NovelToon NovelToon
Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:563.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aryani_aza

Tujuh tahun telah bersama dalam satu atap, tidak membuat pengorbanan dan cinta suci yang Nadira miliki akan berakhir bahagia.

Nyatanya, pria yang dia cintai dengan seluruh jiwa dan raganya tega bermain perempuan di belakangnya. Bukan hanya itu saja, Nadira terus mendapatkan tekanan dan diskriminasi dari mertuanya sendiri karna sampai saat ini belum memiliki bayi.

Namun ... yang tidak bisa di percaya oleh Nadira, jika sang suami bermain api dengan seseorang yang sangat dia kenal baik.

Kini Nadira harus kehilangan dua rumah dalam satu waktu, dan bertahan hidup dengan waras cinta pertamanya. Mampukah Nadira hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 : Kehilangan jiwa.

Tujuh tahun pernikahan.

...🍀🍀🍀...

Setelah beberapa hari rumah terasa sepi bagi Nadira, tapi tidak hari ini di saat Ibu mertuanya sudah kembali dari rumah sakit. Teriakan teriakan dari Ibu Mumun yang memanggil nama Nadira terus menggema di dalam rumah, membuat Nadira bosan saat mendengarnya.

''Nadira ... mana teh saya!'' Teriak Ibu Mumun dari dalam kamarnya.

''Iya, Bu ... ini lagi di buatkan.'' Jawab Nadira.

Nadira segera menuangkan air panas kedalam cangir dan memasukan gula seperti biasa, Nadira menoleh kebelakang dan mengambil sesuatu dalam sakunya lalu diam diam mencampurkan sebuk itu kedalam minuman Ibu mertuanya. Setelah selesai, Nadira mengaduk teh itu dan membawanya.

''Ini Bu, teh nya.''

''Lama banget sih!'' Sentak Ibu Mumun, lalu meminum teh itu tanpa curiga. Sedangkan sudut bibir Nadira menyunggingkan bibirnya.

Setelah memastikan Ibu mertuanya meminum teh itu ... Nadira kembali ke dapur untuk menaruh nampan, namun baru saja Nadira meletakkannya ia mendengar suara teriakan ketakutan Ibu mertuanya dan bergegas berlari menghampiri Ibu Mumun.

''Nadira ... ada ular! Tolong ...''

''Astagfirullah, Bu ada apa?''

''Nadira, di situ ada ular banyak! Aahhh ular banyak.'' Tunjuknya ke arah lantai.

Nadira melihat ke arah lantai, namun tidak ada ular satu pun di lantai membuat Nadira bingung.

''Bu, nggak ada ular.''

''Ahhkk ... itu, itu ular besar di jendela aahhh ... tidak! Jangan makan saya, makan Nadira saja! Dia menantu tidak berguna di rumah ini! Ahhhkkk ...''

''Ada apa ini?'' Tanya Rima dan Sandi, yang baru saja pulang dan langsung berlari saat mendengar Ibunya berteriak.

''Nggak tau San, Ibu tiba-tiba berteriak ada ular! Tapi di lantai nggak ada ular sama sekali.''

Sandi dan Rima saling pandang, lalu Sandi mengajak Nadira untuk pergi dan menutup pintu kamar Ibu Mumun.

''Ada apa, San? Bukannya kamu tenangin Ibu, kok malah bawa mbak kesini.''

''Gini Mbak, kaya nya Ibu sudah ada tanda-tanda steres.''

''Jangan gila kamu San.''

''Bener Mbak, malah selama Sandi dan Rima di rumah sakit jagain Ibu ... Ibu selalu teriak teriak nggak jelas kaya gitu.''

''Iya, bikin malu.'' timpal Rima.

Nadira terdiam lalu berkata, ''Trus gimana cara ngasih tau sama mas Edgar?''

Sandi dan Rima terdiam, mereka juga bingung bagaimana harus mengatakannya pada Edgar bahwa Ibu mereka mengalami gangguan jiwa.

''Ya, bicara aja barengan. Trus kalau Ibu lagi kambuh teriak teriak nggak jelas langsung bilang aja sama Mas Edgar,'' ujar Rima.

''Asalamualaikum ...'' Ucap Edgar yang baru pulang dari kantor, membuat semua orang memandang kepulangannya.

'Panjang umur.'

''Mas, kamu sudah pulang?'' Tanya Nadira, lalu menghampiri suaminya.

''Iya, Mas mau--- eh, kenapa Ibu teriak teriak di kamar?'' Tanya Edgar yang mendengar rintihan sang Ibu di dalam kamar.

Semua orang diam, membuat Edgar mengerutkan keningnya lalu berlari ke kamar sang Ibu dengan cepat.

''Astagfirullah, Ibu.'' Edgar bergegas menghampiri sang Ibu yang tengah meringkuk memeluk lututnya ketakutan.

''Edgar ... Edgar, tolong Ibu Nak. Ta-tadi ada ular banyak, trus semua ular itu mau makan Ibu. Hiks, Ibu takut.'' Ucap Ibu Mumun, memeluk anaknya.

Edgar terdiam lalu menoleh ke arah istri dan adiknya.

••••

Setelah menenangkan sang Ibu, Edgar keluar dari kamar, lalu duduk bersama adik dan istrinya. Edgar bertanya apa yang sudah terjadi pada Ibunya.

Rima dan Nadira memandang Sandi secara bersamaan, membuat Sandi menghela nafas lalu mengatakan semua yang dia tau jika akhir akhir ini sang Ibu selalu berteriak yang tidak tidak, malah di rumah sakit sang Ibu berteriak sambil berlari layaknya orang gila.

Edgar yang mendengarnya merasa terkejut, bagaimana bisa sang Ibu yang awalnya sehat sehat saja tapi kini kehilangan jiwanya?

''Mas, kalau di biarkan nanti tambah parah.'' Ucap Rima, yang di angguki oleh Sandi.

Edgar terdiam ... namun tak lama Ibu Mumun berteriak keluar kamar, membuat ke empat orang itu langsung berdiri karna terkejut.

''Edgar ... tolong! Di kamar Ibu ada bapa mu yang mau bawa Ibu.'' Teriak Ibu Mumun ketakutan.

''Ibu.'' Edgar akan memeluk sang Ibu, namun Ibu Mumun langsung mendorong Edgar karna ia berhalusinasi jika Edgar adalah mending suaminya yang sudah meninggal.

''Ahhkk ... jangan! Jangan mendekat.'' Teriak Ibu Mumun berlari keluar rumah.

''Sandi! Kejar Ibu.'' Teriak Nadira.

Sandi langsung mengangguk dan mengejar sang Ibu yang sudah berlari jauh, begitu pun Nadira yang ikut keluar dari rumah dan melihat ada beberapa tetangga yang terkejut melihat Ibu Mumun yang berteriak sambil berlari.

''Dira ada apa?''

''It-itu ... nggak ada apa apa kok, Ibu-Ibu.''

Nadira masih bingung apa yang mau dia katakan pada semua orang, namun nampaknya semua orang sudah tau apa yang terjadi walau Nadira tidak mengatakan apapun.

Sedangkan Edgar yang masih terduduk di lantai, ia begitu shock melihat perlakuan ibunya yang benar-benar di luar dugaannya.

''Mas.'' Rima memegang pundak Edgar, lalu memeluknya dan berkata. ''Aku tau Mas terkejut melihat perubahan Ibu yang drastis, tapi seperti itulah sikap Ibu selama beberapa hari ini. Begitu pun saat Ibu di rawat di rumah sakit.''

''Apa yang harus aku lakukan, Rima?''

''Kirim Ibu ke rumah sakit jiwa, ini semua demi kebaikannya. Siapa tau Ibu bisa sembuh dengan cepat.''

Mereka berdua yang tidak tau malu dan tidak tau tempat, tanpa di sadari jika Nadira melihat dan mendengar semuanya dari balik pintu luar. Tapi kali ini Nadira tidak sakit hati melihat suaminya berpelukan dengan adik iparnya ... melainkan Nadira tersenyum karna tanpa ia suruh, Rima sudah berinisiatif untuk menjebloskan Ibu Mertuanya ke rumah sakit jiwa.

''Ini hanya awal Mas.'' Gumam Nadira dalam hati.

Karna tanpa sepengetahuan siapapun. Nadira lah dalang di balik Ibu mertuanya yang selalu berhalusinasi setiap saat, karna selama beberapa hari dirumah sakit, Nadira selalu menambahkan obat kedalam makanan dan minuman yang Rima bawa untuk Ibu mertuanya. Bahkan tadi Nadira menambahkan obat itu kedalam teh yang di minum oleh Ibu mertuanya.

...🍀🍀🍀...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

1
Lina Suwanti
ayo Nadira,,sdh cukup penderitaan yg kamu alami selama ini.....balas dgn cantik ibu mertua n adik iparmu
Ninik Srikatmini
awas looh diir.. nti bucin loh ma babang Rama😊
Ninik Srikatmini
hahaaaaa seru nih... 😆
Ninik Srikatmini
ga' nyangka trnyata nadira huewebat
Ninik Srikatmini
duuh suami luknut trnyata...
Ninik Srikatmini
hahaaaaa ibu2 klu dah ngumpul gitu deh
ovi
lnjut kk
Maggie Toth Lim
anak sepa la Nadira tu otak ngak cukup jadi perempuan.mau berlaki tapi otak nol
Maggie Toth Lim
aduhai ni lagi ada perempuan tolol tolak merdeka😁
murni l.toruan
Karma manisnya sama tidak dengan kurma..... hehehe Mumun mertua Dajjal tunggu kehancuran kalian
murni l.toruan
menantu itu bukan pembantu, Edgar punya gajikan.... buat gaji ART tidak mampu? Mak dan anaknya tidak punya otak
guntur 1609
masa Rama berbicara sma mamanya bilang kau... gak sopan banget
guntur 1609
kena tula kau kan. kebanyakan gelap celup sna sini
guntur 1609
dasar si rama
guntur 1609
sama ja kalian dua
guntur 1609
berubah apanya. tu ddh jadi penyakit yg gak bisa disembuhkan lagi. kalau emang si bodat Edgar berubah. pas sdh ketahuan yg pertama x pasti dia nyesal dan berubah. ni tfk
guntur 1609
dasar muka tembok. masih juga gak sdar
guntur 1609
enak ja kau bilang bodat
guntur 1609
mampus kau kan
guntur 1609
bagus tuh dira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!