NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

05

Mobil dikendarai Elang perlahan berhenti di depan gerbang kediaman keluarga Baskara.

Amelia yang duduk di kursi penumpang langsung menatap lurus ke depan. Napasnya terasa tertahan saat melihat rumah megah yang berdiri di balik gerbang besi hitam tersebut.

Sudah dua bulan berlalu, tak bertemu dengan manusia-manusia kejam itu. Tanpa sadar jemarinya menggenggam erat tas di pangkuannya.

"Amelia." Suara Elang membuat wanita itu menoleh.

Pria itu sedang memperhatikannya dengan sorot mata penuh kekhawatiran.

"Kau baik-baik saja?"

Amelia tersenyum kecil. Namun, senyum itu terlihat rapuh. "Aku baik-baik saja."

Elang mengangkat sebelah alisnya.

"Kau yakin?"

Amelia menghela napas panjang lalu menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Sejujurnya, aku sedikit takut."

"Takut?"

Amelia mengangguk pelan. "Aku takut tidak bisa mengendalikan emosiku saat bertemu Evan."

Elang terdiam sesaat. "Lalu?"

Amelia tertawa kecil. Tawa yang terdengar lebih seperti usaha untuk menenangkan dirinya sendiri.

"Bagaimana kalau aku langsung menerjangnya begitu melihat wajahnya?"

Elang langsung menggeleng. "Itu ide yang buruk."

"Aku tahu."

"Buruk sekali."

Amelia kembali tertawa. Mereka saling menatap selama beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis. Ketegangan yang sejak tadi memenuhi mobil perlahan berkurang.

Meski hanya sedikit. Elang kemudian menatap rumah di depan mereka.

"Kamu sudah sampai sejauh ini."

Amelia mengikuti arah pandangnya.

"Kamu menjalani operasi. Kamu meninggalkan hidup lamamu. Kamu membangun identitas baru."

Pria itu kembali menatap Amelia.

"Jangan hancurkan semuanya hanya karena emosi sesaat."

Amelia terdiam. Perlahan ia menganggukkan kepala.

"Aku tahu."

"Bagus,"

"Aku tidak datang ke sini untuk membuat keributan." Sorot mata Amelia berubah dingin.

"Aku datang untuk merebut kembali apa yang menjadi milikku."

Elang tersenyum tipis. "Itu Amelia yang ku kenal."

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Beberapa saat kemudian Elang mengambil sebuah kartu kecil dari saku jasnya lalu menyerahkannya kepada Amelia.

Wanita itu menerimanya dengan bingung.

"Apa ini?"

"Nomor telepon pribadiku."

Amelia langsung mengerutkan kening. "Aku sudah punya nomormu."

"Itu nomor lain."

"Berapa banyak nomor yang sebenarnya kau miliki?"

"Cukup banyak."

Amelia menggeleng sambil tertawa pelan.

Namun, Elang tetap mempertahankan ekspresi seriusnya.

"Dengarkan aku."

Nada suaranya berubah tegas.

"Kalau terjadi sesuatu, segera hubungi aku."

"Aku bisa mengurusnya sendiri."

"Amelia."

Wanita itu langsung terdiam.

"Aku serius."

Elang menatapnya dalam-dalam.

"Jangan mencoba menghadapi semuanya sendirian."

Tatapan Amelia sedikit melembut. "Baik."

"Janji?"

"Janji."

Barulah Elang terlihat sedikit lega. Amelia menundukkan kepala dan menatap kartu itu sejenak sebelum menyimpannya ke dalam tas.

"Terima kasih."

"Kamu terlalu sering mengucapkan terima kasih."

"Aku memang berutang banyak padamu."

Elang hanya menghela napas.

"Aku tidak pernah menganggapnya sebagai utang."

Hati Amelia terasa hangat mendengar kalimat itu. Elang yang melihat perubahan ekspresinya langsung memahami apa yang sedang dirasakan wanita itu.

"Kamu bisa melakukannya." Suara pria itu terdengar lembut.

Amelia menoleh, ia hanya menatap Elang. Kemudian mengangguk perlahan. Perlahan Amelia menarik napas panjang. Lalu membuka pintu mobil. Sebelum turun, ia kembali menoleh kepada Elang.

"Kalau aku berhasil..."

Pria itu menunggu kelanjutan kalimatnya.

"Aku akan menjadi ibu susu untuk anakku sendiri." Suara Amelia terdengar lirih.

Elang mengangguk mantap.

"Kamu akan berhasil."

Amelia tersenyum. Kali ini senyumnya terlihat jauh lebih tenang. Ia kemudian keluar dari mobil dan berdiri tepat di depan gerbang keluarga Baskara.

Angin siang berembus pelan menerpa wajahnya. Tatapannya tertuju pada rumah besar yang menyimpan begitu banyak luka dalam hidupnya.

Perlahan jemarinya mengepal.

Gerbang keluarga Baskara terbuka perlahan setelah Amelia memperkenalkan dirinya kepada petugas keamanan. Mulai saat ini, ia bukan lagi Amelia Hartono. Wanita yang pernah mencintai Evan Cristian dengan segenap hati itu telah menghilang. Sekarang, ia adalah Laras Adipati.

Seorang wanita biasa yang datang untuk melamar pekerjaan sebagai ibu susu. Amelia atau Laras melangkah memasuki halaman rumah tersebut. Semakin dekat dengan bangunan utama, semakin kencang pula detak jantungnya. Tangannya menggenggam erat tali tas yang berada di bahunya.

Ia terus mengatur napas agar tetap terlihat tenang. Sesampainya di depan pintu utama, Laras berdiri beberapa saat untuk menenangkan dirinya. Ia merapikan pakaian yang dikenakannya, lalu mengangkat tangan dan menekan bel.

Laras menunggu, beberapa detik berlalu. Masih tidak ada yang membuka. Ia kembali menekan bel untuk kedua kalinya. Laras mulai bertanya-tanya apakah ia datang terlalu cepat. Namun, sebelum sempat berpikir lebih jauh, suara langkah kaki terdengar dari dalam rumah. Dan entah mengapa, jantung Laras mendadak berdegup lebih cepat.

Pintu terbuka.

Dunia seakan berhenti berputar. Tubuh Laras membeku di tempatnya. Begitu pula napasnya. Di hadapannya berdiri seorang pria yang sangat dikenalnya.

Evan Cristian.

1
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
mimief
gemes amet Thor aku
kasih tau Ama dunia ini orang jadi ibu palsu
pencitraan aja
tapi emang.. jadi keinget dulu ada artis China yg nyari ibu pengganti buat ngelahirin ank ank nya karena dia ga mau badannya berubah
hadeeeh🫣🥹🥹.
ya..pas udah lahir,ga ada sama sekali ikatan batin nya sama anknya
akhirnya ga Deket...dan kyk orang asing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!