"Kamu bisa memasak?" tanya Ayuma melirik Alin.
Saat ini mereka semua sudah berkumpul di meja makan. Alin
Alin mengangguk antusias. "Bisa, Ma. Tapi hanya menu sederhana, masakan rumahan".
"Kapan-kapan mama mau coba masakan kamu ya, pasti sangat enak".
"Iya, Ma"
'Duhh gimana nih' Alin hanya melirik sepotong beef yang berada di hadapan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
"Apa!!" Pekik Zira "Ibu jangan bercanda, mana mungkin aku hamil" Lanjut Zira.
"Mana mungkin ibu bercanda, dokter memang mengatakan jika kamu sedang hamil muda"
"Ngak, ngak mungkin aku hamil!! Aku bahkan tidak perna melakukan sesuatu yang di luar batas" Ucap Zira dengan sendu.
"Lebih baik kamu istirahat dulu, ibu akan pulang untuk memasak bubur untuk mu dan segera kembali ke sini" Ucap Ibu Lusy dengan perasaan gusar dan melangkah keluar meninggalkan Zira yang masih mematung di atas ranjang.
Marah, kecewa dan sedih itulah yang di rasakan oleh ibu Lusy saat dokter mengatakan jika Zira hamil satu bulan. Bagaimana mungkin Zira bisa mengurus bayi di usia nya yang belum genap sembilan belas tahun.
"Kenapa aku bisa hamil" Ucap Zira sembari mengingat apa yang terjadi bulan lalu. "Jangan-jangan malam itu bukan mimpi tapi sungguh terjadi" Seketika mata Zira membola sempurna saat mengingat kejadian di dalam Hutan lima minggu yang lalu.
.
.
Kini malam pun menyambut dan Toby juga sudah sampai di rumah sakit karena sudah kabari oleh Zira. Namun dengan egois nya Zira menutupi kehamilan nya karena takut Toby akan marah.
"Bagaimana keadaan mu" Tanyak Toby dengan raut wajah sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja kok" Jawab Zira dengan tersenyum manis walaupun sebenar nya Zira ketar ketir takut jika Toby mengetahui jika dia sedang mengandung.
Toby menatap Zira begitu lama dan memegang kedua tangan Zira. "Maaf aku tidak bisa merawat mu di saat kamu sedang sakit" Ucap Toby sembari mencium punggung tangan Zira begitu mesra.
"Tidak masalah, aku sudah terbiasa seperti ini"Jawab Zira.
"Minggu depan orang tua ku akan pulang. Aku ingin memperkenalkan mu dengan mereka, kamu mau kan" Tanyak Toby penuh harap.
Zira hanya mengangguk sembari menunduk karena menahan malu. Bagaimana tidak malu jika keluarga Toby adalah pebisnis sukses, sedangkan Zira hanya seorang gadis yatim piatu. apalagi dengan kondisi Zira yang sedang mengandung.
☘️☘️☘️
Seminggu kemudian orang tua Toby datang ke panti asuhan untuk melamar Zira. Acara lamaran pun berjalan dengan lancar Dan sudah di tetap kan bahwa bulan kedepan Zira dan Toby akan menikah.
Zira dan ibu panti pun sangat bahagia karena keluarga Toby ingin menerima Zira apa ada nya. Sedangkan Amanda yang juga menjadi saksi atas lamaran Zira pun sangat kesal dan ingin rasa nya Amanda menampar Zira karena sakit hati yang Amanda rasa kan.
.
.
Dua minggu kemudian..
Hari ini Zira dan Toby akan melakukan fitting baju pengantin. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit akhir nya mereka sampai di sebuah butik langganan keluarga Toby.
"Bagaimana tuan? Cantik kan?"
Toby yang sedari tadi sibuk dengan ponsel nya, kini beralih menatap Zira yang kini mengenakan gaun pengantin berwarna putih, berlapis renda dengan korset.
"Sangat cantik" Toby berjalan menghampiri Zira lalu memegang tangan Zira "Kamu sangat cantik, sayang" Ucap Toby sembari mencium tangan Zira.
Zira dengan cepat menarik tangan nya karena merasa tidak nyaman di tatap oleh beberapa karyawan butik. Sedetik kemudian Zira merasa pusing dan memutus kan untuk pulang cepat.
"Toby, bisa kita pulang sekarang" Tanyak Zira sembari memijit kepala nya.
"Ada apa? Kamu baik-baik saja kan" Tanyak Toby begitu khawatir.
"Aku hanya pusing dan ingin pulang" Zira berjalan masuk ke dalam ruang ganti untuk melepaskan gaun yang dia kenakan tadi namun saat berjalan, Zira sedikit limbung dan hampir saja terjatuh.
"Sayang, hati-hati" Toby dengan sigap menahan tubuh Zira yang hampir terjatuh.
"Aku tidak apa-apa" Zira dengan cepat mengelengkan kepala nya yang terasa begitu berat.
"Kamu yakin? Mau aku bantu untuk mengganti gaun mu?" Tanyak Toby begitu cemas melihat wajah Zira yang sangat pucat.