NovelToon NovelToon
Bukan Manekin

Bukan Manekin

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana no Megami

Asher terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya untuk menepis gosip yang beredar tentang dirinya. Tetapi dia memiliki trauma yang membuat dirinya tidak bisa melakukan hubungan suami istri. Frandella merasa kecewa dan melimpahkan kekesalannya kepada Asher. Dengan rasa marah dan kesal Asher menyuruh Frandella untuk mencari kepuasaan di luar. Frandella menyetujui tawaran Asher karena dia adalah wanita yang sedikit gila akan ***. Di tengah hati yang gundah Asher pergi ke klub malam dan di sana dia bertemu dengan Jeslyn yang mengajaknya untuk melakukan hubungan one night stand. Asher tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi laki-laki sejati saat bersama dengan Jeslyn. Bagaimana kelanjutannya? Apakah Asher akan terus mempertahankan rumah tangganya demi reputasinya? Atau malah mencari Jeslyn yang dapat menyembuhkan traumanya? Yuk ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana no Megami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mempersiapkan diri

Jeslyn memandang ke arah Jacob dan Asher secara bergantian secepat mungkin Jeslyn berusaha melepaskan genggaman tangan asher dan menarik tangan Jacob untuk keluar dari venue. Jeslyn tidak ingin terjadi keributan di acara pernikahan Mike. Jacob mengikuti langkah Jeslyn dan tibalah mereka di sebuah taman yang jauh dari keramaian.

“Kapan kau datang?” Jeslyn berusaha melemparkan pertanyaan kepada Jacob.

“Apa kau tidak ingin aku datang agar kau dapat berduaan dengan pacarmu?” Jacob memandang Jeslyn dengan tajam.

Jeslyn hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Jacob lalu ia berjalan menjauhi Jacob. Dengan cepat Jacob mengikuti langkah Jeslyn dan menarik lengan Jeslyn agar menghadap ke arahnya.

“Mau kemana kau?” ucap Jacob.

“Pulang tidak guna meneruskan pesta ini malah akan menambah masalah.” Jeslyn berusaha melepaskan genggaman tangan Jacob.

Jacob berusaha menghentikan tangan Jeslyn yang berusaha melepaskan genggamannya lalu ia menarik pinggang Jeslyn dan mendekatkan wajahnya ke wajah Jeslyn. Jeslyn yang terkaget langsung membelalakkan matanya. Kini Jeslyn bisa merasakan nafas Jacob dan mencium aroma tubuh pria tersebut.

“Apa kau malu menghadiri pesta itu denganku?” Jacob menatap tajam seakan ingin menusuk mata Jeslyn.

“Ti-tidak aku hanya malu karena kejadian tadi dan dilihat banyak orang.” Jeslyn menggelengkan kepalanya berusaha menyangkal salah faham Jacob. Jeslyn tidak ingin Jacob menjadi murka.

Ternyata di kejauhan Asher memperhatikan Jeslyn dan Jacob. Melihat hal itu Asher mengepalkan tangannya lalu pergi meninggalkan pemandangan yang ada di depannya itu. Ia tak mau terbakar api cemburu dan melakukan hal-hal yang memalukan. Masalahnya saja sudah banyak ia tidak ingin menambahnya lagi.

Setelah Asher pergi Jacob melepaskan pinggang Jeslyn ia sengaja melakukan itu karena melihat Asher mengikuti langkah mereka saat pergi meninggalkan venue. Jeslyn berusaha merapikan dressnya tiba-tiba Jacob menarik tangan Jeslyn dan berjalan keluar menuju parkian mobil. Sesampainya di depan mobil miliknya Jacob memaksa Jeslyn untuk masuk ke dalam mobil. Ia meninggalkan sopirnya dan mobilnya melesat dengan cepat.

Jeslyn hanya terdiam di dalam mobil dan memandang ke arah luar cendela. Sepanjang jalan ia mengamati pemandangan yang begitu indah yaitu laut biru yang tampak luas. Setelah beberapa saat kini mobil mereka berhenti di salah satu hotel pinggir pantai. Jeslyn langsung menoleh ke arah Jacob tetapi Jacob bersikap acuh.

“Kenapa kita ke sini?” Jeslyn penasaran kenapa ia diajak ke hotel bukannya pulang ke vila milik Diana.

“Cepat keluar.” Jacob tidak menjelaskan apapun dan langsung keluar dari mobilnya.

Jeslyn hanya mengikuti perkataan Jacob dan segera keluar dari mobil. Jeslyn segera mengikuti langkah kaki Jacob yang semakin cepat. Ia tertinggal agak jauh karena sedang menggunakan high heels dan dress yang panjang sehingga tidak bisa berjalan dengan cepat. Setelah sampai di depan lift Jacob menoleh ke samping dan tidak menemukan keberadaan Jeslyn ia langsung memutar badannya dan melihat Jeslyn yang sedang berjalan ke arahnya.

Jacob menghembuskan nafas kasarnya tetapi tetap menunggu Jeslyn. Setelah Jeslyn sampai di depan lift Jacob segera menekan tombol dan beberapa saat kemudian pintu lift terbuka.

Jeslyn hanya terdiam tidak berani untuk mengajukan pertanyaan lagi kepada Jacob. Kini mereka sudah berada di dalam kamar yang begitu mewah dengan pemandangan laut biru yang begitu menakjubkan. Jeslyn segera membuka pintu balkon untuk menghirup udara yang bercampur air laut di sore hari. Ujung bibirnya terangkat dan langkahnya mendekati pinggiran pembatas balkon. Jacob yang melihat hal itu langsung mendekat ke arah Jeslyn dan menyodorkan sebuah box kepada Jeslyn.

“Apa ini?” Jeslyn tampak penasaran dengan isi dari box tersebut.

“Pakailah dan ikut aku.” Bukannya menjawab Jacob malah melontarkan sebuah perintah dan berlalu begitu saja meninggalkan Jeslyn.

Jeslyn masih terpaku di tempatnya dan langsung membuka box yang ada di tangannya. seketika matanya membelalak dan mulutnya terbuka ia tampak tidak percaya melihat isi dari box itu sebuah bikini. Setelah beberapa saat Jacob sudah siap dengan kaos putih dan boxer pendek.

“Kenapa kau tidak segera ganti baju apa perlu aku yang memakaikannya?” Jacob menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menatap tajam ke arah Jeslyn.

“Tapi aku malu memakai pakaian seperti ini.” Jeslyn berusaha menjelaskan kepada Jacob.

“Apa kau mau berenang menggunakan kebaya?” Jacob menjawab Jeslyn dengan nada kesal.

Jeslyn segera beranjak dan masuk ke dalam kamar mandi untuk memakai pakaian yang menurutnya sangat memalukan. Setelah beberapa saat Jeslyn tidak kunjung keluar dari kamar mandi. Jacob yang tampak tidak sabaran langsung mengetuk pintu kamar mandi.

Tok!

Tok!

Tok!

Jeslyn membuka pintu secara perlahan dan menutupi dadanya dengan tangan. Pandangan Jacob mulai menelisik dari ujung kepala hingga ujung kaki Jeslyn. Tanpa sengaja Jacob menelan ludahnya dengan kasar.

“Kenapa kau melihatku seperti itu.” Jeslyn merasa tidak nyaman terhadap tatapan Jacob.

Jacob melangkah mendekati Jeslyn dan seketika badan Jeslyn mundur hingga menabrak pintu. Jacob menarik kedua tangan Jeslyn dan ia naikkan di atas kepalanya lalu ia kunci. Jacob menatap lekat wajah cantik Jeslyn dan ia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Jeslyn. Jacob mulai melirik bibir Jeslyn yang tampak merekah bagaikan jelly yang kenyal dan sangat nikmat. Saat bibir Jacob hampir menyentuh bibir Jeslyn tiba-tiba Jeslyn memalingkan wajahnya. Kini tatapan Jacob tampak marah dan seperti akan meledak seketika ia mencengkram wajah Jeslyn dengan tangan besarnya. Jeslyn tampak meringis kesakitan.

“Dengar aku tidak suka penolakan.” Jacob langsung menyambar bibir jeslyn.

Jeslyn hanya terdiam tanpa membalas ciuman dari Jacob. Jacob melepaskan ciumannya dan tersenyum sinis. “Ayo kita keluar!” Jacob berjalan menuju tempat tidur mengambil outer dan melemparkannya ke arah Jeslyn. Jeslyn segera menangkap dan menggunakan outer tersebut lalu segera berlari untuk mengikuti Jacob yang lebih dulu berjalan keluar dari kamar.

Sesampainya di kolam renang ternyata Diana dan Alex sudah menunggu di sana. Diana melambaikan tangan pada Jeslyn dan melemparkan senyumannya. Diana mengenakan bikini dengan perut buncitnya namun terlihat sangat sexy. Ketika Jeslyn sudah dekat Diana langsung mengajak Jeslyn untuk duduk di kursi santai dekat kolam untuk menikmati keindahan matahari yang mulai terbenam. Suasana yang sangat hangat dengan alunan musik serta pemandangan kolam dengan background lautan yang biru. Jeslyn melirik ke arah Jacob yang saat ini sedang meneguk minuman.

“Aku sengaja memanggil Jacob untuk kesini agar menemanimu ke acara pesta temanmu.” Jeslyn langsung merubah arah pandangannya pada Diana yang sedang berbicara kepadanya.

“Jes aku harap kamu segera hamil agar Jacob betah di rumah dan tidak sering kerja di luar.” Diana melontarkan perkataan yang membuat Jeslyn mendelik seketika.

Jeslyn hanya tersenyum kecut ke arah Diana tanpa membalas perkataannya lalu menyambar minuman yang baru saja di letakkan di atas meja oleh waiter. Jeslyn menatap ke arah lautan dan sesekali menyesap bir pada botol yang ia pegang. Mungkin ia harus mempersiapkan diri untuk segala perbuatan Jacob kepadanya tetapi ia tidak berfikir sampai memiliki anak. Karena jauh di lubuk hatinya ia belum bisa melupakan Asher orang yang berhasil merebut hatinya.

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Hananomegami: Terimakasih atas dukungannya 🫶🏻
total 1 replies
Hananomegami
Mike emang paling sat set dan bisa di andalkan. 🤏🏻
Lina ciello
bravo mike... u soo jenius
Lina ciello
wehhh jebule 🤣
Shinta Dewiana
rumit banget persoalannya...jadi cinta segi 3
Shinta Dewiana
kakaknya yg oon malah nyalahin orang..
Shinta Dewiana
ayoo...siapa lg tu...ketemuannya di kamar hotel..
Shinta Dewiana
hayoo....musnajkan si micheil jg kasih ampun..
Shinta Dewiana
wow...
Shinta Dewiana
itulah hidup penuh dengan perjuangan...jacob terlalu sembrono..
Shinta Dewiana
jacob gila .
Shinta Dewiana
jeslyn lo harus kuat...demi embun..
Shinta Dewiana
jacob sayang sm kakaknya tp istrinya sayang sm ponaan malah cemburu..hedehh
Shinta Dewiana
nyesek rasanya...
Shinta Dewiana
orang tua enggak da ahklak..
Shinta Dewiana
oh ngono toh
Shinta Dewiana
hissss...parah
Shinta Dewiana
jeslyn nasibmu lah....gara2 mabuk 1 malam..jadi menderita ber malam2
Hananomegami: Dia harus bertanggung jawab atas ketololan diri sendiri 😌
total 1 replies
Shinta Dewiana
ansher anak mm ya gitu jadinya kamu..
Shinta Dewiana
aduhai rubah kepala putih .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!