NovelToon NovelToon
Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Anak Tersembunyi Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak
Popularitas:31.6k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kaelus Danurwenda terkejut ketika mendapati dirinya di pagi hari tanpa mengenakan pakaian. Dia mengumpat marah ketika mengingat kejadian tadi malam.

Kaelus mencari jejak si wanita namun nihil. Pencarian Kael berlangsung selama 4 tahun lamanya, tapi tak menghasilkan apapun.

Ketika harapannya pupus, dan hendak menerima perjodohan yang diatur orang tuanya, tiba-tiba seorang bocah dengan mata coklat kekuningan menabrak tubuhnya.

"Maap Om, Al nda senaja."

Debaran aneh memenuhi hati Kaelus Wajah bocah itu sangat tidak asing di matanya.

"Kamu ... ."

"Maaf Tuan, anak saya berlari tanpa arah. Permisi."

Melihat ibu dari anak itu, Kaelus samar-samar mengingat tentang wanita di malam yang salah itu.

Apa yang akan dilakukan Kaelus? Apa dia akan melanjutkan perjodohan yang diatur, atau malah mencari ibu dan anak tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ATSP 12

Drap drap drap

Arghhhhh!!!

"Sial sial sial, kenapa jadi gini sih?" pekik Iras ketika sampai di rumah. Izar yang duduk santai di depan televisi sambil memainkan ponselnya, terkejut dengan teriakan adiknya tersebut.

"Kamu kenapa sih, pulang-pulang marah-marah gitu?" tanya Izar dengan kening yang berkerut. Dia tahu bahwa Iras pergi ke kediaman Danurwenda. Basanya adik satu-satunya Izar itu akan pulang dengan wajah yang sumringah. Tapi kali ini lain dari pada yang lain.

"Maminya Kael, sumpah ngeselin banget,"jawab Iras sambil duduk tepat di depan sang kakak.

"Maksudnya? Bukannya selama ini kamu nggak ada keluhan sama Nyonya Griz?"

"Dia tiba-tiba kayak lepas tangan soal hubungan aku sama Kael. Dia tiba-tiba nyuruh aku usaha sendiri buat ngedeketin Kael. Kan gila, nggak mungkin aku bisa ngedeketin pria itu tanpa bantuan mami nya. Aa tahu kan kalau Kael itu nurut banget sama maminya. Dan selama ini aku bisa lebih deket sama Kael ya karena mami nya. Terus sekarang aku harus usaha sendiri katanya. Lah gila aja."

Iras menjelaskan apa yang dirasakannya kepada Izar dengan menggebu-gebu. Wajahnya juga menunjukkan rasa kesal yang begitu besar. Tak hanya itu, Iras juga tampak kecewa dengan cara Griz berpikir.

Harapan Iras adalah Griz bisa mendorong Kael untuk bisa bersamanya. Tapi kenyataannya malah Griz lepas tangan seperti ini.

Izar mendengarkan secara seksama apa yang jadi keluhan Iras. Dia pun merasakan hal yang sama dengan adiknya itu. Jika Griz lepas tangan, maka usaha Iras untuk terus berada di dekat Kael akan menjadi lebih sulit. Apalagi Kael juga sama sekali belum menunjukkan ketertarikannya kepada Iras, atau bisa dibilang Kael sama sekali tidak tertarik dengan Iras.

Apa yang dilakukan Kael terhadap Iras selama ini tak ada yang benar-benar atas inisiatifnya sendiri, melainkan atas perintah dari sang ibu.

"Gimana dong A, kalau kayak gini aku bingung harus kayak gimana buat ngedeketin Kael lagi?" tanya Griz dengan nada merengek.

"Bentar, ini emang bakalan sulit. Hal yang bisa kamu lakuin ya cuma bisa ngelakuin hal-hal kayak biasannya. Ajak aja dia keluar, jalan, kayak biasanya. Dan kalau bisa kamu lebih agresif lagi. Cowok tuh gede nafsunya, jadi dia pasti bakalan luluh sama yang namanya sentuhan dan sejenisnya," jawab Izar.

Iras terdiam, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Izar sudah ada di dalam kepalanya sejak ia berada di sisi Kael. Ingin sekali Iras menyentuh dan merengkuh Kael saat ada kesempatan.

Akan tetapi Iras masih berusaha untuk menahan inginnya tersebut. Ia takut kalau-kalau Kael menolak atau bahkan menampiknya. Iras takut Kael akan langsung tak mau menemuinya lagi jika dia melakukan hal tersebut.

Tapi setelah mendengar ucapan Izar yang sama dengan pemikirannya, Iras malah memiliki keinginan yang lebih dari itu. Dia ingin mendapatkan Kael dengan cara apapun.

"Masa iya aku harus pake itu?" gumam Iras pelan yang mana tetap saja bisa di dengar oleh Izar.

"Pake apa? Cara apa yang sekarang ada di kepala mu itu, ras?" tanya Izar. Dia bahkan sampai menegakkan tubuhnya mendengar gumaman adiknya.

"Itu, obat. Obat buat cowok bisa itu," jawab Iras tanpa basa-basi namun sambil mengalihkan wajahnya ke arah lain.

"Woaaaah, bagus tuh. Aku malah nggak kepikiran ke sana. Bener-bener, kalau kamu pake cara itu, bakalan bisa langsung dapetin tuh orang dingin. Ya ya, itu cara yang luar biasa bagusnya<" sahut Izar cepat.

Mata Iras membulat, dia tidak menyangka bahwa idenya itu disambut baik oleh sang kakak. Iras awalnya ragu untuk bicara, tapi ternyata tanggapan Izar malah begitu mendukungnya.

"Kalau gitu, apa aku harus ngelakuinnya lebih cepat, biar aku cepet jadi istrinya juga?"

"Ya, lakuin secepetnya. Kalau kamu bisa ngelakuin itu sesegera mungkin, kamu cepet juga jadi istrinya, dan aku juga mungkin bisa masuk ke perusahaannya. Males juga kalau cuma ngurusin tok oleh-oleh, nggak seru. Kalau beneran bisa jadi bagaian dari keluarga itu, aku pun pasti juga punya privilege kan. Tenang aja, obatnya biar aku yang cari. Kamu tinggal atur waktu aja."

Ternyata Izar begitu bersemangat. Dia benar-benar setuju dengan ide yang sebenarnya gila dari Iras. Dan ras pun juga tengah memikirkan, kapan kiranya waktu yang pas untuk melakukan rencananya tersebut.

Sedangkan Kael, dia yang tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba berhenti melakukan kegiatan saat mendengar bahwa ayahnya datang. Sudah lama sejak Ben menyerahkan kepengurusan perusahaan kepada Kael dan sejak saat itu, Ben sangat jarang datang ke perusahaan.

"Rowan, ngapain Papi ke sini?" tanya Kael di telepon. Ya dia langsung menghubungi sang asisten untuk menanyakan tujuan kedatangan ayahnya.

"Nggak ada apa-apa Bos, beliau cuma lihat-lihat aja. Katanya mah jalan-jalan aja, pengen lihat perusahaan karena udah lama nggak ke sini," jawab Rowan.

"Oh gitu, ya udah."

Panggilan tersebut langsung disudahi oleh Kael. Dia kemudian melakukan pekerjaannya kembali dengan tenang, tanpa diketahui olehnya, saat ini Rowan tengah terpojok oleh Ben.

Ya ketika Kael menelpon Rowan, ternyata asisten pribadinya itu tengah bersama dengan Ben. Bahkan Ben menatapnya dengan begitu tajam, sehingga Rowan bisa berkata bahwa Ben datang tanpa ada tujuan khusus.

Nafas Rowan tercekat, dia benar-benar kebingungan dengan sikap ayah dan anak yang gemar sekali membuat orang bingung.

"Nah udah kan, sekarang jawab pertanyaan ku tadi, Rowan. Apa Kael punya cewek, apa dia sekarang lagi ada dalam sebuah hubungan dengan wanita? Atau ada cewek yang disukai sama tuh anak, sampai-sampai dia nolak Iras. Anak itu bener-bener aneh, sama sekali nggak mau deket sama perempuan. Kamu yang udah sejak lama di sisi Kael, pasti lebih paham tentang kehidupan pribadi Kael ketimbang kami orang tuannya. Jadi Rowan, coba jawab."

Degh!

Jantung Rowan berdetak dengan begitu hebatnya. Dia benar-benar tak bisa berkelit saat ini. Jangankan berkelit, diam pun akan jadi sebuah kesalahan.

Rowan tahu betapa teliti dan pekanya seorang Beniqno. Pria itu cukup menakutkan saat mudanya, dan sampai sekarang pun aura menekan dan wibawanya masih tetap ada.

"Rowan?" panggil Ben. Rowan yang tak kunjung menjawab benar-benar membuat Ben hampir habis kesabaran. Menurut feeling Ben, Rowan jelas mengetahui sesuatu. Maka dari itu ia akan terus menyudutkan tangan kanan dari putranya tersebut.

"Papi Bos, s-saya sebenarnya~"

"Tahu kan? Jadi coba ceritakan. Jangan lama-lam, Rowan. Kamu tahu kan, kalau aku tuh nggak yang sabar-sabar banget nunggu hmmm?"

Ughhh

Rowan benar-benar tidak bisa bernafas sekarang. Ia bak menelan buah simalakama yang sama sekali tak ada pilihan bagus.

"Jadi Rowan~"

"i-iya Papi Bos. Begini, empat tahun lalu Bos meminta saya mencari gadis yang bernama Rosalina. Dan proses pencariannya cukup lama tapi tidak juga ketemu. Nah itu saja yang saya tahu Papi Bos."

Ben langsung mengerutkan alisnya. Nama Rosalina adalah nama wanita yang sama sekali belum pernah didengarnya dari Kael. Ben pun menjadi penasaran, apa hubungan Kael dengan wanita yang bernama Rosalina tersebut.

TBC

1
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
g mungkin kael nikah m orang lain dia juga g mau pisahkan km m al
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
sempull emng doanya g bener
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kael dan Rosa galau nih 🤦😅
Dew666
Iya Rose harus nikah
Novita Sari
tapi ceritanya masih bagus.gak muter muter kok,kan nyeritain traumanya rosa sama kael n juga ada sangkut pautnya..
Esther
Galau nih Rosa dan Kael perkara menikah atau tidak🤭.
爾妮
😍😍mantap ahh
Rohmi Yatun
enggak kok Thor.. Q suka cerita nya..
爾妮
semangat tor,, lanjut 💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Griz lngsng ultimatum Kael dan Rosa biar cepat nikah agar Al punya status jls jd gak usah nunggu lama" lg 😉👍
ind@h
dulu waktu kecil aq jg pernah hanyut di sungai kak..kata orang² ini nyawa kedua..bener kata kakak..trauma itu masih ada di alam bawah sadar kita bahkan sampai skr...memang trauma itu susah bgt ilangnya kak..mungkin bagi mereka yg tdk mengalami menganggap enteng..tp jujur bgt bagi kita itu sangat berat..
Ayudya
lanjut kak😍😍😍😍
Dozky 2 Crazy
gak ko author aku sukaaa
n faham
semangat n sehat sehat author🩷🩷
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Eeh dikiiit naa /Proud/
Novita Sari
😭😭😭😭
Keysha Aurelie
Kael pria yang baik ,gak egois, gak kejam, gak dingin, beda banget sama pemeran utama yang lain 🤭 langsung suka aku, pria idaman ini
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kapan nih Kael dan Rosa nikah 😏🤔
爾妮
😭😭😭

teman nya si kael gk d kasih pelajaran,,karna dia mereka jd sengsara
ind@h
pagi² udah ada yg naruh bawang...
Sastri Dalila
/Whimper/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!