NovelToon NovelToon
Ice Cream Boy

Ice Cream Boy

Status: tamat
Genre:Persahabatan
Popularitas:254.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aulia Istik

Bagaimana jika manusia diibaratkan seperti es krim? Es krim itu dingin dan manis. Akan tetapi, itu adalah es krim dan es krim jelas berbeda dengan manusia yang memiliki hati dan emosi.

Bagaimana jika dingin dan manis, hati dan emosi itu dilebur menjadi satu? Kemudian dibumbui sedikit rasa traumatis yang begitu membekas hingga membuat kisahnya menjadi dramatis.

Ini adalah Ambar dan itu adalah Damar. Ambar adalah penikmat es krim yang sangat menyukai perpaduan manis dan dingin. Sedangkan Damar yang dingin tapi diam-diam manis dan dipenuhi emosi yang dramatis.

Ketika salah satu dari mereka menyadari keberadaan yang lain, itu hanya pertemuan singkat yang melibatkan sebuah kecelakaan kecil. Iya, itu hanya kecelakaan kecil. Namun, bagaimana jika selanjutnya mereka terlibat dalam serangan panik hingga percobaan bunuh diri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aulia Istik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1 6. N i g h t T i m e

 Ambar mengumpulkan buku-buku referensi yang berserakan di lantai. Kemudian menumpuknya menjadi satu. Sedangkan Lala sedang men-shut down laptopnya kemudian menutup benda tersebut. Tanpa sengaja mereka berdua menghela napas secara bersamaan. Lega akhirnya tugas mereka selesai.

Mendengar napas mereka berhembus secara bersamaan, Ambar dan Lala saling tatap kemudian saling terkekeh pelan. Wajah mereka berdua tampak benar-benar suram. Kemudian Lala mendongakkan kepala, menatap jam besar yang sengaja dipasang di ruang tengah. Jarum pendek berada diantara angka sepuluh dan angka sebelas, sedangkan jarum panjang tepat berada pada angka tujuh. Jam sebelas kurang duapuluh lima menit.

Lala dan Ambar beranjak dari ruang tengah, menuju kamar Lala dengan Ambar yang membawa setumpuk buku referensi dan sang pemilik rumah yang membawa laptopnya. Saat sampai di lantai dua tempat kamar Lala berada, Ambar masuk lebih dulu, kemudian disusul Lala.

"La, ada kejadian tadi sore waktu sebelum kamu telfon. Aku bingung mau sedih atau seneng," ucap Ambar sambil meletakkan buku yang dia bawa ke dalam rak buku besar yang ada di kamar Lala.

"Bentar, aku nge-print ini dulu." Ambar menganggukkan kepala setelah melihat Lala sedang berkutat dengan komputernya.

Suara printer memenuhi seisi kamar Lala, tak berselang lama suara itu berhenti dan lala menyelesaikan kegiatannya. Tetapi saat Lala baru akan buka mulut untuk menanggapi cerita Ambar, melalui pintu kamar yang masih terbuka gadis itu mendengar suara pintu depan dibuka, kemudian ditutup kembali. Lala mengurungkan niatnya untuk menanggapi ucapan Ambar.

"Gue bikin susu dulu, ya. Kan, lo gak bisa tidur kalau belum minum susu. Gue mau sekalian ambil air putih."

"Baik banget sahabatku. Yaudah ceritanya nanti aja." Lala menganggukkan kepala, kemudian keluar dari kamar, menutup pintu lalu menuju dapur.

Dari atas tangga, Lala melihat seorang wanita datang bersama seorang pria. Kemudian mereka berdua masuk ke dalam kamar tamu yang terletak di lantai satu. Lala memilih untuk mengacuhkan hal itu. Mencoba sebisa mungkin tidak memikirkan apapun yang akan terjadi. Seperti malam-malam sebelumnya, Lala tidak ingin memperdulikan apapun yang dilakukan wanita itu dengan teman prianya.

Lala kembali melanjutkan berjalannya menuju dapur. Membuatkan segelas susu untuk Ambar dan mengambil segelas air putih untuk dirinya sendiri. Tapi meskipun sudah ribuan malam, puluhan kali, tetap saja Lala tidak bisa berhenti memikirkannya atau mengabaikannya.

Lala menghela napas, lalu membawa kedua gelas minuman ke dalam kamarnya. Di sana, Ambar sudah tiduran sambil bermain ponsel. Gadis itu sedang mengobrol melalui grup chat dengan Angga. "Am," panggil Lala saat sang sahabat tidak kunjung sadar akan keberadaan Lala di kamar itu.

Begitu sadar dengan keberadaan Lala, Ambar segera meletakkan ponsel dan kemudian duduk bersandar. Lala menyodorkan segelas susu pada Ambar sambil meminum setengah gelas air putihnya. "Lo mau cerita apa tadi?" tanya Lala sambil beranjak merebahkan dirinya ke atas tempat tidur.

Ambar meletakkan gelasnya yang sudah kosong ke atas nakas, kemudian kembali merebahkan dirinya. "Aku dapet partner buat lomba fotografi yang mau aku ikutin itu." Mendengar ucapan Ambar, Lala mengernyitkan dahinya.

"Loh, bukannya lomba individu?" tanya Lala memastikan. Siapa tau ternyata Lala yang salah presepsi.

"Iya, emang lomba individu." Ambar berhenti berbicara sejenak, mencoba memilih kata untuk menerangkan posisi Damar dalam persiapan lomba gotografi yang akan Ambar ikuti. "Bukan partner. Lebih kayak asisten yang bakal nemenin aku buat cari objek atau sekedar aku ajak diskusi."

Lala merubah posisi tidurnya menjadi miring menghadap Ambar. Sedangkan Ambar sendiri tetap memilih untuk menatap langit-langit kamar Lala yang dihiasi lampu warna-warni. Nantinya lampu itu akan terlihat indah saat lampu utama dimatikan. "Gak biasanya, emang boleh sama Kak Putri?"

"Malah Kak Putri sendiri yang nyariin orangnya. Itu aja aku tiba-tiba dikasih tau kalau bakal ada yang nemenin aku buat persiapan lomba."

"Siapa?" Lala mulai penasaran. Kira-kira siapa yang dipilih oleh ketua ekstra yang terkenal dengan sikap perfeksionis dan idealisnya itu.

"Apanya yang siapa?" Kumat sudah. Jika sudah begini Lala harus benar-benar menyabarkan dirinya sendiri.

"Siapa yang jadi asisten lo, Am?" tanya Lala dengan setengah nada terdengar emosi.

"Itu ...." Ambar sedikit ragu untuk meberitahukan pada Lala. "Damar," ucap Ambar yang membuat Lala langsung bangun dari posisi rebahannya.

Melihat Lala yang bangun dari posisinya, Ambar ikut mengubah posisinya menjadi duduk. Sambil menyilangkan kaki mereka duduk berhadapan. "Kok bisa dia? Kenapa harus cowok tengil, songong, dan gak tau terimakasih kayak dia, sih?"

Ambar menggelengkan kepala. Bukan karena dia tidak tau. Tetapi menurutnya, alasan yang Putri ceritakan padanya, tidak perlu Ambar ceritakan kembali pada Lala. "Bukan hak aku buat ngasih tau alesannya. Soalnya apa yang diceritain Kak Putri menurutku bersifat pribadi buat Damar. Lagian juga masih ada yang mau aku pastiin."

 

1
Esih Mulyasih
semangat Ambar..💪😁 semoga Damar bs mjd teman akrab mu 😉
Ani Nur
Thor ko kty mau bkin cerita Angga SMA lala ko ga ada cerita,klw bsa sih ada judul Bru trs Ambar SMA damar ending nikah jg dceritay🤭
Bee Pen Wibu
otw baca dari awal
Rinna Al Malik
marathon baca nya inih maaa,, bagus banget soalnya
Rinna Al Malik
baru baca novel kakak...
bagus banget sumpah 😍😍
Neno
ini g ada sequelnya gitu,pdhal ceritanya seru,aku aza maraton bc nya
Anis🦕
semangat kak😍😍,jangan lupa mampir jg yuk ke ceritaku dan jangan lupa like dan komennya trimakasih🤗
Umi Sholihah
boleh banget, sekalian sisipin hubungan ambar ma damar, biar ada manis2nya gitu.
secara mereka LDR jd bisa buat pemanis cerita angga Nova n lala
Puput Tiara andreani
awalx aku bingung dgn crtax makin kesini terxata makin seru aq jdi ikut mewek
asna
ceritanya bagus
asna
pengen gue kasih sianida bapaknya damar
asna
mama nya ambar sakit apa y jadi deg degan
asna
kok gue geregetan
asna
berasa nonton drama jepang
asna
ditolong jangan ?
asna
kayaknya damar emang sering dimarahin ama dipukul singkatnya dianiaya orang terdekat kayak di drakor
asna
jangan jangan di gebugin babenya kayak aku dulu di getok sendok nasi sama emak gegara nilai mtk ku 3.5😁
asna
aku selalu gemes ama cowok pake kacamata
asna
gue ngakak pas baru loading abis maret april jadilah indoapril 🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
girl_N.J
Cerita nya bagus aku suka👍😃
Rate-5 ku juga sudah mendarat ya🛬
Jangan lupa feedback ke karyaku 🥰🥰
❤"Meisya & Randi "❤
Kisah sahabat kecil jadi cinta 💕

Terima kasih🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!