Menikah adalah impian setiap wanita, tak terkecuali Tiyah Citanin, seorang wanita dewasa berbadan gemuk. Umurnya telah 28 tahun, ia tak memiliki tambatan hati, jadi belum ada yang melamar hingga sekarang.
Dilamar oleh seorang pria yang pertama kali ia lihat, pemuda tampan dengan mobil keren. Tak terlalu berpikir panjang, ia meneruskan kesalahpahaman keluarganya dengan menerima lamaran pria itu.
Pria yang ia nikahi terlalu misterius baginya, ataukah ... ia yang terlalu sering salah paham? Pernikahan mereka dibumbui dengan kesalahpahaman satu sama lain.
Hingga sebuah kenangan dimasa kecil muncul di kepala Tiyah. Janji untuk selamanya bersama.
Apakah pernikahannya akan berlangsung lama? Atau ia mencari pria di masa kecilnya?
Mari simak cerita ini! Karya orisinil Rozh! Hanya ada di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertidur Pulas
Tiyah tersenyum riang, hari ini hari pertamanya membantu temannya Hanum berjualan bunga. Ia hanya diminta menawarkan pembeli saja, sedangkan 2 orang karyawati yang mengantarkan pesanan bunga dan melayani pembeli. Hanum tidak ingin mempekerjakan sahabatnya itu, tapi Tiyah Ngotot ingin membantu.
“Kamu udah hidup enak gini, malah minta susah. Kesini aja, diantar pake mobil mewah.” ujar Hanum.
“Itukan mobil suamiku, bukan mobilku.” jawabnya.
“Sama aja lah, milik suami adalah milik istri.” terang Hanum.
Tiyah mulai menawarkan bunga kepada orang-orang yang lewat dengan senyum merekah nya, sampai berhenti seorang pria yang cukup tampan.
“Tiyah?!" sapa pria itu.
“Iya, kok kenal saya? Siapa ya?” tanya Tiyah ramah.
Pria itu tersenyum hangat, ia langsung mengulurkan tangannya. “Kamu lupa aku ya? Gak apa-apa. Apa kabar? Kamu bekerja disini ya sekarang?” Pria itu bertanya beberapa pertanyaan.
Siapa dia ya? Kok aku gak ingat sih!
“Aku baik, Alhamdulillah. Iya, aku bekerja disini bantu temanku.” jawab Tiyah.
“Senang bertemu denganmu lagi Tiyah.” Ia berkata dengan tersenyum hangat.
Percakapan mereka terhenti, karena seorang pria memakai baju kemeja, memukul bahu dan memanggilnya, kemudian berbisik pada pria itu. “Tiyah, aku pamit dulu ya. Besok aku mampir lagi kesini, kamu masih bekerja disini kan? Jam segini, aku datang lagi kesini besok.” pria itu berkata kepada Tiyah.
Setelah berbicara dengan Tiyah, kedua pria itu pergi meninggalkan Tiyah, mereka masuk kedalam mobil Avanza berwarna hitam. Entah siapa pria itu, Tiyah sungguh tidak ingat sama sekali dengan pria itu, walaupun dia beberapa kali memutar otaknya untuk mengingat-ingat siapa pemuda itu.
“Hei siapa tu?! Ingat suami! Jangan tergoda cowok lain loh! Hehehehe.” Hanum berkata sambil terkekeh mengejutkan Tiyah yang tenggelam dalam pikirannya beberapa saat tadi.
“Siapa yang tergoda? Manis sih, ganteng juga. Tapi lebih gantengan suamiku.” jawab Tiyah sambil menjulurkan lidahnya pada Hanum.
“Iya, yang punya suami ganteng! Apalah dayaku suami yang kurang ganteng, tapi entah kenapa aku klepek-klepek dan cinta mati.”
“Yang penting cinta, Num.”
Dari pada aku, suamiku mencintai wanita lain yang bernama Aya, batin Tiyah.
____
“Baiklah, sekarang aku memulai pekerjaan baru, suasana baru, aroma yang baru, sungguh wangi ditempat kerjaku. Aku mulai dari titik ini, aku akan berusaha menjaga hatiku dan tidak akan menyerah, aku harus sabar dan kuat, serta harus berpikiran positif kan?” Tiyah menyemangati dirinya sendiri.
Hari pun sudah sore, di depan toko telah parkir sebuah mobil mewah yang menjemput Tiyah untuk pulang. “Hanum, aku duluan ya!” Tiyah pamit kepada Hanum.
“Ok, hati-hati.” balas Hanum.
Beberapa menit kemudian Tiyah sampai dirumah. “Huuft!” Tiyah menghela nafas panjang.
“Sehabis kegiatanku seharian yang panjang, melelahkan tapi menyenangkan, aku sampai kembali dirumah bak istana ini.” Tiyah menatap rumah itu, ia segera turun dari mobil setelah Sang Sopir membukakan pintu.
Tiyah segera masuk kedalam rumah, ada pelayan yang datang menyambutnya, menanyakan makan yang diinginkannya dan menanyakan air yang harus disiapkan untuk mandinya. Tapi, Tiyah menolak.
Ia sejak datang ke rumah ini selalu menolak untuk dilayani masalah mandi, baginya terlalu pribadi dan ia sangat malu jika pelayan membantunya menyiapkan air ataupun sesuatu untuk mandi. Tapi, ia tidak menolak jika pelayan membuatkan makanan, karena Tiyah tidak terlalu bisa memasak, sedangkan dirumah ini masakannya sungguh enak dan berkualitas setiap hari, pikir Tiyah.
Menu makanan setiap hari selalu berganti, bahkan makanan yang belum pernah Tiyah lihat dan makan, juga ada dalam hidangan diatas meja. Daging segepok yang di iris-iris, katanya itu steak, dan ada mie yang besar-besar dan terlihat licin seperti mie ayam dijual Abang bakso.
Mie itu tidak mirip dengan mie instan yang biasa Tiyah makan, mereka menyebutnya dengan spaghetti, Tiyah bukan bodoh atau kampungan, ia pernah melihatnya di TV ataupun lewat di akun sosmed nya, hanya... Selama ini belum pernah mencicipinya.
“Selamat datang Nyonya!” sambutan hangat dari pelayan kepada Tiyah. ia membalasnya dengan anggukan dengan senyuman manis kepada pelayan itu.
“Apakah Nyonya mau saya bantu siapkan air untuk mandi?” tanya pelayan itu.
“Gak usah.” jawab Tiyah.
“Kalau begitu, apakah Nyonya mempunyai pesan makanan? Biar saya siapkan terlebih dahulu.”
“Aku hanya ingin segelas ice lemon tea.” pinta Tiyah, lalu duduk bersender di kursi, ia membuka sepatu pansus nya, meletakan sepatu itu di rak sepatu. Kemudian ia berjalan menuju ruangan santai. Ia duduk di atas sofa, ia menghidupkan TV sambil menunggu minuman dari pelayan tadi.
Beberapa saat kemudian pelayan membawa segelas minuman pesanan Tiyah. “Ini minumannya Nyonya, jika Nyonya butuh apa-apa lagi, panggil aku saja, aku duduk disana.” ucap pelayan itu sambil menunjuk tempat yang akan ia duduki.
“Makasih ya.” Tiyah mengucapkannya dengan sopan dan lembut.
Tiyah segera meminum minuman itu, ia menghabiskan nya lebih dari setengah gelas, ia kemudian memijit-mijit pelipisnya beberapa kali, dan kembali meminum minumannya sampai habis.
Ia berdiri, mematikan TV, dan menuju ke kamarnya, Tiyah merasa sangat letih sekali, padahal hanya menawarkan bunga saja, tanpa bergerak aktiv seperti 2 orang karyawati Hanum.
“Mungkin karena sudah hampir 2 bulan ini aku terlalu santai, dan tidak bergerak, dulu waktu aku jualan sembako, aku gerak sana sini, sekarang pegal semua deh rasanya tubuhku.” Tiyah bermonolog dengan hatinya saat menaiki tangga.
Saat ia hampir sampai di kamarnya, ia melihat Giandra dan Khairul tertawa riang di dalam kamarnya, kamar mereka terbuka lebar. “Wah, ada apa tu? Bahagia banget ketawanya?” tanya Tiyah mengejutkan mereka.
“Eh, Tante. Ngagetin deh!”ucap Giandra.
“Ini Giandra ngelucu, Kak.” jawab Khairul.
“Oh, begitu." Tiyah segera berlalu pergi meninggalkan mereka yang asik tertawa melihat handphone Giandra.
Tiyah segera masuk kedalam kamarnya, Ia meletakkan tas samping yang ia sandang sedari tadi, segera membuka bajunya, dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi dengan bersih, ia melilitkan handuk di tubuh dan diatas kepalanya karena rambutnya basah sehabis keramas. Ia langsung membaringkan tubuhnya yang masih terlilit handuk itu diatas ranjang.
Tidur tertelentang, menggoyangkan tangannya dan melebarkannya, membuka kakinya, kemudian menutup kakinya, membuka dan menutup kembali beberapa kali ia lakukan berulang.
Matanya tertuju kedepan, menghadap ke dinding. Ia menghentikan aktivitas kaki dan tangannya, di dinding itu terpajang foto pengantinnya dengan Gibran.
“Aku merasa bangga menjadi istri yang menikah denganmu, tapi terkadang aku merasa sedih, kenapa di hatimu masih ada nama wanita lain selain istrimu? Bagaimana dengan nasib pernikahan kita mendatang?”
“Sungguh aku belum terlalu mengenalmu, apakah aku terlalu terburu-buru? Apakah ada jodoh yang salah? Apakah aku salah telah jatuh cinta kepada suamiku sendiri? Apa aku terlalu lemah cepatnya jatuh hati? Tapi ini wajar kan! Aku wajar jatuh cinta pada suamiku sendiri!” Tiyah terbenam dalam pikirannya, sampai ia tertidur pulas.
BAGUS TU KHALIL DINIKAHIN, BIAR GK PLAYBOY LGI..
BARU TAU LO DICKY KLO SUAMI TIYAH LVLNYA DI ATAS LO.. DN TU GIBRAN SUDH MNCINTAI TIYAH SEDARI KECIL, KRN TIYAH ALAMI SUATU MASALH SAAT BNCANA BANJIR HINGGA LUPA GIBRAN, LUPA DIMAS, HINGGA TIYAH BNYK MNTAN COWOK TRMASUK SI DICKY YG PRMAINKNNYA..
MSKI TIYAH MNOLAK DICKY MNTAH2, TPI TIYAH TTP SALAH KLUAR BRTEMU DICKY TNPA IZIN.. DN SI DICKY KIRA SI KHALIL SUAMI NYA TIYAH, PNTAS SI DICKY BLANG KLO KHALIL BKN LKI2 BAIK2 KRN KHALIL PLAYBOY.. JDI DICKY BLG SUAMI TIYAH BKN LKI2 BAIK..
TPI LO YG DEKATI DN RAYU ISTRI ORG DN INGIN JDI PEBINOR APA LKI2 BAIK, DN LO DLU JUGA JDIKN TIYAH CWEK TARUHAN
APA KIRA2 JAWABN GIBRAN..
TPI SBAGAI ISTRI. DN SBAGAI WANITA BRSUAMI, TK PANTAS BRJALAN DGN LAKI2 YG BUKAN MAHRAMNYA, BHKAN TNPA DITEMANI, DN TNPA IZIN SUAMI.. APAPUN ALASAN NYA APA YG DILAKUKN TIYAH TTP SALAH... KRN MMBERIKAN CELAH PEBINOR DLM RMH TANGGA NYA
DN GIBRAN, KNP GK DICKY YG LO HAJAR, LO SAMPERIN TU KPRUASAHAANNYA..
INI KHALIL & DIMAS YG LO HAJAR..
DN LO JELASIN JUGA TU K TIYAH SIAPA TU RAYA..
TRUS KNP GIBRAN GK PEKA DGN TIYAH,, NTAR TIYAH BLAS SAMA DICKY, MKIN RUNYAM..