut.

​Sky berjalan kembali ke arah ranjang, menatap gelang hitam di tangan Arkan sebelum menatap sepasang mata petir putih milik pemuda itu. "Penghapusan data rahasia dari militer pusat... Kakekku benar, Arkan. Kamu adalah anomali terbesar yang akan mengubah seluruh peta kekuatan Nusantara. Sekarang, setelah pihak militer mengunci informasi tentang Kroak, kita memiliki kartu as rahasia yang tidak akan pernah diantisipasi oleh siapa pun."

​Arkan memejamkan sepasang mata manusianya kembali, membiarkan tubuh manusianya menyerap sisa kehangatan dari kasur rumah sakit dengan seulas senyuman dingin yang sangat puas. Karantina rahasia di bangsal VVIP pada Hari ke-13 ini bukan akhir dari petualangan mereka, melainkan sebuah jeda taktis yang sempurna untuk menyembunyikan taring-taring baru mereka.

Di balik dinding isolasi militer ini, Duo Badai Kelas 1-A telah resmi mengamankan eksistensi gila mereka, siap untuk keluar esok fajar sebagai predator tak terlihat yang akan menghancurkan dan mendominasi setiap panggung pertempuran masa depan yang baru tanpa ada satu pun faksi elit yang mampu membendung jalurnya.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!