Kisah seorang pasangan beda usia, yang sangat amburadul dan tak bisa di tebak maunya apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nunuk pujiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 15
"Saya istrinya" jawab Vanya yang membuat Mbak kasir sedikit terkejut.dan inilah yang membuat kita akan pernah
"Ooh,.. Ibu istrinya Pak Daniel, kalau gitu Ibu silahkan jalan ke sana, belok kiri trus ada tangga Ibu naik saja dan di situ ada ruangan Pak Daniel." ucap Mbak kasir.
"Terima kasih ya, Mbak." ucap Vanya.
"Sama-sama, Bu Daniel. Mohon maaf karena saya tak mengenali Ibu tadi, saya jadi gak enak." ucap Mbak kasir dengan nada menyesal.
"Gak apa-apa,kamu tenang saja." Vanya pun beranjak pergi dari tempat kasir dan menuju ruangan Daniel. Sedangkan karyawan Daniel bergosip, dengan kedatangan Vanya.
"Raya apa gue gak salah dengar tadi, dia bilang istri Pak Daniel..?" tanya salah satu pegawai.
"Telinga mu tadi denger sendiri kan, dia bilang gitu." jawab Raya.
"Tapi sejak kapan Pak Daniel menikah, bukan nya Pak Daniel pacarnya Bu Era ya..?" tanya teman Raya. Semua karyawan Daniel menang taunya, Era lah calon istri Daniel.
"Sudahlah, yang nikah kan Pak Daniel, ngapain kamu yang kepanasan ingin tau semua nya sih." jawab Raya yang males mendengar ke kepoan temannya itu.
"Bukan gitu raya, takutnya Mbak tadi bohong. Coba kamu lihat dari wajah orang tadi, kamu liat kan dia lebih tua dari Pak Daniel." Raya semakin geram dengan temannya itu, jujur Raya bukan tipe orang yang suka bergosip.
"Udah lah,.. Aku gak mau bergosip dosa, sana pergi kerja." usir Raya. Akhirnya mereka kembali bekerja ke bidang masing-masing, namun tanpa mereka sadari ada pelayan yang tak suka dengan kehadiran Vanya.
"Kesel banget deh sama Mbak tadi, pokoknya Pak Daniel hanya milik ku."
****
Sedangkan di sisi lain Vanya sudah sampai di depan pintu ruangan Daniel, dengan jantung yang berdetak sangat kencang Vanya mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk," Vanya pun masuk kedalam ruangan Daniel, namun Daniel sama sekali tak menyadari kedatangan Vanya. Sedangkan Vanya merasa kesal karena Daniel tak melihat kedatangannya, sudah lama Vanya masuk tapi Daniel tetap menatap laptop nya.
"Sepertinya aku salah datang kesini, buktinya kamu sama sekali tak mau melihat kedatangan istrimu." ucap Vanya yang kesal. Sedangkan Daniel sangat kaget dan mendongakkan kepalanya.
"Vanya, sejak kapan kamu datang, kenapa gak bilang dulu aku bisa menjemputmu di bawa." ucap Daniel yang panik. Daniel benar-benar tak menyangka, Vanya akan datang ke restaurant nya.
"Aku hanya ingin membuat kejutan saja kok, dan aku juga membuatkan kamu makan siang." Vanya pun menunjukkan rantang yang dia bawa. Sedangkan Daniel hanya terdiam karena Vanya membawahkan nya makan siang, karena baru kali ini Vanya melakukan itu.
"Kenapa kamu diam Daniel. Aku tau ini pasti sia-sia karena kamu pastinya sudah makan,
kamu kan punya restaurant sediri mana mungkin kamu mau makan masakan ku yang baru belajar ini." ucap Vanya dengan nada kecewa. Daniel masih saja diam karena melihat ketulusan Vanya, yang rela datang kemari dan membawakan masakan pertamanya. Namun berbeda dengan Vanya, dia berfikir jika Daniel tak suka dengan makanan yang dia bawah.
"Kamu masih diam, kalau gitu makanan nya aku bawa kembali saja. Maaf sudah mengganggu kamu, aku pamit dulu ya." ucap Vanya dan bergegas pergi.
tdi ny lg berntem d rumah
komen SM ceritanya agk beda
sabar daniel.orang sabar pantatnya lebar