Vic Alexander seorang pria arogan dan dikenal kejam tidak memiliki perasaan. suka menyiksa, membunuh, itulah hobinya sebagai seorang psikopat. Akan tetapi ia hanya akan tersenyum dan luluh terhadap orang yang dia cintai. Yakni, seorang gadis yang memiliki wajah cantik natural dan manis, Krystal Olivia.
Karena suatu kejadian Vic Alexander tega menjadikan kekasihnya itu sebagai pemuas ranjang. Krystal yang tak berdaya ditahan oleh pria itu sehingga harus menuruti keinginannya dan melayani nafsunya setiap malam.
Apa penyebabnya mengubah Vic Alexander menjadi benci pada sang gadis tersebut?
apakah hubungan mereka akan kembali seperti dulu atau bermusuhan?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertengkaran Krystal
"Tuan, Nona meminta sesuatu," ujar Mike.
"Meminta sesuatu? Apa yang dia inginkan?"
"Nona meminta saya jangan memberi tahu orang lain tentang hubungan Anda dan nona."
"Bukankah sangat aneh, Menjadi teman wanitaku dan tidak ingin ada yang tahu. Apakah dia ingin menghindari gosip yang tidak sedap didengar?"
"Mungkin saja, Tuan. Nona adalah gadis yang polos. Dia tidak ingin mengandalkan hubungan ini demi mendapatkan sambutan rekan kerjanya. Untuk saat ini rekan-rekannya sangat baik padanya," jawab Mike.
"Kalau itu yang dia inginkan, aku turuti saja. Biarkan dia mandiri dan menyelesaikan pekerjaannya. Aku yakin gadis itu bisa beradaptasi dengan baik," ujar Vic.
"Di sisi lain masih ada sedikit gosip yang tidak baik tentang nona."
"Gosip apa?"
"Karyawan dibagian penjualan merasa tidak puas karena pendidikan nona yang rendah, Tapi, kenapa dia bisa berhasil menjadi karyawan tetap di sini. Sementara mereka harus melakukan seleksi ketat sehingga ada yang gagal lolos," jawab Mike.
"Bagaimana Krystal menghadapi mereka?" tanya Vic.
"Nona sering berdebat dengan mereka, Nona yang pendiam tidak akan mau kalah saat ada yang menindasnya," jawab Mike.
"Kalau begitu, biarkan saja dia menghadapinya," kata Vic.
"Baik, Tuan."
"Tetap awasi saja! Jangan sampai mereka menyakitinya!" titah Vic.
"Baik."
Krystal yang ingin membuat minuman di dapur ia didekati oleh dua rekannya.
Mereka menatap gadis itu dengan tatapan hina dan iri.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Krystal.
"Aku hanya penasaran, Dirimu yang tidak berpendidikan tinggi bisa bekerja di perusahaan besar ini. Dengan cara apa kamu bisa menjadi karyawan tetap di sini?" tanya salah satu rekannya yang berambut pendek.
"Anita, Apakah semua orang di matamu begitu murahan?" tanya Krystal.
"Perusahaan ini sangat terkenal, siapa orang dalam yang membantumu? Aku yakin pasti bukan bos kita. Karena bos tidak akan tertarik pada gadis miskin sepertimu," sindir Anita sambil tertawa.
"Krystal Olivia, kamu memiliki seorang ibu tiri dan kakak tiri, Keluargamu cukup mengejutkan juga," kata rekannya yang memiliki nama Connie. Connie dan Anita adalah rekan satu Tim di bagian penjualan.
"Kenapa kamu menyelidiki latar belakangku?" tanya Krystal.
"Kamu bukanlah anak orang kaya, perusahaan keluargamu sudah bangkrut Kakakmu Maggie Olivia sudah dipecat. Sedangkan dirimu juga tidak akan lama di sini," ejek Anita.
"Apa kalian sudah selesai? Aku tidak berminat bicara dengan kalian," ujar Krystal yang mematikan kompornya.
"Seorang gadis miskin yang tidak memiliki kelebihan bisa diterima di sini, Ini sangat mengejutkan kami. Berapa malam yang kamu korbankan?" tanya Connie.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Krystal
"Maksudku adalah...Kamu memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang langsing, Jadi, kamu pasti mengunakan tubuhmu ini sebagai ganti, bukan?" tanya Connie.
Plak...
Tamparan keras dari Krystal yang sedang emosi.
"Aaaahh....!"
"Kau...berani sekali menamparku!" bentak Connie.
"Aku hanya ingin mengajarmu agar jangan sering menghina orang," jawab Krystal.
"Dasar ja,lang, kalau bukan karena kamu jual diri, Mana mungkin kau bisa bekerja di sini," ketus Anita.
"Anggap saja aku sedang jual diri, bagaimana dengan kalian? Apakah ada pria yang berminat?" sindir Krystal.
Anita yang ingin melayangkan tangannya ke wajah Krystal, langsung ditahan oleh gadis itu.
"Ingin menamparku setelah aku balas beberapa kata? Jangan mengusik orang kalau kamu tidak ingin diusik," ujar Krystal yang melepaskan tangan Anita.
"Siapa orang belakangmu, apakah dia adalah pria yang membiayaimu? Kamu adalah simpanan salah satu orang yang bekerja di gedung ini?" tanya Connie.
Plak...
Tamparan yang dilakukan oleh Krystal mengenai wajah Connie.
"Berani sekali kau menamparku," ketus Connie yang menjambak rambut Krystal. Begitu juga Anita yang ikut membantu rekannya itu.
Mereka berdua sama-sama menjambak rambut Krystal sehingga gadis itu mengerang kesakitan.
Krystal mendorong mereka hingga membentur tembok dan kemudian menjambak rambut mereka berdua. Tiga wanita itu berkelahi sehingga menarik perhatian karyawan lainnya.
"Anita dan Connie berkelahi dengan anak baru itu."
"Apa yang mereka lakukan? Bagaimana kalau sampai atasan mengetahui hal ini."
"Mereka pasti dipecat."
"Hentikan! Apa kalian mengira di sini adalah tempat perkelahian,," bentak seorang pria yang baru melangkah masuk.
Krystal, Connie dan Anita langsung berhenti setelah mendengar suara pria itu yang tak lain adalah seorang manager.
"Apa kalian tidak tahu malu, ha? Sudah dewasa masih tidak sadar diri," ketus Manager.
"Dia yang menyerang kami dulu," ujar Connie.
"Mereka menghinaku," balas Krystal.
"Diam!" bentak pria itu pada Krystal.
"Krystal Olivia, kamu adalah karyawan baru di sini, berani sekali melawan seniormu," ketus Manager.
"Mereka berdua menghinaku terus, Mana mungkin aku diam saja," jawab Krystal.
"Mereka adalah seniormu, dan karyawan lama di sini. Mereka lebih dibutuhkan dari pada kamu masih belum mengerti apa-apa," bentak Manager.
"Manager, dia menampar kami berdua, Tindakan dia sudah keterlaluan. Kami hanya menegur masalah pekerjaan. Tapi, dia menganggap kami meresahkan karena menghinanya," kata Anita.
"Itu tidak benar," bantah Krystal dengan nada kesal.
"Cepat minta maaf!" titah Manager pada Krystal."
"Kenapa harus aku yang minta maaf?"
"Karena kamu telah melakukan kekerasan pada mereka berdua," jawab Manager.
"Tapi, mereka menghinaku, kenapa kamu diam saja dan tidak menegur mereka," jawab Krystal.
"Mereka hanya ingin membimbingmu, Kenapa berprasangka buruk pada orang," ujar Manager.
"Bukan aku yang prasangka buruk, Tapi, manager yang tidak bisa menangani masalah ini," jawab Krystal.
"Cepat minta maaf!" perintah Manager dengan suara lantang.
"Tidak!" jawab Krystal dengan tegas.
"Kau...Percaya atau tidak aku akan mengeluarkanmu dari sini," kecam Manager.
"Lakukan saja! Lagi pula punya atasan sepertimu juga tidak berguna bagiku," balas Krystal yang tidak mau kalah.
"Apa yang kamu katakan, Ha?"
"Punya atasan lemah sepertimu juga tidak berguna," jawab Krystal sambil berjalan menuju ke pintu. di saat yang sama ia menendang kaki Connie dan Anita.
"Aaah...."jeritan dua wanita itu yang kesakitan.
"Krystal Olivia...," teriak Manager dengan nada tinggi. Ia melihat gadis itu beranjak dari sana tanpa menghiraukannya.
Krystal yang kesal ia kembali ke meja kerjanya.
"Selalu saja menindasku, kalian semua sudah bekerja sama. Menjadi karyawan sini sangat tidak mudah. Harus berhadapan dengan atasan yang tahunya hanya membela mereka yang adalah karyawan lama. Simpanan? Aku dianggap simpanan oleh mereka. Aku dan Vic hanya pacaran karena hutang dan bukan karena perasaan. Dia pasti marah atas kejadian ini," batin Krystal.
Ruangan kantor Vic.
"Tuan, terjadi pertengkaran antara nona Krystal dan dua karyawan lama," Mike melangkah masuk ke ruangan luas itu untuk memberi laporan setelah mendengar kejadian itu.
"Panggil mereka semua masuk!" perintah Vic.
"Baik, Tuan," jawab Mike.
Beberapa saat kemudian.
Krystal, Manager, Connie dan Anita berdiri di depan meja atasannya. Vic duduk dengan bersandar memandang mereka berempat.
"Apa ada yang bisa jelaskan apa yang sudah terjadi?" tanya Vic.
"Maaf, Tuan. Saya akan segera menyelesaikan. Agar tidak membuat Anda khawatir," ucap Manager dengan sopan.
"Katakan!" titah Vic.
"Connie dan Anita hanya ingin membimbing Krystal, dan tidak sangka gadis ini malah mengunakan cara kekerasan sebagai balasannya," jawab Manager.
"Krystal Olivia, apakah benar yang dia katakan?" tanya Vic
"Tidak sama sekali, Manager hanya membela mereka sehingga tidak percaya padaku," jawab Krystal.
"Kamu sering saja menimbulkan masalah, kenapa masih tidak mengaku," ujar Manager.
"Walau kamu mendengar mereka menghinaku, Kamu juga menyalahkan aku," balas Krystal.
"Krystal Olivia, di depan atasan kamu jangan bicara sembarangan!" kata Manager.
"Bagimu aku selalu salah, mereka selalu benar walau telah menindasku," jawab Krystal.
"Jangan menuduhku sembarangan!" ketus Manager.
"Kalian seperti ayah dan anak, ibarat pohon tumbang tidak jauh dari buahnya," ketus Krystal.
"Yang benar adalah Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Apakah nona ini tidak sadar apa yang dia katakan," gumam Mike.
akhirnya beres juga baca nya sampe bgadaaang....maaf tdk d smua bab saya comment krna suka pgn langsung baca ke bab brikutnya saking udh gk sabar buat baca bab brikut nya krna rame bgt ..nyeseel deh buat yg belum baca novel ini...ini keren abiiis..MAKASIH YA THOR UDAH BIKIN CERITA YG BAGUUUUUUUUS INI...TTP SMANGAT BUAT THOOOR KUUUUUUHHH...LOPE LOPE SEKEBOONNNN