Ras Phoenix adalah ras yang paling Agung di antara Klan Burung lainnya, sampai akhirnya sebuah bencana menimpa Klan Phoenix yang menyebabkan ras mereka punah sepenuhnya.
Tuan Muda Klan Phoenix dalam keadaan putus asa memberikan bakatnya dan kekuatannya kepada seorang pemuda lemah dari Klan Siluman, Chen Fei.
Chen Fei yang semula sakit sakitan dan dianggap pecundang oleh keluarganya , berusaha untuk bangkit dari keterpurukannya dan mengungkapkan semua kebenaran.
Tapi, ternyata dia dihadapkan dengan sebuah misi yang tidak akan pernah dia bayangkan sebelumnya, yaitu.... MENYELAMATKAN DUNIA?!
Akankah Chen Fei berhasil menjalankan misinya?
Yuk ikuti kisah Chen Fei ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 - Ayunan Gunung Phoenix
Chen Fei tiba tiba langsung menjadi waspada dengan kakek misterius ini, bagaimanapun Chen Fei merasa bahwa pertemuan mereka terlalu di sengaja dan terlalu baik untuk menjadi hanya sebuah kebetulan singkat dimana mereka bertemu secara tidak disengaja di tepi sungai.
"Darimana asal kotak ini ?" Tanya Chen Fei dengan ragu sembari memegang kotak yang mencurigakan itu.
Kakek itu tidak langsung menjawab dan menatap mata Chen Fei dengan tatapan penuh tanda tanya seolah olah tidak paham apa alasan Chen Fei menanyakan hal ini kepadanya.
"Kakek pasti merasa bingung mengapa aku menanyakan hal ini kepadamu, kan? " Tanya Chen Fei.
"Ya, aku memang agak tidak paham. Bagaimanapun aku agak sulit untuk membahas asal usul dari kotak ini. " Jawab kakek ini.
"Apakah kakek benar benar tidak bisa menjawab pertanyaan ku? Bagaimanapun alasan mengapa aku menanyakan hal ini adalah karena kotak ini memiliki motif yang sama dengan milik seseorang yang aku kenal yang telah menghilang sehingga aku merasa penasaran akan asal usul dari kotak ini. Jika bisa meminta informasi dari kakek maka aku mungkin bisa menemukan orang ku yang hilang ini. " Ucap Chen Fei berbohong mengenai hal ini.
Kakek itu tampak ragu ragu untuk menjawab Chen Fei dan Chen Fei juga tidak langsung mendesak kakek itu karena tampaknya kakek itu telah berjanji kepada orang yang memberikan kotak tersebut untuk tidak membuka identitasnya.
"Aku tidak bisa menjelaskan terlalu banyak karena aku telah bersumpah untuk tidak membuka statusnya kepada orang lain tetapi aku bisa memberi tahu bahwa orang yang memberi ini adalah laki laki yang sering membantu orang lain. " Ucap kakek itu.
*Hari itu aku juga mengalami hal yang sama dengan yang kita temui hari ini dimana aliran sungai meningkat dan menjadi lebih deras sehingga aku tidak bisa menyeberang dan ada anak laki laki seumuran denganmu yang datangi berlari kepadaku dan bertanya apakah aku bersedia untuk menjaga barangnya jika dia menyelamatkanku dari masalah kali ini maka dia akan menitipkan sebuah barang untuk aku jaga dan memberikannya kepada orang yang tepat. "ucap kakek itu.
Chen Fei merasa bahwa itu cukup masuk akal dan penjelasan yang diberi oleh kakek itu baginya masih cukup jelas dan bisa digunakan untuk mencari seseorang dengan tipe yang sama seperti yang dikatakan oleh kakek itu.
Chen Fei tiba tiba mengingat bahwa nenek Liu juga mengatakan bahwa senjata Kipas Musim Gugur juga merupakan sebuah titip dari seseorang.
Sayang sekali bahwa waktu yang dihabiskan oleh Chen Fei dengan Nenek Lihat tidak panjang sehingga mereka harus berpisah dengan kenangan di masa lalu milik mereka.
Karena sudah mengetahui asal usul dari kotak ini maka Chen Fei juga tidak merasa begitu waspada lagi dengan kakek ini terutama karena kakek ini telah menjelaskan dengan begitu detail, Chen Fei justru merasa takut bahwa kakek ini akan mendapatkan kesialan akibat dari membantunya seperti ini.
Dia membuka kotak itu dan melihat isinya bahwa di dalam merupakan sebuah buku yang sudah usang dengan beberapa bagian kecil yang mengalami robekan dan jika bukan seseorang yang ahli maka pasti tidak akan bisa menemukan perbedaan antara seni bela diri yang rusak dengan seni bela diri luar biasa seperti yang mereka latih sebelumnya.
Chen Fei sendiri tidak terkecuali dan merasa sudah tidak ada harapan ketika melihat bentuk nyata dari isi buku seni bela diri itu karena benar benar tidak terlihat menarik sama sekali tetapi sebaliknya, insting yang diberikan oleh Feng Jun dengan sisa sisa kesadarannya mengatakan bahwa apa yang ditemukan oleh Chen Fei hari ini adalah sebuah harta karun yang luar biasa.
Seni bela diri ini bernama Tarian Gunung Phoenix, apakah masih terkait dengan keluarga asli milik Feng Jun ? Hal ini membuat tanda tanya besar di kepala Chen Fei.
Hanya saja mengingat bahwa pada saat ini dia hanya bisa mengikuti kata kata Feng Jun maka ada baiknya untuk tidak membuang seni bela diri yang baik ini. Jika Feng Jun mengatakan bahwa ini adalah sebuah seni bela diri ini adalah seni bela diri yang luar biasa dan langka di dunia sekalipun.
Ayunan Gunung Phoenix ? Sebuah seni bela diri yang bisa dilatih bagi orang orang yang menggunakan senjata kipas seperti dirinya.
"Tampaknya seni bela diri ini akan berguna bagiku di masa depan, terima kasih banyak atas pemberian kakek sehingga aku bisa mendapatkan sebuah sumber daya yang sangat luar biasa. " Ucap Chen Fei dengan tulus berterima kasih kali ini tanpa diselimuti oleh maksud terselubung seperti sebelumnya lagi.
"Anggap saja bahwa aku tidak membantumu dan melainkan sedang membalas kebaikanmu. Jika kamu tidak membantu maka aku pasti akan menunggu di sana sepanjang hari. " Balas kakek itu.
Chen Fei menganggukkan kepalanya dengan jujur karena memang apa yang dikatakan oleh kakek itu tidak salah dan mungkin karena melihatnya sangat sopan dan rendah hati sebelumnya sehingga kakek ini memutuskan untuk memberikan seni bela diri ini kepada dirinya.
Ayunan Gunung Phoenix ini terbagi menjadi sembilan tingkatan dan tiga tahap, masing masing tampaknya agak sulit untuk dilatih tetapi akan sayang sekali jika Chen Fei melewatkan kesempatan ini untuk mencoba melatihnya dan melihat apakah seni bela diri ini cocok dengan dirinya dan apakah pada saat ini tidak ada kendala antara dirinya dengan seni bela diri ini.
Seni bela diri itu ibarat menggunakan alas kaki, harus mencari alas kaki yang tepat baru bisa digunakan dengan nyaman dan tanpa terluka.
Chen Fei sudah tidak sabar lagi karena ini adalah pertama kalinya dia melatih seni bela diri nya secara manual dan di hadapan kakek yang telah memberinya buku seni bela diri ini. Tampaknya kakek ini mengetahui beberapa jenis gerakan dari Ayunan Gunung Phoenix.
Tahap pertama masih muda untuk pelatihan oleh Chen Fei dan bagian paling sulit masih di tahap terakhir. Ayunan Gunung Phoenix ini terdengar agak tidak masih akal dan tidak asing, seolah olah dia telah pernah mendengar nama yang sama sebelumnya.
Tetapi dia tidak terlalu perduli dan hanya fokus kepada seni bela diri baru miliknya. Kipas Musim Gugur tidak pernah sekalipun ketinggalan dari musuh yang sudH ditargetkan.
"Kemajuan yang kamu miliki cukup pesat juga. Walaupun aku tidak memiliki kemampuan untuk melakukan seni bela diri tetapi hanya dengan sekali pandang, aku bisa mengatakan bahwa kamu sudah terlihat seperti seorang ahli. " Ucap kakek itu.
"Aku pasti akan berhasil mendapatkan gerakan yang lebih baik di esok hari. " Balas Chen Fei dengan penuh tekad yang membara.
...----------------...
Jangan lupa like, komen, dan vote ya 😊
ceritanya bagus and alur jelas