NovelToon NovelToon
Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:404.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Vie Junaeni

Ana, pengusaha muda penggila pesta yang dijuluki si "wanita casanova" itu, terjebak video skandal cinta satu malam bersama pria bernama Jaya dan tersebar di dunia maya. Karirnya hancur, dan sialnya Ana hamil.

Ana berusaha mencari keberadaan Jaya yang ternyata anak seorang raja, penguasa selatan di Pulau Garuda. Namun, Jaya mengalami mati suri akibat kiriman santet. Demi menjaga nama baik kerajaan, Ana tetap harus menikah dengan Jaya.

Tadinya, Ana berniat akan kabur setelah melahirkan nanti. Dia akan membawa harta yang akan dia kumpulkan dari Kerajaan Garuda. Akan tetapi, Jaya kembali dengan wujud pocong yang menghantui Ana. Jaya meminta Ana untuk memecahkan misteri yang menimpanya dan menghidupkannya kembali.

Apakah Ana mampu menjalani pernikahan dengan pocong tampan Jaya?
Mampukah Ana membantu Jaya menguak misteri yang menyerang Jaya dan keluarga kerajaan?
Lalu, akankah Ana tetap bertahan atau malah pergi?

cover : By Enka

note : Plagiat auto kutilan di muka seumur hidup

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 - Menikahi Pocong

Bab 16 - Dinikahi Pocong Tampan

Setelah membersihkan tubuh dan berganti pakaian dengan kebaya yang cukup gatal Ana pakai, perempuan yang didera kelelahan akhirnya terlelap juga.

Ketukan di pintu kamar Ana terdengar malam itu. Ana yakin pasti salah satu abdi dalam memintanya ke ruang makan. Bayi dalam perutnya mungkin sudah jungkir balik karena kelaparan.

"Iya, sebentar. Ana datang!"

Ana membuka pintu dan melihat sosok Widi tersenyum ke arahnya.

"Kanjeng Ratu dan Paduka Raja meminta Mbak Ana, eh Tuan Putri Ana ke ruang depan," ucapnya.

"Kok, di ruang depan? Kenapa bukan di ruang makan? Saya laper nih, Mbak Wid," ucap Ana.

"Nanti saya siapkan makan malam. Tapi, sekarang mereka menunggu Tuan Putri untuk ke sana. Mbak Risa juga sudah ada di sana," ucap Widi.

Ana akhirnya mengangguk. Dia segera menuju ke ruangan yang sudah ditentukan. Risa menyambut Ana dengan pelukan.

"Ada apa ini, Sa?" tanya Ana.

"Kamu harus kuat, Na. Kamu harus tabah," ucap Risa.

"Maksudnya apa, sih?" Ana mengernyitkan dahi.

Perempuan itu lantas melihat kedatangan Jaya yang terbaring dari mobil ambulans. Pria itu hanya diam bahkan sudah terbaring kaku.

"Ada apa dengan Jaya?!" pekik Ana.

"Maaf kami harus menyembunyikan ini darimu. Ini kami lakukan agar kamu tidak pergi," ucap Ratu Melati.

"Apa yang terjadi dengan calon suami saya, Kanjeng Ratu?" tanya Ana.

"Malam sebelum kamu datang, sebenarnya Jaya baru saja meninggal satu hari yang lalu. Jaya ditabrak oleh seseorang yang diduga musuh kerajaan," jelasnya.

"A-apa? Ditabrak?" pekik Ana.

"Iya, Nak. Jaya dan Panji sedang meninjau pabrik pembuatan batik. Sebuah mobil pick up berkecepatan tinggi menghantam Jaya. Malangnya, dia mengalami tabrak lari. Jaya lantas dilarikan ke rumah sakit. Namun, pada akhirnya di hari kedatangan kamu tadi, kami mendapat kabar kalau Jaya malah mengembuskan napas terakhir." Ratu Melati lantas tak kuasa menahan tangisnya memeluknya Ana.

"Jadi, pernikahan saya batal? Lalu, bagaimana dengan anak yang saya kandung nanti?" tanya Ana.

"Pernikahan kamu akan tetap dilangsungkan. Kamu tetap menjadi menantu di kerajaan ini. Karena anak yang kamu lahirkan nanti akan menjadi penerus tahta Kerajaan Garuda. Jadi, kamu pastikan jika anak yang lahir nanti adalah laki-laki," ucap Ratu Melati penuh ancaman seraya mencengkeram kedua bahu Ana.

Raja Sumardjo hanya melihat sang istri bersama Ana sekilas. Selebihnya dia dan Mbah Karso serta Panji mulai membungkus tubuh Jaya dengan kain kafan dalam bentuk pocong. Mulut mereka juga tampak komat-kamit saat melakukan pembangunan itu.

"Ta-tapi, bagaimana jika anak ini perempuan?" tanya Ana.

"Kau akan diusir. Mungkin saja aku akan nekat meminta suamiku tidur dengan selir atau menikahimu. Padahal hal itu tak akan pernah mau dia jalankan," ucap Ratu Melati.

Wanita penuh wibawa itu lantas menuju ke arah suaminya. Sementara Ana kembali pada Risa dengan menceritakan ancaman yang Ratu Melati utarakan tadi.

"Gila, Na, nanti kalau anak kamu perempuan, bagaimana?" bisik Risa.

"Aku nggak tahu, Sa, aku nggak yakin. Mending kita kabur aja," bisik Ana.

"Oke, kita kabur. Tapi, setelah kamu menikah dan melahirkan," tutur Risa.

"Nikah? Nikah sama mayat?" Ana mengerucutkan bibirnya.

"Ya sama siapa lagi?" Risa lantas memberi ide pada Ana, setelah bayi dalam kandungannya lahir, mereka sebaiknya kabur. Ana memantapkan diri untuk meninggalkan anak itu lalu kabur ke luar negeri.

"Aku nggak akan bisa nunggu selama itu," ucap Ana.

"Okelah, kita kabur habis kamu nikah. Nanti kan ada mas kawinnya, tuh. Nah, habis itu mas kawin kamu simpan, terus kita kabur." Risa memberikan ide cemerlang pada Ana.

"Oke, setuju."

Jaya siap untuk dimakamkan. Ana mendekat untuk melihat kali terakhir wajah ayah dari jabang bayi yang ada di kandungannya. Ana mengakui kalau Jaya sangat tampan. Mungkin saja dia bisa menjadi istri yang baik untuk Jaya dan perlahan-lahan belajar mencintai pria itu. Namun sayangnya, kini lelaki tampan itu telah tiada.

Tetua kerajaan yang bernama Mbah Karso tetap meminta Ana menikah dengan pocongnya Jaya. Demi menjaga nama baik kerajaan. Sama seperti permintaan Ratu Melati tadi. Raja Sumarjo akhirnya menurut.

Ana diberi penawaran agar tetap bisa tinggal di dalam kerajaan karena sudah resmi menjadi menantu Kerajaan Garuda.

Demi harta, Ana rela melakukannya.

Widi membawa Ana untuk merias diri. Ratu Melati juga sudah memberikan perintah pada abdi dalam lainnya untuk menyiapkan pakaian pengantin bagi calon menantunya itu.

Ana sempat meratapi diri di depan cermin. Ia tak menyangka kalau malam itu, dia akan menikah dengan sosok pocong.

"Mimpi apa aku ini sampai harus nikah sama pocong? Hadeh, kenapa nasibku sial begini, ya? Apa ini karena kelakuan liarku sampai Tuhan membalas kontan dengan musibah ini," gumam Ana.

Dia ingin sekali menangis tetapi Risa selalu berhasil mencegah dan menenangkannya.

"Ingat, Na, demi harta kamu harus bertahan. Kamu pasti bisa, fighting!" Risa memberi gestur kepalan tangan seolah memberikan semangat pada Ana.

"Au ah gelap!" sungut Ana.

...*****...

...Bersambung dulu, ya...

1
Ricka Monika
👍💐💞
Ricka Monika
lah ada kan tidak punya kekuatan,eee salah deh kayaknya udah punya kekuatan yg di berikan kera raksasa atau apa namanya ya gokan yal,lupa aku😁
Ricka Monika
ternata tebakanku bener si Karso yg berkhianat
Ricka Monika
lah urusan BB mereka aja gak selesai selesai malah sok ngurusin masalah BB hantu lain
Ricka Monika
si ana ini terlalu kepo jd orang, gak sadar dia sekarang jd tumbal pak Broto, bakalan selamat didak ya🤔
Ricka Monika
kalau di buat film seru nih
Ricka Monika
ada ya pocong seperti itu ngakak🤣🤣🤣
Ricka Monika
wiii hantu gaul coy 🤣🤣🤣
bhunshin
pocong gak guna🤣🤣
bhunshin
🤣🤣🤣🤣 udh jadi pocong aja masih disemutin bener² nyusahin 🤣🤣
bhunshin
emng kg ada cermin gitu kasih ngaca si jaya bahwa dia udah jadi pocong 🤣
Rey Han Ka/Rey Han Ka ll
makalah apa majalah kok aku bingung bacanya 🤭🤭🤭 maksudnya majalah kan Thor😁😁

Salam Asli Sabahan.Malaysia😘😘😘
Fazlinah Razali
aduh..... lucu sekali..... /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Arifah
bukannya lg di musolah ya? emang gak ada kamar mandinya???
estycatwoman
nice
Ade niken wahyuni
bagus
choowie
roh cermin nya ganjen 😬
choowie
woooww😱
choowie
🤣🤣🤣🤣
choowie
OMG 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!