Sekretaris lama bernama Indira Maheswari adalah sekretaris yang memiliki kompenten tinggi walaupun penampilannya tidak menarik.Dengan kacamata super tebal dan rambut yang selalu di ikat.Indira sangat tidak menyukai bos barunya anak dari bapak Abraham yang bernama Danish Bastian Abraham karena perlakuannya yang sering membawa keluar masuk wanita cantik dan sexy di kantornya.Begitupun dengan Danish yang tidak menyukai sekretarisnya yang cupu.
Danish akhirnya terperangkap dengan sekretarisnya karena rasa tanggung jawabnya sebagai seorang pria yang telah menghamili Indira.
yuk...guys baca dan nantikan per episodenya💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Riskiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah
Bagaimana menurutmu? Apakah pernikahan itu adalah semua dambaan setiap pasangan yang saling mencintai? Pernikahan adalah perjanjian terhadap tuhan. Berjanji akan selalu bersama dan saling melengkapi. Berjanji akan bertanggung jawab dengan pilihannya. Berjanji akan mengarungi bahtera rumah tangga bersama.
Kau mendambakan pernikahan seperti apa?pernikahan dengan mewah? Ucapan selamat menempuh hidup bahagia? Dan malam pertama yang panas? Atau berbulan madu di pantai menikmati senja sore yang indah??
Menurut Indira, pernikahan dengan seseorang yang saling mencintai itu sangat indah. Rasanya lepas dari orang tua dan mempunyai kehidupan baru bersama suami yang akan menjadi pengganti penjaga hidupmu.
Lalu melempar buket bunga berharap teman sendiri yang mendapatkannya agar juga ikut segera menikah seperti dirinya. Mungkin rasa bahagia kita juga menjadi menular. Namun jika pernikahan di atas perjanjian, apakah kita juga mau menularkannya? Apakah Indira juga berharap dia sepertinya. Indira harap hanya Indiralah di dunia yang merasakan ini.
Bahkan doa selamat menempuh hidup baru yang bahagia, itulah doa yang tidak di inginkan. Rasanya Indira ingin bebas terbang tidak terkungkung di bawah rasa bersalahnya telah mempermainkan pernikahan.
Malam pertama itu telah Indira rasakan sebelumnya. Malam yang tak pernah di inginkan. Berbulan madu? bahkan Indira merasa cukup bosan melihat Danish bersamanya di rumahnya nanti.
Di kantor saja Danish selalu berbuat semena- mena dengan Indira, apalagi jika seharian dan setiap hari dengan Danish. Membuat Indira kemungkinan tidak betah bahkan ingin segera cerai karena sikap Danish yang sangat angkuh dan arogant tersebut.
"Jangan menangis. Nanti make-upmu luntur. Kau pakai soflen. Kau sangat cantik tanpa kacamata tebalmu itu. Aku harap kau bisa jaga penampilanmu, banyak yang ingin dekat dengan putraku. Kau sangat beruntung mendapatkan Danish." Ucap Rosa. Ya, orang tua mana yang tidak memuji anaknya sendiri. Begitu pun dengan Rosa yang mulai tadi membantu menyiapkan pengantin wanita.
" Beruntung? Beruntung dari mananya? Bahkan aku tidak bisa berfikir bagaimana nanti jika aku sudah tinggal bersamanya? Akh, kenapa nasibku jadi seperti ini. Sudahlah, yang penting aku sudah memiliki jalan keluar. Dan bisa melihat ibuku bahagia walau pun tidak akan lama lagi pasti aku akan membuatnya kecewa lagi! " Batin Indira meratapi nasibnya kembali.
" Tante, Indira mau bertemu dengan ibu. Indira sangat gugup." Ucap Indira yang berada di depan cermin merasa gugup. Untuk yang pertama kalinya merasakan sebuah pernikahan, walaupun pernikahannya hanya sebuah kontrak. Bukankah penghulu dan semua acara seperti pernikahan sah pada umumnya.
" Nyonya Maheswari, bantu aku menuntun Indira ke panggung pernikahan ya." Ucap Rosa memanggil Maheswari yang berbincang-bincang dengan Brata.
Hari ini adalah hari pernikahan Indira dan Danish. Indira merasa sangat gugup. Semua wartawan dan para tamu undangan menunggu di luar menanti pengantin wanita keluar. Pernikahan terbuka di halaman belakang rumah Abraham. Ya rumah Abraham cukup luas sehingga bisa menampung para tamu sebanyak ini.
" Indira, kau sangat cantik nak. Ibu sampai pangling lihat kamu." Ucap Maheswari yang terlihat bahagia. Sudah lama Maheswari menginginkan putrinya menikah dengan umur yang hampir memasuki 30 tahun ini. Jika sudah dulu putrinya secantik ini, mungkin banyak tawaran lamaran dari pria lainnya.
" Ibu..Indira takut bu." Ucap Indira memegang tangan ibunya. Dan di sebelahnya nyonya rosa yang juga ikut menggandeng Indira.
Indira memegang tangan Maheswari dan Rosa. Ia terlihat begitu sangat cantik. Dengan gaun brokat warna putih, membuat Indira terlihat sangat cantik menggunakan gaun pernikahannya.
Layaknya pengantin Indira berjalan di panggung menuju mempelai pria yang membelakanginya. Danish yang berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya, memutar tubuhnya ketika pembawa acara mengatakan jika mempelai wanita sudah datang.
Danish terkejut, apakah sosok yang berjalan ke arahnya adalah Indira? Danish menatap tak percaya, karena Indira jauh begitu berbeda.
" Cantik....wah menantu Abraham sangat cantik ya. "
" Cantik.."
" Cantik..."
Semua para tamu undangan berdecak kagum dengan kecantikan Indira. Sebuah rupa yang selama ini ia tutupi. Bahkan Indira tidak ingin menjadi cantik jika hanya sebagai permainan pria. Bahkan Indira sangat tau dengan calon suaminya ini.
" Kau yang benar vin, kau bilang sekretaris Danish jelek." Ucap Marisa yang juga datang di acara pernikahan tersebut sedang menonton acara pernikahan Danish dan juga Indira.
" Ia ma, emang culun kok. Wah apa make upnya ketebalan ya ma, seperti mama." Ucap Kevin yang berada di sebelah Marisa juga memandang takjub.
"Apa kamu bilang?" Ucap Marisa yang cukup mendengar lontaran putranya.
" Enggak ma, itu kenapa bisa cantik." Ucap Kevin mengubah lontarannya dan meneguk minuman yang semenjak tadi di pegangnya.
" Bisa-bisa rencana kita gagal kevin.." Ucap Marisa. Kenapa anaknya ini begitu bodoh, fikir Marisa.
" Tenang ma, Danish tidak menyukai Indira kok." Ucap Kevin.
Brata yang duduk paling depan tersenyum mengembang melihat cucunya menikah. Dan Brata akan segera menjadi buyut. Tak terasa di umurnya yang renta ini, dia bisa melihat garis keturunannya kembali.
Abraham melihat putranya bisa menikah dengan Indira. Abraham bisa tenang karena Danish memiliki pasangan yang tepat. Abraham cukup mengenal Indira. Maka sejak awal tidak ada penolakan. Dimana menurut Abraham Indira sangat pantas bersanding dengan Danish.
Danish memasang cincin pernikahan di tangan Indira dan semua kamera menyorotnya. Dan yang terakhir sebelum ucapan selamat dari para tamu. Yaitu membuka kain penutup wajah sang mempelai wanita dan kemudian menciumnya.
Jantung Indira semakin berdegup kencang, mengapa ada adegan mesum seperti ini?otomatis Indira menutup matanya ketika wajah Danish mendekat. Danish memegang pinggang Indira merapatkannya dan mencium bibir Indira.
" Sama, rasanya masih manis! " Batin Danish merasakan ciuman bibir Indira yang terasa sama seperti malam itu.
Semua para tamu bertepuk tangan melihat kebahagian itu. Begitu pun dengan Rosa melihat pernikahan putranya dan juga Maheswari yang meneteskan air mata kebahagiaan melihat putrinya bisa menikah dan bersanding dengan putra dari perusahaan Pt Fleks.
Friska menjabat tangan Indira, tidak menyangka jika temannya yang sempat mengumpati bosnya sendiri ternyata diam-diam menyukainya.
" Selamat ya Dir, semoga segera mempunyai momongan." Ucap Friska memeluk temannya ikut berbahagia, tidak menyangka jika Indira bisa mendapatkan bosnya, walaupun penampilan Indira tidaklah menarik, tapi yang dinikahi Indira adalah bosnya sendiri yang tampan dan kaya. Sekaligus terkejut dengan pernikahan Indira yang cukup mendadak.
" Dasar lo, benci jadi cinta. Mana mendadak gitu lagi! " Bisik friska di tengah pelukannya. Indira tersenyum renyah, padahal pernikahannya hanya pernikahan di atas kertas.Tidak seperti yang orang lain dan Friska duga.
Saat ini Indira hanya sedang memainkan sebuah drama. Drama yang sebenarnya tidak ingin dilakukan, dimana drama tersebut sedang menipu semua orang bahkan tuhan. Karena mempermainkan sebuah pernikahan.