NovelToon NovelToon
Suci Tak Lagi Suci

Suci Tak Lagi Suci

Status: tamat
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / One Night Stand / Cintapertama / Tamat
Popularitas:343.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rini Antika

Sebuah tragedi memilukan membuat gadis bernama Suci harus kehilangan kesuciannya pada malam sebelum pernikahan.

Suci harus menanggung aib yang disebabkan oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab sehingga menyebabkan kehidupan Suci hancur.

Akankah Suci berhasil melewati cobaan dalam hidupnya? baca kisah selengkapnya dalam Karya ke-16 saya yang berjudul Suci tak lagi suci.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini Antika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 ( Kecelakaan mobil )

"Suci," ucap Rian dengan lirih.

Suci langsung melihat ke arah sumber suara yang tidak asing untuknya, dan mata Suci terlihat sendu ketika melihat Rian yang saat ini terlihat menangis dengan memegangi jeruji besi.

"Rian, kenapa tengah malam seperti ini kamu datang ke sini? kamu baik-baik saja kan?" tanya Suci yang terlihat mengkhawatirkan keadaan Rian.

"Suci seharusnya aku yang bertanya kepadamu, apa selama tinggal di sini kamu baik-baik saja? maaf karena selama ini aku tidak pernah menjenguk mu, dan maaf juga karena aku baru mengingat semuanya sekarang?"

Mata Suci terlihat berkaca-kaca ketika mendengar Rian sudah mengingat semuanya.

"Alhamdulillah, aku turut bahagia karena kamu sudah mengingat semuanya. Semoga seterusnya kamu diberikan kesehatan," ujar Suci.

Rian begitu terharu karena Suci masih memikirkan dirinya, padahal Ibu kandung Rian sudah berbuat jahat terhadap Suci.

"Suci, hatimu terbuat dari apa? kenapa kamu masih saja memperdulikan ku, padahal Ibu kandung ku sendiri yang telah memasukan kamu ke dalam Penjara, dan semua ini karena kesalahanku_"

Ucapan Rian terhenti karena Suci langsung memotongnya.

"Tidak Rian, semua itu bukan kesalahan kamu, justru seharusnya aku berterimakasih karena kamu telah menyelamatkan nyawaku, bahkan kamu sampai rela mengorbankan dirimu sendiri."

"Tapi hampir satu tahun ini kamu sudah menderita hidup di balik jeruji besi, apalagi dalam keadaan hamil, padahal tidak seharusnya kamu menanggung hukuman atas semua kesalahan yang tidak kamu lakukan."

"Kamu salah Rian, selama tinggal di sini aku bahagia karena bisa memiliki banyak keluarga, jadi kamu jangan terus menyalahkan diri sendiri."

"Suci, sebentar lagi kamu pasti akan segera bebas, dan aku akan segera mengeluarkan kalian dari sini hari ini juga," ujar Rian, dan Suci terlihat bahagia, karena Suci tidak akan berpisah dari bayinya, padahal Suci sudah berencana untuk menitipkan bayinya di Panti Asuhan sampai nanti Suci ke luar dari Penjara."

Rian melihat Suci yang terus mendekap erat bayinya, dan Rian tau kalau Suci pasti akan menjadi Ibu yang baik untuk Anaknya, meski pun bayi tersebut berawal dari sebuah tragedi yang menghancurkan kehidupan Suci.

"Suci, apa bayi kamu berjenis kelamin laki-laki?" tanya Rian dengan menatap lekat wajah bayi yang saat ini berada dalam pangkuan Suci, walau pun Rian hanya bisa melihatnya dari kejauhan.

"Iya Rian, dia aku beri nama Rizky Nugraha, karena Rizky adalah rezeki serta anugerah terbesar yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupanku. Buktinya ingatan kamu kembali bertepatan dengan aku melahirkan Rizky."

"Iya, kamu benar, Rizky sudah memberi keberuntungan untuk kita, meski pun Rizky berawal dari sebuah kesalahan besar yang telah menghancurkan kebahagiaan kita," ujar Rian dengan tertunduk sedih ketika mengingat dirinya yang gagal menikah dengan Suci.

"Meski pun Rizky lahir atas kesalahan yang telah dilakukan oleh lelaki bejat, tapi Rizky tidak berdosa, dan aku akan berusaha membesarkannya dengan segenap jiwa dan ragaku."

"Rizky adalah nama yang bagus, dan aku masih ingat kalau nama itu tadinya akan diberikan pada bayi kita," ujar Rian dengan tersenyum, meski pun saat ini hatinya terasa sakit, karena pada kenyataannya Rian dan Suci tidak ditakdirkan hidup bersama.

Pak Polisi yang bertugas piket malam ini, memanggil Rian supaya kembali ke ruangan kantor Polisi.

"Mas, sebaiknya Mas menunggu di ruang kantor saja, saya tidak enak apabila ada yang melihat Mas berada di sini, karena saat ini belum jadwal besuk Tahanan."

"Suci, aku pergi dulu ya, selamat beristirahat. Sekali lagi maaf atas semuanya, dan hari ini juga, aku pasti akan membebaskan mu," ujar Rian dengan tersenyum, kemudian mengucapkan terimakasih kepada Pak Polisi yang sudah mengijinkannya bertemu dengan Suci.

......................

Mama Linda yang tidak berhasil mengejar mobil Rian akhirnya kembali ke rumahnya, karena Mama Linda takut jika menyusul Rian masuk ke dalam kantor Polisi, dan sudah dapat dipastikan jika Rian akan membebaskan Suci.

"Sebaiknya aku menyusul Papa ke Surabaya, aku tidak mau kalau sampai Polisi menangkap ku, karena Rian pasti akan berbuat nekad demi mengeluarkan Suci dari Penjara," gumam Mama Linda, dan Mama Linda pergi diam-diam tanpa mengatakan kepada siapa pun tentang kepergiannya termasuk kepada Alina.

Mama Linda menyetir dengan tubuh yang gemetaran, karena Mama Linda merasa ketakutan jika Polisi sampai mengejarnya, sampai akhirnya Mama Linda yang tidak bisa berkonsentrasi menabrak besi penghalang jalan, dan mobil yang Mama Linda tumpangi masuk ke dalam jurang.

Duar

Mobil Mama Linda meledak hingga hangus terbakar, tapi Mama Linda sempat ke luar dari dalam mobil, meski pun Mama Linda mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya, serta kedua kakinya patah.

......................

Keesokan paginya, Rian menelpon Pengacara supaya membantunya membebaskan Suci, dan setelah Pengacara menyelesaikan semuanya, Suci akhirnya dibebaskan dari dalam Penjara, begitu juga dengan Bu Rita yang sudah bisa bebas, karena mendapatkan remisi atas kelakuan baiknya sejak Bu Rita bertemu dengan Suci.

"Rian, terimakasih banyak ya karena kamu telah membebaskanku," ujar Suci.

"Tidak Suci, aku yang seharusnya meminta maaf atas kesalahan yang telah dibuat oleh Mama. Aku pasti akan melaporkan Mama atas tuduhan palsu, dan aku akan menjebloskan para Saksi yang telah memberikan keterangan palsu sehingga memberatkan hukuman kamu."

"Tidak Rian, aku tidak mau kamu menjadi Anak durhaka, aku sudah merasakan dinginnya lantai penjara dan hidup dibalik jeruji besi. Jadi, aku tidak mau Nyonya Linda sampai mengalaminya juga."

"Suci, keadilan harus tetap ditegakkan, dan yang salah harus tetap mendapatkan hukuman, meski pun itu adalah keluarga sendiri," ujar Rian, dan Suci hanya bisa pasrah dengan keputusan Rian yang sudah tidak dapat diganggu gugat.

"Suci, sekarang kamu mau kemana? biar aku carikan tempat tinggal untuk kalian," ujar Rian.

"Terimakasih Rian, aku tidak mau merepotkanmu. Aku, Rizky dan Bu Rita akan kembali ke rumah peninggalan kedua orangtuaku."

"Tapi Suci, rumahnya sudah tidak layak huni."

"Nanti aku akan memikirkan semuanya setelah sampai rumah, karena rencananya aku dan Bu Rita akan mencari pekerjaan."

"Suci, aku sudah membuka cabang Restoran di dekat rumahmu, Bu Rita bisa bekerja di sana, tapi aku tidak akan membiarkan kamu bekerja, karena aku yang akan mencukupi semua kebutuhan kamu dan Rizky."

"Rian, aku sangat berterimakasih atas kebaikan kamu, tapi aku tidak bisa menerimanya, karena kamu tidak memiliki tanggung jawab untuk melakukan semua itu. Kita sudah tidak memiliki hubungan apa pun Rian, apalagi sekarang kamu sudah memiliki istri dan mungkin Anak," ujar Suci.

"Suci, dari dulu sampai sekarang rasa cinta ku hanya untuk kamu, karena aku tidak pernah mencintai Alina. Sekarang Alina memang sedang hamil, tapi aku sangat yakin jika bayi yang berada dalam kandungan Alina bukanlah darah daging ku, dan setelah Alina melahirkan, aku akan melakukan tes DNA."

"Rian, jangan pernah berkata seperti itu, aku juga seorang perempuan, dan aku tidak mau menyakiti hati perempuan lain, apalagi sampai menjadi orang ketiga dalam rumah tangga kamu. Jadi, tolong lupakan aku, lupakan cinta kita," ujar Suci yang sebenarnya masih memiliki perasaan untuk Rian, tapi Suci tidak mau menjadi seorang Pelakor.

"Suci, aku tidak bisa melakukan semua itu. Kamu mau kan menikah denganku?"

*

*

Bersambung

1
Tri Andy
ceritanya bagus👍 🙏
Rini Antika: terimakasih banyak dukungannya Kakak..🙏 aku tunggu di karya ku yang lain 🙏
total 1 replies
Mbak Win
mungkin author lupa, baby baru seminggu kan masih nifas.. kok bisa melakukan malam pertama /Right Bah!/
Rini Antika: sepertinya begitu, 🤭
total 1 replies
Rswt Slv
Biasa
Rini Antika: tolong hargai Karya orang lain, karena membuat sebuah Karya itu tidak mudah, 🙏
total 2 replies
Kunil
Keren bgt ka novelnya
Rini Antika: makasih banyak Kak sudah berkenan baca Karya receh saya, 🙏
total 1 replies
Patrick Khan
.susi malu malu mau
Patrick Khan: hehehe
total 2 replies
Patrick Khan
.kasian bu rita..
Patrick Khan
.arya sering bgt pingsang..😂😂.
Patrick Khan
.rian aku padamu 🤗
Euis Kindar Wulan
up
Rini Antika: makasih banyak dukungannya Kak 🙏
total 1 replies
Indah MB
masih terngiang-ngiang syedihnya
Rini Antika: makasih banyak selalu nyempetin Baca karya recehku Kak Indah 🙏
total 1 replies
Indah Dewi irawati
##
Rini Antika: apa tuh pagar? 🤭
total 1 replies
himawatidewi satyawira
othor jaahat ih..masak irwan ma hesti dipisahin
Rini Antika: mereka gak pisah kok, baca lanjutannya ya, 🤭
total 1 replies
himawatidewi satyawira
yng pentingkan nama suamimu hurupnya A🤣
Rini Antika: 🤣🤣🤣 iya
total 1 replies
himawatidewi satyawira
kucing garong teh
himawatidewi satyawira
pindahin ke papua ajaaaa..sekalian jaauh biar ndak balik"
himawatidewi satyawira
tulang dengkul ma kl pelakor
himawatidewi satyawira
duuh othor ini lho demen bngt bikin cerita sedih bgini
Rini Antika: setiap kehidupan pasti ada sedih dan bahagia, 😢
total 1 replies
himawatidewi satyawira
biar rian jd donornya..mau ya yan
himawatidewi satyawira
pengen tak lakban trs tak setrum lanang iki
himawatidewi satyawira
rian sana gih balik ke pasar dulu yng jaauhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!