NovelToon NovelToon
Aku Tak Sanggup Lagi

Aku Tak Sanggup Lagi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / CEO
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan rumah tangga Anjani dan Malik yang harus kandas dengan hadirnya sosok Dara, wanita yang merupakan sahabat baik Anjani yang menjadi pelakor dalam rumah tangganya. Hinaan kasar dari mertuanya juga membuat Anjani menyerah dan memutuskan untuk berpisah hingga takdir mempertemukannya dengan bule tampan asal Inggris Oliver Jones yang mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Pernikahan

Perawat itu jatuh pingsan seketika. Tanpa membuang waktu, Dara merangkak naik, mengambil kunci pintu darurat yang tergantung di pinggang perawat tersebut. Tangannya gemetar karena adrenalin, namun matanya memancarkan semangat iblis yang belum padam.

​Ia membuka pintu ruang isolasi, melangkah keluar ke lorong yang sepi. Tidak ada pengawal di sana saat jam makan malam, hanya ada petugas kebersihan di ujung lorong yang sibuk dengan mesin pemoles lantai. Dara merayap di sepanjang dinding, menyelinap melalui gudang linen, dan akhirnya mencapai area bongkar muat logistik rumah sakit jiwa.

​Di sana, sebuah truk pengangkut sampah sedang bersiap untuk keluar. Dara, dengan ketangkasan yang didorong oleh kegilaan dan keinginan untuk membalas dendam, melompat ke belakang truk, bersembunyi di bawah tumpukan kantong plastik hitam.

​Saat truk itu melaju keluar gerbang, Dara menyembulkan kepalanya, menatap bangunan rumah sakit jiwa itu untuk terakhir kalinya. Senyum tipis yang mengerikan muncul di wajahnya.

​"Oliver... Anjani..." bisik Dara pelan di tengah suara mesin truk yang menderu. "Pesta pernikahan kalian akan menjadi pemakaman paling indah yang pernah Jakarta lihat."

Dara tahu ia tidak memiliki harta lagi. Ia tidak memiliki sekutu. Namun, ia memiliki sesuatu yang lebih berbahaya: ia tidak memiliki apa pun untuk dipertahankan, dan ia tidak memiliki rasa takut akan kematian. Ia kini adalah bom waktu yang berjalan di tengah kota.

****

Kembali ke kediaman Direja, Anjani masih terhanyut dalam pelukan hangat Oliver. Mereka sedang merencanakan masa depan, membayangkan kehidupan yang damai, jauh dari kamera wartawan dan intrik bisnis yang kejam. Mereka tidak tahu bahwa di balik kegelapan malam yang mulai turun, bahaya yang paling nyata sedang bergerak mendekati mereka dengan langkah yang tanpa suara.

​Malam itu, di Jakarta, ada dua cerita yang berjalan beriringan: satu tentang cinta yang tumbuh dari puing-puing penderitaan, dan satu lagi tentang kebencian yang menolak untuk mati meskipun telah dikubur dalam-dalam di dalam jeruji besi. Dan saat bulan sabit menggantung di langit, Dara Mitha Dahayu telah kembali, siap untuk menagih janji-janji darah yang ia buat di dalam ruang isolasi.

Kebahagiaan Anjani baru saja dimulai, namun bagi Dara, penderitaan Anjani adalah satu-satunya tujuan hidup yang tersisa. Permainan ini belum mencapai babak final, karena sang antagonis telah kembali dari tempat yang seharusnya tidak bisa ia tinggalkan.

****

Cahaya lampu kristal di butik pengantin eksklusif kawasan Menteng itu berpendar mewah, menciptakan binar yang memantul di cermin besar. Anjani berdiri di sana, terbalut gaun putih sutra dengan detail payet yang dikerjakan tangan selama berbulan-bulan. Gaun itu indah, sempurna, dan tampak seperti mimpi yang akhirnya menjadi nyata bagi seorang yang dulu hanya bermimpi hidup tenang.

​Namun, di dalam cermin, wajah Anjani tampak pucat. Ia menatap pantulan dirinya, mencoba tersenyum, namun otot-otot wajahnya seolah menolak. Sejak pagi, sebuah sensasi dingin merayap di tengkuknya. Ia merasa seolah-olah ada mata yang sedang mengintainya dari balik kegelapan, mata yang dipenuhi kebencian murni yang dingin dan tajam.

"Apakah ada yang salah, Nona Anjani?" tanya pemilik butik dengan sopan. "Gaunnya tampak sangat pas di tubuh Anda."

​Anjani menghela napas panjang, mencoba menepis bayangan hitam yang tiba-tiba melintas di pikirannya. "Tidak, gaunnya luar biasa. Aku hanya... hanya merasa sedikit lelah. Mungkin karena persiapan yang terlalu banyak."

​"Tentu, Nona. Anda bisa beristirahat sejenak di ruang tunggu," jawab wanita itu sambil membantu Anjani melepaskan gaun berat tersebut.

Saat Anjani duduk di sofa butik, jemarinya yang gemetar meraih segelas air. Firasat itu tidak hilang; justru semakin kuat. Ia teringat kembali pada masa-masa kelam yang baru saja ia lewati—ledakan, penganiayaan ayahnya, dan teror yang dilakukan Dara. Meskipun Dara sudah berada di rumah sakit jiwa, hati Anjani tetap tidak tenang. Ia berharap itu hanya sisa-sisa trauma, sebuah hantu masa lalu yang menolak pergi meski ia sudah berusaha menutup pintu.

​“Semoga ini hanya perasaanku saja,” bisiknya dalam hati, mencoba menenangkan detak jantungnya yang berdegup tidak karuan. “Oliver akan menjagaku. Semuanya akan baik-baik saja.”

****

Di belahan kota yang lain, jauh dari kemewahan butik tersebut, Dara Mitha Dahayu sedang duduk di sebuah warnet kumuh di pinggiran Jakarta. Wajahnya yang kusam tertutup oleh tudung jaket hitam yang kebesaran. Dengan gerakan yang kasar dan terburu-buru, ia menelusuri setiap jejak digital yang bisa ia temukan. Ia telah mencuri ponsel dari seorang pejalan kaki untuk mendapatkan akses internet.

​Dara tidak memiliki uang, tidak memiliki sekutu, namun ia memiliki obsesi yang membakar jiwanya. Ia meretas akun media sosial para vendor pernikahan yang bekerja sama dengan keluarga Jones. Dengan menggunakan perangkat lunak ilegal yang ia pelajari dari tangan kanan Malik yang dulu, ia menyusup ke dalam sistem invoice dan daftar tamu.

​Senyum mengerikan muncul di wajahnya saat ia melihat sebuah undangan digital yang tertera dengan jelas: “Pernikahan Oliver Jones & Anjani Direja – Private Estate, Puncak – 20 Juli 2026.”

​Dara tertawa kecil, tawa yang tidak terdengar oleh pengunjung lain di warnet tersebut.

"Puncak... tempat yang jauh dari keramaian," bisiknya dengan nada yang sangat rendah. "Itu akan menjadi tempat yang sempurna untuk sebuah tragedi yang tak akan pernah dilupakan oleh dunia."

Ia mulai menyusun rencana. Ia tidak butuh banyak orang. Ia hanya butuh akses, sebuah alat pemicu, dan keberanian untuk menghancurkan segalanya. Dara merasa seolah-olah ia adalah sang sutradara yang sedang menulis bab terakhir dalam novel kehidupan Anjani. Dalam pikirannya, hari pernikahan itu bukanlah perayaan cinta, melainkan panggung eksekusi.

****

Kembali ke butik, Oliver Jones tiba dengan mobil hitamnya yang mewah. Saat ia melangkah masuk, ia melihat Anjani tampak termenung di sudut ruangan. Oliver segera menyadari ada sesuatu yang berbeda dari tatapan Anjani. Ia mendekat, menyentuh lembut bahu wanita itu.

​"Anjani? Kau baik-baik saja?"

​Anjani menoleh, menatap mata biru Oliver yang selalu menjadi pelabuhannya. Ia ingin menceritakan firasat buruknya, namun ia takut jika ia mengatakannya, Oliver akan menganggapnya berlebihan atau justru ia sendiri yang akan memicu ketakutan itu menjadi kenyataan.

​"Aku... aku hanya merasa sedikit takut," jawab Anjani jujur, suaranya pelan. "Rasanya semua ini terlalu indah untuk menjadi nyata, Oliver. Aku takut sesuatu akan merenggut kebahagiaan ini dari kita."

​Oliver tersenyum, senyuman yang mampu meruntuhkan segala kecemasan Anjani. Ia menarik tangan Anjani, mencium punggung tangannya dengan penuh hormat. "Dengar, tidak ada yang bisa menyentuhmu. Aku telah menyiapkan sistem keamanan yang tidak akan bisa ditembus oleh siapa pun. Pernikahan kita akan berjalan dengan sempurna. Tidak ada bayangan masa lalu yang akan diizinkan masuk ke dalam hidup kita lagi."

​Oliver tidak tahu bahwa di luar sana, dalam kegelapan kota, Dara sedang mempersiapkan serangan yang tidak menggunakan bom, melainkan sebuah kejutan yang akan mengguncang kepercayaan Anjani dan Oliver tepat di hadapan tamu undangan.

1
Heriyani Lawi
ceritanya ky film India, meskipun ditangkap bbrp kali msh aja lolos. klo aku mungkin dah kutembak mati aja tuh si dara, ngapain diserahkn ke polisi klo ujung2nya lepas lg
Heriyani Lawi
ceritanya agak aneh menurutku thor. sdh tau dara melarikan diri dan bersifat licik, knp ayahnya Anjani tidak dikawal dan dibiarkan sendiri
Dew666
👍
Iffanaya 😽
dara tu gk bisa dimasukin penjara lg, orang mcm dara lbih baik dimusnahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!